Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Keputusan yang mengancam


__ADS_3

  21+


Sabrina ia setuju dengan apa yang di minta oleh Kenichi setelah ia berpikir. Dan semua itu disambut senang oleh Kenichi. Sabrina tidak tahu bahaya apa yang akan mengancam hidupnya setelah berada di dalam genggaman tangan Kenichi.


"Saya menyetujui permintaan Anda," tulisnya dalam pesan singkat itu.


Kenichi tersenyum melihat isi chat tersebut, entah senyuman itu apa maksudnya. Menyiratkan sebuah pertanyaan, kenapa ia mau mengambil wanita gila seperti Sabrina dan apa tujuannya. Semua adalah misteri hanya Kenichi yang tahu  apa maksud dan tujuannya.


"Baik akan saya siapkan, kamu akan saya bawa ke Jepang." Tulisnya.


Sabrina merasa senang ketika dia akan bebas dari tempat menjijikkan itu. Dia merasa senang karena kebebasannya sudah ada di depan mata. Namun, kenyataannya berbeda neraka yang lebih panas sudah menantinya menunggu untuk menyiksanya lebih dari sebelumnya.Ya ... Sabrina tidak tahu bahwa Kenichi adalah Big Bos  dan Raja dari segala Raja  film dan tempat pelacuran. Sabrina pun tidak tahu bahwa Kinchi mempunyai empat orang istri dan enam belas selingkuhan.


"Sebelum kita kembali ke Jepang, aku mau membuat kesepakatan, Kawin kontrak selama enam bulan." Menyerahkan sebuah surat perjanjian yang harus Sabrina tanda tangani.


" Baik ... saya akan menyetujui semua karena tidak begitu memberatkan saya," ucap Sabrina.


"Kamu yakin?" tanya Kenichi.


" Ya, saya yakin!" dengan suara datar dan tegas ia sangat mantap mengucapkannya.


"Baik lah kalau begitu, jangan sekali kamu menuntut saya atas ketidak adilan yang akan terjadi, karena kamu telah menandatangani semua dan setuju dengan apa yang ada di situ," ucap Kenichi.


Mereka pun pergi ke Jepang dengan pesawat yang Kenichi pesan secara pribadi. Sabrina tidak ia satukan dengan istrinya tapi terpisah rumah. Sabrina masih belum resmi menjadi istri Kenichi mereka hanya tinggal selama beberapa minggu sebelum acara pernikahan itu selesai.


Kenichi sebelum melakukan itu dengan Sabrina ia memeriksa semua organ tubuh Sabrina takut akan ada penyakit yang menular.


"Kenapa saya harus diperiksa?" tanya Sabrina.


"Takut kamu bawa penyakit, sedangkan saya bergaul dengan orang banyak, kamu tahu sendirikan kamu siapa sebelum aku bawa kamu ke sini?" ucapan itu begitu menusuk hati Sabrina,  dan sangat menyakitkan dirinya.


"Ya, saya tahu dan saya paham betul. Saya hanya wanita ****** yang anda ambil dari tempat mengerikan itu," ucap Sabrina.


"Saya tidak akan pernah menyentuk kamu sebelum tes itu keluar," ucap Kenichi.


"Baik, saya  mengerti." Sabrina mencoba memahami situasi itu.

__ADS_1


Sabrina tidak keberatan dengan apa yang terjadi kepada dirinya karena ia diberi segala kemewahan oleh Kenichi mulai dari tempat tinggal, mobil serta kartu kredit unlimited. Semua yang diberikan Kenichi tidak seperti apa yang pernah diberikan Denny. Kenichi memperlakukan Sabrina bak ratu dihidupnya. Di sini Sabrina merasa keberuntungan ada dipihaknya.


"Denny kamu enggak apa-apanya dari pada Kenichi." Melihat cincin berlian yang diberikan oleh Kenichi di tangannya.


Setelah hasil tes keluar dan dinyatakan Sabrina terbebas dari penyakit kelamin dan lain-lain yang ada di tubuhnya. Akhirnya Kenchi pun mempersuntingnya. Menikahi Sabrina dengan sah  secara agama bukan negara. Kenichi melakukan itu agar suatu saat dia tidak menuntut dirinya.


Sabrina yang telah dinikahi oleh Kenichi pun akhirnya ia di minta Kenichi untuk menunggunya di kamar pengantin mereka.


"Kamu tunggu aku di sana ya."


"Baik, saya akan mempersiapkan semua untuk kamu malam ini," ucap Sabrina.


Sabrina menyiapkan ruangan itu dengan lilin dan bunga serta aroma terapi. Berharap malam ini adalah malam pertamanya dengan Kenichi. Sabrina tersenyum bahagia setelah menyiapkan semua  lalu ia mandi dan memberikan esenses pada bakmandinya. Setelah itu ia keluar dengan lingeri yang sangat tipis.


Ckliik ....


Suara pintu terbuka dan menampakkan sesosok pria yang tegap namun bukan Kinichi.


"Siapa kamu?" tanya Sabrina.


" Siapa kamu?" tanyanya sekali lagi.


"Kenichi telah menjual kamu kepadaku, untuk waktu dua hari. Aku mau kamu menjadi milikku malam ini," ucap pria tersebut.


Sabrina memberontak dan tidak ingin melayaninya, akan tetapi pria itu begitu kasar hingga menamparnya berkali-kali dan merobek  baju tidurnya.


"Jangan pernah kecewakan aku, aku sudah bayar mahal buat kamu."


" Nggak saya nggak mau." teriaknya.


"Kamu jangan sok suci, kamu hanya wanita  yang disewa untuk memuaskan hasratku jadi menurutlah."  Pria itu mengikat tangan Sabrina dengan sebuah ikat pinggang dan dia menyetubuhi Sabrina dengan kasar.


Tak hanya di situ, pria itu ternyata mempunyai kelainan seksual yang sangat tinggi. Sebelum melakukan persetubuhan ia menyiksa Sabrina dengan cambukan dari rotan. Sabrina mengerang kesakitan atas perbuatannya.


"Aaawhhh...." Pekiknya menahan siksaan demi siksaan.

__ADS_1


"Ayo berteriak lah, saya sangat menyukai teriakan kamu ... puaskan aku dengan teriakan  dan rintihan," ucap pria botak tersebut.


"Sialan dasar botak biadab, lihat saja kamu akan menyesal memperlakukan aku seperti ini," batin Sabrina.


"Lakukan lagi baby, saya sangat suka itu," imbuhnya.


Tak butuh waktu lama untuk menyiksa Sabrina karena dia sangat pintar berpura-pura. Pria itu melepaskan ikatannya dengan sangat cepat dan dalam satu tarikan. Sabrina menatap  tajam pria tersebut.


"Apa anda puas?"  tanya Sabrina.


" Ah, ya sangat puas," tegas Pria tersebut.


"Bagaimana jika saya membalas permainan anda?" tanya Sabrina.


"Apa kamu juga pecinta hubungan dengan kekerasan?" balas Pria tersebut.


"Tentu saja ... Saya sangat ahli dalam hal ini," imbuh Sabrina.


Pria itu dihajar Sabrina habis-habisan, mulai dengan memukulnya lalu menyiramnya dengan air panas yang ia ambil dari kamar mandi. Tak hanya di situ Sabrina menginjak-injak pria tersebut dengan sepatu high heels hingga mengerang kesakitan. Pria tersebut hanya bisa menahan sakit dan berpikir itu adalah gaya Sabrina. Tapi sayang dia salah besar ketika melihat kaki Sabrina sejajar dengan lehernya ... Sabrina menancapkan heels tersebut keleher pria tesebut hingga ber darah.


"Kamu gila aku hampir saja kamu bunuh," ucap Pria tersebut.


"Terus yang anda lakukan tadi? Apa tidak akan membunuh saya? Ini belum seberapa Tuan,"  Sabrina dengan wajah penuh amarah membuat pria tersebut bergidik ngeri.


"Kenichi yang kau berikan kepadaku ini wanita atau iblis?" tanya Pria tersebut kepada Kenichi lewat sambungan telepon.


"Ada apa?" balas Kenichi.


"Dia hampir membunuhku da ..." belum sempat pria itu melanjutkan kata-katanya Sabrina merampas telponnya.


"Hallo Tuan Kenichi ... Anda sedang mempermainkan saya? Anda pasti tahu resiko yang harus anda bayar," ucap Sabrina.


"Jangan pernah coba mengancam saya. Ingat saya lebih kuat dari pada kamu yang hanya seorang diri," Kenichi meremehkan Sabrina yang notabene hanya seorang diri sedangkan Kenichi adalah Ketua Gengster.


Bersambung ...

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️


__ADS_2