Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Berubah 180 derajat


__ADS_3

Sabrina dan Suci kini bagaikan kembar siam dimana ada Suci di situ ada Sabrina dan begitu sebaliknya. Mereka terbilang kompak, Suci selalu mendukung apa yang Sabrina akan lakukan. Suci seakan menjadi pawang Sabrina berubah 180 derajat. Sabrina merasa dihargai sebagai manusia ketika bercerita dengan Suci.


"Jika diingat aku dulu jahat banget ya," ungkap Sabrina.


"Jahat kenapa?" tanya Suci.


"Sempat melukai orang yang aku sayang, kamu percaya kalau aku ini seorang pembunuh? Apa kamu tidak takut bila dekat dengan aku?" Tanya Sabrina.


"Kenapa? Kenapa kamu mencelakai mereka? Apa mereka pernah menyinggung atau menyakiti kamu?" cecar Suci.


"Ya, aku hanya sakit hati nenek dan mamaku tidak pernah memperlakukan aku dengan baik. Kalau ada papa mereka berubah, seakan-akan aku aib bagi mereka. Ketika aku berubah jadi jahat mereka langsung berubah," ungkap Sabrina.


"Jadi ingat ucapan joker yang ada di film Batman. Aku lupa, pokoknya intinya orang jahat itu tercipta karena kebaikannya tidak pernah dianggap. Joker adalah definisi psikopat yang sesungguhnya, manusia itu punya dua sisi dirinya baik dan buruk. Kadang kalau kebaikan kita tidak dianggap kita juga sakit hati bukan? Keberadaan kita tidak dihargai kadang juga membuat kita sedikit ada rasa dongkol di hati,"


"Tahu enggak apa yang dikatakan Joker itu seperti apa yang di alami Iblis? Iblis itu diceritakan paling pandai diantara makhluk ciptaan Allah, bahkan Iblis itu adalah guru dari para malaikat. Ketika bumi ini tercipta Iblis ingin dipilih sebagai Khalifah di muka bumi. Tapi apa? Allah lebih memilih Nabi Adam, dia pun sempat protes kenapa harus Adam? Bukankah dia  lebih segalanya? Pintar dan rajin ibadah. Satu hal yang paling tidak disukai oleh Allah yaitu sifat sombong yang ada di dirinya dia merasa dia adalah paling segalanya. Sampai ia menghasut  Istrinya Nabi Adam yaitu Siti Hawa, gara-gara kejadian itu Adam Hawa diusir dari surga. Tapi perlu diingat setiap kejahatan pasti ada balasannya bahkan lebih dari apa yang kita perbuat,"


Suci mencoba membuka pikiran Sabrina lewat dakwah. Pelan tapi pasti ucapan itu merasuk kedalam jiwa dan pikiran Sabrina.


"Untuk apa sih jadi orang jahat? Apa untungnya? Puas jadi orang jahat? Biasanya orang jahat itu selalu kenak batunya," cecar Suci.


"Kamu benar, bahkan aku sering hampir kehilangan nyawa akibat perbuatan orang. Untung ada orang baik yang menolong aku waktu itu. Namanya Fitri wanita muslimah, ia di bohongi suaminya menjadi pekerja migrant tapi ternyata dia diikutkan sebuah kelompok *******.


Hampir semua yang tinggal di tempat itu adalah *******. Ketika ada orang baru di sana selalu berpura-pura bicara dengan kode khusus contohnya waktu itu adalah Dara. Ia meminta Fitri menyampaikan salam kepada keluarganya, bukan keluarga yang di tanah air melainkan di surga. Dara adalah anak sebatang kara kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan,"


"Kelompok mereka selalu bilang jika mereka melakukan itu sama dengan mereka mati syahid. Berjuang dijalan Allah, tapi apa hanya untuk kepentingan oknum tertentu. Semula Fitri mau melakukannya tetapi aku membujuknya untuk tidak melakukannya. Aku bilang ke dia kalau depannya masih panjang," Sabrina menceritakan kisah Fitri.


***


Flashback

__ADS_1


"Kamu lebih baik mikir-mikir Fit, iya kalau kamu berhasil meninggal karena boom? Kalau kamu mengalami kecacatan bagaimana? Masa depan kamu masih jauh Fit, jangan gila deh!" Sabrina memperingatkan wanita polos yang ada dihadapannya.


Memang sebagian dari mereka telah tercuci otaknya dengan hipnotis berbasis agama. Tapi mereka sebenarnya adalah pemecah belah bangsa, mengadu domba antara muslim dengan agama nasrani juga pemerintah. Yang selalu mereka ambil adalah negara Indonesia karena kemapuan berpikir mereka masih dangkal dan mereka haus akan ilmu agama.


"Cinta kepada Rasul memang wajib tapi harus dibarengi dengan akal dan logika. Saya aku Fit saya bukan orang yang beragama, orang yang rajin shalat, bersedekah, baca Alquran tapi saya mempunyai prinsip dalam hidup masalah agama orang tidak akan pernah bisa menghasut saya!" Sabrina dengan tegas memperingatkan Fitri untuk tidak terjerumus lebih dalam.


Fitri pun berpikir keras bagaimana ia bisa lepas dari cengkraman mereka, akhirnya ia merencanakan sesuatu dengan Sabrina yaitu Sabrina berpura-pura mencuri datanya.  Dengan cara mengikat Fitri  dan memasukkannya ke karung goni. Namun sayang semua gagal fitri terbunuh oleh anggota mereka setelah mengetahui siapa yang ada di bandara tersebut. Anggota kelompok itu mendatangi rumah yang ditempati Fitri fitri pun dihabisi, awalnya mereka mau menuduh Sabrina tapi mereka tidak punya cukup bukti dari wajah dan yang lainnya.


Awalnya anggota mereka yang ada di bandara tidak mau memberangkatkan Sabrina.


"Kalian tahu siapa saya? Saya adalah pembunuh berantai. Nenek, ibu dan kawan saya pernah jadi korban. Saya ini kesini dibawah sama Mafia terkenal di sini Choi tahu kan Choi? Anak buah Kenichi! Saya adalah istrinya. Kalian tahu apa yang akan terjadi jika kalian menyita saya di sini? Segera lepaskan saya!" Dengan tegas dia meminta dilepaskan.


Mereka segera melepaskan Sabrina dan membiarkan dia kabur dari negara itu. Takut jika markas mereka diobrak-abrik sama geng mafia terkuat di negara tersebut.


Sepeninggalan Sabrina ia tidak tahu menahu tentang keadaan Fitri.


"Kamu tahu dari mana kalau Fitri itu meninggal?" Tanya Suci.


"Aku mendengar percakapan mereka, orang yang ada di kantor kedutaan itu. Mereka sudah merencanakan dengan sempurna yaitu meletakkan bom bunuh diri itu ke dalam tas koper, aku yang enggak mau terlibat membuangnya di tong sampah Bandara." Terang Sabrina.


"Apa tidak bahaya?"


"Selama ini aman-aman saja," ungkapnya.


Tanpa mereka tahu ada anak buah Mr. Khai yang selalu mengintai mereka dan membuntuti mereka kemana saja mereka berada.


Pernah suatu ketika ketika gerombolan mereka akan menghampiri Sabrina salah satu dari anak buah Mr. Khai menghampiri.


"Mau apa kalian?"

__ADS_1


"Mau menghabisi wanita itu!"


"Dia, Nona kami jadi jangan macam-macam!"


"Kalau kalian macam-macam markas kalian akan kami serang dan kami bumi hanguskan!


Gerombolan ******* itu pun akhirnya mundur dan menjauh. Semenjak saat itu mereka tidak pernah memperlihatkan batang hidungnya.


Suci siapa Suci? Mungkin sebagian akan bertanya tentang dia. Tanpa Sabrina tahu Suci adalah bagian dari anak buah papanya, dia bukan gadis desa biasa yang bekerja di perusahaan itu sebagai cleaning service. Suci merupakan seorang mahasiswa jurusan psikologi, dia di drop out dari sekolah itu karena keterbatasan biaya. Tapi bukan itu faktor utamanya ia berani protes kepada senator tentang korupsi di kampusnya.


Senator itu mempunyai banyak koneksi sehingga ketika Suci akan berpindah ke universitas lain tidak diterima. Ia terpaksa mengadu nasib di kota lain demi mewujudkan cita-citanya. Walau dia tidak bisa menjadi psikolog paling tidak dia bisa merubah perekonomian keluarganya.


Bertemulah ia dengan Mr. Khai, Mr Khai yang mengetahui Sabrina anaknya telah kembali ke negara ini akhirnya meminta bantuan kerabat dari Suci yang sempat menceritakan tentang masalah Suci. Dalam naungan Mr. Khai, Suci terpelihara dan tidak ada seorangpun berani menjamah dirinya.


Mr. Khai hanya ingin anaknya berubah, awalnya memang dia tidak ingin memasukkan seseorang dir rumah atau kehidupan Sabrina akan tetapi ia berubah pikiran dan merasa ibah melihat hidup Sabrina semakin hancur. Papanya berharap dengan bertemunya ia dengan orang baru akan merubah pandangannya dan meluluhkan hati dan pikirannya. Ternyata benar prediksinya Suci bisa merubah dunia Sabrina menjadi berwarna.


"Dulu aku pernah melukai seorang teman dengan apa ya lupa cutter atau apa ya, habis kesal dia memfitnah papaku katanya uang hasil korupsi dan setiap jalan selalu menginjak kakiku. Semut ajakan bisa marah ya kalau diinjak-injak terus, ya itu yang aku lakukan. Kalau masalah nenek wanita yang pura-pura lumpuh itu mau menghabisi papaku dengan cara meracunnya. Sedangkan mamaku sebenarnya jahat dia selingkuh sama sopir di rumah ketika aku ingin membalas perbuatan mereka."


Suci hanya mengiyakan saja ucapan Sabrina. Alam bawah sadarnya sudah Suci kuasai dan kunci.


Dengan hipnoterapi Suci mencoba membuat Sabrina lebih relaks dan melupakan masa lalunya yang jahat.


"Sekarang kamu tidak usah menginggat masa suram kamu, anggap saja itu tidak pernah terjadi. Lebih baik  kamu fokus sama masa depan kamu, berdamai dengan masa lalu kamu itu lebih indah."


"Aku kangen papa Ci, bagaimana keadaan papa saat ini ya?"


"Yakinlah, papa kamu baik-baik saja. Siapa tahu papa kamu itu juga melihat dan memperhatikan kamu dari jauh."


Matanya semakin berat seketika itu dia tertidur dengan lelapnya, Suci pun tidak lupa membisikkan ditelinga Sabrina dengan afirmasi positif. 

__ADS_1


__ADS_2