
Sabrina benar-benar terkejut melihat fakta yang ada, setelah dia menabrak Nadine dia sudah tidak pernah mau tahu tentang keadaan korbannya. Perbuatan sadis yang ia lakukan membuatnya masuk kedalam jurang penderitaan.
"Rupanya kamu itu seperti kucing yang mempunyai seribu nyawa, berulang kali aku berusaha menghabisimu namun mengapa selalu gagal, lalu aku coba lagi dan terus gagal lagi, apa perlu aku siksa kamu perlahan sampai kamu mati? Seperti keluargaku yang hampir mati ketika mendengar berita Nadine yang tertabrak!"
"Seandainya kamu yang ada di posisi itu mungkin akan lain cerita, karena keluarga kamu tidak pernah memperdulikan,"
"Nadine salah apa sama kamu? Semenjak di ajang kecantikan dia selalu kamu tindas dan jahati, kamu ini sebenarnya di ciptakan sebagai manusi atau iblis?"
Nadira berdiri dihadapan Sabrina yang berada di tiang gantung.
"Aku tidak akan membuatmu mati dengan mudah,aku mau membuat kamu tersiksa pelan-pelan seperti apa yang kamu lakukan terhadap Nadine." Nadira menghampiri Sabrina lalu melepaskan tali itu dan setelah Sabrina terjatuh ia menjambak rambut Sabrina.
Nadira menyeret Sabrina dengan tangannya, awalnya Ranny menyarankan untuk menyeret dengan mobil atau sepeda motor dengan kecepatan tinggi biar wajah Sabrina rusak. Namun Nadira menolaknya karena ia ingin melihat Sabrina menderita secara langsung,
"Aku ingin kamu merasakan bagaimana sakitnya Nadine," ujar Nadira.
Wajah Sabrina di benamkan kedalam air dingin beberapa kali lalu Sabrina dihajar habis-habisan.
"Ini kurang ekstrem menurutku dia menghabisi Nadine dengan cara menabraknya dengan kecepatan tinggi hingga ia koma dan mengalami luka parah, kenapa kamu tidak mau menerima saranku biar dia merasakan rasanya si seret dengan kecepatan yang sangat tinggi?" Ranny terus menerus meminta Nadira menggunakan caranya.
"Tidak itu terlalu mempercepat dia mati aku mau dia merasakan kematian yang sangat sakit! Melebihi malaikat yang mencabut nyawa aku mau kulit dia terkelupas sampai ke tulang." Dengan tatapan membunuh dan berbisik di telinga Sabrina.
"Aku bawakan sesuatu buat kamu, kasihan dia belum mandi." Ranny memberikan satu panci minyak goreng yang sangat panas yang ia campur dengan abu gosok.
"Apa ini?" tanya Nadira.
"Minyak goreng campur abu gosok kata orang ini bisa membuat kulit orang lengket." Ranny mengambil campuran itu dengan gayung yang terbuat dari stainless lalu menyiramkannya pada Sabrina.
"Ini balasan buat kamu yang menghancurkan anakku Askara!" ucap Ranny.
"Dan ini buat Nadine yang kamu kerjain di ajang kecantikan, yang ini buat Nadine yang kamu tabrak dan terakhir buat Nadine yang meninggalkan kita untuk selamanya." Tiga kali Nadira menyiram Sabrina.
"Aaaaaaahhhhhhh!" Teriak Sabrina kesakitan.
__ADS_1
Wajahnya mulai meleleh dan mengelupas.
Dua Perempuan yang Sabrina sakiti itu tidak pernah puas lalu menceburkan Sabrina ke air yang sangat panas dalam keadaan diikat. Pulau itu adalah pulau bekas pabrik dan itu adalah pulau pribadi yang terbengkalai, ahli warisnya tidak pernah mengurusi pulau tersebut. Setelah puas mereka melepaskan Sabrina.
Karena merasa sudah cukup mereka menyiksanya.
"Kita biarkan saja dia di sini biar mati membusuk!" ucap Ranny.
Mereka meninggalkan Sabrina yang tak berdaya di sana. Sabrina sudah berhari-hari berada di sana tidak ada makanan hanya air laut. Ketika kulitnya menyentuh air laut terasa perih.
"Aaahhh wuuuh!" Teriaknya.
Di tempat lain Nadine menyiapkan pernikahan dengan Denny. Denny tidak pernah mengetahui apa yang di lakukan Ranny dan Nadira. Dan kalau pun dia mengetahui Denny tidak pernah ambil pusing dengan itu dan bukan urusannya lagi. Dua hari kemudian Denny melangsungkan pernikahan tanpa halangan. Sanjay dan Leora mencari keberadaan Sabrina karena mereka kini memang sudah bersahabat. Mereka tahu bahwa Sabrina mempunyai kelakuan yang tak baik, tapi Sanjay punya rencana besar bukan hanya menghancurkan Denny tapi ingin menjual Sabrina ke Hole.
"Sudah kami cari Tuan namun tidak kami temukan jejaknya," ucap Anak Buah Sanjay.
"Siapa yang Anda cari tuan?" tanya Mr.Khai.
"Sabrina, dia menghilang sudah hampir satu minggu," ucap Sanjay.
"Ada apa denganmu? Apa kamu mengenal Sabrina?" tanya Sanjay.
"Tidak Tuan hanya beberapa kali ketemu," elak Mr.Khai.
Khairul atau Mr.Khai tidak ingin ada orang lain mengetahui hubungannya dengan Sabrina walaupun Bosnya sendiri.
"Dia menghilang aku rasa ada hubungannya dengan Denny," ujar Sanjay.
Leora di minta Sanjay untuk menemui Denny dan bertanya tentang keberadaan Sabrina.
"Denny? Eh maksud saya Tuan Denny kenalkan nama saya Leora saya adalah teman Sabrina dan ingin menanyakan sesuatu tentang Sabrina,"
"Ya katakan!" perintah Denny.
__ADS_1
"Apa Anda tahu di mana Sabrina berada?" tanya Leora.
"Saya sudah tidak pernah bertemu Sabrina Semenjak dua minggu lalu dia menghancurkan acara pernikahan saya, dia menculik calon istri saya, dan syukurlah sekarang saya sudah menikah tanpa adanya gangguan dari Sabrina. Anda salah besar jika mencari dan menanyakan Sabrina kepada, karena saya sudah tidak ada hubungan apapun dengan Wanita sialan itu!" Denny menegaskan bahwa dia sudah tidak mau tahu tentang Sabrina dan tidak peduli.
"Iya nih ngapain sih kamu nanyain Sabrina ke kita? Kamu nggak tahu aja Sabrina itu siapa, asal kamu tahu Sabrina itu psikopat dan hati-hati nanti kamu jadi korban berikutnya," ujar Ranny dengan ketus.
"Sabrina sama saya baik selama ini saya dan dia tidak pernah ada sesuatu, kecuali kalian yang terlalu jahat," Leora malah menyalakan Denny dan Denny.
"Kamu bilang Sabrina baik? Kamu cari informasi tentang Sabrina yang telah di penjara dan kasusnya apa, kamu pasti kaget. Sabrina membunuh Mama dan Neneknya juga saudara saya dia tabrak samapai koma dan akhirnya mati," ucap Nadira.
"Kalian bohong! Sabrina tidak seperti itu!" Teriak Leora
"Terserah kamu kalau tidak percaya, anak saya jadi korbannya masih mengelak?" ucap Ranny.
"Sabrina hanya ingin balas dendam dengan Denny yang menyakitinya," balas Leora.
"Kamu lebih membela Sabrina tanpa melihat kebenaran yang ada," sahut Nadira.
Mereka berdebat panjang lebar dan saling emosi.
"Sudah cukup!" teriak Denny.
"Kamu ya, Jangan pernah menanyakan Sabrina kepada kami semua, kami tidak tahu dan tidak akan pernah mau tahu tentang Sabrina, dan jangan pernah usik hidup kami apa pun itu yang berkaitan dengan Sabrina." Denny benar-benar marah besar kepada Leora.
"Satu lagi ini untuk yang terakhir kalinya kamu mengusik hidup kami dengan kisah Sabrina, mau Sabrina itu mati sekali pun bukan urusan kami camkan ini!"
Leora pergi dengan hati yang kesal, memang salah dia jika bertanya kepada Denny yang sudah tidak memiliki hubungan dengan Sabrina.
"Bagaimana?" tanya Sanjay.
"Mereka tidak tahu keberadaan Sabrina dan mereka memberi peringatan keras kepadaku untuk tidak mengusik hidup mereka deng menyangkut pautkan Sabrina," Leora menceritakan kejadian itu.
Bersambung ...
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️