Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Pesona Kenichi


__ADS_3

    Kenichi tiba-tiba memberikan kepada Nadira bahwa ia akan berkunjung ke LV. Ia sedang merencanakan bisnis dengan Sanjay dan ingin Nadira yang mendampinginya. Mantan anak buahnya itu pun tidak berkeberatan mendampingi Tuannya.


"Saya akan mengunjungi LV dalam waktu dekat, dan saya harap kamu bisa mendampingi saya jika kamu tidak berkeberatan," pintaKenichi.


"Baiklah, saya tidak berkeberatan," balas Nadira.


"Saya akan mentraktir kamu dengan produk baru perusahaan saya, Ramen dan Shushi Frozen khusus buat kamu langsung dari Jepang," ucap Kenichi.


"Saya percaya masakan anda pasti luar biasa, jangankan masak Ramen dan Shushi anda membuat teh saja terasa nikmat." puji Nadira.


"Kamu terlalu memujiku Nadira," balas Kinichi.


"Saya tidak sedang memuji anda ini benar anda begitu membuat saya ketagihan dengan teh buatan anda,"  Nadira memang sangat menyukai teh buatan Kinichi yang sangat nikmat.


"Apa kamu mau aku buatkan teh kelopak bunga sakura?"  Kenichi menawarkan  teh ramuan terbarunya, selain dia jago bercinta di ranjang dia juga mahir dalam membuat teh.


Keluarga Kenichi terkenal dengan ramuan teh tradisionalnya. Bahkan Keluarga Kenichi mendapatkan julukan Master Tea. Karena kepandaian turun temurun yang ia warisi dari generasi ke generasinya.


Seminggu kemudian Kenichi sampai di LV dan disambut oleh Nadira dan beberapa anak buah dari Sanjay.  Semua berjajar rapi berdiri menyambut rombongan Kenichi yang baru saja mendaratkan kakinya ke LV. Tidak lupa  mereka memberikan bunga penyambutan kepada Kenichi.


"Selamat datang Tuan," ucap  para Bodyguard Sanjay.


"Terima kasih atas penyambutannya," balas Kenichi.


"Sepertinya Jepang kehilangan mataharinya sementara ini!" Seru Nadira.


"Matahari akan tetap bersinar di Jepang hanya saja tak seterang  ketika pesonaku menambah keindahan ya," balas  Kenichi.


"Percaya diri sekali anda, tapi baguslah itu yang saya suka dari seorang Kenichi yang penuh percaya diri." Nadira memberikan kipas yang pernah Kenichi berikan kepadanya.


"Kamu masih menyimpannya?" Kenichi terharu karena Nadira sangat menjaga apa yang ia amahkan.


"Tentu saja saya akan menjaganya, dulu anda pernah bilang untuk menjaga ini kalau suatu saat bertemu lagi. Karena anda tidak akan bisa hidup tanpa satu kipas di tangan anda," ucap Nadira.


Kenichi pernah meminta Nadira untuk menjaga kipas yang ia pesan secara khusus kepada pengerajin. Sebuah kipas yang terbuat dari kerangka bambu premium yang diukir indah dan sutra kualitas terbaik sebagai pelapisnya dan dihiasi dengan batu permata pada sisi luarnya. Sebuah karya dari seorang penggemar, dia juga penikmat teh buatan Kenichi, namanya adalah Mr. Shinzu.


Mr. Shin dia orang yang sangat hebat dalam seni ukir. Kehebatannya sangat diakui di Jepang Karyanya sudah terkenal dibeberapa negara. Mr.  Shinzu  juga seorang pengerajin perhiasan yang  cukup terbaik.


"Sepertinya  kipas ini sangat berharga buat anda  atau ada historinya?" tanya Nadira.


"Ya, sangat berharga karena saya meminta seorang Master untuk membuatnya, saya membutuhkan banyak waktu untuk menemuinya," kenangnya.


Sambil berjalan mereka bercerita banyak hal. Sanjay yang sudah menunggunya di rumah miliknya tidak sabar menyambut Kenichi. Kenichi sendiri baru pertama kali menemui Sanjay di rumah miliknya.


"Selamat datang Mr. Kinichi, senang rasanya saya bisa berjumpa dengan anda kembali di rumah saya yang tak seberapa bagus ini," ucap Sanjay.

__ADS_1


"Saya sangat senang dengan undangan anda Mr. Sanjay dan   saya tidak menyangka rumah Andah begitu bagus seperti istana." Puji Kenichi.


Sanjay dan Kenichi saling melemparkan pujian dan mereka membicarakan bisnis mereka. Perkembangan film mereka di kanca dunia begitu sukses apalagi di Website  milik mereka. Website mereka saling bersaing dan mereka bertemu untuk membicarakan kerjasama yaitu dengan menggabungkan dua nama website tersebut.


"Bagaimana dengan tawaran saya untuk menggabungkan Website kita? Saya sudah merangkul beberapa  orang di luar negeri seperti Canada, Rusia dan Amerika."  Kinchi memberikan contoh situs mereka yang akan di launching bulan depan.


"Menarik sih! Tapi apa keuntungannya buat saya pribadi?" tanya Sanjay.


"Banyak mulai dari hasil dari tontonan yang  dilihat mereka hingga hasil download yang kita kenakan biaya tersendiri dan member VIP, mungkin anda bertanya apa bedanya? Bedanya jika mereka membeli VIP kepada kita mereka akan bebas iklan dan dowload sesuka mereka, jika yang biasakan hanya di beri 1Mb seharga 1$ sedangkan VIP ini hanya 150$ selama sebulan dan itu semua hasilnya pure milik kita sebagai pemilik website ." Kenichi menjelaskan keuntungan dari pihak penonoton dan pemilik website.


"Menarik sih, tapi bagaimana dengan penyetoran apa harus seminggu berapa kali atau bagai mana?" tanya Sanjay.


"Seminggu cukup tiga kali film durasi panjang lalu nanti kita akan potong-potong hingga menjadi beberapa bagian," ucap Kenichi.


"Oke kalau begitu saya setuju," balas Sanjay.


Sanjay mengajak  Kinichi untuk melihat-lihat Hole. Dia melihat cara kerja mereka lewat CCTV. Kenichi begitu terkejut dengan ide seperti itu tapi sangat menarik menurutnya.


"Cukup menarik saya suka!" tegasnya.


Tiba-tiba ia melihat sosok Sabrina yang membetot perhatiannya. Banyak pria yang datang menghampirinya bahkan sampai mengantre. Dia sangat tertarik dengan Sabrina.


"Siapa Perempuan itu?" tanya Kenichi.


"Saya mau bertemu dengan dia bisa? Setelah dia melayani para tamunya," pinta Kenichi.


"Anda yakin? Perempuan ini bukan perempuan sembarangan dia sedikit gila," ujar Sanjay.


"Justru itu adalah tantangan  menurut saya," balas Kenichi.


Sanjay pun membawa Kenichi menemui Sabrina. Dengan wajah ketus ia menyambut mereka, Sabrina begitu sakit hati terhadap Sanjay yang begitu tega memasukkannya ke penjara yang paling ia benci yaitu tempat pelacuran.


"Kenapa kamu ke sini?" Dengan ketus ia bertanya kepada Sanjay.


"Ayolah kamu jangan seperti itu, bukannya kamu juga menikmati berada di sini? Kamu juga senang kan berada di sini atau mau bebas dari sini?"  Sanjay sedikit tersenyum dan menawarkan kebebasan kepada Sabrina.


"Cih! Omong kosong apa yang sedang kamu bicarakan sama saya? Bukannya hanya kematian yang bisa membebaskan saya dari sini?" Sabrina menyepelehkan tawaran Sanjay.


"Saya tidak omong kosong tapi benar-benar menawarkan sesuatu buat kamu. Perkenalkan dia Kinchi sahabat saya dari Jepang ingin meminta kamu sebagai wanitanya," ucap Sanjay.


Sabrina melirik kearah Kenichi yang sangat lumayan tampan dengan khas wajah Asianya. Tidak hanya wajahnya badannya yang sangat kekar membuat Sabrina terpesona. Kenichi memang pria yang penuh kharismatik dan sangat mempesona, itulah alasan mengapa ia mudah mendapatkan wanita yang ia  mau.


'*Lumayan sih tampan, dan sepertinya dia orang kaya' batin Sabrina.*


"Bagaimana? Apa kamu mau?" tanya Sanjay.

__ADS_1


"Lebih baik kita kenalan saja dulu Nona, perkenalkan nama saya Kenichi dari Jepang saya adalah seorang pengusaha." Kenichi mengulurkan tangan kepada Sabrina yang cukup lama baru Sabrina sambut.


"Saya Sabrina senang berkenalan dengan anda," ucapnya singkat.


"Bagaimana dengan tawaran saya, kalau kamu mau kita kawin kontrak selama setengah tahun, dan saya akan sering ke sini untuk menemui kamu,"


Kenichi menawarkan Sabrina untuk mengajaknya kawin kontrak. Namun Sabrina meminta waktu untuk berpikir apakah akan ia ambil atau tidak tawaran tersebut. Mengingat kejadian beberapa waktu silam dengan Denny yang ia hanya dijadikan budak napsu.


"Saya meminta waktu untuk memikirkannya," pinta Sabrina.


"Saya harap secepatnya kamu memberikan jawaban karena waktu saya tidak lama, sebagai bahan pertimbangan saya memberikan kamu kartu nama saya yang bisa kamu hubungi kapan saja." Memberikan kartu nama berwarna hitam dengan bertuliskan tinta emas bentuk dan ukurannya seperti kartu ATM.


Kenichi dan Sanjay lalu pergi meninggalkan Sabrina di ruangan itu. Lalu tidak lama Celine datang menemui Sabrina bersama Cecilia. Mereka menanyakan tentang siapa itu.


"Siapa dia?" tanya Cecilia.


"Dia? Tuan Kenchi," balasnya.


"What Kenichi? Diakan ...." Celin menghentika ucapannya.


"Kamu kenal?" tanya Sabrina.


"Kenal sih enggak tapi tahu sedikit tentang dia," balas Celine.


"Dia seperti apa?" tanya Sabrina.


"Menurutku baik, kenapa dia kemari?" tanya Celine.


"Menawarkan aku kawin kontrak," ucapnya.


"Mau aja Sab, dia ganteng tahu itu lihat aja badannya kekar banget kayaknya setiap  hari dia olahraga mukulin mochi," celetuk Cecilia.


" Apaan sih kamu, menyamakan ngaduk mochi sama bentuk tubuhnya," balas Sabrina.


" Kulitnya juga putih kayak tepung mochi, lembut jugakan kelihatannya pasti bibirnya juga lembut selebut  Mochi,"   ucap Cecilia sambil berangan meraba tubuh Kenichi .


Celine melepaskan bantal sova ke wajah Cecil. " Ngayal muluh sih."


"Aawh Celine sakit tahu!" Teriak Cecil.


Sabrina memikirkan tawaran dari Kenichi dia berpikir ini adalah kesempatan yang sangat langkah. Tuhan selalu ada di pihaknya ketika ia menderita disetiap penderitaannya Tuhan selalu menolongnya. Sabrina akhirnya mengambil sebuah keputusan karena ia berpikir kesempatan tidak akan datang dua kali.


Bersambung ....


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2