Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Chapter 2


__ADS_3

Sesaat setelah aku memutuskan untuk kembali kerumah, meninggalkan acara pernikahan. aku menjerit, melempar semua barang didekatku dan menghancurkannya. ini tidak adil, tujuh tahun aku mempercayainya dan sekarang aku merasa benar-benar sudah dibodohi.


Ponselku saat itu terus saja berdering, beberapa panggilan dari seseorang terus saja masuk. ya... mereka pasti serang mencariku, karna aku memutuskan meninggalkan acara itu begitu saja.



Aku adalah seorang pecandu, kedua orang tuaku meninggal saat umurku menginjak 19 tahun. sebelum kepergiannya ia bahkan memberikan pesan kepada Exel untuk menjagaku, dan menemaniku sampai akhir. akan tetapi kenyataannya ******** itu mengiyakan karna hanya tergiur dengan kekayaan yang kedua orang tuaku tinggalkan saja.


Tuntutan pendidikan dan pekerjaan membuatku depresi, itu sebabnya aku menjadi wanita dengan ketergantungan obat terlarang. bahkan sampai sekarang!


"Riyanaa..." Exel datang, ia langsung memeluk tubuhku dengan begitu erat dan memamdangi wajahku, "Apa yang terjadi sayang? kenapa kau pergi dari pesta?" tanyanya dengan raut wajah cemas.


Aku terdiam, sungguh rasanya aku sangat ingin membunuhnya. pria ********, brengsek, mengatas namakan cinta hanya demi kekuasaan, batinku menjerit.


"Sayang?" ia meraih wajahku, mengecup kepala dengan belaian lembut dirambutku, "Kenapa kau diam? apa terjadi sesuatu?"


Dengan wajah datar, aku tersenyum tipis kemudian berkata, "Aku baik... bersihkan dirimu, aku menunggu dikamar!" seruku padanya.


"Tapi kita belum mengucapkan janji su..."


Aku langsung menyeka ucapannya, menempelkan telunjukku pada bibirnya, "Seperti yang kau inginkan, kita tidak perlu menikah untuk melakukannya! akan aku pastikan jika malam ini aku akan membuatmu lemah tidak berdaya, diatas ranjang!" bisikku di daun telinganya.


"Kau yakin?"


"Tentu saja!"


Exel melepaskan diriku, ia beranjak kemudian berlalu dari hadapanku menuju lantai atas. sangat menjijikan, aku dapat mencium aroma tubuh wanita lain saat tubuh kekarnya mendekapku. dapat aku lihat dengan jelas raut wajahnya memancarkan senyum kemenangan. ia pasti berpikir jika malam ini aku akan memberikan apa yang ia inginkan, yaitu meniduriku!

__ADS_1


Kleakkk...


Aku menekan gagang pintu perlahan memasuki kamarku, tidak ada tanda-tanda keberadaan Exel disana. aku mendengar suara gemericik air dari kamar mandi sepertinya ia menuruti ucapanku saat aku menyuruhnya untuk membersihkan diri.


Aku memiringkan senyum, dan terduduk di tepi ranjang menunggunya keluar. aku menyakalan pemantik rorok, menghisap kemudian membuang asap tersebut ke udara.


Dia keluar! dengan balutan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya Exel langsung mendekatiku dan berucap. "Malam ini kau sangat menggoda."


Aku hanya terdiam, dengan raut wajah data r tanpa ekspresi aku menatapnya, si ******** ini benar-benar tidak sabaran. ia langsung memelukku, menempelkan wajahnya di ceruk leherku dan mengecup bagian tersebut dengan penuh kelembutan.


Bruakkk... aku mendorong tubuh Exel agar ia menjauh dariku, sengaja aku menurunkan lengan gaunku untuk membuatnya semakin bergairah.


"Ini yang pertama kalinya, biarkan aku yang memuaskanmu!" ucapanya penuh semangat.


Aku kembali memiringkan senyum, dengan kepala yang menggeleng. tubuhnya aku dorong keatas sofa dan aku duduk diatasnya dengan tangan yang mencengkram kuat rambut hitamnya.


23 September 2019.


Suara ketukan pintu dan bel menyapa daun telingaku pagi itu, aku mengintip untuk melihat siapa yang datang dari celah pintu. dan sesuatu yang menguntungkan ternyata si ****** sekaligus penghianat datang menjemput mautnya menemuiku.


"Sharon..." sapaku setelah aku membuka pintu.


"Hey... aku sangat merindukanmu! apa kabar?" tanya kemudian memelukku.


Aku membalas pelukannya dengan batin yang menjerit penuh amarah, wanita menjijikan ini sangatlah layak dinobatkan sebagai ratu akting terbaik. di hadapanku ia terlihat sangat baik, siapa sangka dibalik itu semua dia hanyalah seekor rubah licik yang siap menerkamku kapan saja.


"Kau mencariku?" tanyaku dengan raut wajah datar dan senyum dingin.

__ADS_1


"Te.. tentu, untuk apa aku datang jika bukan mencarimu?" sahutnya yang terdengar gugup, cukup membuktikan jika ia sedang berbohong. aku tahu apa yang ia inginkan! isi pesan yang telah ia kirimkan kepada Exel seolah telah menjawab segalanya.


"Baiklah, ayo masuk. aku sudah memasak sup dan sebaiknya kau harus mencobanya." ucapku kemudian berlalu membawanya masuk kedalam.


Gerak-gerik Sharon sangatlah menjijikan, sepasang matanya terus mengabsen setiap titik ruangan rumahku. aku yakin dia pasti sedang mencari keberadaan Exel.


"Exel dimana? apa dia sedang tidak dirumah?" tanyanya.


Aku menarik bangku dan mempersilahkannya diduduk diruang makan, "Dia dikamar, karna kelelahan bermain denganku, Exel memilih berdiam diri disana!" jawabku santai dengan tatapan intes kearahnya.


"Be... bermain?"


"Yaaa... dia sangat liar! cukup membuatku kewalahan, pada akhirnya dia sendiri yang tidak berdaya sekarang!" tegasku memiringkan senyum.


Aku menghidangkan semangkuk sup untuk Sharon, dan kemudian duduk disampingnya. "Makanlah, aku sudah bersusah payah membuat ini. dan kau adalah orang pertama yang mencobanya."


"Riyana, ke... kenapa aku merasa kau sedikit aneh, apa kau tahu sesuatu?"


Aku mengerutkan dahi, dan menajamkan tatapanku padanya, "Aneh? Sesutu? apa maksudmu?" sahutku kembali bertanya.


"Lu... lupakan saja!" Sharon langsung mencicipi sup yang ku hidangkan, karna itu masih sedikit panas ia meniupnya perlahan dengan tatapan yang terus mengarah padaku. "Lumayan, sepertinya kau sudah bisa memasak sekarang! tapi rasa dagingnya sedikit aneh." ucapnya mengoreksi.


Aku terkekeh, wanita ini benar-benar sangat bodoh. wanita kadal yang bermain-main dengan seekor buaya, cukup menarik!


"Bagaimana jika kau memakan daging kekasihmu sendiri?"


Uhukkkk... Pernyataanku sukses membuat Sharon tersedak, ia bahkan langsung memuntahkan sup yang sedang ia kunyah.

__ADS_1


__ADS_2