Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Menyelidiki kematian Sang Papa


__ADS_3

    Denny sudah delapan bulan lamanya menunggu kepastian tentang kasus kematian sang Papa.


    "Bagaimana sudah ada perkembangan?" tanya Denny pada seorang penyidik.


   "Ada sedikit info tentang kematian Papa Anda," Penyidik memberikan sebuah kertas yang menunjukkan sesuatu.


   "Ada zat atau cairan? Maksudnya gimana?" tanya Denny.


   "Ya, kami menemukan ada cairan seperti air keras, Papa anda terjun kejurang yang dasarnya hanya bebatuan bukan sungai atau danau, dan ada bagian yang terpisah dari mobil itu dan itu kami rasa bagian dari mobil tersebut, ada cairan atau zat yang sama seperti kandungan dalam air keras," ungkap Penyidik.


   "Maksudnya ada bagian yang jatuh dan ada bekas atau sisa air keras? Gitukan maksudnya? Terus orang ini sebelum membunuh Papa saya menyiramnya dengan air keras? Dan menyiksanya sampai mati, lalu sebagai alibi mereka jadikan insiden kecelakaan biar tidak terlacak gitukan intinya!" Denny menangkap apa yang dimaksud oleh Penyidik.


   "Dan parahnya lagi adalah mobil itu mobil curian," ucap Penyidik.


   "Mobil curian? Berarti mereka sindikat?" tanya Denny.


    "Kami tidak tahu hal itu," balas penyidik.


   Denny terdiam sejenak.


   "Apakah Papa Anda memiliki musuh selama hidupnya?" tanya Penyidik.


   "Setahu saya tidak Pak," walaupun Denny jauh dari Papanya dia tahu betul bahwa papanya tidak pernah punya musuh.


   "Bukannya Anda jarang komunikasi sama Papa anda?" Penyidik menanyakan tentang kebenaran hubungan antara Denny dengan papanya.


   "Iya jauh, tapi bukan berarti kita  tidak pernah berkomunikasikan?" balas Denny agak sengit.


    "Oke kalau begitu, kami akan mendalami kasus ini dan akan memberitahu Anda jika ada perkembangan kasus," Penyidik lalu pergi meninggalkan Denny yang sedikit kesal karena kasusnya sangat pelik.


   Denny benar-benar menemukan jalan buntu, dia mengacak-acak rumah itu sampai menemukan gelang emas berbentuk rantai yang bertuliskan Santi.


    "Santi? Siapa dia apa selingkuhan papa atau teman wanitanya?"


    Denny pun mencari tahu tentang siapa Santi itu, jalan satu-satunya adalah teman mamanya bernama Linda. Denny menemui Linda dan bertanya tentang gelang itu.


   "Tante Linda?" tanya Denny.


   "Ya, kamu Anak Tri?" balas Linda.


   "Ya, Tante ... Maaf jika saya datang tiba-tiba dan bertanya sesuatu tentang satu hal," ungkap Denny.

__ADS_1


   "Apa itu?" tanya Linda penasaran.


    "Santi Siapa dia Tante?" Denny sedikit berhati-hati.


   "Santi? Tunggu ... Tunggu sepertinya nama itu tidak asing." Linda mencoba mengingat.


   "Apa selingkuhan Papa? Atau teman wanita Papa setelah bercerai dari Mama?" cecar Denny.


    "Saya rasa bukan! Santi ...." Linda masih mencoba mengingat nama Santi.


    NSemua hening tanpa suara sampai pada satu titik Linda mengingat sesuatu.


    "Kalau nggak salah ART kalian dulu dari Indo," ucap Linda.


   "Tante tahu alamat rumahnya?" tanya Denny.


   "Tante nggak tahu sayang, coba tanya Agensi penyaluran pembantu," Linda memberi kertas berisi alamat Agensi tersebut.


   "Kalau begitu saya permisi dan terima kasih atas infonya," Denny berpamitan pada Linda.


   Denny mencari tahu di Agensi tersebut bertanya tentang Santi.


    "Permisi saya ingin mencari tahu tentang keberadaan seseorang bernama Santi, kebetulan dia kerja di keluarga kami sekitar tiga puluh tahun yang lalu," Denny memberitahu maksud dan tujuan kepada Petugas Agensi.


   "Mohon maaf keluarga Anda siapa namanya?" tanya Petugas Panti.


   "Jayadi, jalan Rosse," terang Denny.


Mencari data di kertas yang usang namun tertata rapi.


    "Alamatnya Desa ..." tulis Petugas tersebut.


   "Sebenarnya data ini sangat rahasia, berhubung Anda bilang ini adalah hubungannya dengan kasus pembunuhan maka saya memberikan pengecualian," imbuh Petugas Agensi.


   "Saya mohon maaf ini hanya untuk saya pribadi dan tidak akan saya sebar luaskan,"


   Denny pun meninggalkan tempat tersebut dan meminta seseorang untuk mencari tahu tentang desa tersebut. Lagi-lagi Denny menemukan jalan buntu. Desa dan orang yang ia cari ternyata tidak ada.


   "Maaf Tuan, Desa itu sudah terbakar dan rata dengan tanah, sekitar tiga puluh tahun yang lalu, desa itu sangat terpencil dan diapit oleh hutan dan kebetulan desa itu ada di dalam hutan tersebut, hutan tersebut juga mengalami kebakaran sampai ke pemukiman warga, mereka terisolir dan dua ratus korban jiwa meninggal dunia," Orang suruhannya memberikan informasi dengan detail.


   "Perempuan yang namanya Santi?" tanya Denny.

__ADS_1


   "Ya, sempat kami bertanya kepada desa yang ada di luar, kata mereka Santi setelah merantau menjadi gila dan di pasung. Itu adalah tradisi dari desa tersebut." Orang suruhannya memberi tahu tentang keadaan Santi.


  N"Gila? tapi mana mungkin Agensi pembantu memberikan orang gila sama keluarga saya!" pikir Denny.


   "Ini sangat menarik untuk ditelusuri," gumam Denny.


   Denny bertanya kepada petugas agensi tersebut.


  "Maaf saya mau bertanya apa di tempat anda menerima orang dengan gangguan jiwa?" tanya Denny lewat sambungan telepon.


   "Mana mungkin kami menerima orang dengan gangguan jiwa bekerja di luar negeri? Semua itu sudah ada tes psikologi dan tes kepribadian," balas Petugas Agensi.


    "Santi yang kalian kirim sebagai pembantu kami, setelah saya cari ternyata dia mengalami gangguan jiwa dan meninggal karena kebakaran hutan yang merambat ke pemukiman," ungkap Denny.


    "Apa mungkin informan anda salah orang?" Petugas Agensi itu mencoba memastikan.


    "Tidak, orang-orang itu terakreditasi sangat baik di kota ini, jadi mana mungkin mereka salah orang? Soalnya mereka bilang setelah kerja merantau  dia mengalami gangguan jiwa!" Denny berusaha mencari tahu kebenaran kepada Petugas Agensi.


    "Kalau itu kami tidak tahu, selama Santi di karantina di sini selama tiga bulan tidak menunjukkan gangguan apa pun, keluarga Anda lah orang pertama dan terakhir yang memakai jasanya," Petugas itu menjelaskan bahwasannya seseorang sebelum dikirim kepada majikannya mereka diberi pelatihan selama tiga bulan lamanya sampai mereka paham betul dan siap bekerja, dan didata tersebut menuliskan bahwa Santi yang terbaik di antara peserta pelatihan.


   Mereka mengirim data tersebut kepada Denny. Oleh Denny data dan informasi yang ia dapat dia laporkan pada Penyidik. Mereka berembuk mencari tahu sedikit demi sedikit.


    "Kasus ini seperti susunan puzzle, setiap bentuknya menari untuk dipahami, kita harus mencari tahu dan mengumpulkan semua bukti yang ada, sekecil atau sedikit apa pun informasi yang kita dapat akan dapat mengubah satu persatu masalah tersebut," Penyidik mencoba memahami satu persatu cerita.Dan mendapatkan satu titik terang.


    "Santi adalah orang yang sangat pintar, cekatan dan cantik. Dia bekerja di sini hanya mendapatkan satu majikan setelah pelatihan selama tiga bulan, dan majikan yang pertama dan terakhirnya adalah keluarga Jayadi? Lalu dia kembali ke kampung halamannya dengan keadaan gila? Pertanyaannya siapa yang membuatnya gila dan apa penyebab yang membuatnya gila?" Penyidik mencoba mencerna kasus tesebut yang menurutnya sangat menarik.


    "Apa mungkin dia mendapatkan suatu tekanan atau kejadian yang membuatnya sampai menjadi gila?" Denny berspekulasi  dan mencoba berpikir jernih.


    "Dia tidak gila tapi kemungkinan dia depresi, dan apa yang membuat dia depresi? di sini saya menemukan jalan buntu, apa mungkin dia di perk*sa atau mengalami pelecehan yang sangat luar biasa hingga dia jadi seperti itu?" tanya Penyidik.


    "Kalau diperk*sa kemungkinan dia akan hamil? Tapi info yang saya dapat dia tidak mempunyai anak," ucap Denny.


   "Tidak semua korban pemerk*saan itu bisa hamil, karena banyak kasus yang menyebutkan hal tersebut kecuali dia sangat subur dan ada kemungkinan bisa hamil," ucap Penyidik.


    "Lalu bagaimana apa kita hentikan atau kita lanjut? Kalau di hentikan saya tidak setuju tapi kalau di lanjutkan kita masih menemukan jalan buntu," ucap Denny.


   "Apa mungkin pelakunya Papa anda dan orang tersebut membalas dendam untuk apa yang terjadi pada Santi? simple kan dan kasus selesai!" Pemikiran simple penyidik sangat masuk akal menurutnya tapi tidak untuk Denny.


    "Papa saya bukan penjahat kelamin!" ujarnya dengan kesal.


   "Saya hanya menyimpulkan sebuah kasus antara benar dan tidaknya itu terserah pandangan orang," Penyidik tersebut sudah sangat ahli dalam pemecahan masalah dan dia juga adalah orang yang bekerja di FBI jadi wajar pemikirannya sangat kritis dan berbobot hampir semua kasus yang ia tangani selalu menemui jalan keluar dan terpecahkan.

__ADS_1


Bersambung ....


💙💙💙💙


__ADS_2