Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Hati-hati


__ADS_3

"Apa kamu bilang? Serius?" Cecar wanita itu pada pria diujung telepon.


"Ada apa Nad?" Tanya seseorang.


"Gawat,"


"Gawat kenapa?"


"Perempuan gila itu balik lagi,"


"Maksud kamu?"


"Sabrina!"


"Apa? Serius kamu?"


"Kata temanku yang polisi, ada kasus pembunuhan di sebuah kantor properti. Orang itu mati kegencet lift tanpa busana, sampai sekarang masih belum menemui titik temu siapa pembunuhnya," ungkap Nadira.


Ya, yang menerima telepon itu adalah Nadira dan yang menelpon adalah Marcello. Dan yang bersama Nadira adalah Ranny dan Leora. Mereka bertiga telah duduk bersama di dalam cafe milik Ranny yang baru ia open seminggu yang lalu hari ini mereka telah melakukan launching produk terbaru berupa cake dan makanan ringan.


"Kayaknya kamu harus tanya Sanjay deh Leora, kenapa perempuan gila itu sampai di sini lagi?" pinta Nadira.


"Aku sempat dengar waktu itu kalau si perempuan gila itu sudah pindah tangan kepada Kenichi, bukannya kamu tahu ya Nad?" Tanya Leora.


"Ya, aku baru ingat. Bukannya kalau dari Kenichi susah lepas ya? Tapi ini kok bisa," Nadira begitu heran.


"Sama Kenichi diserahkan ke anak buahnya Choi yang memegang wilayah utara, aku sempat dengar seperti itu dari anak buah Sanjay," terang Leora.


Nadira yang penasaran mengubungi Kenichi via telepon dan betapa terkejutnya ia jika perempuan gila itu kabur dari sandraan Choi dan berhasil kembali ke Indonesia setelah membunuh satu wanita asing.


"Dia kabur dari markas Choi lalu tinggal bersama wanita asing, wanita itu menyelamatkan Sabrina. Setelah itu Sabrina memalsukan identitas lalu menghabisi wanita itu dengan cara itu dia sampai kesana," terang Kenichi.


"Kenapa tidak di tangkap?" tanya Nadira.


"Di sini masih prose dan tidak segampang itu orang di negara Choi langsung meringkus. Ada agen sendiri yang mengawasi wanita gila itu, jadi tenang saja."


"Aku capek berurusan dengan perempuan itu, dia seperti kucing mempunyai nyawa 1000 ,"

__ADS_1


"Tenang saja kalau kalian ada apa-apa mintalah bantuan Sanjay,"


Nadira mesegera mematikan speaker dihanpone milikinya. Tiga wanita itu sedang bertanya-tanya tentang nasib mereka nanti jika ketemu dengan Sabrina.


"Aku takut anakku diperdaya oleh perempuan sinting itu," ucap Ranny.


"Kalian tahu anak buah Sanjay, Mr . Khai? Ternyata itu adalah papa Sabrina," ungkap Leora.


"Tahu dari mana?" Tanya Ranny.


"Ada orang yang memberi tahu aku, dan orang tersebut mengganti identitasnya samapi oplas ke Korea," terang Leora.


"Pasti Sanjay yang membiayainya?" tanya Nadira.


"Pastinya, perempuan gila itu juga Sanjay yang biayain dan parahnya lagi dia sempat menghoda Sanjay," ungkap Leora.


"Menggoda gimana?" tanya Ranny.


"Ngajak ML lah,"


"Terus dia dibuang sana buang sini tragis nasibnya," cibir Leora.


"Belum cukup bukti," balas Kenichi.


"Sudah jelas dia mencuri dan mengabil data pribadi orang lain! Kenapa tidak ditangkap? Dia disini baru sebulan sudah berulah perempuan gila itu membunuh bosnya" terang Nadira.


****


Sementara di negara tempat wilayah Choi berada  mereka menemukan titik temu, sebuah petunjuk berupa dena lokasi. Seperti gambar peta dan sebuah catatan kecil.


"Saya rasa ini memang terencana, entah apa maksud dari ini semua. Menurut cocok kologi memang ini tulisan Fitri entah mengapa ia menulis seperti ini lalu ia buang di tempat sampah,"


"Apa mungkin Fitri adalah bagian dari *******? Penampilannya yang bercadar dan sedikit tertutup, bisa juga dia adalah seorang sindikat?"


Mereka merpatkan itu semua lalu memutuskan untuk mencari tahu lokasi tersebut. Dan benar saja apa yang ada dalam pemikiran agota polisi, bahwa Fitri adalah ******* yang sengaja diselundupkan kemarin.


Terlihat di sana ada seorang lelaki yang memang bekerja di kedutaan dan imigrasi. Fitri sebenarnya adalah imigran gelap yang dibohongi untuk mendapatkan pekerjaan di negara orang. Dia yang dendam kepada suaminya sudah merencanakan sesuatu yaitu pembunuhan kepada suaminya itu. Berhubung dia sudah tewas terlebih dahulu karena terbunuh oleh Sabrina.

__ADS_1


"Dasar Fitri terlalu bodoh kenapa dia bisa meninggal ditangan orang asing itu," ujar pria yang bekerja di kedutaan.


"Jadi rencana kita gagal total, padahal di jadwalkan dia akan melakukan boom bunuh diri di Bandara Soeta pukul 09:00, ketika kita menghubungi suaminya,"


"Saya mengurungkannya ketika mengetahui wanita itu bukan Fitri, saya bertanya banyak padanya kenapa dia memalsukan data? Dia bilang ingin bertemu seorang mafia bernama Sanjay dia ingin meminta pertanggungjawaban atas diserahkannya dirinya pada Kenichi lalu Choi. Cukup lama saya interogasi dia, dia mengaku mengikat Fitri didalam karung goni dalam keadaan pingsan. Waktu itu Fitri memang masih hidup tapi oleh anggota yang lain ia dibunuh karena tidak mungkin satu orang mempunyai dua identitas. Fitri pun akhirnya setuju walau berat untuknya, awalnya kami ingin menawarkan wanita itu untuk menggantikan Fitri akan tetapi setelah mengetahui dia dekat dengan tiga mafia kami mengurungkannya takut jika salah satu mafia itu menyerang markas kami dan menghabisi kami bisa tamat riwayat kami." Terang Pria itu.


"Jadi wanita itu tahu kalau dia pulang akan membuat heboh negaranya?"


"Ya! Tapi kami memang sengaja mengurungkannya, dan kami juga sempat tes psikologi dia ternyata wanita itu pengidap bipolar dan gangguan jiwa, pantang bagi kami mengunakan dua hal itu."


Dengan bukti yang ada mereka menggerebek tempat tersebut dan menangkap semua. Akhirnya ditetapkan bahwa mereka adalah pembunuh Fitri.


****


Sabrina dengan santainya mendangi kantor polisi demi penyelidikan yang lebih lanjut.


"Kenapa saya dipanggil?" Tanya Sabrina.


"Kami hanya ingin memastikan tentang hubungan antara Anda dengan atasan Anda,"


"Kan sudah saya jelaskan dari awal hanya hubungan pekerjaan!" Lagi-lagi ia menekan kata itu.


"Bagaimana dengan kasus pembunuhan Anda yang lain? Mencelakai sesorang menghabisi nyawa ibu dan nenek Anda?"


Wanita itu hanya membelalakkan matanya karena terkejut.


"Ini beda kasus ini kan? Kenapa Anda mempertanyakan kasus yang lalu? Yang sudah saya jalani masa tahanannya? Apa hukum di negara ini seperti itu? Mengintai Residivis ? Dan mengecap seorang pembunuh yang sekali  melakukannya  lalu di kira melakukan pembunuhan lagi?  Saya bukan seorang pembunuh berantai yang bisa menghabisi nyawa korbannya sampai puluhan nyawa, lucu sekali negara ini bahkan seorang pemakai narkoba yang sudah keluar dari penjara pun sesudah melewatkan masa tahanan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun masih kalian intai? Enggak ada pekerjaan lain selain memantau Residivis? Oh ya saya lupa kalau oknum seperti kalian ini suka cari-cari kesalahan orang demi naik pangkat?!" Dengan amarah yang merasuki dirinya, ia memaki anggota polisi dihadapannya.


"Kalau saya melakukannya apa motivasinya? Jabatan? Jadi selingkuhan sampai hamil lalu ditinggal kabur? Atau harta?" Lagi-lagi ia mengamuk seperti kesetanan yang tidak terima bila ia dituduh membunuh bos-nya.


Sabrina pergi dengan berang, wanita itu benar-benar sakit hati karena ia dituduh membunuh bosnya.


"Sialan siapa yang melakukannya? Kenapa aku yang terseret? Ini semua gara-gara Cello semua perbuatannya Cello dia mengarahkan semua tuduhan kepadaku,"


"Kita pantau terus jangan sampai longgar jika capek gantian 4 jam sekali. Biasanya pembunuh yang asli akan kembali ke tempat kejadiannya lagi," ucap Marcello.


Sabrina sendiri penasaran siapa pembunuh yang asli apa motivasinya menghabisi Renato? 

__ADS_1


"Kalau aku kesana pasti aku dikira pembunuh aslinya, semua barang bukti tentang aktivitas xxx kita sudah kita bersihkan malam itu. Yang tahu tempat rahasia itu siapa saja? Tapi aku dan Pak Ren hanya melakukan ditempat rahasia itu hany beberapa kali dan kita langsung bersihkan. Selebihnya diatas meja kerja  dan dibawah kolong." Sabrina sepertinya orang tolong menerka-nerka kejadian terakhir melakukan hubungan. Mereka selalu mengunakan pengaman setelah selesai mereka selalu membuangnya di kloset.


"Renato meninggal di lift dengan keadaan tanpa busana. Handphone miliknya mengatakan bahwa dia pergi keluar kota?"  Lagi-lagi dia berpikir keras. Kira-kira siapa yang menghabisi Renato? Ada rencana apa dibalik ini semua?


__ADS_2