
Evanders dan Denny memang cukup dekat mereka adalah satu kesatuan. Terkadang mereka juga gila saling sindir di media sosial masing-masing dengan kejulidan mereka.
"He, Anda Mr. Denny promosi tempat gym segitunya, pake papan iklan memenuhi jalan mana menutupi petunjuk jalan, nanti ada orang nyasar situ mau tanggung jawab?" Sindir Evanders lewat video statusnya.
"Hahaha Anda sirik sama saya! Ini yang namanya Laki usahanya Laki tempat gym, nggak seperti Anda apa itu," balas Denny di video unggahannya.
"Owh ... Jadi Anda meragukan saya? Saya juga Laki tulen bukan jadi-jadian, ini fashion saya!" tegasnya.
Setiap waktu mereka saling bersaing dengan usaha mereka masing-masing, apalagi mereka ketika membuka cabang baru selalu mempromosikan usahanya di Media Sosial,dan Billboard yang harganya cukup mahal per harinya. Mereka selalu bersaing dalam dunia usaha, walaupun terkadang Denny sering membantu Evanders. Evanders selain menjadi Desainer,memilik Salon kecantikan dia juga punya usaha makanan berupa outlet tapi dia tidak pernah mau membuat Restauran sendiri.
"Kenapa sih kamu nggak mau buat Restauran?" tanya Denny.
"Nggak, males selain modalnya besar banyak kendalanya, mending bikin Outlet kita bisa membuka banyak cabang dan bekerjasama dengan banyak orang yang membutuhkan,sekaligus membuka peluang bisnis dan usaha atau mungkin joint partner itu lumayan loh!" Evander memberi penjelasan mengapa ia tidak ingin membuka Restauran.
"Bagus juga sih ide kamu, apa usaha itu termasuk jangka panjang?" tanya Denny.
"Pasti dong dengan modal segini kita bisa joint dengan Agen, semua bahan dari kita, awalnya memang mahal karena mereka beli nama, terus ketika seiring jalannya waktu hanya membayar royalti dan membeli bahan itu sendiri, seperti orang nyewa gitu, dan bahan itu sendiri fresh dari kita, kalau pun nanti tidak dijual habis bisa di retur lagi dengan harga sedikit miring atau sesama penjual saling berhubungan misalnya penjual A bahannya habis terus dia harus mengambil dari B karena tempat B terlalu sepi," ungkap Evanders.
"Owh berarti barter atau gimana sih?" tanya Denny.
"Bukan barter itukan saling tukar barang ini cuma menganti modal yang si outlet itu, cuma membeli sisa barang, itu nanti ada catatan sendiri dan bimbingan cara penjualan biar bisa rame itu bagaiman, kita setiap sebulan sekali itu ada pertemuan dan ada grup chat sendiri," ungkap Evanders.
"Oh, jadi mereka ada bimbingan juga? Kalau mereka misalnya pengen lepas dari embel-embel perusahaan kamu bagaimana?" tanya Denny dengan ke kepoannya.
"Ya,nggak bisa bahan itu dari kita, beda kaya outlet lain harus kerja sama minimal dua tahun baru bisa jalan sendiri, di tempat kita nggak bisa karena bahan kita semuanya itu sudah dipatenkan dan ada izinnya. Kita sengaja buat izin usaha itu dari bahan makanannya juga harus terkontrol bebas segala macam, nanti kalau misalnya ada orang jahat menyalagunakan demi keuntungan pribadi bagaimana? Yang jelek nama kita juga kan? Mangkanya itu bahan makanan itu juga terdaftar secara resmi." balas Evanders.
"Hahaha ... Ternyata kamu licik juga ya cara mengambil keuntungannya!" kelakarnya.
"Bukan licik tepatnya yang nyiptain saya, yang buat ide itu juga saya, di mana letak liciknya, wajarlah kalau saya mengambil keuntungan itu karena hak saya," ungkap Evanders.
__ADS_1
"Iyakan saja deh debat sama kamu nggak ada selesainya, sudah macam ibu-ibu komplek," balas Denny.
"Denny, Denny dari pada kita mikirin kapan kawin kapan ini kapan itu mending kita buat trobosan buat bikin usaha, masalah jodoh itu nanti datang sendiri," celetuk Evanders.
"Kamu nyindir aku?" Denny kaget dengan perkataan sahabatnya itu yang tiba-tiba ngomong seperti itu.
"Nggak juga sih, kalau merasa juga syukur," balas Evanders cuek.
"Anda sendiri diusia tiga puluh tahun lebih tidak menikah, mau mencari apa? Sayakan jelas sudah pernah menikah dan punya anak satu!" tegas Denny.
"Iya tapi gagal!" celetuk Evanders.
"Kan ini membuktikan kalau saya Laki, nggak kayak Anda gayanya cucok meong," ledek Denny.
"Gaya saya memang cucok tapi saya masih doyan perempuan cuma perempuannya aja yang nggak peka," balasnya.
"Sayang ya! Padahal kamu kaya loh," ucap Denny.
"Itu namanya bukan jodoh kamu!" Denny menegaskan agar Evander sedikit tahu diri.
"Bagaimana ya caranya biar dia mau sama saya?" tanya Evanders.
"Perempuan semakin dikejar semakin besar kepala, kalau dicuekin akan pergi, ribet emang kalau musuhan dengan namanya makhluk yang namanya Perempuan," ujar Denny.
"Terus bagaimana? Saya ini sudah muka tembok banget loh, ngomong cinta ke dia sampai jutaan kali namun dia tetap seperti itu, seakan saya di beri harapan atau memang saya GR?" ucap Evanders.
"Maksudnya di PHPin?" ucap Denny.
"Apaan itu?" tanya Evander.
__ADS_1
"Pemberi Harapan Palsu," lanjut Denny.
"Ya, yang namanya hanya berdoa semoga saja ada yang terbaik buat hubungan kita, dia minta kita berteman dulu, tapi disisi lain dia memberi saya perhatian yang lebih dari teman," ungkap Evanders.
"Ya sudahlah semoga kesabaranmu akan membuahkan hasil," ucap Denny.
"Kamu sendiri sama Sabrina kelihatannya semakin dekat?"" tanya Evanders.
"Kita hanya sebatas teman tanpa ikatan," Denny sedikit bercanda.
"STTI hahaha," tawanya Evanders pecah.
"Dia juga tidak ingin menikah, ingin hidup bebas juga, ya sudah jalani saja!" dengan wajah tegasnya dia berbicara seperti itu.
"Kasihan anak orang kalau di mainin," ujar Evanders.
"Siapa yang main-main? Saya sudah jelaskan dari awal tentang pemikiran saya pada pernikahan dan dia paham betul posisi saya yang oernah gagal dalam berumah tangga," ungkap Denny.
"Jadi kalian hanya senang-senang?" tanya Evanders.
"Ya seperti itu, dengan cara itu juga karir dia tidak terhambatkan? Dia bisa bebas menentukan kehidupannya tanpa ada yang mengatur hidupnya,itu yang dia katakan jika dia punya pasangan," ungkap Denny tentang seorang Sabrina.
"Ribet emang perempuan ada yang pengen di nikahin ada yang nggak mau di nikahin,"
"Setiap pemikiran orang itu beda-beda jadi nggak usah terlalu dibuat serius jadi biarkan saja hidup itu mengalir apa adanya," ungkap Denny.
Mereka terkadang memang selalu berdebat terkadang saling mencela satu sama lain, itulah persahabatan mereka yang dibilang sangat unik dengan candaan dan kritikan tajam. Sebisa mungkin mereka selalu meluangkan waktu untuk bertemu dan liburan bersama di luar negeri, sampai ada gosip mereka suka sesama jenis. Itulah mereka yang selalu tidak ambil pusing omongan orang, yang penting hidup mereka bahagia satu sama lain.
Ketika Denny terjatuh Evanders lah yang membantunya bangkit begitu sebaliknya, persahabatan yang tidak pernah mengubah dan merubah sifat satu sama lain mereka selalu menjadi diri sendiri. Mereka menikmati hidup mereka dengan cara mereka sendiri, persahabatan yang saling pengertian, kadang juga merasa halu satu sama lain. Mereka sering berakting menjadi kekasih jika mereka membutuhkan kekasih, tapi kadang membuat Denny begitu jijik jika harus menjadi perempuan bohongan demi membahagiakan sahabatnya dia rela melakukan hal diluar logika.
__ADS_1
Bersambung ....
💙💙💙💙💙