
Kenichi adalah seorang Mafia nomer satu di Jepang atau biasa disebut Yakuza. Dia tidak hanya pandai dalam berbisnis haram, dia juga seorang yang pandai dalam ilmu belah diri. Kenichi juga menekuni ilmu Ninja. Kenichi sendiri jarang memakai tuxedo atau pakaian khas Yakuza. Sedangkan kesehariannya dia selalu memakai baju khas negaranya yaitu. Hakama,
Hakama adalah pakaian tradisional Jepang untuk Pria. Pakaian ini sering dijadikan sebagai lambang budaya pria Jepang yang sifatnya formal. Hakama berupa celana/rok dengan 7 lipatan besar di bagian depan.
"Berarti dia memiliki ciri khasnya sendiri ya?" tanya Denny.
" Iya benar banget, dia jarang sekali memakai pakaian formal, seperti penjelasan aku tadi tentang Kenichi dia sangat mencintai negaranya." Nadira memberikan selembar foto Kenichi.
"Dan dia nyaman dengan pakaian seperti ini?" Denny tidak habis pikir dengan orang yang selalu nyaman berpakaian seperti itu.
"Emang kenapa? Bajunya enak kok dipakai aku sendiri pernah mencoba pakaian khas negara itu dan lumayan kita masih bisa bergerak bebas," ujar Nadira.
"Apa kamu pakai baju itu?" Denny tidak percaya dengan penjelasan Istrinya itu.
"Iya waktu itu aku sedang nyamar jadi nyobain baju itu," ungkap Nadira.
"Gila, tapi unik juga kalau di lihat-lihat seleranya Kenichi ini. Kira-kira dia punya pasangan nggak?" tanya Denny.
Denny sedikit meragukan tentang Kenichi bagaimana bisa dia mempunyai berbagai macam jenis perempuan yang ia koleksi, dengan mencoba bertahan hidup selamanya mengikat komitmen dengan satu perempuan yang akan mendampinginya hingga masa tua atau ajal menjemputnya.
"Jangan salah sangka, Kenichi mempunyai empat orang istri dan di rumahnya ada enam belas wanita yang melayani dia sepanjang waktu," ungkap Nadira.
__ADS_1
"Wooow, ini gila bagaimana bisa dia mempunyai sebegitu banyaknya perempuan yang tinggal satu atap?" Denny begitu terkejut dan seakan tidak percaya.
" Perlu kamu tahu, satu orang Perempuan ia beri satu kamar dan kamar itu tidak berbentuk rumah mewah pada umumnya melainkan rumah tradisional. Aku yang pernah lewat di depan kamarnya sangat jijik mendengar d3sahan para perempuan ketika dia sedang melakukannya, apalagi erangan yang selalu terdengar ketika Kenichi mencapai klimaksnya." wajah Nadira begitu serius menceritakan kebiasaan Kenichi, sementara Ranny yang mendengarkannya ibarat mendengarkan dongeng di jaman penjajahan Jepang.
"Gila sih nggak kebayang gimana jadi perempuannya, pantas saja para istrinya membiarkan dia memelihara banyak perempuan karena ia tak sanggup kali ya? Soalnya aku pernah baca kesaksian seorang Jugun ianfu kalau orang Jepang itu sadis-sadis ketika berhubungan intim dan parahnya lagi sampai **** '*' nya itu rusak, ada sampai bunuh diri juga, serem lah pokonya hiiiii." Ranny bergidik ngeri.
Jugun Ianfu adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada wanita yang melakukan layanan s3ksual kepada anggota Tentara Jepang selama Perang Dunia II di koloni Jepang dan wilayah perang. Secara sistem Militer Jepang yang merupakan mekanisme dengan cara paksa menyediakan perempuan-perempuan sebagai sarana praktek s3ksual untuk para tentara Jepang di semua wilayah pendudukan Jepang di Indonesia. Kekaisaran Jepang menamai perempuan-perempuan dalam sistem ini dengan sebutan Jugun Ianfu. Walaupun sudah berakhir sangat lama namun ada sebagian saksi hidup yang tidak bisa melupakan kejadian tersebut.
"Ya kurang lebih seperti itu lah, tapi itu masih mending Kenichi ia memberikan tempat yang layak, dari pada Sanjay seperti mengurung seekor anak anjing yang ditempatkan di ruang yang sangat sempit. Kamu tahu nggak kenapa mereka tidak kesakitan ketika melayani puluhan pria binatang itu?"
"Nggak memang ada sesuatu?" tanya Ranny.
"Ada sebelum melakukan itu biasanya mereka di beri suntikan bius agar mati rasa, lihat saja video itu ada yang diam saja walau banyak pria yang bergantian menjamahnya, siapa sih yang kuat jika dirudapaksa seperti itu? Tapi ada juga yang tidak di beri obat biar terkesan suaranya itu nyaring." Nadira menjelaskan sistem kerja Wanita yang ada dalam genggaman Sanjay.
" Gimana nggak menikmati tempat tinggal gratis makan sesukamu apa yang kamu mau semua tersedia, belum lagi satu hari mereka dapat bayaran yang woow banget, seperti kencing di toilet umum semua di batasi jika pengen nambah ketika waktunya habis mau nggak mau ya preman yang bertugas menagih di saat dia sedang asik," ucap Nadira.
"Kamu pernah survei ke sana?" Tanya Ranny.
" Iya!" Tegas Nadira.
"Setelah mereka melakukan tugasnya, mereka membersihkan diri dan di periksa oleh dokter ada yang lecet parah nggak, atau apa masalah lain, setiap habis melakukan itu di beri semacam salep bening untuk olesannya, dan di sana di wajibkan memakai pengaman untuk mencegah sesuatu," Nadira menjelaskan aktivitas para penghuni Hole setelah mereka melayani tamu.
__ADS_1
"Gila sih, jijik banget lihatnya sama dengar pengakuan kamu. Heran aku tuh kenapa mereka sampai mau melakukan itu." Ranny memasang wajah jijiknya.
"Justru mereka bertahan di sana karena Sanjay mereka cinta sama Sanjay!" tegas Nadira tentang perasaan para peng huni Hole.
Sanjay dan Kenichi memang kesatuan tapi untuk melakukan hubungan dengan anak yang masih sekolah atau remaja Kenichi memang ahlinya, tapi Sanjay dia tidak begitu tega jika harus melakukan hal tersebut. Pernah suatu ketika dia sedang membutuhkan pemeran pria di filmnya dia menawari Sanjay untuk menjadi pemeran prianya akan tetapi ditolak oleh Sanjay.
"Saya tidak bisa jika harus bermain bersama anak kecil," ungkap Sanjay.
"Kenapa kamu takut dikira pedofil? tenang saja di negaraku ini semua di perbolehkan," ucap Kenichi.
"Ibarat memegang anak kucing, mana ada tantangannya, dan cenderung penurut seperti kelinci," ucap Sanjay.
"Kamu belum pernah tahu seperti apa rasanya menikmati gadis kecil," ujar Kenichi.
Kenichi mendapatkan anak itu dari sekolahnya, kebetulan anak tersebut orang tuanya memiliki banyak hutang, ibunya seorang ibu rumah tangga biasa sedangkan ayahnya seorang pemabuk, hampir semua uang gajinya ia pakai untuk minum hingga terpaksa ibunya berhutang ke rentenir dan uang bunganya sangat mencekik. Sang rentenir meminta Kenichi untuk membeli anak itu dan menempatkan dia di sekolah tersebut. Kenichi akhirnya menyetujuinya. Ibu sang anak yang bernama Miyoko sebenarnya tidak tega tapi harus bagaimana lagi adik-adiknya butuh makan hingga harus mengorbankan satu anaknya.
"Maafkan Ibu, Miyoko sebenarnya ibu tidak tega melepasmu seperti ini." isak Ibu Miyoko.
"Tidak apa-apa mungkin ini sudah garis tanganku, aku tidak apa-apa jika harus berkorban demi ibu dan ke lima adik," ucap Miyoko.
Miyoko adalah anak yang sangat lembut dan tidak pernah macam-macam, bahkan bergaul dengan lawan jenis pun dia tidak pernah. Semua anak yang diambil dari orang tuannya mereka mendapatkan fasilitas berupa beasiswa sampai ke perguruan tinggi dan satu kamar di asrama. Kenichi memberikan ketentuan itu untuk masa depan mereka, agar bisa menjadi lebih baik walau masa mudanya telah direnggut olehnya. Paling tidak dia lebih manusiawi dari pada Sanjay.
__ADS_1
Bersambung ...
❤️❤️❤️