
Nadira mendapatkan informasi di mana letak Apartemen Sabrina, Nadira masih mengintainya. Persiapan dia sebelum menteror Sabrina. Sabrina sesekali saja mendapat tawaran sebagai model kini dia hanya berfokus pada Salonnya yang ia berencana Anyelir. Dua minggu Nadira mengamati Sabrina, dengan bantuan Ranny dia melancarkan aksinya pertama ia menampakkan wajahnya di lif, dengan memakai baju Nadine yang ia pakai pas kecelakaan itu terjadi dengan menggunakan mahkota imitasi.
Nadira tersenyum lalu di lantai berikutnya di setting macet dan Nadira menampakkan wajah berdarah dan tersenyum misterius. Keesokan harinya dia memakai jurus ninja yang ia pelajari, jurus seribu bayangan. Sabrina merasa ketakutan dan cepat-cepat ia memasuki mobilnya lalu ia gas secara kencang.
"Hahaha ... Gila-gila sumpah gila bener." Ranny tertawa ngakak nggak bisa terhenti melihat wajah ketakutan Sabrina.
"Muka dia itu ya, lucu banget sampek pucat," lanjut Ranny.
"Pasti itu pengen pipis di celana." Nadine sambil melepas kulit palsunya dari lem dan pewarna.
Dengan wajah Nadine yang rusak dia berhasil menakuti Sabrina.
"Besok kita pake cara apa lagi?" tanya Nadira.
"Besok lokasi masih di parkiran kita tambahkan proyektor film, parkiran dia kan ditengah lah kita buat parkir di pojokan teru lampu kita matikan setelah itu proyektor film bekerja," Ranny membayangkan ketakutan Sabrina saja sudah tertawa tiada henti.
"Gila sih ini terniat banget ngepranknya," ujar Nadira.
"Sudah lah kita jalani aja, lagian aku juga kenal sama satpam sana dan penjaganya," ucap Ranny.
"Kamu kenal mereka?" Tanya Nadira.
"Iya, soalnya akukan penyalur tenaga kerja juga jadi bisa di bilang aku boss mereka dan jarang banyak orang mengetahui itu, aku memang sengaja merahasiakannya. Dan pemilik gedung itu maksudnya pengelola gedung itu masih omnya teman aku, jadi mudahkan?!" Ranny menjelaskan bahwa sebagian orang di Apartemen itu adalah kenalannya dan semua tahu tentang hubungan Ranny dan Sabrina, untuk itu mereka mau membantu Ranny.
Selain Sabrina di nilai sombong oleh mereka, kadang juga mereka sangat sakit hati oleh perbuatan Sabrina.
"Kami siap membantu anda Nyonya Ranny agar Miss Sabrina keluar dari tempat ini," ucap Penjaga Apartemen.
Sabrina yang tidak tahan dengan teror yang ia dapat dia melaporkan ke pengelola Apartemen tersebut.
"Apartemen ini berhantu ya? Masa saya dihantui?" Ucap Sabrina.
"Anda jangan mengada-ngada dan membuat Apartemen ini tidak laku," balas Pengelola Apartemen.
"Buktinya saya diteror!" Sabrina sedikit kesal karena dia tidak mendapatkan respon terbaik dari mereka.
__ADS_1
"Saya akan memanggil penjaga dan orang yang bertugas memantau CCTV.
Mereka pun datang dan Mereka di tanya satu persatu oleh Pengelola Apartemen.
"Apa benar ada hantu di Apartemen?" tanya Pengelola Apartemen.
"Tidak!" balas mereka.
"Katanya Nona ini di Teror hantu," ucap Pengelola Apartemen.
"Mungkin Nona ini sudah gila, saya melihat dia ketakutan tanpa sebab dan berteriak lalu masuk kedalam mobil, dan beberapa hari yang lalu meringkuk di lif yang saya lihat di luar tidak ada siapa-siapa," Penjaga CCTV menginfokan kalau Sabrina sering ketakutan padahal tidak ada sesuatu di sana.
"Bagaimana dengan kamu Sekuriti?" tanya Pengelola Apartemen.
"Tidak ada orang yang mencurigakan masuk atau keluar dari sini," balas Sekuriti.
"Anda lihat semua irang tidak melihat apa pun mungkin itu ketakutan diri anda sendiri setelah melakukan sesuatu," ucap Pengelola Apartemen.
Sabrina pun pergi dengan rasa kesal karena semua orang tidak percaya dengannya. Dengan kecepatan tinggi ia melaju ke jalanan yang sepi, menuju suatu tempat untuk menenangkan diri. Namun sayang Nadira yang menyamar menghentikan perjalannya dengan menggunakan Ducati milik teman Ranny,
Nadira membuntuti Sabrina, lalu mengekor dan mempercepat lajunya, pertama ia melempar batu ke mobil itu dan mengacungkan jari tengah.Setelah Sabrina yang ter kena lemparan batu dan tidak terima ia mengejarnya dan ....
Suara ban mobil pecah akibat lemparan shuriken Nadira.
"Haha ... Mampus!" ucap Nadira.
Sabrina pun mengalami kecelakaan dan mobilnya menghantam bahu jalan dan terguling selama lima belas meter lalu terbalik. Dan hebatnya Sabrina dia bisa lolos dari sana sebelum mobil itu meledak.
"Ai sialan dia lolos lagi," maki Nadira kesal.
"Bagaimana Iblis itu mati?" tanya Ranny.
"Boro-boro mati dia selamat, gila emang sampek berdarah-darah masih saja dia bertahan," ucap Nadira.
"Waktu itu aku juga pernah menghajar dia,sampai berdarah-darah tapi dia selamat dan kuat banget! Orang lain itu mungkin sudah mati kalau dia kaya kucing banyak nyawanya," ujar Ranny yang sangat kesal mengingat kejadian waktu itu.
__ADS_1
Sabrina kini dirawat di rumah sakit, dan menerima beberapa jahitan di bagian kepala dan siku. Polisi memintai keterangan dan dia menjawab bahwa sebelum kecelakaan dia diserang orang.
Lalu tidak lama dari itu banyak meletus dan mobilnya meledak.
"Kami menemukan ini di ban mobil anda apakah ini penyebabnya?" tanya Polisi.
"Kemungkinan iya Pak!" Balas Sabrina.
"Shuriken ini di buat sendiri bukan di beli, yang bisa menggunakan ini hanya orang yang berilmu ninja dan sangat mahir," ucap Polisi.
"Saya tidak pernah bermusuhan sama orang seperti itu, tapi beberapa hari lalu saya mengalami teror hantu," Sabrina menceritakan tentang kejadian beberapa hari yang lalu yang membuatnya stress.
Di tempat lain Nadira dan Ranny masih membahas tentang shuriken itu.
"Kamu nggak takut kalau shuriken itu ketemu dan ketangkap?" tanya Ranny.
"Nggak lah akukan nggak beli tapi buat sendiri." Dengan bangga dan mengembangkan senyumnya Nadira memberi tahu kalau shuriken itu adalah buatan dia sendiri.
Bentuknya seperti bintang dan sangat tajam. Nadira menunjukkan beberapa shuriken miliknya yang ia rancang sempurna.
"Hebat banget ya kamu!" ucap Ranny.
"Terus rencana kita apa?" tanya Ranny.
"Aku ada bola beracun, salah satu jurus Ninja juga," Rencana Nadira adalah memberi asap beracun pada Sabrina.
Dia masih mengintai Sabrina dan menurutnya Dewi Fortuna ada di pihaknya Sabrina menginap di ruangan yang dekat taman dan kebetulan ada jendela di sana.
Malam itu juga Nadira langsung melompat lewat halaman belakang dengan atribut ninja lengkap. Memasuki ruangan dengan mudah sampailah di taman itu. Nadira melempar bola asap dan seketika membuat ruangan itu penuh asap yang sangat beracun.
"Huk... Huk!" Sabrina mengalami batuk, tangannya memencet bel rumah sakit.
Namun tidak ada yang datang karena sebelumnya sudah di beri ilmu sirep, ilmu yang datang dari jaman kerajaan
di Jepang sendiri juga diajari
__ADS_1
Dengan memasukkan serbuk kedalam bambu kecil maka yang menghirupnya akan tertidur. Nadira dengan cepat mengambil kesempatan itu dan menculik Sabrina. Nadira membawanya di suatu tempat yang sangat terpencil, tempat itu di tengah hutan dan jarang orang mendatangi tempat tersebut karena keangkerannya, dan terkenal sebagai tempat bunuh diri dan pembuangan mayat.
Bersambung ....