
Sabrina ... Wanita gila itu semenjak disekap di hole dia suka kecanduan rasa nikmat, terlebih seorang Kenichi selalu mengajaknya bermain ekstrim pernah mereka main sampai 32 jam.
Mengakibatkan area miliknya yang sempat dikatakan Fitri 'sudah rusak' dia sangat putus asa ketika tangan itu merapa sensitifnya terlihat longgar dan bagian kulit dalam keluar. Terkadang di juga suka main solo dengan jarinya.
"Aduh kayaknya harus diperbaiki deh, enggak enak banget rasanya." Dia mencari cara-cara di web khusus wanita, dengan cara mengetik kata kunci.
"Ini ada namanya diratus dan ditotok atau di oprasi,"
"Pilih mana ya? Kalau oprasi rasanya enggak mungkin deh, gimana kalau totok sama ratus aja katanya oke nih." Segera ia mencari tempat totok dan ratus terdekat. Kebetulan ulasannya sangat bagus terlebih pelanggannya para wanita kupu-kupu malam, ia pun segera menuju kesana.
"Ini harganya berapa ya Mbak?" Tanya Sabrina pada Customer service.
"Kalau ratus saja 1.2 juta, lalu kalau totik bagian perut bawah dan **** ********** sekitar 5,6 juta atau mau paketan? Harganya 7 juta," ungkap Customer Service.
"Apa saja itu?" Tanya Sabrina.
"Mulai dari massage, spa, totok bagian perut dan kewanitaan sama ratus dengan rempah-rempah khusus," ungkap Customer Service.
"Ini sekali terapi atau apa harus datang lagi?" tanya Sabrina dengan detail.
"Kalau parah paling 3-5 kali per dua minggu Kak, untuk perawatan bisa sebulan sekali atau dua bulan sekali. Kalau Kakanya pekerja malam harus sebulan sekali, biar pelanggannya puas," bisik Customer Service.
"Saya mau ambil paketan saja Mbak biar badan entengan. Oh ya pulang dari sini ada obat juga ya?"
"Iya, Kak untuk minum dan basuh are bawah lalu ditempelkan, ini ramuan dari negara India yang terkenal itu,"
"Efeknya gimana kalau pakai?"
"Paling kalau hanis pakai malamnya paginya agak gatal ya Kak, tapi itu wajar habis otu dibasuh saja sampai bersih satu bulan sudah kelihatan hasilnya," ungkap Customer Service.
"Baunya sama bentuknya kaya jamu Monalisya? Pernah pakai gara-gara gatal saya berhenti waktu itu saya lagi keputihan nyoba produk itu rekondasi teman juga," balas Sabrina.
"Itu KW Kak, yang asli dikita, yang di toko jamu banyak campurannya yaitu BKO(Bahan Kimia Obat)," terangnya.
Setelah 3 jam lamanya ia menunggu gilirannya pun akhirnya tiba. Pertama mereka melakukan massage bagian atas lalu totok bagian bawah.
"Ini rasanya agak sakit ya Kak, jadi tolong ditahan sebisa mungkin jangan teriak karena akan mengakibatkan otot-otot menegang," ujar sang Terapis.
Sang Terapis melihat tubuh Sabrina dan merabanya, dia lalu menggeleng kan kepalanya.
"Wah sayang sekali ya masih muda, tapi tubuhnya sudah rusak. Ini harus benar-benar ditata semua tapi harus tahan ya rasanya memang sangat sakit pas awal pijatan ," ujar Sang Terapis.
"Ya!"
Perut bagian bawah ditarik keatas lalu bagian kiri dan kanan pun ditarik.
"Sering melakukannya ya? Sehari berapa kali?" tanya Sang Terapis sedikit nakal.
__ADS_1
Sabrina hanya tersenyum kecut.
"Kalau kerja ginian harus sering-sering pijat." Sambil menekan perit bawah lalu tutun kebagian bawah.
"Coba buka agak lebar!" perintah Sang Terapis.
Sang terapis meraba bagian bawahnya menekan-nekan area sensitifnya. Lalu ia berhenti dan mengambil senter kecil dan camera kecil.
Lalu dimasukkan untuk melihat organ intim milik Sabrina.
"Dilihat memang bersih ya, tidak ada jamur. Kamu merasa sakit di bagian bawah kan? Ini kayak ada semcam alat tindik nyangkut di ovarium," terang Sang Terapis.
"Ha? Maksudnya paku tindik atau apa?" tanya Sabrina sedikit terkejut.
"Ini apa namanya pirsing atau apa ya saya kurang tahu dunia pertindikan, biasanya dipakai sama pria nakal yang suka menindi kejantanannya," terang Sang Terapis.
Ditempat itu untuk asistennya hanya memijat tapi untuk menterapi hanya pemilik tempat tersebut. Di sana banyak sekali pelanggannya mulai dari ibu rumah tangga sampai kupu-kupu malam.
Tempatnya terbilang cangih melebihi rumah sakit, alat-alat yang mereka punya milik Kore, perusahaan yang bergerak dibidang kesehatan wanita.
"Lain kali kalau pilih pelangan jangan yang seperti ini, untung ketahuan kalau bertahun-tahun mungkin sudah karatannya lebih," ungkap Sang Terapis.
Setelah melakukan pemeriksaan dan totok bagian kewanitaan Sabrina memulai spa dan ratus sekaligus dalam satu ruangan.
"Ratus itu apa ya?"
"Gimana Kak?" Tanya Customer Service.
"Wah seger banget Mbak dan enteng dibadan," ungkapnya.
"Owh, kalau begitu terima kasih ya, jangan lupa mampir lagi kesini,"
"Pasti!"
Sabrina lalu pergi meninggalkan tempat itu.
"Kayaknyak aku harus mencari kesibukan, tapi apa ya?" Pikirnya.
Tiba-tiba ia melihat brosur yang di tempel di sebuah dinding.
"Kayaknya cocok nih buat aku ... staf marketing," ujar Sabrina.
"Mbak yakin? Perusahaan itu terkenal bos-nya buaya dan suka main perempuan," ucap seorang penjual asongan.
"Masa sih?"
"Iya, kemarin sempat viral. Setiap mau perpanjang kontrak para stafnya harus mau diajak liburan sama melayaninya," ungkap orang tersebut.
__ADS_1
"Inikan khusus pegawai perempuan kan?"
"Iya! Tapi apa Mbak'e enggak berpikir atau curiga? Di situ tertulis khusus karyawati, kalau bukan mania(k) apa lagi Mbak?"
"Kalau ganteng pasti banyak yang mau Pak, tapi kalau botak terus perutnya buncit siapa yang mau?"
"Iya sih, tapi yang namanya butuh pasti banyak yang mau meskipun tidak good looking,"
"Gajinya berapa Pak?"
"Katanya 5 juta belum lagi bonus dan fasilitas mobil kantor, makan dan lain-lain,"
"Tapi saya butuh duit Pak gimana dong?"
"Boleh saja tapi harus jaga diri dan hati-hati menghadapi pria seperti itu Mbak," tutur penjual asongan.
Tak butuh waktu lama besoknya Sabrina melamar di perusahaan itu, dan benar saja dari customer service, cleaning service, dan staf lainnya perempuan.
"Benar perusahaan ini membuka lowongan?"
"Ya, Anda yakin mau kerja di sini?
"Ya, sangat yakin!"
"Baiklah silahkan duduk menunggu giliran," pinta seorang Customer Service.
Perusahaan itu bergerak di bidang properti, akhirnya giliran Sabrina dia dengan wajah manisnya tersenyum pada manager HRD.
Pria itu terlihat tampan badan kekar serta tinggi sekitar 190 cm.
"Sepertinya Anda memenuhi kriteria tinggi 180 cm, kulit putih wajah cantik." Puji pria itu.
"Perkenalkan nama saya Sabrina," ucapnya.
"Ya, saya tahu. Saya di sini mencari asisten, kebetulan asisten saya mengundurkan diri seminggu lalu, apa Anda mau jadi Asisten saya?" Tanya Pria tersebut.
"Ya, saya mau. Tapi bagaimana dengan wawancara saya?"
"Tidak perlu, saya bisa lihat dari wajah Anda sudah tergambar jelas kalau Anda wanita pintar," ungkap Pria itu.
Wajah nakalnya dan mata genitnya menggoda Sabrina. Sabrina pura-pura lugu, sebenarnya pria dan wanita itu terlihat cocok. Tapi Sabrina tahu kalau ini bukan saatnya, pria itu butuh waktu yang lama untuk bisa diuji dan ditakhlukkan.
"Baik, saya mau! Kapan mulai bekerja?"
"Hari ini juga bisa kerja, apa Anda mau?" Tanya sang Manager.
"Mau sekali Pak," ujar Sabrina senang.
__ADS_1
"Baik kamu duduk di ujung sana," pintanya.