
Pernikahan Ranny dengan Vicko, semua telah tersusun dengan rapi. Tetapi harus tertunda gara-gara kasusnya dengan Angeline. Ranny cemburu melihat kedekatan Vicko dengan Angeline. Angeline adalah rekan kerja Vicko di stasiun televisi, terlihat mereka makan bersama dan sangat mesra. Melihat instastory di Angeline, Ranny terbakar cemburu buta hingga membatalkan pernikahan itu.
"Namanya juga hubungan settingan ya gitu itu setengah-setenga," ucap Angelica.
Angelica sangat bahagia melihat hidup Vicko menderita dan tisak jadi menikah dengan Ranny. Ternyata pernikahan tersebut tidak jadi dan diundur karena berkas yang belum selesai.
"Bukannya tidak jadi tapi dundur karena suatu dan lain hal," ungkap Vicko.
Ranny dan Vicko mengundur pernikahan itu selama beberapa minggu.
"Bagaimana sih berkasnya kok bermasalah?" Tanya Melly.
"Ya enggak tahu juga dari pihak Ranny katanya bermasalah," ucap Vicko.
"Bermasalah apa? Dokumennya atau apa?" Tanya Melly.
"Bapaknya dia, kayaknya enggak setuju sama aku," ungkap Vicko.
"Mungkin Bapaknya lelah karena sering jadi wali nikah,hahaha," ucap Melly.
"Ah masa sih?" Vicko kelihatan agak bingung dengan situasi saat ini.
Ranny yang hidupnya penuh dengan drama mulai dari Ibunya yang sakit karena lumpuh dan sang Ayah mulai menjauhinya.
Ranny memang mempunyai orang tua yang sudah bercerai dan berpisah semenjak dia kecil. Mungkin itu juga yang mempengaruhinya mengapa dia sampai kawin cerai. Semula dia tidak yakin dengan Vicko karena track record Vicko yang sama dengannya sering kawin cerai. Mama Vicko yang bernama Mama Emma adalah perempuan yang suka dengan hidup mewah, Mama Emma suka banget melorotin menantunya apalagi Angelica selalu dimintai uang.
"Saya itu sudah lelah sama keluarga itu Mama Vicko Mama Emma itu mata duitan setiap hari mintai saya uang dua puluh juta entah mau di buat apa uang itu, belum lagi adinya Vicky setiap apa yang ada di sepan mata dia minta," ungkap Anggelica.
Angelica selalu menjelek-jelekan keluarga Vicko ke media namun, hal itu membuat Ranny tak gentar, ia tetap melangkah. Pernikahan itu pun sudah di depan mata, Vicko dan Ranny menikah tanpa dihadiri anak semata wayangnya Askara. Ranny sangat sedih dengan perlakuan Askara terhadapnya. Di acara pernikahan itu dia sempat menangis mencari keberadaan Putranya namun tak ia dapatkan sosok Askara.
"Dia kan sudah besar jadi punya pilihan mau datang atau tidak! Saya tidak pernah memaksa atau menyuruh, itu semua terserah dia," ungkap Denny.
Ranny sangat bersedih melihat keadaannya tanpa melihat Putra semata wayangnya tersebut.
__ADS_1
"Kenapa kamu seperti ini sama mama sayang?" Batin Ranny.
"Sudahlah kamu jangan bersedih, kan masih ada aku dan teman-teman kita." Vicko mengelap wajah Ranny yang terus meneteska butiran air mata.
"Harusnya dia datang inikan hari bahagia kita," ucap Ranny sedih.
"Mungkin dia tidak pernah suka sama aku jadi dia tidak datang," Vicko sedikit minder.
"Enggak ini pasti ada yang meracuni pikiran Askara, aku tahu oasti anak aku," ungkap Ranny.
Pesta tersebut berjalan lancar walau ada ganjalan di hati Ranny. Askara mempunyai alasan mengapa ia tak datang, karena Askara tidak begitu menyukai Vicko. Bagi Askara, Vicko hanya akan mempermalukannya, mantan seorang narapidana kasus penipuan.
"Sungguh menjijikkan mengapa Mama mau menikahi lelaki seprti Vicko, sungguh hatinya sudah buta memilih lelaki tolol seperti Vicko!" Askara begitu kesal melihat pasangn tersebut.
"Mama sedih Askara mengapa kamu tidak datang," ucap Ranny dan ia kirimkan voice note itu ke handpone milik Askara.
"I don't care Mom." Teriak Askara.
"Bukannya Mama dari dulu sudah kehilangan aku? Kehilangan hak asuh aku? Mama membuang aku dan memberikan ke Papa, aku merasa Mama tidak pernah mencintai aku denga tulus," ungkap Askara.
"Bukan maksud Mama meninggalkan kamu sayang, tapi ini demi kebaikan kamu!" Ranny mengusap air matanya ketika saling berbalas pesan engan Askara.
"Kebaikan Mama bukan kebaikan aku! Mama tahu aku malu dengan reputasi Mama yang doyan kawin cerai," ungkap Askara.
"Apalagi Mama menikah dengan Vicko yang sudah jelas-jelas banyak wanita yang pernah menjadi korban tipuannya.
"Maafkan Mama jika Mama bersalah sama kamu, tapi ...." Belum selesai Rannya berucap Askara menyalahnya.
"Tapi apa? Mama hanya mencari kesenangan Mama sendiri tanpa melihat keadaan aku!"
"Aku menderita Ma! Menderita karena perceraian ini," Aska benar benar marah dan emosi.
Ranny menagis dan tidak bisa menahannya hingga ia terduduk di lantai.
__ADS_1
"Kenapa anakku sendiri begitu membenciku salah apakah aku? Salahkah aku jika tidak bisa mempertahankan rumah tanggaku dan lebih memili berpisah dengan pasanganku?" ucap Ranny dengn air mata yang berderai.
Mertuanya yaitu Mama Emma sangat kesal melihat Ranny yang terus-terusan menangis.
"Ngapain sih mello terus,bikin eneg aja!"
Ranny dan Mama Emma sering berselisih paham dan Mama Emma melihat bahwa dia tidak terlalu menyukainya. Seminggu setelah Vicko dan Ranny menikah hubungan itu terasa banyak masalah. Ranny mulai sering kabur kerumah orang tuanya dan itu membuat Mama Emma sangat marah.
"Dasar manja banget dikit-dikit kabur, pantes saja sering kawin cerai," cibir Emma.
"Kamu jemput Istri kamu uang suka berbuat masalah itu, apa kata tetangga nanyi," Emma meminta Vicko untuk menjemput Ranny.
"Biarin aja nanti juga pulang sendiri, diakan lagi merawat Mamanya sedang sakit," ungkap Vicko.
"Ini sudah seminggu lamanya dan tidak ada kabar tentang dia, kamu jangan sibuk kerja terus, urus istri kamu," Mama Emma lagi-lagi meminta Vicko untuk mengurusi Istrinya yang kabur.
"Sudalah Ma,Mama ngak usah memojokkan atau menyalahkan Ranny biar dia tenang di sana dan aku juga mau menenangkan diri," ucap Vicko.
"Mama tidak memojokkan atau menyalahkannya, harusnya dia tahu diri mengapa dia harus seperti itu!" ucap Mama Emma dengan tegas.
Vicko lebih memilih banyang mengambil job bukan karena apa dia begitu kelah dengan ocehan Mamanya di rumah sedangkan Ranny dia bilan dia membutuhkan waktu untuk menenangkan pikirannya. Ranny mengurusi Ibunya yang sedang sakit, karena Perawatnya meninta izin karena Perawatnya sedang mengalami duka cita, Ayahnya meninggal dunia. Itulah alasan mengapa Ranny pergi ke rumah Ibunya. Kabar yang beredar di luar sana sudah cukup ramai menudung bahwa pernikahan mereka retak dan diambang percerain.
"Jadikan ini pernikahan terakhir kamu," ucap Ibu Ranny.
"Iya Bu!" Balas Ranny.
"Jangan samapai kamu terus-terusan kawin cerai, mugkin kamu tidak pernah menyadari letak kesalahan kamu, jadi kamu harus mengintrospeksi diri agar rumah tanggamu awet, kamu harus menemani oasanganmu dalam suka atau pun duka dalam masa sulit atau sukse," tutur Ibu Ranny.
"Cukup Bapakmu yang meninggalkan Ibu karena kondisi Ibu," kenang Ibu Ranny.
Bapak Ranny meninggalkan Ibunya karena Ibunya sudah tidak bisa apa-apa. Karena paska oprasi serelah usus buntu lalu dokter salah meng oprasinya, ususnya mengalami kelengketan hingga mengakibatkan syaraf terganggu dan terjadilah kelumpuhan. Awalnya bisa di sembuhkan namun tidak begitu lama kembali lagi kali ini benar-benar permanen akibat sering terjatuh dan membuat tulang belakangnya retak parah. Ranny sudah mencoba pergi ke Dokter dan Rumah Sakit mana saja tetap tidak bisa menyembuhkan Ibunya sampai ia benar-benar pasrah. Semangat hidup dan sembuh Ibunyalah yang bisa bertahan sampai saat ini.
Dengan biaya mahal Ranny rela merawat Ibunya agar bisa sembuh itulah harapan Ranny. Walau sampai saat ini belum juga mendapatkan mukhzizat.Tak henti-hentinya Ranny berusaha dan berdoa demi kesembuhan Ibunya.Berharap keajaiban itu ada.
__ADS_1