
Sabrina menunggu pria itu menghubunginya, sampai larut malam. Tapi tidak ada kabar sama sekali bahkan sampai berhari-hari.
"Kamu sudah dapat kabar dari Eduardo?" Tanya Suci.
"Belum,"
"Dia kemana ya?" Suci sedikit khawatir, dia tahu kalau Eduardo akan bilang kepada Mr. Khai dan meminta restu pada papa Sabrina itu. Tapi dia tidak menyangka sampai detik ini tidak ada kabar.
Tiga bulan lamanya Sabrina menunggu kabar dari Eduardo tapi tidak ada kabar tentangnya bahkan telepon pun tidak pernah berdering lagi. Nama itu seakan hilang ditelan bumi, jejaknya pun tak terlacak di GPS.
"Kandungan ini semakin hari akan semakin besar bagaimana aku harus menjawab mereka yang akan menuntutku? Aku lelah aku capek Suci," ungkap Sabrina.
Suci menyerahkan sebuah kartu warna hitam.
"Apa ini Suci?" Tanya Sabrina.
"Sebelum Eduardo pergi dan menghilang, dia menyerahkan ini kepadaku. Maaf kalau aku menutupi selama ini karena aku masih berharap dia akan kem“bali, setelah tahu kasus kamu semakin berat aku putuskan untuk memberikannya padamu." Suci menyodorkan kartu hitam dan sebuah buku tabungan.
Sabrina langsung mengecek melalui M-banking yang sudah terdaftar atas nomor dan namanya.
"Ini pakai data kamu dan passwordnya adalah tanggal kalian jadian,” ungkap Suci.
"Apa dia sudah punya firasat tentang ini ya?” tanya Sabrina.
“Atau dia memang sengaja kabu? Seperti pria-pria bajingan di luar sana?” tanya Sabrina.
“Aku rasa tidak Sab, kalau pun dia bajingan mana mungkin dia memberikan uang ini ke kamu? Ini tidak sedikit loh 1,7 triliun." ungkap Suci.
"Tapi dia pembohong!"
“Yakinlah pasti ada alasan mengapa dan kenapa dia seperti ini,” Suci mencoba meredam emosi Sabrina.
****
Keesokan harinya Sabrina menemui pengacaranya dan menjelaskan dan menjelaskan tentang permasalahan yang dia hadapi. Akhirnya Sabrina dan pengacaranya bernama Sultan menemui pihak Valeskin dan menjelaskan lalu pihak dari Sabrina mau membayar denda.
__ADS_1
"Kami dari pihak Sabrina memohon maaf sebesar-besarnya atas kelalaian klien kami Nona Sabrina Khairunnisa telah melanggar kontrak kerja, pasal 3 ayat 2 pihak kedua dilarang menikah bahkan sampai hamil selama kontrak eksklusif dengan pihak pertama yaitu Valeskin. Jika pihak kedua melanggar kontrak maka harus dikenakan denda tiga kali lipat dari nilai kontrak yaitu sebesar 15 Miliar." Pengacara Sabrina membacakan point terpenting dalam surat perjanjian serta memperjelas isi kontrak antara Sabrina dengan pihak Valeskin.
Mereka akhirnya memutuskan untuk berdamai dan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.
Sementara di luar sudah banyak infotainment gosip yang sudah menunggu proses mediasi mereka.
“Sabrina apa benar Anda sudah hamil? Hingga membuat kontrak Anda batal dan terkena denda oleh pihak Valeskin? Siapa kira-kira bapak dari janin yang Anda kandung?” Cecar Wartawan dengan beberapa pertanyaan.
Sementara di tempat lain ada Nadira dan Ranny menonton acara gosip yang memberitakan kasus Sabrina.
“Gila sih hamil enggak ada bapaknya, amit-amit!” ujar Ranny.
“Mungkin itu balasan dari perbuatan jahatnya yang lalu,” balas Nadira.
“Saya rasa ini rana pribadi saya dan saya tidak bisa menjawabnya!" Dengan tegas Sabarina menjawab pertanyaan itu lalu pergi meninggalkan kerumunan wartawan.
***
Sabrina saat ini pergi ke dokter kandungan memeriksakan kandungannya dan bertanya tentang bahaya apa tidak jika ia menggugurkan kandungannya.
"Bagaimana Dok, apa saya bisa menggugurkan kandungan saya?" Tanya Sabrina.
“Saya tidak menginginkannya!” Dengan tegas ia menjawabnya.
“Kenapa?”
“Haruskah saya menjawabnya?”
“Ya! Faktor apa yang membuat anda ingin meniadakan dia? Setiap Janin itu berhak untuk berkembang. Setiap yang bernyawa berhak untuk hidup, mau itu dari hasil tak diinginkan atau diinginkan. Kalau alasannya adalah tidak disengaja itu sesuatu yang mustahil! Karena perbuatan atau hubungan Sek$ual pasti dilakukan antara suka sama suka,”
“Karena itu adalah kebutuhan biologis, dan hubungan biologis itu memang perlu dan diperlukan entah apa tujuan yang mendasarinya. Jangan hanya sekadar senang-senang tanpa kita tau resikonya yang akan terjadi suatu hari nanti. Contohnya adalah hamil, memang hubungan $ek'$ itu adalah hak asasi manusia. Tapi perlu diingat tidak semua dokter mau mengugurkan kandungan seseorang, karena menyangkut 2 hal yang pertama kode etik kedokteran dan hubungan sama Tuhan.”
Dokter tersebut memberikan sedikit pengertian kepada Sabrina.
“Bukannya banyak dokter melakukan itu Dok?” Tanya Sabrina.
__ADS_1
“Ya, memang banyak. Tapi tidak semua!” Tegas Sang Dokter.
“Bagaiman dengan dokter yang memaksa pasiennya untuk mengugurkan kandungannya karena kesehatan?”
“Itu semua tergantung pasien mau atau tidak, kalau tidak mau dokter akan berusaha mengurangi resiko kalau pun sampai cukup bulan atau kurang dari minggu yang distandarisasikan maka salah satu harus mengalah demi keselamatan bersama. Ya ini tergantung Ibu mau apa tidak? Saran saya lebih baik lahirkan antara anak ini diletakkan di panti atau dikasih ke orang itu hak Ibu,”
Sabrina merenungi apa yang dikatakan dokter itu, ia hanya mengingat permohonan Eduardo untuk tetap mempertahankan janin itu.
“Memang ya semua laki-laki itu sama saja!” umpat seseorang dengan kesal.
“Emang kenapa Mbak?” tanyanya Sabrina.
“Sama-sama pembohong dan penipu!”
“Bang$@t juga enggak Mbak?”
“Sama rata semua! Teman saya Mbak hamil, terus ditinggal gitu aja. Sampai akhirnya ia mutusin untuk gugurin kandungannya dan parahnya lagi ngegugurinnya ke dukun beranak, sekarang dia pendarahan 3 hari tanpa henti saya telpon lelaki sialan itu malah jawabnya bikin kesel pengen rasanya saya potek-potek terong anyepnya itu haaaa!" Wanita itu benar-benar kesal dengan seorang lelaki yang ia ceritakan baru saja.
Sabrina yang stress menghadapi masalah tidak ingin menambah beban pikiran yang ia tidak inginkan.
Ia masih berharap telepon itu berdering sekali dengan nama Edward Eduardo.
"Kayaknya sesuatu yang mustahil menunggu dia menghubungiku memang dasarnya lelaki penipu tetap saja penipu," gumamnya.
Sementara di tempat lain Eduardo terpenjara di ruang gelap yang minim cahaya.
“Mr. Khai saya tahu ini perbuatan Anda!” Teriak Eduardo.
“Silahkan Anda mengurung saya disini. Tanpa Anda tahu putri Anda bisa saja nyawanya terancam!”
Mr. Khai tidak memperdulikan teriakan anak buahnya tersebut. Tetapi ada seseorang yang memberikan sedikit pengertian tentang ada benarnya ia melwpaskan Eduardo.
“Saya rasa, lebih baik Mr. Khai melepaskannya, biarkan mereka hidup bahagia. Mr. Khai yang menentukan kebahagiaan Sabrina seperti apa. Jangan ulangi kesalahan Anda di masa lalu, anak Anda sudah dewasa biarkan dia menentukan jalan hidupnya seperti apa. Kecuali dia melukai hati putri Anda, baru Anda berhak menghabisinya,” tutur Alex.
“Kenapa harus saya Mr. Khai? Saya benar-benar mencintai Sabrina! Kenapa Anda tidak menghancurkan Tuan Sanjay? Orang yang jelas-jelas menghancurkan masa depan putri Anda! Orang yang membuat putri Anda dalam ancaman bosnya hingga dituduh sebagai seorang pembunuh!” Eduardo berteriak seperti orang gila minta dilepaskan.
__ADS_1
Mr. Khai yang mendengarnya seakan sedikit bergetar, selama ini Sabrina tidak pernah mendapatkan orang yang mencintainya dengan tulus.
“Apa karena saya miskin sehingga Anda memperlakukan saya seperti ini? Ya, saya memang miskin! Saya hanya punya cinta untuk putri Anda. Tapi yakinlah satu hal dia akan bahagia bersama saya!"