
Tawaran menarik dari seorang manager perusahaan yang memang 'tipe Sabrina banget' menurutnya.
Namanya Renato, pria tua berusia sekitar 50 tahun, rambunya yang putih tidak bisa menutupi berapa usianya saat ini, tubuhnya yang atletis tampak terlihat begitu kekar. Gaya bicaranya yang lembut dan sedikit humoris menambah ketampanannya.
"Sabrina!" Serunya dibalik bilik rahasia dikantor itu.
"Ya, ada apa Pak?" Tanya Sabrina.
"Saya ingin kamu membantu saya," ujarnya.
"Membantu apa ya Pak?" Sabrina masih tidak mengerti maksud dan tujuan Renato memanggilnya.
"Tolong bukakan kancing baju saya, saya tidak bisa membukanya karena tangan saya penuk krim cukur," ungkap Pria tua itu.
"Baik Pak," balas Sabrina.
Wanita itu berlagak seperti gadis uang lugu dan polos.
"Agak susah ya, ini keres sekali," ungkap Sabrina. Ia berusa membuka kancing bagian atas itu, lubang kancing itu memang sengaja di kecilkan oleh Renato.
"Coba agak mendekat, agar kamu lebih mudah membukannya." Pria licik itu sengaja membuang beberapa tetes sabun ke lantai.
Sabrina dengan susah payah membuka kancing itu. Lima belas menit kemudian kancing itu berhasil dibuka. Pria itu segera menarik handuk dari rak yang ada di sebelah kirinya. Sabrina yang sudah menyelesaikan tugasnya mundur, alangkah terkejutnya ia ketika sepatunya tergelincir lantai yang licin. Dengan sigap ia menarik lengan bosnya itu dan adegan diluar perkiraan pun terjadi.
'Cuuupp!'
Kecupan hangat mendarat di bibirnya, mereka saling tatap.
"Kamu menggodaku?" Tanya Renato.
"Tidak, Pak ... Saya tidak menggoda Bapak!" Tegasnya.
Pria itu langsung bangkit dan menarik tangan Asisten barunya itu, lalu menyandarkannya ke dinding dekat wastafel lalu menekankan tubuh bagian bawahnya pada tubuh bagian bawah Sabrina.
Sabrina hanya dingin menyikapi tindakan pria itu. Pria tua itu semakin tertantang dan makin mengencet wanita dihadapannya. Sabrina yang merasa kehabisan napas karena gencetan itu segera mengambil alih permainan ia meremas bagian bawah pria dihadapannya.
"Awwhh! Kamu menggodaku cantik apa kamu menginginkannya?" Pertanyaan nakal keluar dari mulutnya.
"Ha? Apa? Menginginkannya?" cecar Sabrina.
"Ya, kamu memegangnya begitu eratnya. Bagaimana apa juniorku sangat big size?" Goda pria tua itu.
"Sayangnya saya tidak minat!"
"Ayolah, di sini tidak ada yang mendengar hanya kita berdua dan ruangan ini kedap suara. Kamu bisa teriak sekencang-kencangnya hingga kamu terpuaskan, aku bisa membuatmu puas sampai tidak bisa berjalan," ujar pria itu.
Jujur Sabrina sangat jijik mendengar ucapan pria itu. Tangannya mulai bergerilya pusat titik dari pria itu, lalu membukanya dengan senyuman licik sementara pria itu merasa senang ketika wanita dihadapannya mulai berani membalas.
__ADS_1
'cklik'
'creek'
Sleeepp
"Aaaahhh, dasar Wanita sialan!" umpat Renato, ia merasa kesal dan menahan sakit karena benda miliknya ditarik dan digegam erat oleh Sabrina lalu didorongnya sampai jatuh.
"Jangan pernah melecehkan saya kalau tidak mau dapat yang lebih parah dari ini!" dengan tegas Sabrina memperingatkan pria tersebut.
Renato kesal dan berjanji akan mencari tahu siapa Sabrina.
"Akua akan bisa buat kamu bertekuk lutut tehadapku suatu saat nanti kamu akan memohon-mohon kepadaku!"
***
Setelah pulang kerja Renato melepaskan penat yang ada didirinya sekaligus mencari pelampiasan, dimana sedari tadi ia menahan hasrat karena melihat tubuh seksinya Sabrina.
Pria itu pergi ke diskotik bersama rekannya, rekan yang sama dengannya 'tukang jajan bikang anget' mereka memesan beberapa minuman dan didampingi beberapa wanita. Sayangnya teman Pria itu sangat hobi nonton film biru.
"Kamu gila ya, sudah ada wanita-wanita disebelah malah nonton gituan," ujar Renato.
"Ini hanya untuk simulasi atau pemanasan saja, lagian ini situs sangat seru. Coba deh lihat gaya mereka membuat film, bagus banget bikin bergetar Bro!" Menyodorkan sebuah layar besar.
Ya, Pria yang lagi gemasnya sama game favoritnya itu lagi suka eksplore. Dilihatnya dari awal sampai akhir, betapa terkejutnya ia melihat ada Sabrina di sana.
"Ada apa memangnya?" Tanya Rekannya.
"Kayak kenal," balasnya.
"Memang kamu pernah main sama dia?" Tanya Pria itu.
"Enggak kayak asisten saya yang baru," terangnya.
"Kamu enggak salah lihat 'kan?" tanya Rekan prianya itu karena sedikit ragu.
"Kamu enggak percaya sama saya? Saya ini masih punya mata normal, walau hanya sekilas!" Dengan sedikit kesal karena dianggap rabun.
Dan orang tersebut memundurkan videonya 15 menit 9 detik. Betapa terkejutnya ia mendapati seorang Sabrina teriak-teriak karena pria divideo itu menghijamnya bertubi-tubi bahkan mereka bergantian. Terlihat banyak sekali yang ada dalam antrean.
"Kamu bisa kirim video itu kesaya?" tanya Renato.
Dia seakan-akan mendapatkan kartu AS dari seorang Sabrina.
***
Keesokan harinya di kantor di dalam ruangan itu memang hanya ada sang asisten dan sang boss saja. Renato tersenyum licik ketika ia menekan tombol 'enter'. Sabrina menerima sebuah mail dari akun bosnya.
__ADS_1
"What?" Matanya melotot seakan tak percaya.
Rangkuman video yang hanya menunjukkan dirinya saja bermain dengan beberapa pria.
'Thing'
Suara pesan masuk.
'Bagaimana?'
'Masih sombong?'
'Mau layani hasrat saya atau saya sebar video ini ke satu kantor?' Tulis Pria itu.
'Seorang wanita sampah berpura-pura menjadi berlian. Sekalinya kucing liar jangan berharap menjadi kucing mahal'
Sabrina menatap tajam Pria itu, sambil mengetik sesuatu diponsel mahal miliknya.
'Jalan Flower 7A nomor 16 jam 9 malam!'
'Ok!'
Pukul 9 malam pria itu mendatangi rumah Sabrina. Sesuai permintaan pria itu tidak boleh membawa kendaraan, dan kendaraannya terpaksa diparkir 100 meter dari rumah Sabrina. Sabrina tidak ingi ada orang tahu apalagi anak buah papanya.
Sabrina sudah siap dengan lingerie warna hitam dengan ****** ***** yang hanya segris. Renato tersenyum puas ketika melihat bodygoals milik Sabrina.
"Malam ini kamu akan saya puaskan," ujar Renato.
"Saya juga akan muasin Bapak," balas Sabrina dengan sedikit menjilat telinga pria itu.
"Ouch!"
Setelah menari-nari diatas ranjang sekitar 5 jam Pria tua itu merasa puas bahkan dia malah kecanduan.
"Boleh nambah lagi enggak? Masih kurang saya mau lagi ... Habis kamu candu banget buat saya, saya akan ngasih uang lebih ke kamu." Segera mengambil tas yang berisi 10 tumpuk uang 1 ikat dengan nominal 10 juta.
"Asal kamu mau dengan saya setiap hari dikantor akan saya kasih lebih dari ini,"
Semenjak kejadian malam itu mereka sering melakukannya kalau pagi dikantor bahkan sia g pun mereka melakukannya ketika semua sedang makan siang, sore sesudah semua pulang kantor pun mereka melakukannya. Bahkan pria tua tersebut tak segan datang kerumah Sabrina pukul 12 malam.
Sabrina yang merasa dirinya diperas secara tenaga dan otak, dia tidak tahan. pria tua itu menjadikannya budak napsu 24 jam, terlebih ketika weekend tiba mereka selalu menyewa villa diluar kota. Si pria selalu beralasan kepada istrinya di rumah jika ada kerjaan di luar kota.
"Kamu tidak seperti istri saya, dia tidak bisa goyang, tidak jago memuaskan bahkan tidak asik dia tidak bisa mengimbangi permainan saya di ranjang. Saya ini kerja keras diluar capek dan penat di rumah saya pengen dilayani tidak hanya di meja makan tapi di ranjang juga. Tapi apa istri saya payah," ujar Pria itu.
"Oh, jadi itu alasan Bapak memperdayai karyawati Bapak yang ingin kerja di sana dan memperpanjang kontrak?"
"Ya, tapi saya tidak pernah menemukan wanita setangguh kamu, " ujar Pria itu.
__ADS_1