
Sumi yang di antar Pak Asep menemui Angela di rumahnya.
"Bi Sumi? Ada apa datang ke sini??" tanya Angela.
"Boleh saya masuk?" balas Sumi dengan bibir yang masih bergetar.
Angela pun mempersilahkan masuk bersama dengan Pak Asep
"Maaf anda siapa ya?" tanya Angela.
"Saya, Asep tukang ojek yang biasa mangkal didekat rumah Bu Anissa!" jelasnya.
"Saya Angela panggil saja Lala!" balas Angela.
"Ada apa kalian datang kemari?" Lanjut Angela.
"Saya cuma mengantar Sumi, dia ketakutan melihat Non Sabrina mengamuk dan menganiaya Mamanya!" ungkap Pak Asep.
"Ada apa sebenarnya?" tanya Angela.
Sumi pun akhirnya menceritakan kronologi kejadian tersebut pada Angela dengan tubuh yang masih bergetar dan sangat ketakutan.
"Berarti Bu Anissa terancam bahaya!" ucap Angela.
"Iya, La ... Aku takut banget La!" ujar Sumi.
"Sebentar aku harus ngirim Anggota Polisi untuk menangkap Sabrina," ucapnya.
Angela pun langsung menghubungi Polisi untuk mengecek keadaan Anissa.Namun sayang rumah itu sudah hangus terbakar, Dan Anissa dinyatakan meninggal. Polisi menemukan ceceran bensin di lantai teras depan dan sepertinya bekas terbakar.
"Bagaimana??" tanya Angela dengan Atribut lengkap.
"Terduga telah kabur dan hanya meninggalkan bekas ban mobil dan ceceran bensin di TKP," ungkap salah seorang Polisi.
"Kita 'kan bisa menangkapnya? Kenapa dibuat susah?" tanya Angela.
"Sayangnya memang susah!" seru Briptu Gerry.
"Eh, kamu Ger!" balas Angela.
"Bapaknya itu 'CEPU' itu info yang saya dapatkan, jadi kebal hukum," pungkas Gerry lalu pergi.
"Apaan sih? Kebiasaan deh! Belum jelas di tinggal pergi, Ger ... Gerry!" seru Angela.
Angela mengejar Gerry sampailah di sebuah restauran.
"Ger, jelasin dong! ini kasus besar loh, yang mati engak satu dua orang dan ada yang koma,mereka butuh keadilan!" Angela menekankan keadilan.
"Keadilan macam apa ha? Ada emangnya keadilan di Negara ini? Hanya semboyan saja dan hiasan dinding," ucap Gerry.
"Kamu menyepelekan keadilan? Kamu sendiri kenapa mau jadi polisi jika keadilan itu tidak ada?" tanya Angela kesal.
"Cuma buat gaya-gayaan dan Polisi adalah cita-cita Bokap gue, agar terlihat keren katanya dan juga di segani!" ungkapnya sambil tertawa receh.
"Sudah lah itu gak penting! Yang penting kenapa Papanya bisa jadi cepu apa hubungannya dengan BUMN?
Bukannya BUMN adalah singkatan dari Badan Usaha Milik Negara?" tanya Angel.
__ADS_1
"Pinter!" ucap Gerry.
"Maksudnya?" Angel masih belum paham.
"BUMN itukan ada hubungannya dengan saham dan pengusaha, serta perusahaan," ucap Gerry dengan menyeruput segelas kopi hitam.
"Yang jelas dikit dong!" ucap Angel agak kesal.
"Pernah mikir engak kenapa Narkoba, heroin dan kawan-kawannya bisa di produksi banyak? Trus sampai dikirim kemana-mana? Sampai berton-ton jumlahnya?" Gerry memberikan pertanyaan aneh yang tak di mengerti Angela.
"Engak!" balas Angela.
"Hemm ... Okey aku jelasin, mereka itu ada usaha sendiri, ada saham gelap dan perusahaan gelap, dan di sana komunitasnya mereka selalu bekerja sama untuk saling menguntungkan dan menutupi. Kadang ada yang ketahuan kadang gak ada, dan Khairul ini informan dari lembaga negara, yang membawa anak buah yang di titipkan di sana sebagai mata-mata. Dia engak kerja sendiri ada yang bantu, dan jaringan Narkoba itu seperti Gurita banyak sekali tangan -tangan yang membantu," ungkap Gerry.
"Masih engak paham deh! Terus apa hubungannya dengan Sabrina yang engak bisa masuk penjara?" tanya Angela.
"Karena Bapaknya saksi kunci pembuka Gembong Narkoba, kesepakatan dengan pihak kepolisian yaitu, dia akan kebal hukum baik dia mau pun keluarganya selama dia konsisten memantau Boss dari segala Boss itu!" jelas Gerry sambil berbisik takut ada yang mendengar atau menguping.
"Terus Bossnya itu orang mana?" tanya Angela.
"Takashi Zhinjei!" bisik Gerry.
"Siapa itu? gak terkenal," ucap Angela.
"Ya iyalah, orang dia punya jutaan nama di negara-negara lain, contohnya di Arab dia punya nama Ahmed Jamaludin Akbar, Inggris namanya
George Zeen, Dubai Zayn Maliki Akbar, Thailand Khong zhe, pokoknya banyak deh! namanya engak mungkin aku sebutin dong!" pungkasnya meninggalkan Angela dengan tiga lembar uang ratusan ribu.
****
Angela pulang dengan keadaan letihnya, dan disambut Sumi.
"Boleh saja!" balas Angela.
"Hmmm ... Sabrina tahu nomor kamu?" tanya Angela.
"Tahu! ada apa?" balas Sumi.
"Engak takutnya dia menghubungi kamu dan nyari tahu kamu saat itu ada di mana, soalnya Mamanya sudah meninggal karena kebakaran," ucap Angel.
"Ya allah, nyonya!" Sumi terisak.
"Sudah engak apa-apa sudah di tangani polisi." Angel memeluk Sumi untuk menenangkannya.
Ting ...ting
Dering dari handphone kentang Sumi dan tertulis nama Sabrina.
"Aduh gimana ini La? dia telpon aku takut!" ucap Sumi.
"Angkat aja!" pinta Angel.
"Kalau tanya macam-macam aku jawab apa?" tanya Sumi.
"Sudah jawabannya nanti aku catet kita pake bluetooth speaker aja," ucap Angela.
"Hallo Non, ada apa?" tanya Sumi.
__ADS_1
"Lama banget sih angkatnya? Loe di mana?" tanya Sabrina.
"Pulang kampung!" tulis Angela
"Wooy, malah diem," bentak Sabrina.
"Anu ... Saya di kampung, saya pulang kampung dua hari yang lalu, saya berangkat pagi-pagi, soalnya saya takut sama arwah nenek, saya di gentayangi tiap malam!" ujar Sumi.
"Hari gini masih percaya gituan! takut sama setan, takut sama gue lebih nyeremin dari pada setan!" seru Sabrina di balik telepon genggamnya.
"Kapan balik?" lanjutnya.
"Engak balik Non, saya di kampung aja!" pungkas Sumi lalu menutup telphonnya.
"Saya mau ganti nomor saja La, takut!" ujar Sumi.
"Aku kira percuma saja dia bakal cari tahu di orang terdekat kamu," ucap Angela.
"Iya juga ya!" balas Sumi.
"Kalau kamu ganti nomor dia pasti curiga, curiga kalau kamu tahu sesuatu," ucap Angela.
"Kamu bener! Eh tapi bisa dong alasan hape aku jatuh atau hilang, atau di copet dan lain-lain? Kalau misalnya suatu saat ketemu dia?" ucap Sumi.
"Ya,itu terserah kamu demi keamanan kamu! Aku ada hape satu yang engak kepakai kebetulan ini sudah agak lama." Angela memberikan handphone miliknya.
Sumi bergegas ke dapur dan mengambil martil lalu menghancurkan handphonenya.
****
Angela membawa Sumi ke Psikiater takut akan trauma terjadi padanya karena semalam dia teriak-teriak.
"Kok aku diajak ke sini?" tanya Sumi.
"Iya semalam kamu teriak-teriak aku takut jiwa kamu keganggu," ucap Angela.
"Masa sih? Mungkin waktu itu aku mimpi buruk?" ujar Sumi.
Sesampainya di Rumah Angel tanya pada Sumi kemana Papanya Sabrina.
"Papanya engak pernah ada di rumah ya?" tanya Angel.
"Jarang, selalu tugas luar kota, kemarin saja sudah hampir satu minggu engak pulang," jelas Sumi.
"Terus kalau dia tahu keadaan rumahnya bagaimana?"tanya Angel.
"Iya, ya kita belum hubungi tuan, mana hape saya sudah remuk lagi," ucap Sumi menyesal.
"Biar nanti Polisi yang mengabarinya lagian ini masih dalam penyelidikan,"ucap Angela,Setelah itu mereka pergi ke kamar masing-masing.
****
Keesoka harinya Angela pergi ke rumah sakit melihat kondisi Nadine sebelum berangkat tugas.Hampir setiap hari Angela selalu menyempatkan menjenguk sahabatnya itu.
"Bagaimana dengan Nadine?" tanya Angela.
"Masih belum ada perkembangan, kita semua sudah pasrah! Besok dokter akan melepas alat bantu Nadine, kita sudah tidak punya apa-apa lagi, hanya tinggal rumah yang kita tempati," ungkap Marchelo.
__ADS_1
💙💙💙