
Sanjay menatap bingkai foto masa kecilnya, terlihat di sana ada Ayah angkatnya bernama Mark dan George saudara angkatnya. Sanjay teringat akan masa kecilnya hidup di Panti yang makan seadanya.Dan dia sering kabur dari sana untuk mengamen atau menyemir sepatu. Suatu ketika dia tidak dapat pelanggan sampai dia nekat mencopet naasnya kejadian itu di lihat sorang Polisi sampai akhirnya ia dikejar.
Sanjay sangat gesit dan pandai bersembunyi, tanpa ia sadari tempat itu adalah sarang penjahat. Mark yang memperhatikannya dari jauh tertarik dan ingin menjadikannya anak buah.Sanjay yang saat itu ketakutan dihampiri oleh Mark, meringkuk di kegelapan.
"Kamu jangan takut! Ke marilah saya orang baik, saya akan menolong kamu," ucap Mark.
Akhirnya Sanjay maju perlahan.
"Kamu lapar?" tanya Mark.
Sanjay mengangguk.
"Mari ikut saya," ajak Mark.
Sanjay mengikutinya dari belakang.
"Nama kamu siapa?" tanya Mark.
"Sanjay."
"Kamu tinggal di mana?" tanya Mark sambil memberi roti lapis pada Sanjay.
"Di Panti," balas Sanjay singkat.
"Kenapa kamu dikejar polisi?"
"Saya mencopet!" jawab Sanjay polos.
"Kenapa kamu mencopet? Siapa yang ngajari kamu?" tanya Mark dengan tatapan tajam.
Sanjay sedikit ketakutan.
"Tidak ada yang mengajari saya,"
"Kamu sudah lama tinggal di Panti?"
"Ya, sejak saya kecil," balas Sanjay.
"Kamu mau jadi anak angkat saya?" tanya Mark.
"Mau," balas Sanjay cepat.
"Baik akan saya urus legalitasnya," ujar Mark.
Mark menemui Mrs. Monica untuk mengurus legalitas Sanjay dan mengadopsinya. Mark sendiri adalah seorang duda beranak satu dan mempunyai penghasilan sendiri sehingga pihak Panti mau menyetujui dan memberikan Sanjay. Sanjay selalu membina hubungan baik dengan Panti Asuhan tersebut, dan selalu ingat kata-kata Mark.
"Jangan pernah melupakan dari mana asalmu berada, karena itu adalah Identitas pertama kamu. Titik awal kamu untuk memulai perjalananmu. Seburuk apapun tempat itu adalah bagian dari masa lalumu mungkin tak sedikit atau banyak memori di sana terukir indah. Cukuplah kamu mengenangnya," tutur Mark.
Sanjay pun dibesarkan oleh Mark bersama dengan George.Namun George selalu merasa bahwa Sang Papa tidak pernah adil dalam memperlakukan mereka, George selalu dibanding-bandingkan dengan Sanjay. George dan Sanjay usianya tidak terlalu terpaut jauh.
Mark selalu memuji Sanjay, Sanjay sangat pintar dan dapat diandalkan diusianya yang menginjak Dua puluh tahun ia sudah diserahkan sebagian wilayah Mark. Wilayah yang tidak terlalu besar namun ia mampu membuatnya besar. Sedangkan George di berikan kendali memimpin tapi sayang semua hancur usaha yang di bangun Mark hancur ditangan anaknya sendiri.
__ADS_1
"Aku beri kamu wilayah di utara semoga kamu bisa menjaganya, kasino ini sangat terkenal di negara ini," ungkap Mark.
Namun sifat George yang serakah dan tidak terima dengan ini semua. Dan membuatnya menjadi pribadi yang sangat pendendam. Karena Sanjay sangat pintar dalam bisnis tersebut dalam waktu tiga bulan usaha itu memperoleh keuntungan yang sangat tinggi. George ingin merebut daerah kekuasaan Sanjay dengan beribu cara namun dia selalu kalah.
George selalu mengusik hidup Sanjay, waktu itu Sanjay pernah mencintai satu orang wanita dari kalangan orang biasa dia adalah pegawai toko roti bernama Shasha.
George mengancam Sanjay lewat Shasha sampai ia melakukan cara keji yaitu menodai Shasha dan menghabisinya dan di buang di gorong-gorong.
Semenjak saat itu Sanjay tidak pernah mencintai Wanita mana pun karena takut akan kejadian serupa menimpanya lagi.
Setiap gerak gerik serta aktifitas Sanjay selalu terpantau oleh George. Maka dari itu dia menyembunyikan Leora di markas rahasianya, hanya beberapa anak buah kepercayaannya yang tahu tentang Leora.
Namun percuma saja George selalu mendapatkan informasi tentang wanita yang ada di samping. Sanjay tak perduli Sanjay suka atau tidak tetap saja akan menjadi incarannya. Sanjay mengumpulkan Anak Buahnya yang ada di sana.
"Siapa yang memberi tahu George tentang Leora?" tanya Sanjay.
"Tidak ada Tuan," balas Mereka.
"Tidak ada? Kenapa Leora ada di tangannya?" tanya Sanjay.
"Kalau itu kami tidak tahu Tuan!" balas Mereka.
"Kalian jangan ada yang bohong!" teriak Sanjay.
"Sungguh Tuan kami tidak berani dan selancang itu," ucap Anak Buah Sanjay.
"Kalian tahu apa yang diminta George sebagai pengganti Leora? Kokain seberat tiga ton dan wilayah sebanyak tiga puluh lima persen," ungkapnya.
Sanjay memang ada rasa pada gadis malang itu, sebenarnya Leora adalah anak yang baik tetapi salah memilih pergaulan hingga terjebak di dunia Narkotika.
"Apa aku tidak berhak bahagia? Kenapa ketika aku mendapatkan kebahagian orang-orang di sekitarku selalu iri dan ingin menghancurkannya," Sanjay melempar botol minuman tersebut ke lantai dan menjadikanya berantakan.
"Haruskah aku korbankan Leora? Leora yang tak tahu apa-apa? Saya tidak akan pernah memberikan itu semua pada George, saya mendapatkan ini dengan usaha saya, dan saya sudah banyak mengalah dengan George, kita serang markasnya sekarang juga. Persiapkan semuanya! Perintah George.
Diam-diam Sanjay dan Anak Buahnya mendatangi markas George tanpa sepengetahuannya.
Sanjay hanya mengajak beberapa Anak Buah terbaiknya. Membagi beberapa orang untuk mengepung tempat tersebut, namun dia terkejut melihat apa yang ada di depan mata, Leora membelai George dengan mesra.
"Leora, ternyata kamu adalah wanita murahan," ucap Sanjay.
Leora yang kaget dengan kedatangan Sanjay langsung turun dari pangkuan George.
"Wooow saudara angkatku, cepat sekali kamu bereaksi." George menghampiri Sanjay.
"Apa yang kalian rencanakan? Kenapa kalian bekerja sama?" tanya Sanjay.
"Tentu jelas permintaanku untuk meminta sebagian wilayah mu," ucap George.
"Bukankah aku dulu pernah memberikan sebagian kenapa kamu meminta lagi?" tanya Sanjay.
"Bukannya wilayah mu itu adalah pemberian dari Papaku? Jadi aku ingin itu kembali padaku," balas George.
"Aku yang membangun wilayah itu sekarang sudah terlihat bagus, berkembang dan maju kamu memintanya? Tidak tahu malu sekali!" Sanjay tersenyum sinis.
__ADS_1
"Tidak tahu malu? Selayaknya itu sebagai balas budi terhadapmu, kamu yang telah di pungut Papaku dar jalan dan tak tahu kamu anak siapa entah itu anak pelac*r atau apalah ...." ucapan George terhenti oleh tamparan Sanjay.
"Hentikan kata-katamu! Ibuku bukan perempuan seperti itu," balas Sanjay.
"Dari mana kamu tahu Ibumu bukan perempuan seperti itu? Sedangkan dirimu sendiri tidak tahu asal usul mu,hahahha." George menertawakan Sanjay.
"Saya tahu jelas asal usul saya, tidak seperti kamu, Papamu sendiri saja tidak yakin bahwa kamu adalah anaknya!"
"Diam kau! Jangan pernah mengalihkan pembicaraan," teriak George.
"Siapa yang mengalihkan pembicaraan? Bukanya kamu yang membahas masa lalu saya? Jadi wajar saya juga membalasnya," ungkap Sanjay.
"Sanjay, kamu hanya orang luar mana tahu seluk beluk keluargaku?" George tersenyum licik.
"Mamamu adalah mantan wanita malam di Club Mouson milik orang Korea bernama Kim Hyun Jeon," ungkap Sanjay.
"Papamu sebenarnya meragukan tentang kamu,entah Mamamu menjebak Papa Mark atau tidak siapa yang tahu?" Imbuh Sanjay.
"Harusnya kamu Sadar diri George sebelum menghina orang lihatlah dirimu sendiri, sudah benarkah dirimu atau tidak baru boleh kamu menghina orang!" lagi-lagi George di skakmat oleh Sanjay.
Leora mendekat Sanjay namun ditepisnya.
"Sayang," ucap Leora.
"Jangan pernah sentuh aku," Sanjay menjambak rambut Leora.
"Maafkan aku! Aku hanya ingin bebas dari George maka aku melakukannya, aku bukan orangnya," ucap Leora.
"Saya sudah tidak percaya dan kamu tidak dapat di percaya, mau kamu orangnya atau tidak ingat kita bukan apa-apa dan jangan pernah menemui saya lagi atau menawarkan tubuhmu!" Sanjay menghempaskan Leora.
Seketika Leora seperti permen karet yang habis manis sepah dibuang.
"Sanjay aku mohon, ijinkan aku bersamamu, aku tidak ada hubungannya dengan George!" Leora memohon pada Sanjay dan mengejarnya.
"Sudah aku bilang sama kamu kalau George itu homo, sedangkan kamu masih saja berupaya merayunya? Saya paling jijik dengan bekas orang," Sanjay meninggalkan Leora.
"Aku akan melakukan apapun demi bisa bersama kamu," teriak Leora.
Sanjay berhenti dan menoleh, lalu menghampirinya.
"Kamu mau bersama saya? Mau selamanya? baik ikut mereka," ucap Sanjay.
"Kalian tahukan harus apa?" bisik Sanjay pada Anak Buahnya.
"Baik Tuan!" Balas Mereka.
Leora akhirnya dibawah oleh mereka dan ditempatkan di Hall In Wall.
"Kenapa Sanjay menempatkan aku di tempat menjijikan ini?" tanya Leora.
"Sudah patuhi saja, Tuan kamu sudah bosan dengan kamu, jadi nikmati saja," ucap Anak buah Sanjay.
Sanjay paling benci wanitanya di sentuh atau menyentuh orang lain. Jika terlihat oleh mata dan kepalanya dia akan membuangnya di Hall In Wall.
__ADS_1
Bersambung ...