Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Semakin dekat


__ADS_3

  Seiring jalannya waktu Sabrina dan Denny sering bertemu karena merek bekerja sama dengan Evanders.


   "Ku tengok makin deket aja tuh ya mereka," ucap Leo asisten Evanders.


   "Sttt... berisik diam deh!" Evanders meminta Asistennya untuk diam.


   "Setiap hari kerja bolak-balik nggak ada yang marah Om?" tanya Sabrina


   "Siapa yang marah?" Denny balik bertanya.


   "Istrinya," balas Sabrina.


   "Istri? Saya suda divorce," wajahnya tiba-tiba berubah sedikit muram.


    "Maaf kalau saya menyingung," Sabrina agak tidak enak hati melihat ekspresi Denny.


   "Nggak apa-apa, wajar karena kita baru kenal," Denny sedikit tersenyum.


   "Saya jadi nggak enak hati sama Anda," Sabrina sedikit malu.


    Denny akhirnya menceritaka kisahnya kenapa ia sampai bercerai dengan istrinya dan juga awal bertemu istrinya. Awal Denny mengenal sang istri ketika mereka masih sama-sama bekerja di sebuah perusahaan. Mereka adalah team work yang sangat dapat diandalkan. Banyak tender yang berhasil mereka dapatkan dan perusahaan itu sangat maju pesat dalam dua tahun. Ranny adalah nama istri Denny, mereka memulai kedekatanya setelah beberapa bulan mereka kenal dan sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.


   "Aku ingin kita menikah kamu maukan?" tanya Denny.


   "Ya, aku mau," balas Ranny.


    Mereka menikah dan beberapa bulan Ranny dinyatakan hamil saat itu rumah tangga mereka sangatlah terlihat sempurna. Mereka sangat bahagia sampai pada akhirnya lahirlah anak pertama mereka, yang diberi nama Askara. Awal kelahiran anak mereka, terlihat saangat bahagia sampai ketika Askara menginjak usia sekolah, munculah  polemik diantara mereka yaitu cara pola asuh anak mereka.


Askara yang didiagnosa Disleksia membuat rumah tangga itu retak perlahan tetapi pasti, mereka sering bertengkar. Ranny yang orangnya sangat sensitif karena sering menangis ketika Senny sedikit meninggikan suaranya membuat Denny semakin stres.


    "Kenap sih kamu tidak mengerti sedikit tentang aku? Anak kita disleksia bagaimana cara penyembuhannya?" ucap Ranny dengan bercucuran air mata.

__ADS_1


    "Tinggal terapi terus konsultasi ke ahlinya kan beres, kamu jangan dikit-dikit dipikir dan dibawa beban," ujar Denny.


    "Biayanya mahal sayang, kamu tahukan hidup disini?" Ranny begitu frustasi.


    Sampai pada akhirnya Denny lah yang turun tangan mengurusi anaknya, bolak balik ketempat spesialis untuk kesembuhan anaknya. Sampai pada akhirnya di dikeluarkan oleh perusahaannya, dan mau tidak mau dia melanjutkan usaha mamanya di restauran itu.Ranny sedikit kecewa pendapatan rumah tangganya dia yang menangung karena restauran itu belum sebesar sekarang. Dan akhirnya memutuskan untu bercerai secara baik-baik dan hak asuh anak Ranny serahkan kepada Denny.


Anaknya sekarang berusia sembilan tahun.


   "Saya lebih memilik gagal menjadi suami dari pada saya harus gagal menjadi orang tua, sebab apa? Saya hidup dikeluarga broken home, jadi saya tahu bagaimana hidup tanpa Ayah" ujar Denny.


    "Jadi anak anda  bersama anda saat ini?" tanya Sabrina.


   "Iya dia bersama saya, saya yang merawatnya, saya setiap pagi sampai sore bekerja dan ketika pukul lima disaat anak saya pulang sekolah saya selalu menjemputnya dan me time bersamanya," Denny menjelakan tentang kesehariannya.


   "Apa tidak ada rencana mencari pendamping?" tanya Sabrina.


    "Engak saya masih trauma akan kegagalan pernikahan saya," ucap Denny.


    "Kok bisa sih? Ada-ada aja deh filosofinya, aku ngak percaya itu dengan namanya riset seperti itu," balas Sabrina.


   "Itu terserah kamu percaya atau tidak," Denny sedikit tersenyum.


    "Saya sendiri tidaknpernah percaya sama sebuah hubungan baik itu pacaran atau pernikahan, Bagi saya buat apa sih menjalin hubungan kalau ujung-ujungnya hanya menyakiti dan menyalahkan satu sama lain, lebih baik bebas enak nggak ada beban," Sabrina menganggap hubungan seperti itu adalah toxic sehingga itu adalah alasan mengapa hingga saat ini dia masih betah melajang.


    "Oh itu jadi alasanya mengapa kamu sampai sekarang masih sendiri?" tanya Denny.


    "Perpisahan itu sangatlah menyakitkan menurut saya pribadi, karena ketika kita mulai mencurahkan perasaan kepada orang tersebut tapi tidak dihargai dan ujung-ujungnya berpisah tanpa tahu  letak kesalahan itu di mana? Alangkah baiknya memperbaiki hubungan dari pada harus memulai hubungan baru dengan orang lain, dan perlu adabtasi lagi, pasti di situ akan ada rasa di mana membandingkan antara hubungan terdahulu dengan sekarang dan pastinya itu akan menyakitkan buat yang baru,iya kan?" Sabrina menjelaskan panjang lebar dan Denny dapat memahai sedikit.


    "Jadi intinya lebih baik memperbaiki suatu hubungan dari pada harus memulai hubungan dengan irang yang baru?"  Denny sedikit menarik kesimpulan dari kata-kata Sabrina.


    "Iya seperti itu," sahut Sabrina

__ADS_1


    "Jadi itu alasan mengapa kamu sampai saat ini masih sendiri?" tanya Denny.


    "Iya, karena aku nggak mau kecewa pada akhirnya," Sabri menutup pembicaraan tersebut dan dia lalu pergi namun sebelum ia melangkah Denny memberi satu pertanyaan.


  "Eit ... Satu pertanyaan seandainya kamu harus menjalani hubungan tanpa ikatan apa yang kamu lakukan?" tanya Denny.


    "Jika aku harus menjalanu hubungan tanpa ikatan? Mungkin akan aku jalani tanpa rasa, karena apa hubungan tanpa ikatan tidak harus diseriusi!"


   "Akan menjadi mengecewakan jika menggunakan perasaan yang dalam," lanjut Sabrina.


   Denny sangat puas dengan jawaban Sabrina, dan dia sangat suka. Inilah titik awal kedekatan mereka, sampai acara yang dinanti itu pun datang dan terselenggara dengan baik, hubungan mereka semakin dekat. Hubungan yang diawali dari sebuah profesional yang berakhir personal. Hubungan mereka semakin dekat dengan sering adanya kerjasama di anatara mereka, tanpa mereka sadari mereka terjebak dalam cinta yang semu.


    "Kalian keasyikan kerja sampai lupa mencari pasangan," ucap Evanders.


   "Kita hidup itu harus kerja pasangan nomer sekian,buat apa kalau punya pasangan tapi kita nggak  bahagia," celetuk Sabrina.


    "Iya buat apa punya pasangan cuma bikin sakit hati saja," timpal Denny.


   "Jawaban kalian sehati jangan-jangan ada rasa yang terpendam diantara kalian, rasa saling mencintaibtanpa kalian sadari," balas Evanders.


    "Kita tidak pernah menseriusi suatu hubungan kalau ada ya jalani aja, antara jodoh itu terserah Tuhan yang mengatur" balas Denny.


   "Orang nggak percaya jodoh ngomongin jodoh capek deh!" balas Evanders.


    "Kayak kamu nggak aja Van kamu sendiri sudah sukses kenapa tidak menikah?" tanya Denny.


    "Sama seperti kalian berdua mencari hubungan tanpa status, kalau ada apa-apakan tidak perlu tanggung jawab," timpal Evanders.


    Evanders sendiri juga tidak pernah percaya akan namanya hubungan, dalam hidupnya dia hanya pernah jatuh cinta pada dua wanita, yang pertama cinta pertamanya seorang diva bernama Rosse dan yang kedua juga sama namanya Roseline. Dengan Rosse dia sempat menjalin cinta sebelum dia dihianati, Rosse berselingkuh dengan teman satu sekolahnya sedangkan perbedaan usia mereka terpaut beberapa tahun. Roseline juga sama meninggalkan Evanders dengan pria yanglebih kaya, sampai akhirnya Roseline dicampakkan suaminya tersebut yang ternyata dia seorang pria yang tipekel tidak bisa hidup dengan satu wanita, dia seorang play boy. Berulang kali Evanders mengejar cinta Rosmaline dengan status jandanya, namun Risaline tidak mau menerima Evanders karena dia trauma kepada suaminya yang dulu.


Bersambung ...

__ADS_1


💙💙💙💙💙


__ADS_2