
Leora benar-benar tak menyangka Sanjay sekejam itu padanya, padahal waktu itu dia merayu George untuk melepaskannya dan tidak menggangu Sanjay.
"Kenapa kamu menyekap dan mengusik Sanjay bukankah hidupmu sudah lebih baik?" ucap Leora.
"Aku mau apa yang diberikan Papaku padanya kembali ke genggamanku!" ujar George.
"Kamu sungguh serakah," balas Leora sambil membelai George.
Tanpa ia sadari Sanjay telah mengamatinya dan membuatnya kaget ketika suara Sanjay tiba-tiba terdengar dan memaki Leora.
"Leora, ternyata kamu adalah wanita murahan!" seru Sanjay.
Leora yang kaget dengan kedatangan Sanjay langsung turun dari pangkuan George. Kata-kata itu terus terngiang di telinganya dan membuatnya benar-benar sakit hati. Apa yang dia sangka selama ini ternyata salah, dia berpikir bahwa Sanjay mempunyai rasa padanya ternyata tidak.
"Mana mungkin Iblis mempunyai rasa cinta dan kasih sayang, yang ada Iblis itu hanya punya rasa dendam dan benci," ucap Leora.
Leora benar-benar tak percaya hidupnya harus berakhir di sini, tempat yang lebih buruk dari penjara yang mengerikan.
"Ini adalah neraka bagi kaum hawa, tempat terburuk di dunia ini, tempat paling mengerikan lebih dari neraka jahanam. Siksaan sama dengan yang ada di neraka tidak mengenal ampun, bagaimana caraku harus lepas dari tempat ini? Bagaimana caraku bisa bebas, karena sangat sulit jika seandainya aku kabur dari sini," Leora menangis menyesali kehidupannya saat ini.
****
Sanjay sebenarnya sangat kecewa dengan Leora,dia sudah tidak ingin melihat Leora lagi.
"Tuan apakah tidak terlalu gegabah Anda memasukannya ke sana? Sedangkan Leora belum memberikan penjelasan, jangan sampai anda menyesal di kemudian hari!" ungkap Mr. Khai.
"Tidak, saya tidak akan pernah menyesal sedikit pun!" balas Sanjay.
"Leora mencintai Anda," ujar Mr.Khai.
"Saya tidak perduli, di pernah menyentuh Pria selain saya! Apa bedanya dia dengan Perempuan yang ada di Hall? Bagiku sama saja!" Sanjay begitu marah dan sedikit berair matanya, hatinya berkecamuk dengan rasa benci,kesal dan marah.
"Saya lebih baik melihat dia seperti itu dari pada harus kehilangannya seperti Shasha itu sangat menyakitkan," batin Sanjay.
****
Leora mencari cara untuk kabur dari tempat tersebut, akhirnya dia menemukan cara bahwa dia bisa kabur lewat jendela kecil yang ada di dinding. Dengan susah payah ia memanjat, dengan bantuan seutas tali tambang dan paku yang ia bengkokkan. Leora berhasil kabur tanpa seorang pun tahu, dan ia menuju tempat Sanjay. Namun bersamaan dengan kaburnya Leora, Sanjay datang ketempat tersebut untuk menemuinya.
__ADS_1
"Di mana dia?" tanya Sanjay.
"Di tempat paling ujung Tuan," balas Anak Buah Sanjay.
Sanjay menuju tempat tersebut dan betapa terkejutnya Sanjay melihat tempat itu kosong. Tempat itu sangat kotor bahkan seekor tikus pun tidak ingin tinggal di sana.
"Di mana dia? Kenapa tempat ini kosong?" tanya Sanjay.
"Tadi kami menempatkannya di sini Tuan atas perintah Anda," balas Anak Buahnya.
"Apa kalian tidak menjaganya sampai dia bisa kabur?" tanya Sanjay.
"Sudah Tuan, kemungkinan dia kabur lewat lubang yang ada di atas sana,"ungkap salah satu Anak Buah Sanjay.
"Cepat cari dia, saya tidak mau ada anak buah George menangkapnya dan menghabisinya" Sanjay meninta Anak Buahnya untuk mencari Leora.
Semua anak buah Sanjay ia kerahkan untuk mencari Leora, namun tidak menemukan hasil. Leora yang sudah sampai ke tempat rahasia Sanjay menunggunya di kamar.
"Sanjay kemana sih? Biasanya jam segini sudah ada di sini," ucapnya.
Mr. Khai yang mengetahui Leora ada di tempat tersebut hanya diam tidak ingin memberi tahu Sanjay, dia berpikir agar Sanjay dan Leora dapat menyelesaikan masalah mereka. Mr. Khai tidak mengetahui tentang kaburnya Leora dari tempat tersebut, untuk itu dia juga tidak berbuat apa-apa. Sanjay kembali ketempat itu dengan wajah kesal.
"Leora kabur!" jawab Sanjay.
"Kabur? Bukannya dia ada di kamar biasanya? Saya kira ..." Mr. Khai belum sempat melanjutkan kata-katanya Sanjay langsung berlari ke kamar itu.
Sanjay membuka pintu dan benar saja ia mendapati Leora berada di sana. Sanjay memeluk Leora dari belakang, Leora terkejut dengan sentuhan tiba-tiba itu.
"Sanjay!" ucap Leora.
"Jangan tinggalkan saya lagi!" bisik Sanjay.
Leora hanya mengangguk.
"Ya, aku tidak akan meninggalkan kamu."
"Aku tahu bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang saya cintai, bagaikan separuh jiwaku hilang, seakan hidup tidak ada artinya lagi. Baru aku tahu jika kamu adalah bagian dari serpihan jiwa itu, kamu bukan sekedar detak bukan sekedar napas tapi adalah bagian dari hidupku yang terangkai indah dalam sendi-sendi ku, kehilanganmu bagaikan kehilangan isi dunia ini, Aku rela kehilangan semua asal tidak dengan kamu," ucap Sanjay.
__ADS_1
"Apakah benar apa tang kamu katakan Sanjay?" tanya Leora.
"Ya!" balas Sanjay.
Sanjay pun memanggil Mr. Khai untuk memberi tahunya agar menjaga Leora.
"Jangan pernah ada yang tahu Leora di sini," ucap Sanjay.
"Baik Tuan!" balas Mr. Khai.
Semenjak saat itu Leora berada di sana dan memperketat penjagaan. Leora kini telah menemukan kebahagiaannya dengan Sanjay. Sanjay melakukan kesepakatan dengan George setelah memberi sebagian wilayahnya George dilarang menggangu kehidupan Sanjay lagi, jika kesepakatan itu dilanggar oleh George maka Sanjay akan mengerahkan semua Mafia yang ada di daerah itu untuk menghabisi nyawa George.
"Kehilangan tiga puluh persen tidak membuatmu miskin Sanjay," ucap George dengan senyuman liciknya.
"Semua sudah impaskan? Saya harap kamu jangan pernah mengganggu hidup saya, Anak Buah saya berserta orang-orang yang ada di dekat saya! Jika kamu masih mengganggu jangan salahkan saya jika akan berbuat lebih kejam, sudah cukup kamu merenggut Shasha dari hidup saya, saya tidak pernah mengambil apa pun dari kamu, tapi saya hanya diberi amanah dari Papa kamu. sebagai bentuk dan rasa terima kasih saya, saya menjalankan apa yang beliau minta! Saya tidak ada niatan untuk merebut apa pun dari kamu. Apa semua sudah jelas?" ungkap Sanjay.
"Ya, sangat jelas!" balas George.
Mereka pun berdamai dengan sebuah kesepakatan hitam diatas putih. Sanjay akhirnya menikahi Leora di catatan sipil, karena ia ingin memulai hidup baru dengan Leora. Sanjay memberikan kepada George tiga puluh lima persen wilayahnya yang mencakup tempat Prostitusi itu kepada George.
"Berarti kamu sudah berdamai dengan saudara angkat kamu?" tanya Leora.
"Ya,aku sudah memberi apa yang dia mau dan dia tidak akan pernah mengganggu kita," ucap Sanjay.
"Berarti hidup kita akan damai?" tanya Leora.
"Tidak tahu pasti yang jelas kita tidak boleh lengah dengan apa yang akan terjadi suatu saat nanti, orang seperti George sangat licik untuk itu jangan pernah lengah sedikit pun," ucap Sanjay.
"Semoga saja dia akan sadar suatu saat nanti, karena dia tidak akan selamanya seperti ini kan?" balas Leora.
****
Di sisi lain Anak dari Jayadi yaitu Denny mencari tahu tentang kematian orang tuanya. Dia tidak sebodoh itu dia tidak percaya jika Papanya bunuh diri atau kecelakaan karena rem mobil itu sangat berfungsi dengan baik. Dia mencari tahu tentang siapa saja musuh dari Papanya.
"Papa pernah ada dalam titik terendah hidupnya tapi tidak seperti ini,dan ini sangatlah janggal harus diselidiki lebih detail lagi, dan apa motivasi si pembunuh ini hingga harus menghabisi nyawa papa?" Pandanganya tertuju pada bingkai
Foto Jayadi didinding rumahnya.
__ADS_1
Dia mencari tahu di barang-barang peninggalan Papanya. Walau perceraian kedua orang tuanya sudah tiga puluh satu tahun lamanya. Tetap saja dia mempunyai kewajiban untuk menguak ini semua.
Bersambung ....