
Sanjay mendapatkan laporan tentang seseorang yang bertanya tentang keberadaan Khairul alias Mr.Khai.
"Tuan beberapa hari yang lalu ada seseorang yang mencari tahu atas nama Khairul," ucapnya.
"Siapa dia?" Tanya Sanjay.
"Saya tidak tahu!" Tegasnya.
"Bagus jangan sampai ada yang tahu tentang nama itu kalau bisa bikin skenario tentang kecelakaan atau apa gitu," pinta Sanjay.
Pemalsuan identitas tentang Khairul akhirnya dirancang sudah, Sanjay menukarnya dengan seorang Tuna Wisma.
"Saya harap kamu harus berhati-hati ternyata ada orang yang mengincar kamu,entah itu siapa kami belum tahu, yang saya minta jangan pernah membocorkan jati dirimu," ucap Sanjay.
"Baik Tuan," balas Mr. Khai.
"Saya rasa itu adalah anak kamu," ucap Sanjay.
Sanjay yang tidak mengetahui bahwa Sabrina adalah anak deri Mr. Khai alias Khairul. Mr. Khai merasa bahwa dirinya sudah aman dan tidak perlu panik, karena wajahnya sudah di oprasi dan menjadi sedikit muda. Sabrina sendiri sudah putus asa dan tidak ingin mencari tahu di mana papanya berada karena menurutnya sudah tidak mungkin karena papanya telah membencinya.
"Papa sudah tidak menginginkan aku lagi jadi untuk apa aku mencarinya?" Menutup Album photo miliknya.
Denny yang pusing memikirkan apa kata peramal itu mencoba mencari tahu. Membawa rambut milik Jayadi ke Laboratorium untuk mengecek apa benar dia bukan Papanya, rambut itu ia dapat dari sisir milik Jayadi. Tiga hari kemudian hasil Lab tersebut selesai dan benar adanya bahwa dia bukan anak Jayadi.
"Gila ya hidupku berasa diplot twist," ucapnya.
"Plot twist gimana maksudnya?" Tanya Evanders.
"Papaku yang aku kira Papa kandung aku ternyata bukan," ujarnya.
"Lah terus kamu anak siapa?" Tanya Evanders.
"Makanya aku bingung mau tanya ke siap Mama aku sudah meninggal, pusing kan jadi aku?" Ucap Denny.
"Menurut aku sih mending jadi misteri dari pada nanti hasilnya bikin sakit hati!" Balas Evanders ketus.
"Yang aku pikirkan siapa anak kandung Papa dan kenapa dia membunuh Papanya sendiri? Ini aku cari tahu lama banget sampek hampir setahun." Denny memberi tahu tentang siapa pembunuh Papanya.
"Pantesan jalan buntu orang anaknya sendiri yang menghabisi papanya," balas Evanders.
"Pertanyaannya anak itu berada dimana?" ucap Denny.
__ADS_1
"Lah itu perlu diusut sekalian siapa ibunya, jangan-jangan Gederuwo betina atau Kuntilanak," ucap Evanders.
****
Sanjay bermimpi tentang Ibunya.
Dia bermimpi digandeng Ibunya menyusuri jalan, semua berwarna
Jingga. Melewati perkebunan dan banyak pohon , dia digandeng dan di sana ibunya bilang.
"Hidup ini singkat jangan pernah berbuat kesalahan seperti apa yang di perbuat dia, kamu boleh lahir dari hasil yang tak diinginkan tapi satu jangan pernah merusak perempuan, kamu harus ingat kamu lahir dari seorang perempuan dan hargailah perempuan lain seperti kamu menghargai dan mencintai Ibu, walau kamu belum pernah melihatku sama sekali!"
Sanjay menoleh pada sumber suara itu namun perempuan itu tidak menunjukkan wajahnya secara utuh hanya menyamping. Sanjay tersadar bahwa selama ini dia salah lalu ia membebaskan semua Perempuan yang ada di hole dan membawanya ke rehabilitasi, namun itu di tentang oleh George sebagai pemilik sebagian tempat itu.
"Saya juga berhak mendapatkan itu, kalau kamu mau biar mereka memili, tetap di sini atau bebas," ucap George.
Dan ternyata semua Perempuan di sana menginginkan kehidupan bebas. George marah besar menuduh Sanjay menghasut mereka.
"Kamu sudah berubah, pikiran apa yang mengganggumu setelah belasan tahun kamu bisnis prostitusi?" Tanya George.
"Aku bermimpi Ibuku meminta aku membebaskan mereka," Sanjay menjelaskan mengapa ia bisa berubah.
"Yang benar saja mimpi kamu jadikan alasan!" George tertawa menertawai Sanjay yang terlalu percaya mimpi di jaman modern seperti ini.
"Mana mungkin aku mengarang cerita? Apa untungnya buatku," balas Sanjay.
"Siapa tahu kamu tidak terima karena sebagian dari penghasilan dari sini menjadi milikku," ujar George.
"Aku tidak pernah berpikir seperti itu, hanya saja aku mencoba ingin menghargai Perempuan," ungkap Sanjay.
George tidak terima dengan keputusan Sanjay.
"Kalau kamu mau bikin tempat usaha silahkan tapi jagan seperti ini," ucap Sanjay.
"Oke aku akan membuat tempat prostitusi yang lebih sukses dari pada kamu," ucap George.
George membuka tempat Prostitusi dengan konsep yang sama namun dia menambahkan Gig0lo. Dalam hitungan bulan tempat itu sangat ramai dan dia mampu meraup pundi-pundi uang haram yang melebihi tempat Sanjay dulu.
"Lihat lah Sanjay aku kini semakin sukses dengan bisnisku," ucap George ketika menemui Sanjay di kantornya.
Dia memesan pil yang pernah di berikan kepada Askara oleh Sabrina. George sangat licik dengan mengandalkan sebuah Bar dengan cara mencampur semua minuman itu dengan obat itu, dan membuat orang kecanduan datang ke sana.
__ADS_1
"Ternyata kamu lebih licik dari aku," ucap Sanjay.
"Sudahlah yang penting obat kamu laris manis." George tersenyum licik.
Sanjay sengaja menutup mata atas perbuatan George.
"Semoga saja kamu tidak terciduk oleh Polisi," ucap Sanjay.
"Tenang saja mereka sudah aku bayar dengan mahal," ujar George.
"Jika terjadi apa-apa jangan pernah membawa namaku!" Pinta Sanjay.
"Tentu saja tidak! Tapi aku perlu bantuan mu jika terjadi suatu terhadapku atau usahaku," George meminta bantuan Sanjay ketika suatu saat nanti dia mengalami kesulitan.
George meracik obat dari Sanjay dengan minuman miliknya. Hubungan mereka memang tidak baik tapi dalam usaha bisnis haramnya mereka selalu bekerjasama dan berkolaborasi.Dua orang yang sama liciknya. Obat-obatan milik Sanjay sangat banyak peminatnya, walau di jual pergram dengan harga selangit masih saja ada orang yang mencarinya.
"Reaksi apa sih jika minim ini?" Tanya seseorang.
"Rasanya di badan itu seperti fit dan menambah vitalitas, jadi kita yang loyo makin strong aja," ungkap Mereka.
Dan obat itu membuat candu. Di tempat usaha George selalu memantau mereka dari jauh.
"Tuan George saya ingin menyewa Pria anda bagaimana caranya, besok teman saya ulang tahun dan saya ingin menyewa anak buah anda sebagai pengisinya berapa perorang?" Tanya. Seorang Tamu.
"Sekitar ... Apa anda sanggup?" Bisik George.
"Tentu saja! Apa tidak ada jenis paketan?" Tanya Tamunya lagi.
"Oh itu kami masih belum merencanakan itu," ungkapnya.
Walaupun harga Gig0lo di sana sangat malah tapi mereka sangat berkualitas badan mereka juga bagus dan juga servis ke pelanggan juga memuaskan, menurut sebagian orang yang pernah menyewanya.
Mereka yang di sana termasuk tipe orang yang sangat rasis dan tidak ingin mendapatkan pria berkulit hitam, bagi mereka pria berkulit hitam terlihat jorok beda dengan pria berkulit putih. Tetapi tidak menutup kemungkinan banyak yang mencari menurut mereka orang berkulit hitam ukurannya sangat besar dan memuaskan.
"Bisa nggak mereka yang berkulit hitam itu di suntik putih?" Tanya seorang Sosialita.
"Maaf mereka tidak ingin mengubah kulit mereka bagi mereka itu adalah identitas mereka," pihak George menolak keinginan pelanggan mereka menganggap mereka terlalu nyeleneh dan aneh.
"Aku sangat suka dengan Michael Dauro tapi dia terlalu hitam, pelayanan dia juga bagus sebenarnya tapi kulitnya enggak banget." Orang tersebut bergidik ngeri karena warna kulit Michael Dauro.
Bersambung ...
__ADS_1
❤️❤️