Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Mendekati Askara 21+


__ADS_3

   Sabrina mencoba mendekati Askara anak semata wayang Denny dari pernikahannya dengan Ranny. Niat dari Sabrina sudah jelas ingin menghancurkan Denny lewat Askara.


   “Menunggu sesuatu yang sangat membosankan, tapi perlu dengan kesabaran agar tumbuh dengan subur.” Senyuman licik itu terlihat saat Askara lewat di depannya.


   Sabina memang menginginkan semua berjalan dengan sempurna, dia mendekati Askara dengan seribu satu cara. Mulai dari memberikan perhatian yang lebih selayaknya seorang ibu.Ranny mencium gelagat kurang menyenangkan dari seorang Sabrina dan dia memberi peringatan keras terhadap Sabrina.


  “Kamu jangan pernah macam-macam mau seperti apa pun kamu ke anak saya, saya tetep Ibunya, dan bukan kamu jadi saya minta kamu jaga batasan mu!” bisik Ranny.


   “Tenang saja saya hanya membantumu menjaganya dan merawatnya, tidak seperti kamu yang selalu ribet dengan pacar kamu yang nggak jelas itu,” sindir Sabrina dengan pedas.


   “Itu semua bukan urusan kamu, kamu urus saja dirimu sendiri dan minta Denny segera menikahi kamu!” Senyum sinis Ranny merekah indah dari bibirnya yang berwarna merah.


   “Saya rasa itu  hak kita mau nikah atau tidak! Asal kamu tahu itu,” balas Sabrina.


   “Dasar tidak tahu malu!”  Ranny memalingkan wajahnya.


   “Saya atau kamu yang tidak tahu malu?  Oh maaf tidak tahu diri,” balas Sabrina.


   “Kamu sekian lama pacaran dengan Denny apa yang kamu dapat? Hanya janji busuk? Menyedihkan,” ucap Ranny.


   “Saya rasa kamu yang menyedihkan, masih berharap untuk kembali dengan Denny.” Sabrina melirik wajah Ranny yang sudah mulai tegang karena terbakar amarah.


   “Saya tidak pernah berharap atau mengharapkan Denny kembali kepada saya, begitu juga sebaliknya,” balas Ranny.


   “Haaa … ternyata kamu membawa dampak buruk kepada Denny hingga ia trauma akan adanya pernikahan,” ucap Sabrina.


   “Berarti sudah jelas dong siapa yang berkualitas diantara kita?” Ranny tersenyum melihat kebodohan Sabrina yang berani berbicara jujur.


   “Saya memang mantan Istri Denny tapi kamu tahu siapa yang paling Denny cintai sebelum saya? Dan sangat melekat di hati Denny? Kamu dengan dia tidak ada apa-apanya,” lanjut Ranny.


   Denny sebelum menikah dengan Ranny ternyata hampir menikah dengan seorang wanita yang sangat pintar dan cerdas, namun sayang wanita tersebut lebih memili kariernya di dunia entertainment ketimbang melanjutkan hubungannya dengan Denny.


    Sabrina selalu menghina Ranny yang selalu kawin cerai bahkan dia pernah menjuluki Ranny sebagai Wanita Anj*ng.


    “Saya tidak peduli seperti apa hubunganmu dengan Denny, yang saya pedulikan adalah perkembangan mental anak saya, yang mempunyai seorang Papa  menjalin hubungan tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah, kamu nggak malu namamu begitu bernuansa islami tapi kelakuanmu setan!” ucap Ranny dengan tegas.

__ADS_1


    “Kamu sendiri seperti anj*ng yang suka kawin sana dan kawin sini,” ucap Sabrina.


    “Masih mending saya dari pada kamu!” Ranny menampar wajah Sabrina.


  Ranny begitu muak dengan kata-kata Sabrina yang terus menghinanya.


  “Kamu wanita gila!” Teriak Askara.


   “Jangan pernah menghina Mama saya,” lanjutnya.


   “Maaf Askara saya tidak bermaksud seperti itu,” ucap Sabrina.


   “Jangan sok mencari muka di depan saya!”  Askara begitu marah karena mamanya di hina Sabrina.


   Sabrina semakin kesal karena ulah bocah ABG itu. Sabrina mencoba menahan diri demi mendapatkan sesuatu.Bulan pun berlalu Sabrina menggunakan seribu satu cara untuk mendekati   Askara.


   “Hei kamu nonton apa?” Sabrina berteriak melihat Askara sedang menonton film  biru.


   “Kamu gila! Kamu masih di bawah umur,” ucap Sabrina.


   “Apa kamu tidak ingin melakukannya?” tanya Sabrina.


   “Tidak!” Dengan  tegas Askara menolak.


   “Aku  bisa loh ngajarin kamu.” Bisik Sabrina.


   “Kamu sudah gila? Kamu kan  kekasih Papaku!” Askara benar-benar marah dan benci dengan Sabrina.


   Sabrina tidak habis akal untuk bisa merasakan anak usia  lima belas tahun itu. Sabrina memberikan obat pada minuman Askara.


   “Heemm … kamu pikir kamu siapa anak kecil? Dan kamu Denny ini adalah balasan buat kamu.” Sabrina memberikan air itu pada Askara.


   “Ini minuman buat kamu biar enggak emosian,” ucap Sabrina.


   Asakara menerima  minuman buatan Sabrina tanpa rasa curiga sedikit pun.

__ADS_1


Selang beberapa menit kemudian Askara merasakan sesuatu pada dirinya kepalanya mendadak pusing, Sabrina yang tidak mau membuang kesempatan langsung mengeksekusi bocah lima belas tahun itu. Sabrina memapah Askara ke kamarnya dan melucuti pakaian Askara, Askara yang merasa tubuhnya tak berdaya dan kepalanya pusing dan berkeringat  diam saja tanpa perlawanan. Ketika tubuh Sabrina berada diatasnya dan menari dengan gemulai. Semenjak saat itu mereka sering melakukannya jika Denny sedang tak ada di rumah, dengan obat khusus ciptaan Sanjay.


  “Ini obat multifungsi, dan dia tidak hanya penambah gairah juga bisa tahan lama dan terpenting memperbesar  ukuran.” bisik Sanjay pada Sabrina.


  “Wah kamu hebat juga ternyata, sekali mencoba bocah itu ketagihan berhubungan badan denganku,” ucap Sabrina.


   “Dia akan ketagihan dan mencari kamu terus-terusan setiap harinya aku menambahkan dosis, semakin dia sakau semakin  bagus, Denny akan kelimpungan,” ucap Sanjay.


   Setiap Sabrina melakukan itu setiap  kali itulah dia membuat video syur dan sampailah ke tangan Ranny.


Ranny sangat terkejut melihat anaknya digagahi Sabrina.


  “Berengs*k dasar wanita sialan dia merusak anakku,” ucap Ranny kesal.


  “Mampus kan kamu Ranny,” ucap Sabrina.


   Ranny sungguh marah besar dan menghajar Sabrina habis-habisan.


“Kalau kamu punya masalah sama orang tuanya jangan kamu rusak anaknya, kalau kamu dendam sama orang tuanya jangan kamu buat anaknya menjadi korbannya.”


  Setiap satu kalimat satu tamparan, bogeman dan jambakkan. Ranny menjambak rambut Sabrina dan membenturkan kepalanya ke tembok berulang-ulang kali sampai keluar darah segar, Sabrina hanya tertawa.


   “Lihat itu CCTV, kamu akan di penjara karena menyerang aku! Terus hajar aku sampai kamu puas dan akan membusuk di penjara dan biar aku puas menghancurkan kamu dan Denny.” bisiknya pada Ranny.


   Ranny tidak peduli dengan ocehan Sabrina dia terus menghajar Sabrina dan tiba-tiba sirine polisi datang. Ranny tertangkap tangan menghajar Sabrina, dan Polisi membawanya, dengan bukti yang ada. Ranny memberi keterangan pada Polisi tentang  apa yang terjadi jika Sabrina telah mencabuli anaknya Askara anak dibawah umur.


   “Dia mencabuli putra saya dan disaat dia melakukanya dia mengirimkan video itu kepada saya.” Ranny memberikan handphone miliknya pada Polisi namun sayang Video WA  itu telah dihapus oleh Sabrina.


   “Mana Videonya? Tidak ada,” ucap Polisi.


   Ranny hanya terdiam dan tak bisa menjawab itu semua karena  video tersebut telah hilang.


   “Dasar wanita licik pintar sekali dia,” ucap Ranny kesal.


   Namun Ranny tersenyum dengan wajah kemenangan walau dia terlihat sangat terancam, ternyata Ranny sudah menyiapkan sesuatu, suatu kejutan buat Sabrina, semua rencana Sabrina telah terbaca olehnya.

__ADS_1


Bersambung...💙💙💙


__ADS_2