
Saudara kembar Nadine bernama Nadira sudah mengetahui dimana keberadaan Sabrina dia sempat mencari info tentang Sabrina. Dan tidak terima karena Sabrina bisa hidup bebas tanpa beban di masa lalunya.
"Haaaa ... Dunia ini memang tidak adil, seorang penjahat bisa bebas berkeliaran begitu saja, apalagi dengan jaminan sangat miris tinggal di negara ini." ucapnya kesal.
Di depan nisan Nadira berjanji kepada Nadine, akan membalas dendam.
"Aku janji akan membalas dendam kamu dan aku hukum dia dengan hukuman yang setimpal!"
Nadira menemui Angela di kantor Polisi.
"Hai Angela kenalkan saya Nadira saudara kembar Nadine!"
"Saya Angel sahabat Nadine," balas Angela.
"Kamu sangat mirip dengan Nadine," imbuh Angela.
"Ya iyalah kitakan identik," balas Nadira.
"Sesuai pembicaraan kita waktu itu dan saya sudah mempelajarinya juga bertanya dengan senior saya, ternyata kasus itu sudah di tutup karena sudah masuk ke persidangan," ungkap Angela.
"Terus bagaimana?" Tanya Nadira.
"Kamu kan pengacara masa nggak tahu sih?" ucap Angela.
"Aku belum pernah menangani kasus seperti ini." ungkap Nadira.
"Kita sama-sama harus belajar dari senior kayaknya,"
"Iya bener banget!"
"Kayaknya kita harus pasrah," Angela meminta untuk pasrah dengan keadaan.
"Biar karma yang jawab semuanya," balas Nadira.
"Soalnya sangat sulit orang tuanya mengajukan bandingan dan membayar denda, dan kasus yang menghabisi Nenek serta Mamanya, menurut Papanya sudah biar ini menjadi urusan keluarga itu yang aku dengar," Angela memberi informasi ke pada Nadira tentang kasus yang membelit Sabrina.
"Lantas bagaimana dia bisa keluar negeri?" Tanya Nadira.
"Aku sih nggak tahu pasti tentang itu, kabarnya dia di sana itu kerja dan meniti karier dan sukses," Angela menceritakan kabar yang ia dengar dari orang-orang yang mengetahui keberadaan Sabrina di luar negeri.
"Kok bisa pembunuh, psikopat bisa bebas berkarier di luar negeri? Apa mereka tidak takut?" Tanya Nadira.
"Mungkin di sana dia berubah tidak berbuat ulah lagi? Setelah ditinggal Papanya pergi,"
"Apa pergi?"
"Ya ... Papanya pergi setelah menebusnya dari penjara dan meninggalkannya begitu saja, mungkin Papanya malu punya anak seperti dia!" Angela berpendapat seperti itu karena menurutnya Khairul sangat malu.
"Sekarang Papanya berada di mana?" Tanya Nadira.
__ADS_1
"Nggak tahu juga, mungkin di sandera sama Mafia," ungkap Angela.
Nadira setelah menemui Angela tidak dapat titik terang, hanya mendapatkan informasi tentang di mana dia berada. Nadira mencari Sabrina di luar negeri, cukup mudah menurutnya. Ketika di sedang memantau dan berkeliling kota untuk mencari keberadaan Sabrina, tanpa sengaja dia bertemu dengan Ranny. Ranny yang sedang berbelanja di mall dia kecopetan.
"Tolong! copet ...." Teriak Ranny.
Nadira dengan sigap menghadang kakinya hingga pencopet itu jatuh tersungkur. Nadira menghajarnya dengan santai, Nadira yang saat itu memakai topi dan jaket hitam dan sepatu booth juga syal dari rajutan, lalu ia melepasnya dan mengikat syal itu ke leher pencopet itu.
"Kembalikan!" Teriak Nadira.
Pencopet itu langsung menyerahkan dompet Ranny.
"Waaah... Terima kasih! Kamu hebat banget sret... Sret," ucap Ranny kegirangan.
"Ah biasa itu," balas Nadine.
" Bagaimana dengan kamu baik-baik sajakan? Nama saya Ranny kamu siapa?" Tanya Ranny.
"Nama saya Nadira," balas Nadira.
"Kamu cantik ya kayak Miss gitu tapi sangar banget!" Ranny mengagumi Nadira.
"Saya bukan Miss atau apa itu saya ini orangnya tomboi juara beladiri se-provinsi," ungkap Nadira.
Mereka berjalan menyusuri kota itu.
"Ya, baru dua hari sampai."
"Kamu tinggal di mana?" Tanya Ranny.
"Di hotel," Nadira menjelaskan selama ini dia tinggal di hotel.
"Jadi nggak punya sanak saudara di sini?" Tanya Ranny lebih detail.
"Nggak saya ke sini ada urusan, mau mencari seseorang," Mimik wajah Nadira langsung berubah yang tadinya bahagia menjadi sedih.
"Saudara atau pacar?" Tanya Ranny.
"Seseorang yang telah menghancurkan keutuhan keluarga saya." Air mata Nadira menetes.
"Kenapa kamu menangis?" Tanya Ranny.
"Iya, dia pembunuh, dia menghabisi saudara kembar saya. Dan sekarang dia hidup bebas dan berkeliaran di sini," ucap Nadira.
"Siapa dia?" Tanya Ranny ingin tahu.
"Dia model di sini dan dia sangat terkenal" Nadira menjelaskan siapa orang tersebut.
"Ada fotonya?" Tanya Ranny.
__ADS_1
Nadira lalu memberikan foto Sabrina. Betapa terkejutnya Ranny setelah mengetahui ia adalah orang yang di cari Nadira.
"Wah saya kenal banget sama orang ini, tahu nggak orang ini audah merusak masa depan anak saya," Ranny begitu kesal jika ia mengingat kejadian itu.
"Memangnya dia kenapa?" Tanya Nadira.
"Dia menodai anak saya yang masih berusia lima belas tahun, anak saya cowok, alasannya apa kamu tahu? Dia ingin balas dendam sama mantan suami saya yang menodai dia. gila nggak itu menurut kamu? Anak saya nggak tahu apa-apa loh dia mencekoki anak saya dengan narkoba dan menjebak saya ketika saya menghajarnya dan saya di penjara gara-gara kejadian itu," Ranny menceritakan kisahnya dengan sangat kesal.
"Emang dasar psikopat ya orang itu, kamu tahu nggak di negara sendiri dia sampai membunuh keluarganya sendiri yaitu Nenek dan Mamanya," ungkap Nadira.
"Apa? Gila ya! Nggak habis pikir saya," Ranny terkejut dengan informasi yang Nadira berikan.
"Apa kamu tidak ingin membalas dendam atas kejadian yang menimpa kamu?" Tanya Ranny.
"Saya tidak tahu caranya," ucap Nadira.
"Saya mempunyai caranya," ucap Ranny.
"Saya bersyukur di pertemukan dengan orang yang senasib dengan saya," ucap Nadira.
"Bagaimana kalau kamu tinggal di rumah Mama saya? Kebetulan ada kamar kosong kamar bekas saya dulu sebelum menikah," usul Ranny.
"Baiklah sekalian kita menyusun rencana menghabisi Sabrina," balas Nadira.
Mereka akhirnya menjalin kerja sama untuk menghabisi Sabrina dengan cara mereka.
"Hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa," ucap Nadira.
Nadira yang sangat pintar dan cekatan berkolaborasi dengan Ranny yang sangat cerdik. Mereka menggunakan trik, trik yang sangat luar biasa. Sisi lain dari Nadira adalah dia pernah berada di Jepang selama beberapa tahun dan dia belajar ilmu Ninja di tempat asalnya. Nadira meneror Sabrina dengan Syuriken.
Syuriken adalah senjata tradisional Jepang yang berbentuk seperti bintang yg dilemparkan kepada musuh atau sasaran. Dan kadang digunakan untuk menusuk, memotong, dan membunuh klien. Syuriken umumnya dari logam. Syuriken adalah senjata yang paling sering digunakan setelah katana dan naginata. Ilmu bela diri yang menggunakan syuriken disebut syuriken-jutsu, syuriken-jutsu pada dulunya diajarkan di perguruan ninja.
Syuriken dikenal dengan sebutan 'bintang ninja'
Nadira di Jepang tidak hanya menimba ilmu di sekolah dan Universitas tapi dia juga mengikuti ekstrakulikuler beladiri dari jaman masih duduk di bangku sekolah dasar. Dan pada saat dia duduk di bangku SMA dia mendapat tugas pertukaran pelajar dan orang sana sang suka dengan apa yang ada di dalam diri Nadine hingga pada akhirnya mereka memberikan beasiswa dari SMa samapi ke Universitas.
Suatu kebanggan buat Nadira yang super aktif bisa mempelajari kebudayaan Jepang karena Nadira sangat mencintai kebudayaan negara tersebut, apalagi bunga sakura bunga favorit Nadira. Nadira pada waktu itu sangat bahagia mendengar kembarannya lolos seleksi masuk ajang kecantikan, dia berharap bisa bertemu di Jepang dengan Nadine, tapi apa mau dikata takdir berkata lain. Nadira yang emosi karena mendengar itu memutuskan untuk membalas dendam atas apa yang terjadi pada Nadine hingga ia mempelajari ilmu Ninja, semula guru besar di sana menolak keinginan Nadira.
"Ilmu ninja tidak untuk dibuat membunuh orang tanpa alasan walaupun kamu punya dendam pribadi, banyak orang yang menyalah artikan ilmu ninja tersebut dengan mengatas namakan beladiri," ungkap Guru Besar atau yang disebut Sensei.
"Kamu lihat pedang Katana ini terlihat sangat kokoh bukan? Banyak orang menyalah gunakan dan terkesan sangat menyeramkan,"
Katana adalah pedang panjang Jepang walaupun di Jepang sendiri, Ia merujuk kepada pedang satu mata, melengkung yang khusus yang secara tradisi digunakan oleh samurai Jepang.
"Basicnya ilmu Ninja dan pedang katana adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan, semua yang kita dapat dan kita pelajari tergantung cara kita memakainya seperti apa jika itu baik akan kembali pada kita baik, tapi jika melakukan keburukan maka akan kembali ke pada kita dengan keburukan pula!"
Itulah petuah dari Sensei agar tidak menyala gunakan ilmu yang kita dapat sembarangan.
Bersambung ....
__ADS_1