Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Disabotase


__ADS_3

Mr. Khai meminta agar Sanjay melepaskan Sabrina. Tapi Sanjay tidak ingin melepaskan Sabrina begitu saja, entah apa alasannya Sanjay tidak ingin melepaskan Sabrina.


"Apa karena obsesi Anda jadi tidak ingin melepaskan dia?" tanya Mr. Khai.


"Tidak!"


"Kenapa dan apa alasannya Anda mengejarnya?"


"Dia bagiku seperti tantangan yang harus di taklukkan," ungkap Sanjay.


"Ya, saya tertarik pada putri Anda Mr. Khai! Saya harap Anda tidak terlalu mencampuri urusan kita. Bukankah Anda sudah mendapatkan bayaran yang setimpal untuk itu semua? Mengadaikan putri Anda sendiri pada saya demi hutang-hutang Anda," lanjut Sanjay.


Ya,  Khairul telah menjual Sabrina pada Sanjay. Mungkin karena rasa sakitnya kepada Sabrina telah merenggut orang yang sangat ia cintai walau Sabrina adalah putri kandungnya sendiri.


Awalnya hanya mereka yang tahu tentang perjanjian itu, seiring jalannya waktu Eduardo mengetahui semua.


"Kenapa ada orang tua yang sekejam itu? Apa mungkin dengan menyerahkan putrinya pada iblis Sanjay akan menjamin semua?" Pikir Eduardo.


Eduardo tidak ingin mencampuri urusan kedua atasannya itu walau dia mengetahui banyak hal. Dia tidak ingin mendapatkan masalah.


***


"Kenapa Anda tidak jujur pada Sabrina?" Tanya Sanjay.


"Belum saatnya!"


"Putri Anda akan menikah dengan bawahan Anda sendiri yang tahu segalanya tentang Anda, apa anda tidak khawatir dia akan membuka mulutnya?"


"Saya percaya Eduardo dia tidak akan membocorkan tentang siapa saya!"


"Kenapa Anda seyakin itu?"


"Karena saya tahu siapa dia,"


"Anda merestui hubungan mereka?"


"Tentu saja, dengan Eduardo saya melihat Sabrina begitu bahagia," ungkap  Mr. Khai.


"Anda masih punya banyak hutang budi sama saya! Jadi jangan pernah lupa akan satu hal. Kalau dia masih milik saya!" Sanjay mengingat perjanjian itu dengan tegas ia menekankan bahwa Sabrina masih milikinya.

__ADS_1


"Sabrina berhak memilih jalan hidupnya! Bukannya Anda sendiri dulu yang menyerah kepada Tuan Kenichi? Atau Anda lupa dengan kejadian beberapa tahun lalu?"


"Saya kehilangan informasi tentang putri sya entah itu hidup atau mati, sampai satu orang menghubungi saya tentang keberadaan Sabrina. Lalu kenapa di saat dia berubah menjadi lebih baik Anda datang lagi dan ingin mengambilnya lagi?" Tatapan pria tua itu seakan menyiratkan rasa sakit yang teramat dalam.


Dulu ia berharap anak satu-satunya akan diRatu'kan oleh Sanjay tapi apa yang terjadi? Sanjay memperlakukannya dengan keji menempatkannya di tempat yang menjijikkan. Hanya karena seorang bernama Leora anak musuhnya. Ya ... Khairul sadar diri benar siapa dia dan derajatnya sangat jauh dari keluarga Leora.


"Saya harap dia bahagia dengan pilihannya, saya mohon anda jangan mengganggunya!" Mr. Khai memeringatkan agar Sanjay tidak menganggu kebahagiaan sang putri.


Sanjay hanya diam atas ultimatum dari Mr. Khai, karena sedikit ada benarnya ibarat sebuah ludah yang ia keluarkan dengan jijik kini ia ingin menjilat dan menelannya kembali.


Sanjay terlalu sibuk dengan perasaannya sampai ia lupa akan usahanya yang telah  disabotase oleh lawannya. Seorang bernama Mike, kini film produksi Mike picture telah merajai industri film biru.


"Tuan viewers kita merosot drastis semua pindah ke chanel milik dari Mike namanya saya lupa pokoknya ada fighting nya" ungkap seorang Anak buahnya.


"Apa? Yang benar saja?"


"Dan banyak komentar negatif dari film kita kata sebagian mereka yang menonton, channel kita monoton dan hanya menonton kan gambar yang itu-itu saja. Berbeda dengan fighting mereka seperti adegan-adegan berkelahi dan sebuah permainan dikemas menjadi satu siapa yang kalah berhak melepas satu pakai dalam yang lawannya pakai," terang anak buahnya tersebut.


"Saya mau melihatnya." Perintah Sanjay.


Dalam film berdurasi 40 menit itu terlihat jelas awal hingga akhirnya. Berawal perkenalan nama sang pemain serta data pribadi. Mereka dari beberapa negara baik dari kulit putih dan hitam jadi satu.


Masih dengan memelototi adegan demi adegan panas tersebut. Dan memahami satu demi satu skenario dari sutradara dan programmer.


"Ini konsep mereka biarkan menjadi milik mereka, ini settingan dan perlu biaya banyak untuk mengemasnya menjadi seperti ini. Sedangkan kita mendapatkan untung dari pelanggan dan film, jadi untuk apa kita upgrade ke hal beginian saya rasa tidak perlu,"


"Ini seperti pemborosan menurut saya pribadi, konsep film saya dari dulu adalah realita dan bukan settingan seperti ini!" Tegasnya.


"Sebagian pemilik saham audah berpindah ke Mike," ungkap anak buahnya tersebut.


"Lalu? Apa saya harus merogoh kocek demi membayar aktor dan aktrisnya?"


"Kamu tahu berapa? Seorang yang terkenal seperti Renato asal mexico itu sangat mahal sekali setara 350 juta sekali main, dan aktrisnya Rebecca jauh lebih mahal. Dan belum lagi permintaan ini itu," ungkap Sanjay.


"Lalu bagaimana dengan industri kita apa tetap stak sampai di sini atau kita maju dengan konsep baru?" tanya Anak buahnya.


"Nanti akan saya pikirkan, kita harus merebut kembali investor-investor itu."


****

__ADS_1


"Ach! Kenapa semua jadi kacau seperti ini?" ucap pria itu kesal.


"Yang jelas aku tidak akan pernah melepaskan Sabrina. Tapi bisnisku diambang kehancuran,"


Tiba-tiba melintas dalam pikirannya untuk melakukan sebuah karya baru. Dia memiliki ide sebuah tontonan yang real menurutnya, dia telah menyiapkan semuanya dengan anak buahnya.


Diam-diam ia menyiapkan teamnya untuk memasuki rumah Sabrina dan benar ia bisa masuk untuk yang kedua kalinya di rumah itu. Dengan mudah, karena ia telah memahami denah rumah besar yang terkesan minimalis itu.


"Cepat rekam!"


Dengan topeng yang menutupi wajahnya ia mencoba melakukan adegan kekerasan itu dan berhasil menodai Sabrina, sehingga ia mengalami pendarahan. Setelah melakukan itu ia pergi begitu saja tanpa rasa bersalah.


Sabrina yang merasa kesakitan dan kebetulan di rumah waktu itu ia sendiri. Suci sedang mengurus catering dan dekorasi pernikahan.


"Tolooong ... Tolooong aku Edw--" belum sempat melanjutkan tiba-tiba wanita itu pingsan.


Edward yang tidak enak langsung menemui Sabrina dengan tergesa-gesa. Rumah itu tidak mengalami perubahan atau hal-hal yang mencurigakan. Tapi dikamar Sabrina terlihat sangat berantakan spray acak-acakan dan kekasihnya pingsan dibawah sana dengan darah yang terus mengalir di pangkal pahanya.


"Sabrina ... Kamu kenapa sayang?" Tanya Eduardo. Tanpa berpikir panjang ia langsung melarikan Sabrina ke rumah sakit.


Sabrina dibawah keruangan UGD dan semua team dokter memeriksanya. Betapa terkejutnya ia mendapati pernyataan sang dokter.


"Istri Anda mengalami kekerasan s3ksual, hingga mengakibatkan pendarahan. Kandungannya yang lemah harus dirawat secara intensif," ungkap sang dokter.


"Maksud Anda, dia dinodai seseorang?"


"Ya, kemungkinan seperti itu. Sebaiknya anda serahkan kepada pihak berwenang,"


"Tidak perlu saya akan mencari tahu siapa pelakunya!" Dengan tegas ia mengatakan itu dan dengan wajah yang penuh amarah ia segera mencari bukti apa saja yang ada di kamar itu. Ternyata usahanya sia-sia dia sangat tahu jika penjahat itu bukan orang amatir. Dan dia sudah menebak siapa lagi kalau bukan Sanjay.


"Kamu yakin Tuan Sanjay yang melakukannya?" Tanya Suci.


"Pasti! Sanjay sangat menginginkan Sabrina. Pasti dia melakukan itu untuk menggagalkan pernikahan saya dengan Sabrina," ungkap Eduardo.


Dan benar saja ia mendapatkan sebuah notifikasi tentang film baru yang perusahaan Sanjay luncurkan. Viewer Nya meledak dalam 1 hari 100k yang menonton.


"Sialan kamu Sanjay!" Teriaknya.


"Aku akan membuat perhitungan dengan kamu brengsek!"

__ADS_1


__ADS_2