
Di ketahui beberapa tahun silam Leora telah mengandung anak dari Sanjay, tapi mengapa dia tidak ada di rumah mewah milik Sanjay jika benar Leora adalah istrinya. Walau diketahui hubungan mereka sangat rumit, Leora semenjak Sabrina menghilang ia menunjukkan sifat aslinya. Apalagi bertemu dengan Nadira yang ternyata membawa hawa buruk pada dirinya.
Leora yang dulu adalah seorang yang penurut kini jadi seorang pemberontak. Terlebih kedekatannya dengan Sanjay hanya ingin membalas kematian kedua orangtuanya.
"Aku benci sama kamu! Dan asal kamu tahu anak yang aku kandung bukan dari benih kamu tapi orang lain," ucapnya saat itu.
Sanjay yang mendengar ucapannya seakan tidak percaya bahwa ia dikhianati oleh orang yang dia sayangi. Leora berhasil membuat Sanjay jatuh cinta padanya dan melepaskan seorang Sabrina yang sejak awal hubungan mereka ada rasa. Leora yang mengetahui itu dia menjadi orang ketiga.
"Aku berhasil menjadikan Sanjay berada dibawah kakiku, aku akan balas dendam setelah dia berhasil bertekuk lutut terhadapku. Nyatanya itu sangat mudah, tapi dia terlalu bodoh sebagai seorang Mafia yang terkenal merajai bisnisnya. Sampai aku berselingkuh dengan anak buahnya yang di jadikan bodyguard ku, walau anak buahnya itu bisu tapi dia cukup pintar menyimpan rahasia perselingkuhan kita," ungkap Leora.
"Kenapa Sanjay tidak tahu hubungan kalian?" Tanya seseorang.
"Waktu itu dia sedang sibuk mengembangkan bisnisnya, selama 4 bulan lamanya. Dalam waktu dan tempo sangat lama itu aku melakukan skandal dengan Romeo, sampai akhirnya aku hamil. Dan waktu itu aku sengaja ingin mengetahui seberapa cinta dia kepadaku setelah aku memergoki dia dengan Sabrina melakukan hubungan itu, aku pura-pura marah dan disisi lain aku tersenyum dengan kemenangan. Setelah anak itu lahir aku jujur padanya jika anak itu bukan miliknya tapi milik Romeo anak buahnya,"
"Romeo dia hajar habis-habisan lalu Sanjay menembaknya tepat di dahinya, aku memang berniat jika anak itu dewasa akan aku suruh balas dendam pada Sanjay karena telah menghabisi nyawa Papanya. Tapi sayang takdir berkata lain anak itu mengalami gagal jantung dan meninggal di usia 6 bulan."
"Dia memberikan aku dua pilihan antara kabur tapi aku cacat atau aku mati mengenaskan. Dia menyiram wajahku dengan air keras, ya karena rasa sakit hatinya itu wajar menurutku. Tapi harunya impas dong dia menawarkan Sabrina sebuah fasilitas yang woow, tapi Sabrina terlalu bodoh atas dasar rasa persahabatan kita dia lebih memilih masuk hole dari pada harus jadi madunya Sanjay."
Leora menceritakan kisah hidupnya pada seorang teman lamanya.
"Aku sebenarnya kasihan kepada Sabrina, dia dibodohi dengan dua orang pria itu. Yaitu papanya sendiri dan Sanjay,"
"Dibohongi maksudnya?"
"Kamu tidak perlu tahu suatu saat akan terbongkar,"
"Kamu masih belum mau bicara di penghujung usiamu ini?" Tanyanya temannya.
"Apa aku harus bicara?"
"Ya, tentu saja! Kamu harus bicara jujur tentang rahasia mereka berdua," pinta Temannya.
"Enggak mungkin! Enggak mungkin Sabrina percaya padaku. Karena ia tahu aku telah bersekutu dengan musuhnya, aku tahu pasti siapa Sabrina dia tidak akan mudah percaya terhadap musuhnya."
****
Setelah bercakap panjang lebar dengan Leora, Temannya itu menemui Sabrina.
"Sabrina?"
"Siapa Anda?" Tanya Sabrina, karena ia merasa asing terhadap orang tersebut.
__ADS_1
"Leora ingin bertemu Anda," ucap orang itu.
Sabrina yang berpikir dia akan dijebak dan akan diperlakukan tidak baik ia berpikir kalau itu adalah alasannya.
"Maaf saya tidak biasa!" Tolaknya dengan tegas.
"Ada rahasia yang tidak Anda ketahui," ungkap orang tersebut.
"Rahasia apa?" Tanya Sabrina.
"Rahasia tentang masa lalu Anda,"
"Maaf saya tidak mau berhubungan lagi dengan masa lalu saya, apalagi dengan Leora!"
"Leora akan meninggal dan keadaan dia sangat kritis saat ini," orang itu mencoba meyakinkan Sabrina. Tapi sayang Sabrina tetaplah Sabrina selalu memegang prinsip.
"Saya tidak peduli dengan dia! Mau dia mati sekali pun saya tidak peduli. Hidup saya hancur bermula dari dirinya!"
Sabrina berlalu begitu saja. Akan tetapi langkahnya dihentikan oleh sang suami yang dinikahinya secara terpaksa.
"Di mana Leora?" Tanya Pria itu.
"Saya hanya perlu dengan Sabrina bukan Anda!" ucap orang itu dengan tegas.
"Apapun masalah dia juga masalah saya!" Lanjutnya.
"Leora hanya ingin bicara dengan Sabrina, nyawa Leora sedang diujung tanduk," ungkap orang itu.
"Berikan alamat di mana dia berada maka kita akan kesana," ujar Sanjay.
Orang itu segera memberikan alamat rumah itu kepada Sanjay dan tak butuh waktu lama ia pun mendatangi tempat itu.
****
Leora dengan keadaannya yang menyedihkan didatangi oleh Sanjay dan Sabrina. Dia tampak ketakutan dan malu jadi satu.
"Sa--San-- Sanjay!" ucapnya terbata-bata.
"Ada apa? Sandiwara apa lagi yang kamu mainkan? Kamu mau menjebak Sabrina? Atas suruhan siapa? Kamu sendiri atau Nadira?" Cecar Sanjay.
"Kamu dan Sabrina? Kalian." Ia menunjukan jarinya ke arah dua orang tamunya.
__ADS_1
"Kita sudah menikah! Ada masalah?" Dengan wajah dingin Sanjay bertanya pada Leora.
Sanjay masih merasakan rasa sakit di masa lalunya. Dia benar-benar tulus mencintai Leora tapi apa ia malah menusuknya dari belakang.
"Memang benar apa kata pepatah jaman dulu, jika buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya! Kamu dan papamu sama saja pandai bersandiwara dan penghianat!"
..."Kamu boleh menghina saya tapi jangan hina Almarhum papa saya! Kamu sendiri lebih busuk dari pasa saya. Kami enggak sadar? Kamu juga menyimpan kebusukan itu, apa aku yang harus bercerita semua?" dengan suara lemah tapi sedikit mengancam kepda Sanjay....
Pria itu langsung maju dan memegang rahang mantan kekasihnya itu dengan keras sampai bunyi geseran tulang itu terdengar nyaring.
Kraaakkk
"Aawwwwh! Bunuh aku sekalian seperti kamu membunuh Romeo dan anakku," ujar Leora.
"Saya tidak membunuh anak kamu!"
"Bohong! Kami mencampuri obat yang bisa membunuh orang dengan cara meracuni jantungnya karena kamu sakit hati dengan perbuatanku," Leora membuka tentang kebenaran aras kematian anaknya.
"Kenapa kamu diam?"
"Benar bukan?" Cecarnya dengan ucapan yang menyelekit walau terlihat sederhana tapi mimik muka tidak bisa berbohong.
"Kamu ahli dalam dunia farmasi atau kamu lupa itu? Kamu pandai meracik obat-obatan sampai obat terlarang kamu bisa menembus manca negara dengan keuntungan 1,6 triliun perhari," ungkap Leora.
"Rasanya bisnis saya, keahlian saya dan kematian anak kamu tidak ada hubungannya!"
"Saya bukan orang bodoh Sanjay, saya tahu siapa kamu dan ini air keras racikan kamu berhasil merusak wajah saya dan paru-paru saya,"
"Lantas apa mau kamu, memanggil Sabrina kemari? Mau kamu tunjukkan apa dia? Kelakuan busuk kamu? Atau menghasutnya?" Cecarnya Sanjay.
"Oh, ya mungkin tidak semudah dan segampang itu kamu melupakan saya jadi kamu mencoba masuk lagi di kehidupan saya setelah kamu tahu saya dan Sabrina. Kamu kan yang memilih untuk berpisah dari saya? Bukan saya yang meminta, walau saya tahu niat busuk kamu dari awal yaitu balas dendam!"
Sanjay tanpa banyak bicara dia mengambil sebuah senapan di beltnya dan menembakkan peluru itu pada Leora.
"Sanjay kenapa kamu menghabisi dia?" tanya Sabrina.
"Saya tidak mau ada toxic diantara kita!"
Dan dia melepaskan tembakan. Kedua untuk temannya.
"Kuburkan mereka atau kremasi!" Perintahnya.
__ADS_1
Lalu ia membawa Sabrina pergi dari tempat itu, sementara anak buahnya membersihkan tempat itu.
Sanjay tahu Leora mengundangnya ke sana untuk memberi tahu tentang rahasianya dan perjanjian dengan papa Sabrina.