Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Itu Wanitamu?


__ADS_3

"Pasrah saja Jhon kamu tidak akan bisa mengalahkan saya!"  Dengan percaya diri Choi mengejek Jhon.


"Apa untungnya kamu mencari wanita gila itu? Apa mau kamu jadikan istri?" Tanya Choi.


"Dia wanitamu? Jadi kamu sudah tahu pelakunya dia?" Tanya Jhon.


"Aku berharap ketika dia kabur itu sudah menjadi bangkai ternyata Tuhan masih melindungi wanita Iblis itu," cibir Choi.


"Kenapa kamu memeliharanya?" Tanya Jhon.


"Kenapa? Hanya untuk bersenang-senang dengan peliharaanku. Dia adalah wanita yang sudah puluhan bahkan ratusan kali sudah berpindah tangan dari pria yang satu ke pria yang lain, aku mendapatkannya dari rekanku bernama Kenichi.," Terang Choi.


"Siapa itu Kenichi?" Tanya Jhon Peter.


"Mafia dari negeri Sakura, saya sudah tahu berita viral itu. Wanita yang  terbunuh itu sempat menolong wanita gila itu, padahal lukanya sangat-sangat parah. Hem entah terbuat dari apa wanita gila itu, seratus satu orang sudah meninggal karena gigitan anjingku. Berbeda dengan dia bertahan berminggu-minggu," ujar Choi.


"Dia manusia kamu harusnya memperlakukan selayaknya manusia," ujar Jhon.


"Kamu tidak tahu siapa dia! Dia seperti ular berkepala dua. Wajahnya yang janti tapi pribadinya sangatlah buruk." Memberikan kliping surat kabar tentang pembunuhan dua orang wanita, serta mencelakai wanita yang lainya sampai meninggal.


"Kamu lihat dan baca itu, dia sempat ditahan atas perbuatannya. Dia membunuh nenek dan ibunya sendiri, serta rekannya di ajang miss." Menyesap sebatang cerutu kwalitas super.


"Dia seperti kucing mempunyai banyak nyawa, yang aku dengar dari Kenichi dia mempunyai musuh. Yang kebetulan musuhnya tersebut adalah anak buah kenichi dan saudari dari wanita yang ia celakai."


"Mana mungkin ada orang seperti dia?" Jhon tidak percaya dengan ucapan Choi secara logika. Tapi ia tahu persis siapa Choi tidak pernah berbohong dan dia bukan tipe seorang pendusta.


Choi adalah seorang mafia yang disegani di kalangan elit, dia tipe orang yang tidak pernah plin-plan dan selalu tepat.


Choi sebenarnya adalah sepupu dari Jhon, karena orang tua mereka sering berselisih paham maka membuat hubungan mereka tidak baik-baik saja.


Dua puluh tahun mereka bersih tegang, tidak mau saling mengalah. Jika ada pertemuan keluarga jika salah satunya hadir maka yang lainnya akan absen.


"Aku pergi dulu karena harus menyelesaikan kasus ini." Jhon berpamitan pada Choi.


"Kenapa buru-buru sekali? Kita sudah lama tidak ngopi bareng. Apa kamu takut aku membubuhkan racun pada makan atau minumanmu?" Tanya Choi.


"Aku rasa urusanku di sini sudah selesai!" tegas Jhon.


"Selesai?"


"Ya, selesai. Untuk apa aku berlama-lama di sini? Mengenang masa kecil kita? Kayaknya tidak perlu! Dekat denganmu hanya akan membuatku sakit," terang Jhon.


"Kedua orang tuamu sudah tidak ada lagi, apa kamu tidak merindukan masakan ibuku? Perlu kamu tahu satu hal ... Ibuku selalu merindukan kamu," ujar Choi.


"Merindukanku? He' yang benar saja! Pernikahanku dulu mau gagal, kamu tahu ibumu bilang apa sama calon pasanganku?  Dia bilang apa? 'Aku tidak layak menikah dengan pasanganku' keluarga macam apa seperti itu? Apa dia tidak ingin aku bahagia?" Cecar Jhon.

__ADS_1


Jhon lalu pergi meninggalkan Choi yang masih terpaku menatap kepergiannya. Dibesarkan di tempat yang sama belum tentu pikiran seseorang itu akan sama begitu juga dengan nasibnya. Akan selalu ada iblis didalam diri seseorang ketika melihat keberhasilan dan kebahagiaan orang lain.


****


"Bagaimana sudah dapat informasi?" Tanya Kepala Polisi dengan nada meremehkan.


"Tentu!"


"Apa yang kamu dapatkan?"


"Dia adalah seorang Psikopat!"


"Psikopat? Maksud kamu apa?"


"Dia sudah membunuh banyak orang, dia juga pernah dihukum atas perbuatannya,"


"Pasti kamu dapat informasi itu dari sepupu kamu bukan?" Tanya Kepala Polisi.


"Ya,"


"Kalian sepupu tapi kenapa kalian sangat  jauh berbeda bagai bumi dan langit?" Tanya Kepala Polisi


"Tidak semua manusia itu sama pada hakikatnya, ada kalanya manusia itu jahat ada kalanya ia bertobat atas semua dosa dan kesalahan yang ia perbuat," ucap Jhon.


****


"Ah, akhirnya aku bebas ... Bebas dar cengkraman pria-pria gila itu. Saatnya menyusun rencana balas dendam," dengan menyemai senyuman kebebasan dan kebahagiaan.


Setelah membersihkan diri dan mengobati luka yang mulai mengering, ia menuju rumah seseorang.


"Hai! Apa kabar?" Sapa Sabrina.


"Kamu? Siapa?" Tanya seseorang.


"Aku Sabrina," balas Sabrina.


"Mana mungkin kamu Sabrina? Sabrina pakai hijab saja kepanasan mana mungkin menggunakan jubah plus cadar?" tanya orang tersebut.


"Kamu enggak percaya?" Ia lalu membuka cadarnya.


"Hahah, kamu tobat?" Orang itu menertawakan Sabrina.


"Tentu tidak! Aku begini agar tidak ada orang mengenali aku. Kamu tahukan musuhku banyak," ungkapnya.


"Kamu kemana saja?" tanya orang tersebut.

__ADS_1


"Aku disekap dan dipelihara sama pria-pria gila,"


"What? Serius?"


"Kamu pikir aku bercanda?"


"Aku dimasukkan ke tempat prostitusi yang sempat viral di website xxx," ungkapnya.


"Kenapa kamu bisa kejebak di sana?" Tanya orang itu.


"Aku dihukum sehabis melakukan sesuatu, mangkanya aku memakai cadar seperti ini agar orang-orang tidak mengenali aku,"


"Berapa kali sehari kamu  melayani orang-orang yang di sana?"


" Puluhan mungkin?  Aku tidak pernah tahu pria mana saja dan bentuknya seperti apa yang menjajahku. Rasanya aku ingin muntah ketika  selesai melakukannya, dari bau dan lengketnya cairan mereka membuat aku sedikit trauma. Sampai aku dibebaskan seorang mafia dari negeri Sakura, tetap saja aku harus melayaninya di manapun dia mau dan aku berada. Setelah ia bosan aku di oper pada mafia lainnya yang begitu kejam dia keturunan China dan Jerman, sangat kejam ... Mengetahui aku sudah tidak nikmat dan tidak sesuai ekspektasinya dia mengumpankan aku pada anjing peliharaannya," ungkap Sabrina.


"Hii serem banget sih,"


"Ya, sangat menyeramkan. Kamu lihat luka di sekujur tubuhku ... Sangat mengerikan bukan?" Menunjukkan luka-luka ditubuhnya.


"Kenapa hanya kamu saja yang betah jadi temanku? Kenapa semua menjauhiku?"


"Mereka semua takut sama kamu, karena kamu terlalu sadis. Bahkan ketika kamu tidak suka atau sakit hati sama orang lebih menakutkan. Melebihi singa yang lapar, bahkan korban yang kamu habisi sudah memohon maaf dan meminta ampun sekalipun kamu tidak pernah berhenti. Mereka semua takut! Bahkan kamu lebih jahat dari seorang penyihir yang kejam di jamannya," ujar Pria tersebut.


"Oh ya, kamu ada ketemu sama papaku enggak?" Tanya Sabrina.


"Papamu? Yakin kamu mau mengetahui?" Cecar Pria tersebut.


"Ya!"


"Papamu sekarang masih berada di negara ini tapi dia tidak mau menemui kamu, karena rasa sakit hatinya sama kamu. Bahkan selama dua tahun ini beliau selalu mengirimkan uang lewat tabungan khusus buat kamu. Dengan alasan kamu tidak bisa mandiri, terlebih lagi sekarang jika melamar pekerjaan akan ada psikotest. Uang di tabungan itu tidak lah sedikit mencapai hampi $3.000.000 perbulannya." Terang Pria tersebut.


" Memangnya papa kerja apa?" Tanya Sabrina.


"Papamu? Semenjak kejadian kehilangan mamamu dia merasa hidupnya sudah hancur. Dia tidak percaya anak yang ia sayangi dan ia cintai menghancurkan masa depannya dan hatinya, kamu menghabisi satu-satunya orang yang sangat ia cintai yaitu mama kamu. Dan itu adalah pukulan terbesar dan terberat yang ia dapatkan."


" Ya, aku akui aku salah! Aku khilaf, kehilangan mama juga membuat aku terpukul." Ujar Sabrina.


"Tapi Lex, aku ingin sekali bertemu sama papa. Aku kangen sama papa Lex," dengan air mata yang terus mengalir Sabrina menceritakan kerinduannya kepada sang papa.


"Untuk bertemu dengan papamu adalah sesuatu yang mustahil," ucap Alex.


Alex adalah pria berusia 42 tahun, dia mantan asisten papanya. Sepuluh tahun lamanya Alex mengabdi kepada Khairul, semenjak dia dibiayai Khairul sekolah di Institut Pemerintah Daerah dia keluar dan kini bekerja di Dirjen Pajak sebagai Komisaris. Hubungan antara Khairul dan Alex tidak putus begitu saja, Alex masih berkomunikasi dengan Khairul. Bahkan ia pun tahu jika Khairul sudah mengganti namanya menjadi Mr. Khai dan merubah semua bentuk wajahnya. Karena rasa sakit hatinya kepada sang putri, jika ia masih memakai identitas dan wajah itu mengingat kekejaman sang anak kesayangan kepda wanita yang ia cintai.


Alasan terbesar Alex untuk tidak membuka mulut tentang di mana Khairul berada itu sudah tepat menurutnya demi menjaga perasaan Khairul. Sedangkan untuk Sabrina sendiri agar ia bisa berubah lebih dewasa dan mengontrol emosi untuk kebaikan.

__ADS_1


Bersambung...


💙💛💚🧡❤️💜


__ADS_2