Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Kehidupan Sabrina setelah Bebas


__ADS_3

   Sabrina dengan kehidupan yang sebatang kara sendiri tanpa orang tua membuatnya harus bisa mandiri mencari uang sendiri, rumah miliknya telah ia jual dan pindah ke apartemen.


   "Begini ya, rasanya jika tidak punya orang tua menyedihkan sekali," sesalnya.


   Tetapi dia tak patah semangat walau tahu dia salah. Tetap saja dia akan merubah nasibnya menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sabrina melamar pekerjaan namun jarang ada yang mau menerima karena mantan sorang narapidana.


   "Maaf kami tidak bisa menerima mantan nara pidana kasus pembunuhan apalagi Anda tega membunuh Ibu kandung Anda sendiri bagaimana kami yakin Anda bisa dan dapat di percaya?" ucap HRD.


   "Ya, saya mengerti masa lalu saya memang kejam tapi say sudah berubah," Sabrina meyakinkan HRD.


   Namun tetap saja mereka tidak mau ambil resiko, tentang Sabrina takut akan semua karyawan protes dan bergunjing tentang dia.Dunia hiburan sudah tertutup rapat olehnya semua orang takut akan dirinya yang begitu sadis.


  "Keluarga kamu sendiri saja kamu bunuh apalagi kami? Nanti pas ada masalah kamu bunuh kami lagi," ucap Mereka.


   Sabrina benar-benar kalut dia tidak tahu harus kemana lagi dia mencari tahu di mana Papanya berada namun tak menemukan jawaban, bak ditelan bumi itulah Khairul saat ini.


   "Hai Sab ... Kok kamu sendirian?" tanya seseorang.


   "Siapa ya?" tanya Sabrina.


   "Aku Anggun, masih ingat aku kan?" ucap Anggun menginggatkan Sabrina.


   "Owh kamu, yuupp aku ingat,hebat ya kamu sekarang, aku dengar kamu dulu pake narkoba terus di rehab gitu ya? Itu yang aku dengar terakhir dari orang-orang," ucap Sabrina.


    "Ya kamu benar,aku di Rehabilitasi selama delapan bulan dan akhirnya aku sembuh dan mulai mengejar cita-cita aku sebagai model internasional dan kamu bisa lihat, aku sukses besar di LV," ungkap Anggun.


    "Di LV? Kamu diterima di sana dengan latar belakang kamu?" tanya Sabrina yang tidak percaya dengan ucapan Anggun.


    "Ya, aku di terima di sana dan aku memulai hidup baru di sana sebentar lagi aku mau menikah dengan Produser aku," ungkap Anggun.


    "Oh ya, dengar-dengar kamu baru keluar dari penjara atas kasus pembunuhan? Benar nggak sih?" tanya Anggun.


    "Sebenarnya aku nggak sengaja, tapi mau bagaimana lagi ada konspirasi besar dibalik itu semua, teman aku yang dari Miss itu yang menjebloskan aku,tapi untungnya Papa aku bisa bebasin aku," ungkap Sabrina.


   "Terus kamu sekarang kerja di mana?" tanya Anggun.


   "Aku nggak kerja, aku sudah ngelamar di mana-mana nggak diterima," Sabrina menunjukkan wajah sedihnya.


    "Kamu mau jadi model? Kebetulan majalah milik calon suami aku lagi cari model kayaknya kamu pas deh! Tapi majalah pria dewas, jadi kamu harus 'bug1l' gitu apa kamu mau?"  Anggun menawari Sabrina sebagai model di majalah milik calon suaminya.


   "Iya deh nggak apa-apa aku mau dari pada nggak ada kerjaan," ujar Sabrina tanpa berpikir panjang.


    "Oke, kamu siapin paspor kamu dua hari lagi kita berangkat, dan aku minta nomer kamu ya." mereka akhirnya bertukar nomer telpon.


****

__ADS_1


    Dua hari kemudian mereka berdua bertemu di Bandara dan bergegas pergi ke LV, perjalanan cukup jauh menempuh dua belas jam lamanya. Seampainya di sana Anngun dan Sabrina tinggal di apartemen milik Anggun yang diberikan oleh kekasihnya.Keesokan harinnya Anggun mengenalkan Sabrina pada kekasih sekaligus Produsernya.


   "Sayang, kenalkan ini seman aku namanya Sabrina. Katanya kamu waktu itu butuh model ini dia juga seorang model dan mantan Miss kecantikan," ungkap Anggun menceritakan latar belakang Sabrina.


   "Sabrina,"


    "Samuel,"


   Mereka berbincang cukup lama untuk interview dan penanda tanganan kontrak.


Sabrina saat itu juga dia dites oleh photo grapher. Dan gayanya sangat profesional tanpa diarahkan.


   "Good!" puji Photo grapher.


    Sabrina kini telah menjadi model di majalah pria dewasa "Magazine Queen"


Sabrina  dalam waktu dua bulan sudah dikontrak secara ekslusif. Mr. Khai yang melihat wajah Sabrina terpampang di billboard  tengah kota di dinding Eilish sangat terkejut.


   "Dia ada di sini? Bagaimana bisa?" batin Mr.Khai.


   Mr. Khai terus bertanya dalam dirinya dan pada akhirnya dia meminta orang untuk menyelidiki Sabrina tinggal di mana. Setelah Mr.Khai tahu tempat tingggal Sabrina. Dia terus memantau setiap aktifitasnya  lewat kamera, ia mengirim orang selama dua puluh empat jam. Gerak- gerik Mr.Khai tercium oleh George dan dia berusaha mencari tahu ada hubungan apa Mr.Khai dengan Sabrina.


   "Bagus kerja kalian, sekarang cari tahu tentang Mr. Khai dan model itu," perintah George.


  Memantau dan terus memantau itulah uang dilakukan anak buah George. Sampai ketelinga George tentang Sabrina yang psikopat.


   "Tidak mungkin dia mau Tuan, apalagi semudah itu, kita harus cari tahu kelemahannya agar dia mau, itu sih menurut saya," balas Asistennya yang bernama Josh.


   "Kamu benar, kita harus menguliknya bagaimana jika kita ancam kariernya atau kita beritahu kepada Bosnya perihal keburukannya?" tanya Goerge.


   "Yang jelas kita harus mencari tahu sedetail mungkin masa lalunya biar kita mendapatkan pegangan yang sangat kuat," ucap Josh.


   Di sebuah Restauran  Sabrina tak sengaja bertemu dengan Mr. Khai mereka bertabrakan.


   "Sorry!" ucap Sabrina.


   "No problem," balas Mr. Khai.


   Sabrina mencium aroma parfum yang mirip dengan Papanya.


   "Anda mengingatkan saya dengan seseorang," ucap Sabrina.


   "Siapa?" tanya Mr. Khai.


    "My father," balas Sabrina.

__ADS_1


   "Oh!"


    "Saya kangen Papa saya, tapi Papa sangat marah sama saya, atas perbuatan saya,ya itu memang salah saya. dan saya pantas mendapatkan ini semua," ujar Sabrina.


   "Yang namanya orang tua pasti akan merindukan anaknya, mungkin papa kamu butuh waktu untuknya sendiri. Sendiri menerima apa yang terjadi padanya," ungkap Mr. Khai.


   "Ya mungkin, dan semiga takdir mempertemukan kita lagi, saya ingin suatu saat nanti Papa akan menjadi wali nikah saya," ucap Sabrina.


    "Semoga saja pada saat it Papa kamu sudah tidak marah lagi," ujar Mr. Khai.


    "Oh, ya kita belum kenalan saya Sabrina Khairunisa." Sabrina mengulurkan tangannnya.


   "Saya Mr ...."


  "Tuan Anda dicari Tuan Sanjay!" seru Sean.


   Mr. Khai yang belum sempat mengenalkan dirinya harus meninggalkan Sabrina.


   "Saya permisi dulu ya." meninggalkan Sabrina menuju tempat Sanjay.


   Sabrina melihatnya kepergiannya, sungguh mengingatkannya dengan Khairul bentuk tubuhnya, cara bicaranya dan juga aroma parfumnya.


   "Ah mungkin aku terlalu merindukan papa," gumam Sabrina.


   Tetap saja Sabrina didera rasa ingin tahu dan penasaran tentang siapa orang itu. Ke esokan harinya dia datang di tempat yang sama dan bertanya tentang pria semalam. Memberikan bentuk dan ciri-cirinya dan bertanya tentang siapa sosok itu.


    "Orangnya tidak terlalu tinggi mungkin sekitar seratus enam puluh  sembilan centi meter,kulinya agak coklat," ucap Sabrina.


   "Itu Mr. Khai dia Asisten Tuan Sanjay, mending kamu nggak usah berurusan dengan mereka. Mereka berbahaya!" ujar salah seorang Karyawan Restauran.


   "Maksudnya?" tanya Sabrina.


   "Mereka itu Mafia, suka berdagang  segalanya mulai dari narkoba sampai wanita, ada satu korban yaitu tetangga saya, jika sudah masuk Hall mereka sudah tidak bisa keluar. Tempat pelacuran kelas elit, bahkan polisi sekalipun tidak dapat menyentuh mereka," ucap Karyawan Restauran.


    Tetap saja Sabrina masih penasaran tentang Mr. Khai, dan ingin mencari tahu siapa dia. Sabrina tidak puas dengan jawaban Karyawan Restauran itu, pikirnya bisa saja dia berbohong. Sabrina tidak akan percaya  tampa melihat dengan mata dan kepalanya sendiri.


   "Aku harus cari tahu siapa dia," ucapnya.


   "Harus dapat dan harus bisa aku dapatkan datanya," lanjutnya penuh semangat.


   Akankah Sabrina dapat menguak jadi diri Mr. Khai yang notabene adalah papanya? Atau Mr. Khai sendiri yang akan jujur pada Sabrina tentang siapa dirinya yang sebenarnya?


Ikuti terus jalan ceritanya ya!


Bersambung ....

__ADS_1


💙💙💙


__ADS_2