
21+
Sanjay memutuskan untuk membiayai operasi Sabrina dengan rekonstruksi wajah.
Hampir satu tahun lamanya operasi itu berlangsung dan akhirnya selesai.
Para dokter canggih ia datangi, dan benar saja tidak begitu mengecewakan operasi itu sangat sukses.Sabrina berkaca di cermin.
"Aku senang sekali wajahku kembali seperti dulu, terima kasih Sanjay," ucapnya.
Sanjay mengeluarkan uang lebih itu karena ada sesuatu yang ia inginkan yaitu menjadikan Sabrina sebagai primadona di tempat tersebut. Semua ia operasi mulai dari wajah dan **** '*' Sabrina.
"Bagaimana setelah dioperasi?" Tanya Sanjay.
"Aku merasa menjadi manusia baru," ucap Sabrina senang.
Sanjay mengajak Sabrina pulang ke negara tempat mereka tinggal. Ibarat memelihara ular, Sabrina menyalah artikan kebaikan Sanjay. Sabrina mulai sedikit menggoda Sanjay dengan berbagai macam cara. Mulai mengajaknya minum alkohol dan lain sebagainya. Sanjay yang tiba-tiba berubah pikiran, mencoba mencicipi Sabrina.
"Apa sih istimewanya kamu?" tanya Sanjay.
"Kenapa? Kamu penasaran." Sabrina duduk dipangkuan Sanjay.
"Enggak juga sih," balas Sanjay.
Sabrina yang memang binal dia menciumi Sanjay dengan rakusnya dan seketika mengunci Sanjay di bawah posisinya.Sanjay benar-benar tidak bisa berkutik lagi. Dengan garangnya Sabrina melajukan itu dengan Sanjay hingga Sanjay kewalahan menghadapi keberingasan Sabrina.
"Bagaimana? Tahukan kualitas aku?" tanya Sabrina di tegah jedah permanan itu.
Ditengah rintihan dua sejoli itu tiba-tiba Leora mendengarnya. Leora yang penasaran membuka pintu itu dan terkejut melihat permainan Sanjay dan Sabrina.
"Kalian berdua?" Leora langsung pergi meninggalkan kamar tersebut.
Sanjay langsung melepas cengkraman Sabrina dan mengejar Leora.
"Leora kamu sedang hamil besar berhenti!" seru Sanjay.
Leora tidak menghiraukan kata-kata Sanjay dia benar-benar kecewa.
"Sudah kamu puaskan Sabrina, biar aku yang mundur." Leora berlari menghindar.
"Tunggu!" seru Sanjay.
Tetap saja Leora tak menghiraukannya dan pergi menaiki taksi.
"Aku kira kamu setia, ternyata kamu sama saja dengan yang lain Sanjay. Dan kamu Sabrina ternyata kamu pengkhianat, aku benci kalian," ucap Leora.
"Kalian cari Leora di semua kota ini kalian harus berpencar!" Perintah Sanjay.
Sabrina mulai menggencarkan aksinya lagi.
__ADS_1
"Sudahlah Sanjay biarkan Leora pergi kan masih ada aku di sini," ungkapnya.
"Leora beda sama kamu, jadi jangan pernah menyamakan Leora dengan perempuan seperti kamu! Aku menampung kamu karena permintaan Leora, tapi apa kamu malah menggodaku." Tamparan keras itu mendarat ke pipi Sabrina.
"Aku lebih segalanya dari Leora Sanjay!" Teriak Sabrina.
Dia begitu kecewa dengan Sanjay, setelah apa yang di perbuatanya tadi.
"Pergi kamu dari sini!" usir Sanjay.
Sabrina yang tak ingin pergi langsung di seret oleh Sanjay. Leora berada di Danau menangisi pengkhianatan yang di lakukan Sanjay dan Sabrina.
"Aku lupa kalau Sabrina adalah perempuan yang tak punya hati dan Sanjay adalah seorang Mafia yang selalu di kelilingi puluhan perempuan! Tapi kenapa dia harus dengan Sabrina? Kenapaaaaaaa!" Teriak Leora.
"Karena kamu memelihara ular!" Seru seorang Wanita.
Leora menoleh, dan ternyata dia adalah Nadira.
"Kamu salah besar menolong ular berkepala dua jelmaan iblis, sangat bodoh jika kamu tidak mengetahui hal itu," ucap Nadira.
"Maksud kamu apa?" tanya Leora.
"Kamu nggak tahu siapa Sabrina?" tanya Nadira.
"Siapa dia?" Leora benar-benar tidak tahu tentang masa lalu dia, yang dia tahu hanya masalah ya dengan Denny dan keluarganya.
"Sabrina adalah pembunuh berdarah dingin, jangankan kamu yang di khianati, Mamanya saja di bunuh," ungkap Nadira.
"Siapa?" tanya Leora.
"Mr.Khai, adalah papa Sabrina namun, dia telah membuang Sabrina dan tidak ingin berhubungan dengan Sabrina,"
"Kamu pasti bohong! Aku nggak percaya kalau dia adalah papa Sabrina," Leora tidak mudah percaya dengan apa yang dikatakan Nadira.
"Coba saja kamu kembali ke rumah dan panggil namanya Khairul!" Perintah Nadira.
Namun Leora tidak ingin kembali secepat itu dia ingin menenangkan diri sejenak. Dengan di temani Nadira di pinggir danau, Nadira takut jika ada orang yang tidak diinginkan datang dan menggangu Leora.
Benar saja perasaan itu, tak berapa lama mereka datang segerombolan anak buah Sanjay.
"Kalian siapa? " tanya Nadira.
"Kami anak buah Tuan Sanjay d perintahkan untuk menjemput Nyonya Leora!" dengan tegas mereka mengucapkannya.
"Anda siapa?" Lanjut mereka bertanya pada Nadira.
"Saya Nadira, Tuan kalian pasti kenal," ucap Nadira.
Nadira menghubungi Sanjay bertanya tentang anak buahnya yang diperintahnya, dia bertanya berapa jumlahnya.
__ADS_1
"Berapa jumlah anak buah kamu?" tanya Nadira.
"Ada sembilan delapan dihadapan kamu satu standby di dalam mobil," Sanjay memberi tahu berapa jumlah total mereka.
Namu tetap saja Nadira tidak percaya pada anak buahnya dan meninta dirinya ikut dan beralasan ada perlu dengan Sanjay,
"Boleh saya ikut? Karena saya ada perlu dengan Tuan kalian," ucap Nadira.
"Boleh!" balas mereka.
Sebuah kecurigaan terhadap anak buah Sanjay takut mereka dihasut atau diperintah Sabrina.
"Kalian jangan pernah mau menuruti apa kata Sabrina," ucap Nadira.
"Tidak!" balas mereka.
"Bagus."
Setelah sampai ke rumah Sanjay meminta maaf atas kesalahannya.
"Harusnya kamu jaga istri kamu bukan bermain gila sama perempuan gila," ucap Nadira.
"Sabrina sudah aku usir," ucap Sanjay.
"Di mana sekarang?" tanya Nadira.
"Aku lepaskan dia di Hole," ungkap Sanjay.
"Kamu benar-benar gila, setelah kamu menolongnya kini kamu masukkan kedalam jurang," ucap Nadira.
Tak banyak orang yang tahu Sanjay adalah kawan lama dengan Nadira. Sanjay menjadikan Sabrina di Hole atas saran Nadira. Nadira sempat menjadi pengawal Sanjay waktu bertamu di Jepang. Kenichi yang meminta Nadira sebagai pengawalnya. Untuk itulah mengapa Sanjay tahu tentang Nadira yang jago dalam bermain Shuriken dan Samurai.
"Kita sudah kenal sudah lama mengapa kamu tidak ingin meminta bantuan ku sejak awal?" tanya Sanjay.
"Aku ingin membereskan dia dengan caraku sendiri," ucap Nadira.
"Seberapa bencinya kamu kepada dia?" tanya Sanjay.
"Sangat benci, karena aku dan kembaranku dipisahkan sudah cukup lama kini harus menelan pil pahit bahwa dia dicelakai orang yang sangat membencinya." Nadira menceritakan kisah kembarannya.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah dia sehat?" tanya Sanjay.
"Sabrina, Nanti akan aku pikirkan itu, aku mau beri dia kebebasan dulu kalau dia mulai berulah baru aku habisi dia," Nadira sebenarnya sudah sangat ingin menghabis Sabrina namun dia ingin membalaskan dendamnya dengan cara yang sangat menyedihkan.
"Bagaimana bisa kamu memberikan kesempatan hidup pada manusia seperti Sabrina?" Sanjay begitu heran dengan Nadira mengapa bisa dia memberikan kesempatan untuk Sabrina sedangkan dia tidak akan pernah berubah.
"Itulah seninya kita harus tarik ulur seperti layang-layang, ketika ia putus sudah biarkan berarti itu sama saja dengan ajalnya sudah datang," ujar Nadira.
Bersambung ...
__ADS_1
❤️❤️❤️