Rel(A)Tionship

Rel(A)Tionship
A - 74


__ADS_3

Alvi terbangun dari tidurnya, ia menghela napas panjang memandangi sang suami yang tidur di sofa. Perasaannya merasa tak nyaman, ia berpikir jika Arfi pasti marah padanya. Bukannya merasa bersalah, Alvi malah merasa semakin kesal. Ia pun memilih kembali tidur.


Pukul 09:00....


Lagi-lagi Alvi terbangun dengan perasaan kesalnya. Ia tak habis pikir kenapa Arfi tak membangunkan dirinya.


"Udah bangun? Mandi gih terus sarapan!!" Ucap Arfi yang baru masuk kedalam kamar.


"Kok kamu gak bangunin aku?"


"Kamu kelihatan pulas banget, gak tega banguninnya"


"Mau kamu itu apa sih Mas? Kamu kan selalu bangunin aku, terus kenapa tadi malam tidur di sofa? Marah sama aku? Kamu mau apa?" Sentak Alvi dengan amarahnya.

__ADS_1


Arfi hanya diam mendengarkan istrinya yang mengoceh dengan kesal. Usai melihat jika Alvi tak lagi berbicara, Arfi pun mencoba mendekatinya. Duduk di samping sang istri seraya terus menatap wajahnya yang memerah.


"Maafin aku ya sayang, aku salah" tutur Arfi seraya mencium tangan sang istri.


"Hm..."


"Sayang, maafin dong. Kamu mau apa? Aku beliin, mau belanja? Mau makan? Rujak? Atau mau pukul aku juga boleh. Hari ini jadi samsak khusus buat kamu" bujuk Arfi.


Alvi masih diam tak menanggapi pertanyaan sang suami. Ia berjalan menuju lemari Daan mengeluarkan pakaian kerja suaminya. Setelah itu, Alvi berjalan pergi keluar kamar untuk mandi. Seperti biasa, Alvi selalu mandi cukup lama, hingga saat ia selesai tak ada siapapun di rumah itu. Ia rasa Arfi sudah berangkat kerja lebih dulu tanpa menunggu nya.


"Hahaha, ini kan hari Sabtu Kak, libur"


"Sabtu? Tapi Arfi tadi...."

__ADS_1


"Hahaha, aku tau kok Kak. Kak Arfi kelihatan senang banget tuh, dia lagi diluar sama teman-teman nya, di pos ronda"


Alvi yang masih kikuk pun berjalan perlahan menuju pintu. Baru saja ia hendak membuka pintu, namun Arka lebih dulu membukanya dan mendorong Alvi keluar rumah. Arka memperlihatkan gerombolan tentara yang tengah jogging melewati rumah mereka.


Refleks Alvi tersenyum melihat para tentara muda yang tampan dan bertubuh atletis. Bahkan beberapa wanita terlihat keluar rumah hanya untuk melihat gerombolan tentara melintas.


"Seger ya Kak lihat yang gagah-gagah" bisik Arka yang sukses membuat Alvi tersipu malu.


"Istighfar sayang, ada suamimu nih" ucap Arfi yang sembari menutup kedua mata istrinya. Ia berdiri di hadapan Alvi untuk membatasi penglihatan istrinya. Tak lupa ia juga menoyor Arka yang berani mengajak Kakak iparnya keluar rumah untuk melihat hal seperti ini.


"Kenapa gak bilang kalau hari ini hari Sabtu?"


"Badanku lebih gagah tau, ayo masuk aku tunjukkin semuanya, kalau mau aku bisa telanjang di depan kamu"

__ADS_1


"Jijik banget" sela Arka kemudian masuk kedalam rumah.


Alvi tertawa sambil memukul dada suaminya dengan gemas. Selalu saja ada hal konyol yang membuat Alvi tertawa karena sikap suaminya.


__ADS_2