Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
penganten baru


__ADS_3

Baru beberapa menit yang lalu vera latika dan zeval raihan  mengucapkan ijab qobul, mereka meningkah hanya di hadiri keluarga besar keduanya dan para kolega, tanpa mengundang teman teman vera dan zeval.


Mereka terpaut usia 3 tahun.


Vera gadis yang sudah masuk bangku perkuliahan itu kini dengan anggun memakai gaun putih tanpa lengan, ia bercengkrama dengan teman ayahnya itu, sedangkan zeval yang baru kelas tiga SMA itu tengah duduk dan bermain game di ponselnya, ia memakai jas putih membuat yang melihat memuji ketampanan zeval.


"Cape banget gue" lirih vera sambil duduk di sebelah zeval.


"Mampuss" ujar zeval yang masih fokus pada ponselnya.


"Gue cape kok di bilang ****** si?" Tanya vera geram.


"Mati lo!"


"Zevalll lo nyumpahin gue mati" ujar vera emosi sambil menggeplak paha zeval.


"Aww, paan sih" jawabnya sambil mengusap pahanya " siapa yang nyumpahin mati" lanjutnya.


"Wahh jangan jangan lo terima perjodohan ini,  mau bunuh gue nantinya ya, enak aja sebelum lo bunuh gue udah gue siksa lo duluan" ujarnya sambil menujuk muka zeval.


zeval mendenggus, kemudian menunjukan layar pinselnya pada vera.


"Gue lagi main game, bukan nyumpahin lo, paham sayangg"


"Jijik banget gue di panggil sayang sama lo" ujar vera kemudian ia berlalu hendak menuju ke kamarnya, karena tamu kini tengah menikmati hidangan yang sudah di sediakan.


" gue siksa beneran tau rasa, gak mau di panggil sayang lagi, nanti juga terpesona liat ketampanan gue, gue nungging juga nanti di katain cakep" gumam zeval, iya pun beranjak untuk menusul istrinya itu.


Sedangkan vera, iya tengah ke susahan di dalam kamar sambil membuka sleting gaun yang ada di punggungnya.


"ini gaun susah banget sih"ujarnya sambil berusaha membukanya.


"gue robek juga nih lama lama"


"pelan dong kak jangan main tarik tarik aja" zeval yang baru memasuki kamarnya, melihat vera yang kesusahan membuka sleting gaun iya pun membantunya.


"pelan ****, jangan di tarik juga!" ujar vera dengam intonasi cukup keras.

__ADS_1


"kak ngomongnya pelanin bisa kan, lagian ini susah banget sih" jawab zeval.


"dah blom?"


"tar kak, ada benang nglilit ini" jawab zeval.


setelah beberapa menit masih juga belum bisa di buka, akhitnya vera menyarankan untuk merobeknya saja.


"robek aja kelamaan gue udah gerah banget ini"


"beneran?" tanya zeval, dan di angguki vera.


zeval pun berusaha merobek gaun vera, karena susah iya pun merobeknya menggunakan giginya.


"udah nih kak" ujar zeval.


"yaudah gue mandi dulu" ujarnya langsung berlalu pergi.


"eh, gak terimakasih udah di bantuin" ujar devan.


"ngeselin banget tuh orang" ujar deval sambil merebahkan dirinya di tempat tidur.


setelah selesai mandi vera kini keluar dengan pakaian santainya, dilihatnya devan sedang tidur dengan tengkurap.


"weh bangun lo bocah, mandi sono" ujar vera sambil mengeringkan rambutnya di meja rias.


"weh bangun" ujarnya lagi, karna tidak ada pergerakan vera pun menghampirinya.


"weh bangun"


"hemm" gumam zeval dengan mata terpejam.


"ihhh ni bocah, gue colok lo yah gak bangun" acam vera.


"merem kak, gak bisa di colok" jawab zeval dengan suara serak has tidur, masih dengan mata terpejam.


"gue gulingin yah lo, cepetan" kini vera memukul mukul bokong zeval.

__ADS_1


"iya iya, gue bangun ini" zeval kini terduduk, rambut berantakan sambil memanyunkan bibirnya.


"apa lo, sana mandi!" bentak vera.


"dasar KDRT" ujarnya kemudian iya beranjak menuju kamar mandi.


"disir KIDIIRTI" ujar vera menirukan zeval.


tok tok tok


mendengar suara ketuka vera pun beranjak dari tempat tidur untuk membukanya.


"penganten baru kita makan yuk di bawah rame rame, jangan duaan terus dong" ujar fida adik dari vera.


"iya tar gue turun" jawabnya males, apalagi mendengar kata penganten baru.


"oke ditunggu, ajak pasanganya makan juga, oke penganten baru" ujar fida sambil menaik turunkan alisnya.


"fida gue sentil lo ya" ujar vera geram.


"hahah penganten baru marah"


"fidaaaa" vera yang hendak memukul fida pun tidak jadi karena fida sudah lari meninggalkan vera.


"apaan sih?" tanya zeval, yang hanya memerlihatkan mukanya di ambang pintu.


"di suruh makan malem, yuk cepetan"


"oke" mereka pun turun menuju meja makan yang dari jauh saja sudah terdengar keriuhanya.


"waaahhh penganten baru kita, selamat datang di perjamuan kita" ujar jeje kakak dari zeval.


"sudah sudah nanti mereka malu, jangan kaya gitu, kita makan aja" ujar bunda vera.


kemudian mereka pun makan dengan tenang.


haii jangan lupa like, comment, dan vote😁

__ADS_1


__ADS_2