
ke LA kenapa gak bilang bilang?" Tanya vera pada nawa yang tengah duduk di ruang tv.
"Gue buru buru" jawab nawa sambil memakan keripik singkong.
"Tugas kampus lo gimana?"
"Gue baru sampe tadi pagi, jadi belum sempet ngerjain, dan gue juga belum ketemu jeje"
"Eh bukanya lo dulu mau ketemu pacarnya jeje, gimana jadi gak"
Zeval yang sedari tadi menonton tv menoleh ke arah nawa, ia tertarik dengan pembicaraan yang mereka bahas.
"Gak jadi, dulu waktu gue pulang dari sini, gue di suruh buru buru langsung ke LA"
"Kak jeje punya pacar selain kak nawa?" Tanya zeval.
"Kata jeje sih ia" jawab nawa.
"Kak nawa gak cemburu?"
"Lah buat apa gue cemburu, dia kan belum buktiin punya pacar selain gue"
"Kalau kak jeje beneran punya pacar selain lo gimana?" Tanya vera.
Nawa yang awalnya menatap vera beralih ke kripik di depanya.
"Kalian mau dolar gak?" Tawar nawa mengalihkan pembicaraan.
"Mau dong, itu oleh oleh yang gue maksud" kata vera antusias.
"Satu lembar atau dua lembar nih?" Tanya nawa sambil mengambil dompetnya.
"Sepuluh!" Jawab vera sambil mendekat ke arah nawa dengan seyumnya "mana cepeta" vera mengulurkan tanganya.
"Semua nya aja, kak nawa punya banyak di rumah" ujar zeval.
"Adik ipar kalo ngomong suka bener hahaha" tawa nawa.
"Sini lama lo" kata vera sambil merebut dombet nawa.
"Eh jangan di ambil semua!" Teriak nawa saat vera mengeluarkan semua isi dompetnya.
Zeval menutup kupingnya karena teriakan nawa.
"Dari depan kedengeran heboh bonget"
Zeval, vera dan nawa sontak menoleh kesumber suara.
"Jeje!" Teriak nawa, ia berdiri dari duduknya untuk menghampiri jeje.
"Tau gini gue mending gak kesini" kata jeje sambil bersembunyi di balik tubuh dilah yang baru saja datang.
"Eh ada apa nih" kata dilah saat jeje bersembunyi di balik tubuhnya.
"Jeje gak kangen apa sama nawa" ujar nawa.
"Enggak!"
"Lo awas, ngapain di depan jeje" kata nawa pada dilah.
"Dilah lo ngelangkah satu kali gue abisin lo di sini" ujar jeje berbisik pada dilah.
"Pacar lo kangen itu, ngapain lo ngumpet" ujar dilah.
"Biasalah dil drama rumah tangga" saut abi sambil duduk dan memakan kripik yang tergeletak di atas meja.
"Jeje kok gitu sama nawa" ujar nawa sambil memanyunkan bibirnya "gak boleh gitu loh sama pacar sendiri"
"Ogah banget gue sama lo" ujar jeje lirih agar nawa tak mendengarnya.
"Kak sana urus pacar lo dulu, kenapa ngumpet di gue"
"Kak nawa, kak jeje kayaknya gak mau sama kakak, mending sama gue aja" kata arkan pada nawa.
__ADS_1
"Ogah, gue gak mau sama bocah kaya lo, gue bukan vera" vera yang tengah fokus dengan dompet nawa pun sontak menoleh ke nawa.
"Uuu penolakan yang sangat enak di dengar" ujar abi.
"Kalian ada apa kesini?" Tanya vera.
"Gue sama yang lain kesini mau liat pasangan muda kalo di rumah ngapain aja" ujar abi.
Vera merasa malu dengan penuturan abi.
"Jeje ngapain ke sini, pasti mau ketemu nawa" ujar nawa sambil tersenyum senang.
"Gak lah, gue kesini nunjukin apart zeval sama ngasih tau passwoard kemereka ,ngapain gue ketemu lo, bisa kena cacar gue"
Nawa yang mendengarkan jawaban jeje melunturkan senyum di wajah cantiknya.
"Lo ngapain ngasih passwoard nya ke mereka" ujar vera.
"Sopan dikit sama yang lebih tua" kata jeje dan vera hanya memutar bola matanya malas.
"Kak ngapain kasih passwoard nya kemereka?" Tanya vera ulang.
"Biar mereka gampang masuk, jadi gak nyusahin kalian buat bukain pintu" jawab jeje dan mendapatkan dua jempol dari arkan.
'Gue harus ganti passwoard kalo gini' batin zeval.
" kalian mau minum apa?" Kata vera sambil beranjak dari duduknya.
"Terserah kakak aja, yang penting manis kaya akuu" ujar abi.
"Pengin muntah gue" ujar arkan.
"Yaudah tunggu bentar" kata vera.
"nawa" panggil vera, dan yang di panggil pun menoleh.
"Nih dompet lo" kata vera sambil melempar dompet ke arahnya.
"Yaampun vera kenapa lo ambil semua!" ujar nawa setelah membuka isi dompetnya.
Jeje pun bernafas lega saat nawa sudah tidak ada di hadapanya lagi, ia pun memikih duduk di sebelah abi dan di ikuti dilah.
"Zev, enak ya lo udah ada istri" kata arkan.
"Gak usah di tanya pasti enak" ujar jeje menimpali.
"Enak dong kita kalo sering sering ke sini"
"Bemer banget lo bi" dilah menyetujui ucapan abi.
"Enak aja gak bisa, ngaoain seeing sering ke sini" ujar zeval.
"Ada yang takut di ganggu nihh"
...****************...
Mereka semua tanpa sadar sudah berada di apartemen zeval hingga larut malam, dari siang para lelaki hanya asik bermain game dan bercerita sedangkan nawa dan vera memikih menonton drakor di kamar.
"Eh asik kali ya kalo kita camping" ujar dilah yang tengah fokus ke ponselnya.
"Wah ide bagus tuh, sekalian ajak nawa sama vera" kata dilah "nanti gue ajak reyna.
"Kalo mereka berdua gue setuju, tapi kalo reyna mending jangan" kata arkan.
"Lo mending jangan ajak reyna, vera bisa ngambek sama gue" ujar zeval dan dilah pun menganggukinya.
"mending bawa temen temenya kak jeje aja gimana" usul arkan.
"Coba nanti gue ajak mereka mau gak, emang tempatnya di mana?" Tanya jeje.
"Belakang rumah aja kak kan luas tuh" kata zeval.
"Jangan masa camping belakang rumah gak seru banget" kata abi.
__ADS_1
"Mending ke bukit aja, lagian sama mama emang boleh belakang rumah buat camping, bener kata abi gak seru"
"Tanya kak nawa sama vera dulu sana" kata dilah, zeval pun menganggukinya dan be4anjak dari duduknya menuju kamar.
Tok tok tok
"Kak aku masuk ya" kata zeval sambil mengetuk pintu kamar.
"Masuk aja" jawab vera dari dalam.
"Kenapa?"
"Kita ada rencana camping kalian ikut ya" ujar zeval.
"Giman gimana, camping?" Tanya nawa sambil bangun dari rebahanya.
"Yuk keluar dulu" kata zeval, lalu ia melenggang pergi keluar kamar.
Vera dan nawa pun bergegas menuju keluar kamar.
"Kalian ada rencana kemping?" Tanya nawa setelah duduk di sofa ruang tv.
"Iya, rencana nya sih camping di bukin, kalian ikut ?" Ujar dilah.
"Gue pasti ikut" jawab nawa.
"Kalo gue terserah zeval, kalo dia ikut gue ikut"
Zeval tersenyum pada vera saat mendengar jawaban vera.
" katanya terserah suami, gimana menurut anda suami" kata arkan dan zeval hanya menghela nafas mendengar perkataan zeval.
"Gimana zeval?" Tanya vera dan zeval menganggukinya.
"Kok mau ya kak vera sama zeval mending sama gue" gumam arkan dan mendapat tatapan tajam dari zeval.
"Hehehe becanda suami, gitu aja marah" ujar arkan pada zeval.
"Kak jeje juga nanti ngajak temenya" kata abi.
"Lo mau ngajak siapa?" Tanya vera.
"Adit sama dodo" jawabnya "eemm apa sekalian rio gue ajak?"
"Gak usah lah ngajakin dia" kata zeval sambil menyembunyikan kekesalanya.
Vera menatap zeval yang tengah memainkan ponselnya.
"Hhmmm sama zeval gak boleh ajak rio oke dehh" kata jeje.
"Jeje jangan ajak rio, nanti ada yang cemburu" ujar nawa.
"jadi kapan nih berangkatnya" kata vera mengalihkan pembicaraan.
"Ini kan baru rencana, jadi berangkatnya setelah kita ujian aja" jawab dilah dan di angguki zeval, arkan dan abi.
"Kapan ujianya?" Tanya jeje.
"Senin besok" jawab zeva.
"Oke, abis kalian ujian kita camping, ini udah malem gue mau pulang" pamit jeje sambil berdiri dari duduknya.
"Gue juga mau pulang, zeval lo berdua hati hati takut ada maling masuk tidurnya jangan terlalu nyenyak" kata dilah.
"Palingan juga malingnya di antara kalian" jawab zeva.
"Kalian hati hati" ujar vera.
"Jeje aku ikut kamu yaa" kata nawa sambil ywrsenyum ke arah jeje.
"Ayo" nawa twrsenyum senang saat jeje langsung membolehkanya ikut.
"Gak ada drana dulu nih?" Tanya dilah.
__ADS_1
"Gue nolak ujung ujungnya juga dia bakal ikut" jawab jeje.