Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
marah


__ADS_3

Cklek


Sepi, hanya itu yang zeval lihat saat memasuki apartemen, dan di tambah lagi lampu yang sudah di matikan, mungkin vera sudah tidur pikir zeval.


setelah ia meletakan sepatunya ia berjalan menuju kamar.


"Jam berapa" suara itu mengagetkan zeval.


Vera kini tengah duduk di ruang tamu sambil menatap zeval datar.


"Bolos?" tanya vera, ia menyalakan lampu lalu menghampiri zeval.


"Lagi gak mau debat kak, aku cape" jawab zeval membelakangi vera.


zeval melangkahkan kakinya di anak tangga.


"Abis kemana?" Tanya vera sambil menahan marahnya.


"Pergi"


"Kemana"


"Keluar"


"Liat jam berapa".


"sembilan"


"Ngapain bolos! Dan jam segini baru pulang, abis cari cewek lain hah!" marah vera.


zeval berbalik menghadap vera, mereka saling menatap sengit.


"Kak aku udah bilang yah!, aku gak mau debat sama kakak!" bentak zeval.


"kakak gak puas apa marahin aku di sekolah, dan sekarang mau marah lagi masalah apa, aku pulang telat atau masalah aku cari cewek lain hah!" lanjut zeval, lalu ia melanjutkan jalanya menuju kamar.


"jadi lo beneran cari cewek lain!" teriak vera.


"gue gak marahin lo pas di sekolah, gue cuma peringatin lo nasehatin lo" lanjut vera sambil berjalan menuju kamar menyusul zeval.


Vera dapat mendengar zeval tengah mandi, vera pun memilih duduk di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


'niat gue mau marahin dia gegara baru pulang gak jadi deh, lagian gak mungkin juga zeval cari cewek lain gue percaya sama dia, gue gak mau kita bertengkar kaya gini, apalagi sampai berlarut larut, kita harus omongin ini baik baik, mending gue minta maaf aja'


Cklek


Vera mendongak saat zeval sudah keluar dari kamar mandi, vera dapat melihat pipi zeval yang lebam.


"Zev" panggil vera namun tak ada jawaban dari zeval yang tengah memakai bajunya.


"Aku bantu obatin pipi kamu" ujar vera ia pun beranjak mencari obat setelah mendapatkanya ia berjalan menuju zeval.


"Sini duduk" ujar vera sambil memegang tangan zeval namun dengan cepat zeval menepis tangan vera.


"Mau kemana, lukanya obatin dulu" ujar vera yang melihat zeval keluar kamar.


"Zev" vera mengikuti zeval dari belakang.


"Gak usah ikutin gue" ujar zeval dingin.


"Zeval" vera kini menarik tangan zeval untuk menghadapnya.


"Luka kamu obatin dulu"


"Gak usah!" bentak zeval, ia pun pergi menuju kamar bawah.


"Marah dia" ujar vera lirih pada dirinya sendiri.


Setelah mengunci pintu kamar bawah zeval memilih merebahkan dirinya.


"Zeval"


"zeval"


panggil vera, namun zeval memilih menutup telinganya dengan bantal.


...****************...


Tok tok


Vera berusaha membangunkan zeval.


"Zeval udah pagi" ujar vera dari depan pintu kamar.


Zeval mengerjapkan matanya, tidurnya terusik karena suara vera, ia melihat jam di nakas sudah menujukan pukul enam.

__ADS_1


Cklek


Vera tersenyum saat melihat zeval membuka pintu sambil mengucek matanya.


"Mandi abis itu makan" ujar vera.


Zeval berjalan menuju kamar atas, untuk mandi dan mengganti bajunya dengan seragam.


Sedangkan vera kini tengah asik berkutat dengan peralatan dapur, ia jadi bisa memasak karena mertuanya yang beberapa hari disini mengajarinya memasak.


Vera meletakan makanan yang ia buat, senyumnya terukir saat ia melihat hasil masakanya.


Senyumnya tambah mengembang saat melihat zeval menuruni tangga yang sudah rapi dengan seragam sekolah dan tas yang ia tenteng.


"Makan dulu" ujar vera, namun zeval malah melewati meja makan ia memilih pergi memakai sepatunya.


"Ko gak sarapan dulu" ujar vera yang sudah ada di samping zeval.


Tak ada jawaban dari pria itu.


'Masih marah ternyata'


"Zev-"


"gue berangkat" ujar zeval tanpa melirik vera sedikit pun.


"Tunggu" ujar vera menghentikan zeval yang hendak membuka pintu.


"Hadap sini" perintah vera.


"Zeval" panggil vera lagi dan tak ada jawaban dari zeval


"Zeval"


"Apa" jawab zeval sambil berbalik menatap vera.


Cup


"Biar semangat" ujar vera setelah mengecup bibir zeval.


jujur zeval terkejut dengan itu, namun ia berusaha mengatur ekspresi wajahnya.


'Semoga habis ini kamu gak marah lagi'


Zeval hanya menaikan satu alisnya, zeval pun kembali berbalik untuk melanjutkan langkahnya.


Zeval menghela nafasnya lalu berbalik menghadap vera dingin.


"ap-"


Cup


"Biar gak marah lagi, dan aku minta maaf" ujar vera.


Vera kembali mencium bibir zeval, pipinya kini sudah merah karna ulahnya sendiri.


Cup


"Biar lukanya sembuh"


Zeval hanya menatap vera tanpa berminat mengatakan apapun.


Zeval dapat melihat pipi vera yang merah menahan malunya.


"Gue berangkat" ujar zeval datar lalu berlalu pergi meninggalkan vera sambil menutup pintu apart.


"nyebelin gue kira dia bakal maafin gue" ujar vera memanyunkan bibirnya sambil menghentakan kakinya.


Zeval sepanjang jalan tersenyum karna vera, apa lagi saat melihat pipi vera yang merah.


ternyata marahnya dapat membuat zeval mendapat hadiah pagi ini, ia tidak perlu merengek seperti biasa kalau memintanya.


Zeval sekarang sudah tidak marah lagi dengan vera, namun ia akan berpura pura masih marah dengan vera.


...****************...


"Woy, katanya lo kemaren masuk BK kenapa?" Ujar abi sambil merangkul zeval yang tengah berjalan di koridor.


"Tawuran" jawab zeval santai.


"Apa!" Sedangkan abi tak percaya atas penuturan sahabatnya.


"Bencanda lo jelek"


"Tanya pak ridwan kalo gak percaya"

__ADS_1


Abi hanya menggelengkan kepalanya tak percaya, kemudian ia berjalan mendahului zeval.


...****************...


Kelas kini sudah ramai, zeval pun kini tengah menyalin pelajaran kemarin yang tertinggal.


"Wah pagi pagi ada yang udah rajin aja nih" sindir arkan pada zeval namun tak ada tanggapan dari zeval.


"Oh ya zev lo kemaren kemana, katanya ambil buku paket tapi gak balik kekelas, gak ikut pelajaran kenapa?" ujar arkan sambil duduk di kursi depan zeval yang sengaja ia hadapkan ke bangku belakang.


"Keruang BK" ujar abi menyauti, yang tengah asik memakan kripik kentang di sebelah zeval.


"Wihh canggih seorang zeval ke  BK ada masalah apa?"


Tok tok


semua menatap pintu.


"Ada nak zeval" zeval yang merasa namanya di panggil langsung mendongak.


"Ada apa pak?" Tanya zeval.


"kesini sebentar"


zeval berdiri dari duduknya dan menghampiri pak ridwan yang memanggilnya.


"ikut saya" ujarnya saat zeval sudah ada di depanya.


"pak saya ikut" ujar abi sambil berlari menghampiri zeval dan di ikuti arkan di belakangnya.


"sebentar lagi masuk, kalian masuk aja sana" ujar pak ridwan.


"nanti bel kita masuk pak, boleh yaa" ujar arkan memohon.


"terserah kalian" ujar pak ridwan sambil berjalan meninggalkan zeval, arkan dan abi.


"kalian mau kemana?" tanya dilah yang baru sampai.


"ikut zeval" jawab abi.


mereka berempat pun berjalan mengikuti pak ridwan.


mereka masuk kedalam ruang CCTV, zeval baru teringat sekarang bahwa sekolahnya ada CCTV.


"pak" ujar pak ridwan pada pak zaki yang tengah sibuk dengan laptopnya.


"udah dateng" ujarnya "tapi kenapa ada mereka bertiga?"


"kita ikut katanya gak papa, lagian kita kan temenya, kita juga pengin tau apa masalah zeval" jawab arkan di akhiri cengiranya.


zeval melirik pak zaki yang tengah menatapnya sambil tersenyum.


"jadi bapak yang ngizinin zeval pulang kemarin?" tanya pak ridwan.


"iya saya mengizinkan zeval pulang untuk mengambil buku paket, awalnya saya suruh untuk berbagi dengan teman sebangkunya namun dia gak bawa juga"


"mmm oke" jawab pak ridwan sambil menganggukkan kepalanya.


"dan ini ada rekaman CCTV, zeval memang benar gak ada sangkut pautnya sama tawuran itu"


pak zaki memperlihatkan videonya.


"nah kan zeval gak salah" ujar arkan.


"makanya pak jangan main marah marah aja" abi menimpalinya.


"hemm ternyata saya salah duga, zeval bapak minta maaf" ujar pak ridwan.


"gak papa pak, saya bisa memaklumi"


"yaudah yuk kekelas, udah kan pak?" tanya dilah.


"yaudah sana" jawab pak ridwan.


"tumben lo ngajak kekelas" ujar abi.


"gue ngantuk, pengin tidur" jawabnya berbisik agar pak guru yang ada di depanya tak mendengar.


"oh ya zeval, katanya kemarin kakak kamu yang kesini?" tanya pak zaki.


"iya" jawab zeval.


" suruh kakak kamu kesekolah sebentar untuk ketemu saya" ujar pak zaki.


"nanti saya telfon"

__ADS_1


"bapak juga sekalian pengin ketemu" ujar pak ridwan.


jangan lupa senyum🐼


__ADS_2