Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
pok pok


__ADS_3

zeval keluar dari kamarnya, ia berjalan keluar apartemen menuju ke arah bagasi, di keluarkanya mobil miliknya.


ddrrt ddrrt


zeval menghentikan mobilnya di halaman saat ponselnya bergetar, dilihatnya nama dilah di layar ponselnya.


"halo"


"zev gue lagi di rumah reyna"


"terus?"


"dia bengong, pas gue tanya dia, dia nangis sambil panggil panggil nama lo"


"urusanya apa sama gue?"


"dia teriak nama lo bego! ini gimana, nanti apa kata tetangga, di rumahnya gak ada orang nanti di kira gue apa apain dia, tolongin dong apart lo kan deket"


"ogah urus sendiri"


"zeval! tolongin gue dong lo kesini, dia kaya gini pasti salah lo kan? ayolah zeval nanti kalo gue di kira ngapa ngapain gimana, nanti gue di nikahin gimana? gue gak mau kaya lo, nikah muda gue gak mau!"


tut


zeval mematikan sambungan telfonya "gue gak peduli" lirih zeval.


"zevaaaaal, zeval buka pintunya!" zeval di kagetkan oleh suara dari luar, dilihatnya vera tengah menggedor gedor jendela mobilnya.


zeval pun membuka pintunya "ada ap-"


"kamu beneran pergi!" potong vera "kamu tega ninggalin aku sendirian!" bentak vera.


"kamu yang nyuruhkan, ya aku nurut" jawab zeval sambil memasukan kedua tanganya di dalam saku celana training dan bersandar pada pintu mobilnya.


"kok pergi, kan aku nyuruhnya pergi dari kamar bukan apart!"


"kamu ngusir aku dari apart tadi, dan aku kan udah bilang dari pada tidur sendiri mending ke rumah mama" jawab zeval dengan wajah datarnya.


"gak boleh" vera memelankan suaranya "jangan pergi"


"tadi di suruh pergi"


"sekarang jangan" vera mendekati zeval lalu memeluknya.


"minggir" zeval melepaskan pelukan vera "aku mau ke apartemen reyna aja, dari pada di tuduh sama kamu katanya aku ke apart reyna, aku kasih bukti nyata aja sekarang, sekarang aku mau ke apart reyna"

__ADS_1


"zeval!"


"sekalian aku mau mampir ke rumah janda kembar, lumayan ada dua dan gak kalah cantik dari reyna" zeval kembali membuka pintu mobil.


"zeval" mata vera kini berkaca kaca "aku minta maaf jangan pergi"


"kan kamu yang nyuruh aku pergi"


"hiks"


"eh" zeval kembali menutup pintu mobil lalu mendekati vera yang menangis sambil menunduk.


"jangan pergi, maaf" vera menatap zeval sendu.


"cup cup cup, aku cuma becanda jangan nangis" zeval memeluk vera sambil mengelus punggungnya.


"jangan pergi hiks"


"enggak akan, aku cuma becanda, udah ya jangan nangis"


vera mendongakan kepalanya menatap zeval "maaf"


"iya aku maafin, aku juga minta maaf, aku masukin mobil ke bagasi dulu, kamu tunggu sini" zeval kembali masuk ke dalam mobil sebelum mendapatkan jawaban dari vera.


zeval menggandeng tangan vera untuk memasuki apartemen.


sesampainya di kamar...


"zeval tadi mau kemana?" tanya vera yang tengah memeluk zeval di atas tempat tidur, dengan zeval yang tengah merebahkan dirinya sambil terlentang menatap atap apartemen dan tanganya yang di jadikan bantal oleh vera.


"gak kemana mana"


"kok keluarin mobil"


"biar kamu keluar, kayak tadi" jawab zeval sambil mengganti posisi tidurnya mengahadap vera.


"aku takut kamu pergi tau, dan satu lagi wajah kamu nyeremin"


"nyeremin kenapa??"


"kamu datar, aku gak suka liat wajah kamu yang datar, datarnya kamu buat aku berasumsi kalau kamu beneran ninggalian aku, dan sikap dingin kamu buat aku berasumsi kalau kamu mulai gak suka sama aku" vera mengeratkan pelukanya "jangan tampakin wajah datar dan sikap dingin kamu buat aku, aku takut"


"sayang, mikirnya jangan aneh aneh aku gak suka" zeval membalas pelukan vera.


"kamu boleh bersikap kaya gitu, tapi... saat kamu udah gak mau sama aku dan ninggalin aku"

__ADS_1


"sayang, aku gak suka kamu ngomong kaya gitu, sampai kapan pun aku gak bakal ninggalian kamu"


"janji"


"janji" jawab zeval.


"zeval" vera mendongak menatap zeval "aku sama reyna cantikan siapa?"


"cantikan kamu"


"aku gak suka waktu kamu bilang reyna cantik"


"reyna emang cantik tapi kalau veranya aku pasti lebih cantik, istriku nomor satu"


"sayang zeval banyak banyak" ujar vera ia juga mendaratkan satu kecupan di bibir zeval.


"istriku yang ku sayangi" zeval mengeratkan pekukanya sambil menggoyang goyangkanya, ia terlalu gemas dengan istrinya.


"tidur ya udah malem"


"gak bisa tidur"


"loh kok gak bisa?"


"gak tau" vera menduselkan wajahnya di ketiak zeval.


"matanya di pejamin aja nanti juga tidur sendiri"


"mau di pok pok" ujar vera dengan suara yang tenggelam karna ia masih nyaman menduselkan wajahnya di ketiak zeval.


"apa?"


"pok pok"


"tapi tidur ya"


"hmm"


zeval tersenyum, ia melonggarkan pelukanya, tanganya menepuk nepuk pelan bokong istrinya.


"sayangnya aku good night" lirih zeval


pendekan aja lah yg penting up, siapa yg mau di pok pok zeval😍😅becanda.


like dan komen pliss🖒🖒

__ADS_1


__ADS_2