
Jarum jam sudah menunjukan pukul tiga pagi, namun zeval masih terjaga, ia tak bisa tidur.
Zeval terlentang di atas kasur sambil memandangi langit kamarnya.
Zeval hanya diam sambil mendengarkan jarum jam yang berdetak, namun sebuah kaki mengagetkanya.
Ia menoleh ke arah samping kiri, terdapat istrinya di sana yang tengah terlelap, posisi vera yang tertidur tengkurap dengan kaki sebelah kirinya yang menindih perut zeval,
Zeval terkekeh
Zeval mengangkat kaki vera agar tidak menindih perutnya, setelahnya zeval sedikit mendekatkan dirinya pada vera, ia mengusap pipi vera lalu mengecupnya sekilas.
Zeval pun kini memeluk vera, vera menggeliat dari tidurnya ia pun memiringkan tubuhnya, kini vera menghadap ke arah zeval.
"Jangan buat aku khawatir lagi sayang" lirih zeval sambil mengelus rambut vera.
Zeval beralih mengusap perut vera
"Apa bekas pukulanya masih sakit?"
"Zeval sayang sama vera" lirihnya setelah itu ia membawa vera ke dalam pelukan hangatnya.
"Laper"
Zeval pelepas pelukanya saat mendengar suara vera.
"Kamu bangun?" Tanya zeval sambil memandangi istrinya yang masih memejamkan matanya.
Tak ada jawaban dari vera, zeval pun memilih memeluk vera kembali, ia memejamkan matanya dan bersiap berjelajah ke alam mimpi.
"Aw" zeval meringis, ia kembali membuka matanya, ia menatap istrinya, kenapa vera menggigit lenganya?
"Kamu laper?" Tanya zeval namun hanya dengkuran halus yang zeval dengar.
"Vera" panggil zeval pelan "veraaaa" panggilnya lagi, namun vera tak meresponya.
Zeval menghela nafasnya, setelahnya zeval menaikan satu alisnya saat melihat vera tersenyum dalam tidurnya.
"Lagi mimpi indah ya?" Tanya zeval sambil tersenyum.
"Nyam nyam" vera kembali bersuara dalam tidurnya dengan suara imutnya.
Zeval yang mendengar itu hanya mengerjapkan matanya.
"Yaampun imut banget" zeval kini memeluk vera seperti guling "kamu terbuat dari apa sih hhmm" zeval mengeratkan pelukanya.
'Aku rela kehilangan apapun tetapi jangan kehilangan vera, dia miliku aku akan menjaganya'
Zeval memejamkan matanya sambil sesekali mengecup pucuk kepala istrinya, zeval menaikan selimutnya, menyamankan posisi tidurnya.
Tak terasa pagi sudah tiba, vera terbangun dari tidurnya, ia mendongak tersenyum ke arah zeval yang masih memeluknya seperti guling, dengkuran halus dan raut wajah yang tenang dari zeval mengingatkan ke jadian malam tadi dimana saat zeval marah, zeval membentaknya, zeval mendiamkanya, dan zeval menangis di hadapanya.
Vera mengangkat tanganya, mengelus surai zeval yang menutupi matanya.
"Tampan" lirih vera.
Ini sudah pagi namun vera masih nyaman di sini, di dekapan suaminya ia tak ingin beranjak dari tidurnya, namun ia harus mandi, membantu ibunya memasak, menyiapkan baju zeval dan ia juga harus bersiap untuk berangkat kuliah.
Vera menyibak selimutnya, bukanya ia beranjak untuk ke kamar mandi ia malah kembali memeluk zeval, membenamkan wajahnya di dada zeval.
"Hanya Dua menit" gumam vera.
"No, satu jam lagi" vera mendongak saat zeval bersuara dengan suara khas bangun tidurnya.
"Nanti kau telat" peringat vera.
"Yasudah lima menit lagi, setelah itu baru kau boleh pergi" zeval mengeratkan peluknya.
"Zev"
"Zeval"
"Hmm" jawab zeval.
"Aku mau mandi"
"Lima menit lagi"
"Tidak bisa nanti terlambat"
Zeval melepas peluknya, ia menatap vera.
"Selamat pagi" ujar zeval sambil tersenyum.
"Pagi juga" vera hendak beranjak namun tangan zeval kembali melilit pingangnya.
"Tiga menit lagi" rengek zeval.
"Tap-"
"Ssstt menurut pada suami"
"Oke oke"
Zeval tersenyum puas, zeval mengangkat tanganya mengelus rambut vera.
__ADS_1
"Tadi malam mimpi apa?" Tanya zeval tanpa mengalihkan fokusnya dengan mengelus rambut vera.
"Mimpi?"
"Tadi malam kamu mimpi, kamu juga gigit lengan aku" tutur zeval.
"Masa sih?"
"Kamu juga bergumam"
"Hehehe aku gak inget"
"Yasudah sana mandi" usir zeval "tapi kiss dulu" zeval tersenyum ke arah vera.
Vera yang sudah terduduk di tempat tidur pun hanya menatap zeval dengan menggelengkan kepalanya.
"Kiss, zeval mau kiss" rengek zeval, vera pun mengecup dua jarinya dan menempelkanya pada bibir zeval.
"Sudahkan kiss nya" vera lalu pergi melenggang begitu saja.
"Kiss macam apa itu!" Teriak zeval agar vera yang berada di kamar mandi mendengarnya "awas kau nanti, akan ku cium di depan banyak orang" zeval tersenyum di akhir kaliamatnya.
...****************...
"Pagi pa" sapa vera menuruni tangga pada ayahnya yang tengah duduk di sofa ruang tv sambil memangku fifi.
"Hmm pagi" jawab ayahnya tanpa menoleh ke putrinya.
Vera berjalan menghampiri ayahnya yang tengah mengelus fifi.
"Pah" panggil vera.
"Kenapa?" Tanya ayahnya lembut sambil mendongak menatap anaknya.
Vera duduk di sebelah ayahnya ia memeluk ayahnya dari samping.
"Maafin vera" lirihnya.
"Udah gak usah di pikirin, ayah gak marah sama kamu ayah cuma khawatir aja"
Vera tersenyum mendongak menatap ayahnya.
Cup
Vera tersenyum lebar setelah mencium pipi ayahnya.
"Eh eh ada pa ini, anak sama bapak pagi pagi udah mesra mesraan" ujar ibu vera sambil membawa secangkir teh untuk ayahnya.
"Makasih istriku" ujar ayah vera menerima teh dari istrinya.
"Jangan bikin khawatir ya sayang, kalo ada apa apa bilang ke kita, mama maafin vera kok" ibunya kini membalas pelukan anaknya sambil mengusap punggung anaknya.
"Ayah mau sampai kapan duduk di sini sambil pangku fifi, lihat jam tuh udah siang, gak mau kerja?" Tanya istrinya setelah melepaskan peluknya dengan vera.
"Iya ini juga mau berangkat"
"Mau bawa bekel atau nanti mamah ke kantor papah" tawar istrinya.
"Mamah ke kantor papa aja nanti pas jam makan siang"
"Gak mau sarapan dulu?"
"Tadi di usir suruh berangkat"
"Bukan gitu-"
"Iya iya aku tau kok, aku berangkat dulu"
Cup
Setelah mencium dan menyalami istrinya ia pun
melambaikan tanganya.
Vera yang sedari tadi melihat kedua orang tuanya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Sarapan dulu yuk sayang" ajak ibunya.
"Ayo, eh fida udah bangun belum mah"
"Belum dia masih tidur, biarin aja kasian"
Mereka berdua berjalan berdampingan menuju meja makan.
"Zeval mana sayang?" Tanya ibunya.
"Masih siap siap kali mah"
"Kamu sarapun dulu aja, mama mau ke kebun belakang sebentar" vera mengangguki sebagai jawaban.
Baru saja vera mendaratkan bokongnya di kursi tiba tiba zeval sudah duduk di sebelahnya dengan mengenakan seragamnya yang sudah rapi.
"Ganteng banget suami ku" puji vera sambil memegang pundak zeval.
Zeval menoleh ke arah vera "kuliah jam berapa?" Tanya zeval sambil memakan nasi goreng yang berada di hadapanya.
__ADS_1
"Aku berangkat jam delapan" zeval mengangguk anggukan kepalanya sambil mengunyah.
"Zeval pulang jam berapa?" Tanya vera sambil mengambil irisan timun dan menyuapkanya pada zeval.
"Gak tau, mungkin aja siang" jawab zeval di sela ia mengunyah.
"Nanti malem mau di masakin apa?" Vera menyangga dagu dengan kedua tanganya.
"Terserah"
"Oke"
" aku berangkat, kamu ke kampus hati hati , bawa mobil jangan ngebut, dan satu lagi, jaga mata inget udah ada suami"
Cup
Zeval memcium kening vera.
"Iyaaa, kamu juga hati hati di jalan, semoga zeval di beri kelancaran dalam mengerjakan soal ujian, amin"
"Amin"
Vera menyalami tangan zeval.
...****************...
"Lo gak papa kan?"
"Enggak papa lo tenang aja"
"Pas lo ngejar zeval gue sebenernya takut lo kenapa napa"
"Lo tenang aja"
"Dari tadi gue ngomong jawabanya cuma lo tenang aja lo tenang aja"
"Yaampun gue gak papa, udah dulu ah gue mau kuliah"
"Yaudah sana yang pinter"
"Lo yang lagi jagain orang sakit jangan sampe lo juga ikutan sakit"
"Iyaaa, yaudah gue matiin dadah"
Vera yang berada di korodor kampus melanjutkan jalanya yang tertunda karena nawa menelfonya.
Vera yang kini berada di kampus tak mengetahui kalau sebenarnya mertuanya kini sedang berkunjung untuk menjenguknya.
Keadaan di rumah....
"YaAlloh besan, pas tadi malem denger kalau vera kena pukul sampe masuk rumah sakit rasanya langsung pengin kesini tapi udah malem"
Ibu vera terkekeh atas penuturan besanya ini, mereka tengah duduk di sofa ruang tamu.
"Vera udah gak papa kok"
"Eemmm jeng, suami mana?" Tanya ibu zeval sambil mengedarkan pandamganya.
"Jam segini ya kerja"
"Mamahh" obrolan mereka terhenti saat melihat putri bontotnya tengah berjalan menghampiri mereka masih dengan baju tidur dan muka bantalnya.
"Sayang udah bangun" tanya ibu vera.
Fida kini duduk di sebelah mamahnya.
"Mau mandi atau langsung makan" tawar ibunya namun hanya gelengan dari fida.
"Ini fida kan, adik vera?" Tanya ibu zeval.
"Anak bontot saya ini, fida salaman dulu dong"
Fida tersenyum canggung menatap ibu zeval lalu ia menyalaminya.
"Mah fida mau kekamar dulu"
"Iya nanti jangan lupa makan".
Seperginya fida dari sana mereka berdua pun kembali menggosip.
"Eh eh eh besan gak mau nambah nih" ujar ibu vera.
"Nambah, nambah apa?"
"Nambah adik buat jeje sama zeval"
Ibu zeval tersenyum "kamu ini, jeje aja masih suka manja, mau nunggu cucu aja"
"Padahal belum ada ceweknya masa gak mau bikin adik cewek"
"Dulu pengin tapiiii sekarang kan udah ada vera, dia anak saya juga"
"Iya juga"
GAJE BANGET GAK SIH PART INI?😧🙈
__ADS_1