
Makin sore udara kini semakin dingin, setelah melaksanakan solat berjamaah mereka langsung berpencar entah kemana.
Nawa, nura dan nasa kini tengah menghangatkan tubuh mereka di api unggun.
"Dingin banget" lirih nura sambil menggoso gosokan telapak tanganya.
"Bikin miniuman yang anget yuk" ajak nasa.
"Yuk, kak nawa ikut gak" tawar nura.
"Kalian aja gue di sini aja" jawab nawa yang tengah menggigil.
Nawa mengedarkan pandanganya mencari yang lain.
Sebenarnya nawa melihat vera yang tengah di dalam tenda namun ia enggan menghampirinya karena vera sekarang tengah berduaan dengan zeval entah apa yang mereka lakukan.
Nawa mendongak, bulan dan bintang kini terlihat sudah menghiasi langit.
"Ikut gue yuk" nawa yang mendengar suara seseorang pun menoleh, nawa menajamkan penglihatanya, ia melihat nasa dan nura seperti tengah di ajak untuk kesuatu tempat oleh adit dan dodo.
"Mau kemana?" Tanya nura.
"Udah ikut aja" ujar adit sambil meraih tangan nura dan membawanya pergi.
"Ayok" ajak dodo sambil menarik pelan tangan nasa.
Nawa yang melihat itu hanya dapat menggeleng gelengkan kepalanya
"Sukanya sama bocah, kaya vera semua" lirih nawa.
...****************...
"Keluar yuk" ajak zeval pada vera yang lebih memilih menghangatkan tubuhnya di dalam tenda.
"Aku masih malu tau" vera memanyunkan bibirnya, ia masih teringat kejadian sore tadi.
"Ngapain malu kita udah sah, ya terserah kita mau ngapain"
"Tapiii"
"Tapi apa, mereka aja yang iri yang kurang kerjaan ngapain liatin kita"
"Tapi aku malu"
Zeval menatap vera datar "jadi beneran gak mau keluar, padahal aku mau ajak kamu kesuatu tempat, yaudah kalo gak mau aku sendiri aja" zeval beranjak dari duduknya.
"gak mau di tinggal" rengek vera sambil mencekal lengan zeval.
"Yaudah yuk ikut"
Dengan berat hati vera pun akhirnya keluar dari dalam tenda.
Mereka mengedarkan pandanganya "yang lain kemana kok sepi" lirih vera.
"lagi di Dalem tenda kali" kata zeval.
Vera yang melihat nawa tengah duduk di tepi api unggun sambil memakan jagung pun melangkah ingin menghampirinya.
"Ngapain?" Tanya zeval sambil mencekal lengan vera.
"Mau ke nawa bentar"
__ADS_1
"Nanti aja, sekarang ikut aku dulu"
Vera pun hanya dapat mengikuti langkah zeval, zeval yang menggandeng tangan vera memilih berjalan duluan dan vera hanya mengekorinya dari belakang.
"Mau ngapain sih dingin tau, jangan jauh jauh"
"Ssttt ikut aja dulu"
Vera menoleh ke belakang "zev kita udah jauh dari tenda"
Zeval tak menghiraukan ia memilih terus berjalan hingga melewati semak semak.
"Zev mau kemana, ini gelap tau nanti kalau ada-
"Liat deh" potong zeval.
"Waahhhh" kagum vera sambil mengerjapkan matanya kagum tak percaya.
"Zev bagus banget" girang vera.
Vera melangkah lebih maju meninggalkan zeval yang hanya berdiri di belakang.
Mata vera ikut berbinar melihat banyaknya bintang bertebaran, ia tak pernah melihat bintang sebanyak ini sebelumnya.
"Zev liat" vera menoleh ke arah zeval sambil menunjuk langit "bintangnya banyak banget" girang vera sambil meloncat loncat kecil.
Vera kembali menatap langit "bulanya juga cantik" lirih vera.
"Cantikan juga veranya aku" saut zeval sambil memeluk vera dari belakang"
Vera menoleh ke sebelah kiri saat zeval meletakan dagu di pundak kirinya.
"Zeval masih inget gak pertama kali kita liat bintang sama sama"
"Saat itu kita sepakat kan mau buka lembaran baru sama sama, mau melangkah sama sama. Dan sekarang kita udah jalanin, mungkiin baru beberapa langkah perjalanan kita, tapi jangan sampai kita berhenti di tengah jalan ya apapun itu rintanganya nanti, kita harus eratin genggaman kita, kita lakui sama sama"
"Semoga masa depan yang sudah kita rencanakan terwujud" lirih zeval
"tempatnya bagus banget, zeval tau dari mana ada tempat sebagus ini di sini?"
"sebelum camping aku kan survei tempat ini dulu, sama anak anak cowok yang lain"
"oooh gitu"
"vera maaf ya kalau aku masih kaya anak kecil, aku gak bisa jadi suami yang tegas kayak suami suami yang lain, dan belum bisa jadi suami yang vera mau"
Vera mengelus surai zeval "kamu itu suami terbaik aku, aku suka saaangat suka sama zeval yang manja, zeval yang kaya anak kecil aku suka banget malah, tapiii sikap kamu yang kaya gitu cuma harus di tunjukin di depan aku jangan di depan orang lain"
"Pasti" zeval melepas peluknya, ia mensejajarkan tubuhnya dengan vera, ia meraih tangan kiri vera dan memasukanya kedalan saku jaketnya.
"Mau ke danau gak, kalau malam cantik tau" tawar zeval dan vera mengangguk dengan antusias.
...****************...
"Ya Alloh gue kayak jomblo di sini sendirian" omel nawa sambil memakan jagung bakar yang ke lima.
Nawa menoleh ke kanan dan kiri mencari seseorang namun yang ia lihat hanyalah pepohonan yang bergoyang di terpa angin.
"Punya pacar malah kelayapan sama cewek sialan" omel nawa.
"Woyy inget ini di hutan, kalo ngomong di jaga kak" nawa di kagetkan oleh suara yang tiba tiba bersuara dari arah belakangnya.
__ADS_1
Nawa menoleh, nawa membulatkan matanya sambil membuka mulutnya lebar "ngapain lo di situ, kayak tarzan, turun lo!" Nawa melemparkan krikil ke arah dilah yang tengah duduk di atas pohon.
"Gue tuh ceritanya lagi ngambek sama mentemen gue" dilah turun dari pohon yang sejak tadi menjadi teman nya.
"Ngambek?"
"Iya" dilah mengambil duduk di sebelah nawa sambil mengambil jagung dan ia kini membakarnya "semuanya pada punya pasangan lah gueee, liat noh sekarang semuanya malah pada berduaan di danau, mereka enak couple lah gue"
"jadi semuanya lagi di danau?" tanya nawa.
"iya"
"Dari pada galau mending lo disini temenin gue, lagian ngapain ke danau dingin, udah mau malem juga"
nawa kembali memasukan jagung bakar ke dalam mulutnya "Tapi, kalau lo mau cari pasangan noh di dalem ada si eva sono ajak dia ke danau" kata nawa dengan mulut penuh jagung.
"Terus lo sendirian, jadi satpam jagain tenda?"
"Ya mau gimana lagi, masa tendanya di tinggal kalau di bawa angin gimana?"
"Gak mau lah mending gue di sini aja temenin kak nawa"
Nawa tersenyum ke arah dilah "adik yang baik" nawa menepuk kepala dilah.
"Wiihh berduaan nih" nawa dan dilah yang tengah menikmati jagung menoleh ke arah sumber suara.
"Eva sini gabung, yang lain pada pacaran kalau lo cariin mereka"
"Enggak gue gak nyariin kok, udah tau juga mereka pada pergi" jawab eva sambil duduk di sebelah nawa.
...****************...
Danau kini terlihat bersinar saat sinar bulan memantulkan cahayanya.
Zeval menepuk tempat di sampingnya agar vera juga duduk di sebelahnya.
"Aku pengin deh nanti kita ke sini lagi tapi sama anak anak kita" ujar vera sambil menyenderkan kepalanya di pundak zeval.
"Nanti aku ajak ketempat yang lebih indah dari ini, mau?"
"Mau, kalau sama kamu aku mau, tapiiii aku gak mau kalau ada pengganggu" vera menoleh ke arah adit dan nura yang duduk tidak jauh dari mereka.
"Biarin aja lah" lirih zeval.
"Buahahahahaha" terdengar tawa dari seseorang.
"lo ngapain cipratin air ke gue dingin tau!" nasa terlihat marah pada dodo yang sengaja menyipratkan air ke arahnya.
"Maaf gak sengaja"
Semuanya menatap dodo dan nasa yang kini malah berkejar kejaran tak menghiraukan yang lain yang merasa terganggu.
sedangkan jeje dan chindi tak merasa terganggu sama sekali, mereka berdua hanya menikmati kejadian itu sambil tersenyum, mereka kini tengah asik berfoto foto.
"dingin balik ke tempat camping aja yuk" ajak arkan pada prili.
"kita aja, yang lain gimana?" tanya prili sambil berdiri dari duduknya.
"abi lo mau di sini aja?" tanya arkan.
"kalo lo ketenda gue ikut, yang lain juga di ajak ini udah malem" jawab abi.
__ADS_1
akhirnya mereka semua pun memilih meninggalkan danau dan kembali ke area camping karena udara semakin dingin.