Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
bontot


__ADS_3

zeval tengah duduk di kantin sekolah bersama ketiga temanya.


"zeval orang tua lo apa kabar?" tanya arkan.


"tumben nanyain orang tua zeval?" tanya abi.


"gue kangen masakan tante rere" jawab arkan.


"nanti pulang sekolah kerumah lo, gimana menurut lo?" dilah bertanya pada zeval yang tengah asik memakan donat.


"gue udah gak tinggal di rumah mamah" jawab zeval dengan mulut yang masih penuh makanan.


"trus lo tinggal di mana?"


"apart" jawabnya singkat.


"wihh kalo gitu kita ke apartemen lo aja" saran dari dilah.


zeval melebarkan matanya, mana mungkin zeval akan membawa temanya ke apartemen bisa bisa mereka tau kalau zeval sudah beristri.


"ga bisa ga bisa" tolak zeval cepat.


"emangnya kenapa?" tanya arkan.


"gue baru pindah, nanti kalian acak acak" zeval mengelak.


"kalo gitu kerumah mamah lo aja, lo berkunjung gitu kerumah ortu lo"


kalau zeval fikir ide dilah bagus juga, ia sudah lama tidak bertemu mamah, ayah dan kakak nya.


"iya deh" ujar zeval menyetujui.


"nah gitu dong"


'gue harus kabarin kak vera dulu nih'


...****************...


setelah pulang sekolah zeval kerumah orang tuanya bersama arkan, dilah dan abi menggunakan mobil milik dilah, dan zeval pun sudah mengabari vera.


mobil hitam itu kini sudah memasuki pekarangan rumah orang tua zeval, jeje kakak dari zeval yang tengah mencuci mobilnya pun menghampiri empat lelaki tingga yang baru keluar mobil.


"wih wih masih ingat rumah lo" gurau jeje pada zeval.


"lo siapa gue gak kenal" jawab zeval.


"lupa lo ma kakak sendiri durhaka lo"


"udalah yuk masuk jangan ladenin pembantu" ujar zeval kemudian ia langsung berlari menghindar amukan kakaknya.


"anak bontot sialan" ujar kakaknya.


"udah?" tanya abi pada jeje.


"hah?"


"udah?" kini giliran arkan.


"apanya" geram jeje.


"kangen kangenan sama adek bontot lo" jawab dilah sambil memutar bola matanya.


"udah" jawab jeje.

__ADS_1


"yaudah kak kita masuk dulu" ujar abi sambil melenggang pergi dan di ikuti arkan.


"ya sana" kemudian jeje menatap dilah yang ada di depanya.


"lo gak masuk?" tanya jeje.


"yaudah gue masuk dulu" ujar dilah sambil menepuk pundak jeje "kak lo kan lagi cuci mobil?" lanjutnya.


"kenapa?"


"selesain sana busa sabun masih di mana mana"


"gausah lo suruh"


"sekalian mobil gue kak hahaha" dilah berlari meninggalkan jeje yang tengah melototinya.


zeval kini sudah memasuki rumahnya.


"assalamuakaikum" ujar zeval, arkan dan abi.


"waalaikumusalam" jawab dilah yang baru muncul dengan cengiranya dan ketiga sahabatnya hanya menatapnya jengah.


"waalaikumusalam, ehh pangeran pangeran mamah kesini" ujar rere mamah zeval.


"mah" ujar zeval sambil menyalami mamah nya.


"hai tante apakabar?" ujar abi sambil menyalami mamah zeval dan di ikuti yang lain.


"baik, kalian lama gak kesini, yuk masuk tante masakin kesukaan kalian nanti"


"wih makasih loh jadi enak" ujar arkan.


"yaudah kalian duduk duduk aja dulu atau kekamar zeval" ujar mamah rere kemudian ia melenggang menuju dapur.


"enak banget rebahan" ujar zeval setelah sampai kamarnya, ia pun merebahkan dirinya dan di ikuti yang lain.


"ini lah nikmat yang sebenarnya cape seharian obatnya rebahan" saut arkan.


abi bangun dari rebahanya ia berjalan menuju balkon kamar dan di ikuti dilah yang tengah menenteng gitar zeval.


dilah mulai memainkan gitarnya


"Aku mengerti


Perjalanan hidup yang kini kau lalui


Ku berharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri" dilah mulai bernyanyi dengan lagu berjudul melukis senja.


"Kau telah berjuang


Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah


Biar ku menemanimu


Membasuh lelahmu" lanjut abi


"Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita

__ADS_1


Menangis, tertawa" sambung zeval dan arkan yang masih merebahkan tubuhnya dan mereka pun kini bernyanyi bersama bahkan jeje yang tengah mencuci mobil di teras pun ikut bernyanyi dengan suara pas pasanya.


"Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Aku di sini


Walau letih, coba lagi, jangan berhenti


Ku berharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri


Kau telah berjuang


Menaklukkan hari-harimu yang tak indah


Biar ku menemanimu


Membasuh lelahmu


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia, haa-haa


Haa-haa


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia..."

__ADS_1


buat semuanya tersenyumlah...


__ADS_2