
vera kini tengah menepuk nepuk pundak zeval, vera merasa khawatir karna zeval muntah muntah dari tadi sore, vera menyarankan zeval untuk kerumah sakit tapi selalu di jawab gelengan.
"gue takut lo kenapa napa, kerumah sakit aja yuk" ujar vera dengan nada khawatir.
"gue gak papa kak" jawab zeval lirih.
vera memijat tengkut zeval menyalurkan tenaganya untuk zeval, kini seval berbalik berhadapan dengan vera.
"lo keliatan payah banget bego, kita ke rumah sakit sekarang!" bentak vera, zeval sepertinya sudah tidak ada tenaga lagi.
"enggak" jawab zeval sambil terpejam.
"kalo lo kenapa napa gimana, pikirin kondisi lo, lo udah kelas tiga bentar lagi ujian!" vera membentak zeval "kalo lo sakit gue di omelin mamah gue, gue g-gue takut lo kenapa napa" lanjutnya lirih sambil menunduk.
zeval terkejut atas penuturan vera, menit brikutnya ia tersenyum simpul sambil menatap orang yang kebih pendek darinya yang masih menunduk malu.
"kak" ujar zeval
vera yang mendengar pun langsung mendongak menatap zeval.
"kakak gak usah hawatir, selagi kakak mau ngrawat gue, gue gak papa" ujar zeval, dan vera hanya menatap zeval tanpa ada niatan menjawab perkataan zeval.
zeval berjalan keluar kamar mandi dan di ikuti vera di belakangnya, kemudian ia merebahkan dirinya di ranjang.
"gue ambilin makanan dulu, abis itu minum obat" ujar vera sambil berjalan keluar kamar.
detik berikutnya vera sudah masuk kedalam kamar sambil membawa nampan yang berisi bubur.
"makan dulu" ujar vera duduk di sisi ranjang.
"engg-" belum sempat zeval melanjutkan perkataannya vera langsung memotongnya.
"gak ada bantahan, makan siang lo kan udah keluar semua" ujar nya sambil membantu zeval duduk.
vera dengan telaten menyuapi zeval, dan mengambilkan obat untuk zeval.
"lo makan lagi, masa cuma tiga suapan" ujar vera sambil membukaan obat untuk zeval.
"udah kak, entar kalo keluar lagi gimana" jawab zeval.
__ADS_1
"hehh, gue gak mau tau yah kalau udah sembuh harus makan yang banyak" ujarnya sambil menyodorkan obat.
"hemm" gumam zeval sebagai jawaban sambil meminum obatnya.
"mau gue pijetin lagi?" tawar vera.
"enggak kakak kasian, nanti cape" dan cuma di angguki vera " maaf ya kak jadi gak bisa ngajarin kakak masak" lanjutnya.
"gak papa bisa lain kali" jawabnya sambil beranjak dari duduknya hendak menyimpan bekas makan zeval.
"kakak mau kemana?" tanya zeval.
" mau nyimpen ini lo istirahat aja, gue juga mau nyelesein tugas kuliah gue" jawabnya dan di angguki zeval.
apakah sudah tumbuh rasa nyaman di antara mereka?
hingga kini vera masih setia dengan rio yang sudah beberapa hari ini tak ada kabar dari kekasihnya itu.
zeval mengerjapkan matanya, melihat sekeliling apakah sudah malam?
iya melihat jam dinding ternyata sudah jam delapan malam, iya bangun dari tidurnya menyibak slimutnya iya memegangi pelipisnya karena merasa sedikit pusing.
kini seval keluar dari kamarnya hendak mencari keberadaan vera, di lihatnya vera tengah sibuk dengan laptopnya di ruang tv yang menyala menayangkan film kartun.
"ehh dah bangun, ngagetin aja lo" ujar vera
"hemm" di jawan gumaman zeval yang tengah menatap tv.
"masih pusing?" tanya vera sambil merapikan peralatanya.
"dikit, kakak dah selesai?" ujar zeval.
"udah" jawabnya hendak membawa barang barangnya kedalam kamarnya, namun laptop yang di pegang vera di rampas oleh zeval.
"gue yang bawa" ujar nya sambil berjalan.
"tumben" jawab vera sambil mengikuti zeval dari belakang.
"anggap aja tanda terimakasih, udah mau ngrawat gue" jawabnya sambil membuka pintu kamar.
__ADS_1
zeval meletakan laptop di atas meja belajar vera kemudian iya berjalan hendak mengambil slimut.
"kakak tidur udah malem" ujar zeval.
"lo mau kemana" ujar vera yang melihat zeval hendak keluar kamar.
"tidur" jawabnya.
"lo masih sakit di sini aja" ujar vera sambil naik ke atas tempat tidur.
"maksudnya" jawab zeval bingung.
"lo t-tidur di sini" jawab vera sedikit ragu dan gugup.
"emm o-ke, gue tidur di sini" jawabnya sambil menujuk lantai kamar.
"lo mau tidur di lantai, dingin entar tambah sakit lo" ujar vera.
"lah trus gue tidur di mana"
"di sini"
vera menjawab ragu sambil menepuk tempat di sampingnya.
"gak papa?" tanya zeval.
"hemm, cepetan" jawabnya kemudian mengalihkan tatapanya pada zeval ke benda pipih.
vera dapat merasakan kalau zeval sudah naik ketempat tidur, kemudian vera menatap zeval yang tengah menatapnya, awalnya vera terkejut karna zeval menatapnya tapi ia masih bisa mengendalikan ekspresinya.
"lo tidur sama gue gak bakal lama soalnya kamar yang di bawah mau di kasih tempat tidur lo bisa tidur di situ" ujar vera kemudian merebahkan tubuhnya, dengan perasaan yang sulit di artikan.
vera tidur dengan memunggungi zeval dan zeval pun tidur dengan memunggungi vera.
"kak" ujar zeval.
"hemm" jawab vera
"night" ujar zeval.
__ADS_1
"night to" jawab vera.
hai hai butuh vote nih, smoga kalian suka, silahkan komen