
mereka kini tengah duduk di meja makan untuk melakukan makan malam bersama.
"jangan makan dulu, tunggu suami kamu" ujar mama vera.
"aku laper" rengek vera pada mamanya.
"jangan gitu vera, kamu harus tunggu suami kamu dulu" ujar ayahnya.
"iya iya"
"mending kakak keteras rumah, tungguin kak zeval" saran fida.
"males" gumamnya sambil memainkan ponselnya.
"vera, bener kata adik kamu, kamu tungguin zeval di teras sana" kata mamanya menyetujui ucapan fida.
vera mendenggus kemudian ia melirik mamanya yang duduk bersebrangan denganya.
"udah malem diluar dingin"
"kamu gak boleh gitu vera"
"aku tuh lagi laper, kalo aku nunggu zeval di teras aku masuk angin gimana?"
"kamu tuh banyak alesan, udah sana cepetan" kata ayahnya.
dengan malas vera berdiri dari duduknya dan berjalan menuju teras rumahnya.
'awas aja kalo zeval datengnya lama'
"dingin banget" gumam vera saat sampai di teras rumahnya.
vera memilih memainkan ponselnya sambil menunggu zeval.
tak lama kemudian vera melihat pak silo yang tengah membuka pintu gerbang dan terlihat lah zeval dengan baju santainya.
vera kembali memainkan ponselnya sambil menunggu zeval menghampirinya.
"kak, ngapain di luar?" tanya zeval.
vera menoleh ke arah zeval yang berada di depanya, ia memperhatikan zeval dari atas sampai bawah.
"nunggu lo" jawabnya, vera pun perjalan ke dalam rumah dan di ikuti zeval.
"kak" panggil zeval, dan vera pun menoleh ke arah zeval.
"bisa ngomong sebentar?"
"lo tau gak sih gue udah lama nunggu lo, kelaperan gue nunggu lo, kalo lo mau ngomong nanti aja" marah vera.
"kenapa gak makan duluan" zeval menanggapi vera dengan suara lembutnya.
"di suruh nunggu lo" vera memutar bola matanya malas "zeval" panggil vera.
"hhmm"
"wangi banget, udah janjian ya mau ketemuan?" tuduh vera "lagian gak masalah juga mau ketemuan bukan urusan gue" vera berbalik dan melanjutkan jalanya.
"iya lah aku wangi kan mau ketemu istri sama mertua" jawab zeval sambil merangkul pundak vera.
mereka pun berjalan beriringan menuju dalam rumah.
"kak zeval" sapa fida di meja makan sambil tersenyum ke arah zeval.
"hai dek" kata zeval sambil menyalami kedua mertuanya, setelah itu ia duduk di sebelah fida.
"kak zeval naik apa kesini?"
"taxi"
"kak zeval ganteng banget" puji fida vera yang berada di sebrang zeval hanya memutar bola matanya malas "pake baju santai aja ganteng banget, seharusnya dulu kak zeval sama aku aja jangan sama kak vera" zeval yang mendengar penuturan fida pun hanya tertawa kecil.
"nak zeval udah lama gak ketemu" ujar mama vera.
"iya mah gak sempet" jawabnya.
"yaudah ayo makan, vera ambilin nasi ke piring suami kamu" ujar mamanya yang tengah mengambil nasi untuk suaminya.
vera menatap zeval malas sedangkan zeval hanya tersenyum manis ke arah vera.
"yaudah kalo kakak gak mau biar aku aja" ujar fida sambil mengambil piring yang berada di depan zeval.
"sini" vera langsung merebut piring yang ada di tangan fida.
"fida kamu fokus sama makanan kamu aja" ujar ayahnya.
"iya pa"
"kak jangan kebanyakan" kata zeval.
"nih" vera menyerahkan makanannya ke zeval.
"zeval kamu kapan ujian?" tanya mama vera.
"senin besok mah" jawabnya.
"kalian tinggal di sini dulu aja, sampai ujian zeval selesai sambil vera belajar jadi istri yang baik" ujar ayahnya.
"pah emang aku jahat selama ini, kan enggak"
"kamu harus belajar cara menghargai dan melayani suami yang benar dari mama kamu"
__ADS_1
"tapi pah-"
"kamu cukup tinggal di sini, sambil liatin gimana mama kamu ngurus papa dari pagi sampai malem"
"yaudah besok aku sama zeval tinggal di sini deh"
"zeval mau?" tanya mama vera.
"aku pasti mau" jawabnya.
...****************...
"kak dengerin aku dulu"
zeval mengejar vera yang berjalan mendahuluinya, mereka kini hendak pulang dari rumah orang tua vera.
"kak" zeval menutup kembali pintu mobil yang vera buka.
"kenapa sih"
"aku yang nyetir"
"oke" jawabnya sambil menyerahkan kuncinya ke zeval.
"marah?" tanya zeval yang tengah memakai seat belt.
tak ada jawaban dari vera, zeval pun memilih menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah mertuanya.
"gak ada yang mau di beli?" tanya zeval.
"kak, mau mampir ke cafe dulu gak?"
zeval menggembungkan pipinya karena vera tak mau membuka suaranya, saat melewati jalan sepi zeval pun menepikan mobilnya.
zeval menyenderkan tubuhnya pada kursi kemudi, lalu ia menoleh ke vera yang tengah menguncir rambutnya, vera hanya diam tak mengeluarkan suaranya sedikit pun.
"kak aku minta maaf"
"kalo kakak marah pas di telfon itu aku minta maaf, dia reyna kakak udah kenal kan, aku gak suka sama dia, aku cuma gak sengaja ketemu dia di halte bus" zeval menunggu vera membuka suaranya, namun vera hanya asik melihat keluar jendel dan sesekali melihat jam di tanganya.
"kalo kakak denger suara laki laki itu kak jeje, dia cuma becanda, kak aku minta maaf" zeval meraih tangan vera namun dengan cepat vera menarik tanganya.
'gimana caranya biar gak marah lagi ya?, ini tuh gara gara kak jeje'
"kak aku gak di maafin nih?, kalo mau marah sama kak jeje aja jangan sama aku" zeval menghela nafasnya ia memilih melanjutkan perjalananya karena sudah cukup malam.
zeval melirik vera yang terus menguap, zeval pun mempercepat laju mobilnya agar vera bisa cepat beristirahat.
tak lama kemudian mereka pun sudah sampai di apartemen, vera turun dari mobil dengan mata yang sedikit terpejam menahan kantuknya.
"nanti jatuh" ujar zeval sambil menggandeng lengan vera.
vera yang melihat zeval menggandengnya pun langsung menarik tanganya dari tangan zeval dan langsung mempercepat jalanya meski dengan mata yang cukup berat untuk terbuka sempurna.
zeval pun memilih mengikuti vera dari belakang hingga masuk kedalam apartemen mereka.
vera berjalan menuju dapur untuk mengambil minum dan mencuci mukanya, zeval pun masih asik mengikuti vera dari belakang.
vera memilih mencuci mukanya di keran pencuci piring setelah itu ia memilih duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya.
"kak" zeval duduk di sebelah vera sambil menghadap ke vera.
"aku minta maaf, maafin dong" zeval memanyunkan bibirnya "kak percaya dong sama aku, gak mungkin aku pacaran sedangkan aku udah punya yang halal".
vera menoleh ke arah zeval yang tengah menatapnya.
vera menghela nafasnya, detik berikutnya ia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ruang tv, zeval yang melihat vera pergi memilih menelungkupkan kepalanya di lipatan tanganya.
'gue harus gimana biar dia gak marah lagi'
zeval beranjak dari duduknya dan berlalu menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya yang ia charger.
"gue minta tolong siapa ya" gumamnya.
zeval molai mencari kontak yang bisa ia mintai bantuan, matanya pun tertuju dengan kontak yang bernama dilah zeval pun memilih menelfonya.
"kenapa val, gue lagi bobo imut lo ganggu aja"
"gue butuh bantuan lo"
"bantuan apaan?"
"vera marah sama gue, bantu gue biar dia gak marah lagi"
"aduhh gue gak tau val, gue belum punya istri mana gue tau cara bujuk istri lo biar gak marah"
"dil lo kan pasti pernah bujuk pacar lo kalo dia marah"
"gue kan gak pernah punya pacar"
zeval menghela nafasnya kenapa juga ia harus minta bantuan dilah.
"gue pernah liat bapak gue sih kalo lagi bujuk ibu gue pas dia lagi marah"
"caranya gimana?"
"eeemmm biasanya sih bapak gue kasih uang pasti ibu gue gak marah lagi, lo coba aja ke kak vera".
"vera gak mata duitan"
"terserah lo lah sana, gue mau tidur bye"
__ADS_1
zeval menatap ponselnya saat dilah mematikan panggilanya.
"kak nawa bisa bantu mungkin" ujarnya, kemudian ia langsung menelfon nawa.
cukup lama nawa tak mengangkat telfonya mungkin ia sudah tidur.
"halo kak" kata zeval saat nawa sudah mengangkat telfonya.
"adik ipar ada apa"
"biasanya kalo kak vera lagi marah sama kak nawa, kak nawa bujuknya pake apa?"
"eeemm ada sih satu benda yang bikin vera langsung senyum dan maafin gue kalo lagi marah sama gue".
"apa?"
"dolar "
zeval menghela nafasnya, sepertinya teman vera maupun temanya sendiri tak ada yang bisa membantunya.
"yaudah kak, maaf ganggu kakak malem malem"
...****************...
zeval menuruni tangga untuk menghampiri vera di ruang tv.
"kak tidur di kamar aja udah malem" ujarnya pada vera yang tengah tengkurap di sofa panjang.
"kak" panggilnya sambil menghampiri vera.
zeval berjongkok, zeval tersenyum saat melihat wajah damai vera yang terlelap dalam tidurnya.
"bangunin gak ya" gumamnya "gue gendong aja deh" zeval pun mengambil remot yang berada di tangan vera.
setelah mematikan tv zeval langsung menggendong vera menuju kamarnya.
"turunin gue" ujar vera dengan suara seraknya.
"sebentar lagi sampe kamar, tidur aja gak papa"
"turunin gue"
zeval pun menghentikan langkahnya dan menuruti perkataan vera untuk menurunkan nya.
"kak ganti baju tidur dulu" kata zeval yang melihat vera langsung merebahkan dirinya di tempat tidur saat sudah sampai kamarnya.
zeval terus memperhatikan vera dari belakang.
"aku ambilin bajunya" kata zeval, ia pun berjalan menuju lemari pakaian.
"kak ganti dulu jangan dulu tidur" ujar zeval sambil menghampiri vera.
zeval menggoyangkan lengan vera yang tengah terlelap di tempat tidurnya.
"kak"
"eeemm" gumam vera.
"yuk bangun"
vera membuka matanya, ia mengerjapkan matanya kemudian ia duduk di atas tempat tidur dengan mata yang masih berat untuk terbuka sempurna.
"nih" zeval menyerahkan baju tidur pada vera.
setelah menerimanya vera langsung beranjak menuju kamar mandi untuk mengganti bajunya.
zeval menunggu vera keluar dari kamar mandi cukup lama, hingga zeval berfikir kalau vera tertidur di dalam kamar mandi.
cklek
vera keluar dari kamar mandi ia berhenti saat melihat sepasang kaki menghalangi jalanya, ia pun mendongak.
"kak, kakak beneran marah sama aku?" tanya zeval, vera memilih menghiraukanya dan memilih berjalan menuju tempat tidurnya.
"kak" kata zeval sambil mencekal lengan vera.
"kak plis maafin aku" mohon zeval dan vera hanya menatap zeval datar.
dan detik berikutnya zeval menarik tangan vera agar lebih dekat denganya "kak maaf" lirihnya.
"gue ngantuk mau tidur" ujar vera sambil berusaha melepaskan tangan zeval dari pergelangan tanganya.
"kak-"
"gue ngantuk zeval kita bi-"
grebb
zeval memeluk vera sebelum vera menyelesaikan perkataanya.
"aku minta maaf, aku gak pacaran sama reyna, kakak kenapa sih gak percaya sama aku"
vera yang berada di pelukan zeval hanya diam dan terpejam, ia tak menghiraukan ucapan zeval, ia lebih memilih menyamankan posisinya untuk terlelap di alam mimpinya.
"kak".
"kak plis jawab dong"
"kak-Eh" zeval hanya bisa mengerjapkan matanya saat melihat vera yang tertidur di pelukanya.
"gue dari tadi ngomong sama siapa?" gumam zeval.
__ADS_1
zeval terus menatap vera, sekarang vera bukan hanya sebagai pelengkap hari harinya namun vera sekarang sudah menjadi bagian dari hidupnya.
"good night wife" bisiknya sambil tersenyum ke arah vera.