
"ayah makan dulu" teriak ibu vera dari arah meja makan.
"mah dasi ayah di mana ya?" teriak suaminya sambil menuruni tangga.
"yaampun ayah dari tadi ngapain aja"
"cari dasi tapi gak ketemu" ujarnya sambil duduk di meja makan.
"yaudah ayah makan dulu aja" ia pun berjalan menuju kamarnya untuk mencarikan dasi suaminya.
"zeval mandinya udah belum cepet gantian" teriak vera sambil menggedor kamar mandi yang berada di kamarnya.
"tadikan aku udah bilang kamu mandi di bawah aja" ujar zeval.
"aku kan udah nyuruh kamu yang mandi di bawah"
"kamu mandi di bawah aja sana" suruh zeval.
"iihh gak mau" teriak vera.
"yaudah mandi sama aku aja" kata zeval sambil membuka pintu kamar mandi "ayo sini" ajak zeval yang hanya mengeluarkan kepalanya saja.
vera memundurkan langkahnya "aku mandi di bawah aja" ujar vera sambil berjalan keluar kamar.
zeval yang melihat vera pergi hanya mengerjapkan matanya "dari tadi di suruh mandi di bawah gak mau" zeval menutup kembali pintu kamar mandi dan melanjutkan mandinya yang sempat tertunda.
"loh dek belum mandi?" tanya vera saat melihat adiknya yang tengah berjalan melewati kamarnya.
"kak" ujar fida sambil menghampiri vera "liat momo gak?" tanya fida.
"kakak gak liat" jawab vera.
"momo kemana ya, biasanya masih tidur tapi sekarang gak tau kemana"
"lagi buang air kali" kata vera.
"masa sih"
fida memanyunkan bibirnya sambil mengedarkan pandanganya mencari momo sedangkan vera hanya asik memperhatikan adiknya sambil menggaruk kepalanya yang terasa gatal.
"kalian ngapain di sini?"
seketika vera dan fida menoleh ke arah suara.
"kalian gak mandi?" tanya mama mereka sambil berkacak pinggang.
"aku baru mau mandi mah" kata vera.
"fida, kenapa belum mandi?" tanya mamanya.
"lagi cari momo mah, mamah liat gak?"
"momo gak bakal pergi jauh, nanti juga balik lagi, kamunya mandi aja sekarang"
"tapi-"
"mandi sayang" potong mamanya.
"iya iya" ujar fida, kemudian ia berbalik dan berjalan menuju kamarnya.
"vera" kata mamanya pada vera.
"kenapa mah?"
"mandi cepet, seharusnya kamu udah mandi biar bisa bantu mamah"
__ADS_1
"nanti habis mandi aku bantu mamah oke"
"yaudah cepetan mandi sayang"
"yaudah"
mama vera menatap vera yang berjalan menjauh darinya.
'mama seneng bisa serumah sama kamu lagi vera, mama tuh kangen banget sama kamu'
"dasi ayah mana mah" teriak ayah vera.
"sebentar yah" jawabnya kemudian ia berjalan menghampiri suaminya.
"mana?" tanya ayah vera saat melihat istrinya duduk di sebelahnya.
"nih"
"mama gak mau pakein ke ayah" tawar suaminya.
"kan bisa pake sendiri"
"sekali kali gak papa kan"
" yaudah nanti, ayah abisin dulu makanya" ayah vera pun menganggukinya.
kini semua sudah berada di meja makan untuk menikmati sarapanya, tidak ada pembicaraan di sana semua hanya fokus pada makanan masing masing.
"adek kalo makan cepetan"
"bentar pa" jawab fida.
"ayah dasinya sini mama pakein" ia mengulurkan tanganya, meminta dasi pada suaminya.
"ayah pamit" ujar ayah vera pada istrinya setelah dasi sudah terpasang " kamu di rumah aja, kalo mau keluar telfon aku dulu" ujar ayah vera pada istrinya dan di akhiri senyum manisnya.
"ayah hati hati ya, semangat kerjanya" ujar mama vera sambil menyalami punggung tangan suaminya.
mama vera tersenyum senang saat suaminya mengecup keningnya dengan lembut.
zeval tersenyum melihat mertuanya itu kemudian ia melirik ke arah vera.
"istri" lirih zeval dengan menyenggol lengan vera yang duduk di sebelahnya.
vera menoleh ke arah zeval.
"istri pakein suaminya dasi dong" kata zeval tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
"kamu udah pake dasi" kata vera.
"aku belum pake dasi kok" ujar zeval sambil melepas dasi yang ia kenakan "pakein dong" zeval menyerahkan dasinya pada vera.
"aku gak bisa"
"masa gak bisa sih, terus dulu pas sekolah siapa yang makein?"
"mama" jawab vera jujur.
zeval menghela nafasnya, tatapanya kini beralih ke sang mertua.
'masa iya romantisan yang lebih tua?'
"pakein dong" mohon zeval.
karna vera lelah dengan rengekan zeval ia langsung mengambil dasi dan memakaikanya pada zeval.
__ADS_1
"liat deh mah anak kita" ujar ayah vera berbisik pada istrinya.
"mama seneng deh liat mereka kaya gitu, semoga mereka langgeng ya pah"
"amin"
"dan semoga gak ada rintangan yang bisa misahin mereka"
kedua orang tua itu terus memperhatikan zeval dan vera dengan tersenyum, sedangkan vera sendiri tengah bingung bagaimana cara memakaikan dasi yang benar.
"udah belum?" tanya zeval.
"bentar lagi" jawab vera yang masih asik dengan dasinya "udah" ujar vera tersenyum melihat hasilnya.
zeval tersenyum menatap dasi yang ia kenakan.
"zeval maaf yah aku gak bisa pakein kamu dasi yang bener, itu jelek banget hasilnya" vera memanyunkan bibirnya "kamu benerin sendiri aja ya" vera menunjukan raut kecewanya.
"biarin kaya gini aja bagus kok, kan istri aku yang pakein" zeval tersenyum ke arah vera.
fida sendiri tak menghiraukan dua pasangan tersebut, karna ia sudah biasa melihat orang tuanya bermesraan.
"yuk berangkat" kata fida, semua yang ada di seja makan menoleh ke arah fida yang sudah beranjak dari duduknya.
"ayo pa" kata fida.
"papa berangkat dulu" pamitnya pada putri dan menantunya " kalian semangat belajarnya dan hati hati di jalan".
setelah kepergian ayah dan fida, zeval pun beranjak dari duduknya.
"beneran gak mau satu mobil sama aku aja?" tanya zeval pada vera.
"aku pake mobil sendiri aja, mobil kamu kan udah balik dari bengkel"
"kalian hati hati ya" kata mamanya sambil berjalan ke arah mereka setelah mengantarkan suaminya sampai depan pintu.
"kami pamit mah" pamit zeval.
"hati hati ya"
"iya" jawab mereka berdua.
"eh tunggu" seketika vera dan zeval menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah mamanya.
"kalian gak pamitan?"
"kan udah tadi sama mama" kata vera.
"bukan sama mama, maksudnya kalian gak saling pamitan?"
zeval menatap vera begitu pun sebaliknya.
vera mengulurkan tanganya pada zeval dan zeval menyambut uluran tangan itu dengan senang hati.
vera tampak ragu ingin mencium punggung tangan zeval namun pada akhirnya ia melakukanya.
zeval mendekat ke arah vera kemudian ia mencium kening vera.
'itu baru anak anak mama'
mama vera tersenyum senang melihat mereka berdua "nah gitu dong" ujarnya.
"yaudah kita pamit mah" kata vera.
"hati hati di jalan"
__ADS_1