Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
night 2


__ADS_3

Ekhm oke semua kita lanjut...


Zeval membaringkan vera di atas tempat tidur dengan zeval yang masih mencium vera.


Vera membuka matanya saat tak lagi merasakan zeval menciumnya, pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah zeval yang berada di atasnya dengan kedua tangan zeval sebagai penyangganya.


Kamar mereka kini gelap karna lampu belum di nayalakan, hanya sedikit cahaya lampu yang menembus jendela kamar mereka.


hening, mereka berdua sama sama terhanyut dalam suasana ini.


zeval menatap manik mata vera tanpa berpaling sedikit pun.


"Malam ini kamu milik aku" bisik zeval tepat di telinga vera dan itu membuat bulu kuduk vera meremang.


"Tunggu" vera menahan dada zeval saat ia hendak mencium vera kembali "besok kuliah"


"Kamu kuliah siang"


"Ta-tapi kamu pagi"


"Aku gak masalah" zeval hendak mencium vera kembali.


Ding dong~~


zeval pun mengurungkan niatnya


Ding dong~~


"Ada tamu" kata vera.


Zeval mendenggus, ia menggulingkan tubuhnya, merebahkan dirinya di sebelah vera.


"Aku kebawah dulu" vera berjalan meninggalkan kamar yang terasa panas itu padahal AC sudah di nyalakan.


"Pengganggu" gumam zeval.


...****************...


Vera membawa nampan berisikan minuman untuk sang tamu.


"Di minum" kata vera setelah meletakan minuman ia kembali ke dapur untuk menyimpan nampan.


"Maaf ya ganggu malem malem"


"Gak papa" jawab zeval.


"Ada apa ya kamu malem malem kesini" ujar vera lalu ia ikut duduk di sebelah zeval.


"Eemm pertama reyna mau minta maaf dulu karena dateng malem malem, terus yang kedua reyna mau minta bantuan"


reyna lah yang bertamu di  malam hari, yang berhasil mengganggu kegiatan mereka berdua.


"Bantuan apa?" Tanya vera.


"Reyna ada tugas reyna mau minta bantuan  kak zeval boleh gak, tugasnya udah di jelasin sih  sama pak guru tapi reyna gak paham, reyna udah minta bantuan kak dilah tapi kak dilah  lagi sibuk, karena apart reyna deket sama apart kak zeval, reyna mau minta  bantuan kak zeval"


Zeval melirik ke arah vera "yaaa silahkan  aja kalo niat mau belajar, tapi rey maaf ya ini udah malem, mending besok aja" kata vera.

__ADS_1


"Maaf ya kak, tugas reyna buat besok, kalo di kerjain besok udah gak bisa, sekarang aja ya"


"Gimana boleh gak?" Ujar zeval meminta izin.


"Yaudah deh, tapi jangan sampai terlalu malem"


"Makasih kak" ujar reyna sampil tersenyum senang.


Reyna bersorak dalam hati, rencananya untuk  berdekatan dengan zeval berhasil, ia berbohong sebenarnya ia tak meminta bantuan dilah, dan untuk tugasnya di kumpulkan minggu depan.


"Aku ke kamar  dulu" vera  beranjak  dari duduknya.


"yaudah sana kamu tidur dulu"


Seperginya vera dari sana zeval langsung meraih buku reyna "tugas kamu yang mana"


"Yang ini" tunjuk reyna


"Oke gue jelasin dulu"


"Kak" panggil reyna saat zeval hendak menjelaskan.


"Reyna boleh duduk di sebelah kakak, kalo duduknya berhadapan kaya gini reyna gak paham"


Zeval mendenggus "hmm" jawab zeval dengan gumamnya.


Reyna tersenyum senang lalu berpindah duduk di sebelah zeval.


"Sekarang lo dengerin gue"


Reyna menatap zeval, meski pun dari samping zeval masih terlihat sangat tampan, reyna menatap bibir zeval yang tengah berbicara.


"Terus di tugas ini lo d-" zeval menggantungkan kalimatnya saat melirik ke arah reyna "kalo lo gak fokus mending lo pulang" kata zeval datar.


"Eh s-siapa yang gak fokus reyna dari tadi fokus dengerin kok" elak reyna.


"Kalo lo fokus, tadi gue bilang apa?"


"Eeemm, kak zeval bilang eemm"


"Oke lo gak fokus"


"Maaf kak, reyna janji kali ini bakal fokus"


...****************...


"Lo gimana sih ver, terus lo tinggalin suami lo berduaan sama si reyna?" Tanya nawa dari sebrang sana.


"Iya" jawab vera yang tengah tiduran di atas tempat tidur "gue males banget soalnya lama lama liat si reyna"


"Dan lo relain suami lo beduaan sama reyna"


"Terus gue harus gimana?"


"Ya lo jagain suami lo lah, udah tau si reyna suka sama zeval, sekarang turun lo jangan biarin reyna ambil kesempatan"


"Yaudah iya, gue tutup dulu telfonya"

__ADS_1


"Iya sana"


Vera beranjak dari tidurnya, ia berjalan keluar kamar.


Sebelum menghampiri zeval dan reyna ia memilih menuju dapur, ia mengambil cemilan dan menuangkan jus semangka kedalam gelas.


Setelah itu ia membawa  cemilan  dan jusnya ke arah mereka berdua.


"Ekhm"


Zeval yang tengah memperhatikan soal dan reyna yang tengah menulis sama  sama menoleh ke sumber suara.


"Loh sayang kok belum  tidur"


"Belum ngantuk"  jawab vera, ia duduk di sebelah zeval "masih lama ya" tanya vera sambil bersandar di pundak zeval.


"Bentar lagi"


Reyna memutar bola matanya malas melihat dua pasangan itu.


"Kak zeval tadi gimana, aku lupa" kata reyna.


"Yang mana?"


"Yang ini"


Vera menegakan badanya saat zeval bergerak untuk mengambil buku catatan vera.


Vera menghela nafasnya, ia mengambil jus lalu meneguknya.


Vera benar benar menunggu mereka sampai kini sudah jam sembilan malam.


"Kak  makasih ya, berkat kakak tugas aku udah selesai"


"Hmm"


"Udah selesai ya?" Tanya vera.


"Udah kak, makasih ya udah izinin  kak zeval buat ngajarin aku"


"Sama sama"


"Dan buat kalian, selamat atas pernikahanya, reyna mau pulang dulu"


Zeval dan vera beranjak untuk mengantar reyna sampai depan pintu.


Reyna menghentikan langkahnya saat sudah berada di depan pintu "eeemm kak, reyna takut pulang sendirian"


"Terus" kata vera.


"Reyna boleh minta tolong anterin reyna"


"Lo tadi kesini sendirian kan, gak ada papa kan?"


"Tapi ini udah malem"


Vera menoleh ke arah zeval "sana anterin, pulang jangan kelamaan" setelah mengatakan itu vera langsung berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


😐😐😐😐


__ADS_2