Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
drama keluarga


__ADS_3

Lima hari telah berlalu setelah kegiatan camping dua hari satu malam waktu itu, dan lima hari sudah vera kembali ke apart miliknya dan zeval.


"Suka gak ya" lirih vera sambil melihat resep membuat kue dari ipadnya.


"Rasa coklat kayaknya enak"


Vera yang kini berada di dapur berencana membuat kue untuk zeval, ia juga tengah menyiapkan hidangan lain untuk menyambut kepulangan zeval.


Setelah pulang camping waktu itu, zeval harus mengurus pekerjaanya di luar kota bersama jeje yang mengharuskan vera di tinggal sendirian di apartemen.


"Hai didi selamat siang, kenapa baru bangun hmm?" tanya vera saat melihat kucingnya berjalan ke arahnya.


Baru tiga hari yang lalu fida mengantarkan didi, kucing miliknya untuk di asuh oleh sang kakak karena vera terus merengek meminta didi dari fida.


"Mau makan?" Tawar vera "aku ambilin" vera berjalan untuk mengambil makanan kucing ya ia simpan.


Setelah memberikan makanan kepada kucing vera kembali melanjutkan kegiatanya yang tertunda.


Dddrrt ddrrt


Vera mengambil ponselnya saat ada yang menelfon.


"Halo"


"Halo sayang, bisa bantu mamah gak?"


"Bantu apa mah?"


"Mamah bawa barang banyak, mamah ada di depan pintu apart kamu, mamah gak bisa pencet bell"


"Yaampun kok gak bilang bilang mau kesini, tunggu vera ya ma"


Vera bergegas meninggalkan dapur yang cukup berantakan untuk membukakan pintu untuk sang mertua.


"Mah" kata vera saat membuka pintu.


"Mama boleh masuk?" tanya mertuanya yang tengah kerepotan membawa barang.


"Silahkan" vera mempersilahkanya masuk, dan vera mengambil beberapa belanjaan yang masih tertinggal.


"Assalamualaikum" ujar mertuanya.


"Waalaikumusalam" jawab vera.


"Mamah habis dari mana?"


"Mamah habis ke pasar, sengaja beli ini semua buat ngisi kulkas kamu" jawabnya sambil duduk di atas sofa.


"Gak usah repot repot mah, vera kan bisa belanja sendiri dan kalo mau ke sini bilang bilang ke vera dari awal"


"Gak papa, lagian tadi lagi banyak diskon jadi mamah borong"


"Kesini sama siapa?"


"Sama taxi"


"Mamah mau minum apa?"


"Nanti mamah ambil sendiri"


"Biar aku ambilin, aku gak enak sama mamah"


"Sstt jangan gitu, nanti mamah ambil sendiri tenang aja" vera pun akhirnya hanya dapat mengangguk.


"Zeval belum pulang?"


"Nanti sore mah, vera aja sekarang lagi masak sama bikin kue buat zeval"


"Mamah boleh bantu?"


"Gak usah, mamah duduk manis aja"


"Oke kalo gitu mamah bakal bantu, cuss ke dapur" vera menggelengkan kepalanya sambil melihat ibu mertuanya yang sudah melenggang ke arah dapur sambil membawa beberapa belanjaanya.


Vera hendak menyusul ibu mertuanya, namun vera memegang perutnya karena merasa mual, sebenarnya vera sedikit merasa tak enak badan semenjak tadi malam, mungkin karna kemarin sore ia harus menerobos hujan saat pulang dari minimarket.


"Kamu udah masak nasi?" tanya mertuanya dari arah dapur


"Udah mah" jawab vera sambil kembali melanjutkan jalanya.


"Nanti papa juga kesini, mungkin sebentar lagi sampai"


"Papa gak ke kantor?"


"Mama suruh istiharat untuk hari ini, karena tadi malam dia pulang cukup larut"


Ting tong ting tong


"Ada yang pencel bel, vera buka dulu ya ma" vera melenggang meninggalkan dapur setelah mendapatkan anggukan.

__ADS_1


"Adek" bingung vera setelah membuka pintu, ternyata itu fida dengan masih mengenakan seragam sekolahnya.


"Didi mana aku kangen" ujar fida di akhiri cengiranya.


"Kamu kesini sama siapa?" Tanya kakaknya sambil menoleh ke kanan dan kiri mencari seseorang.


"Sendiri, tadi fida naik taxi"


"Gak di cariin mamah?"


"Aku udah izin, kalo nanti fida mau pulang tinggal telfon mamah nanti di jemput"


"Yaudah yuk masuk"


"Asaalamualaikum" salam fida sambil masuk ke dalam apart kakaknya.


"Waalaikumusalam" jawab vera yang berjalan di belakang fida.


"Didi mana?"


"tadi lagi di dapur" fida pun melenggang menuju dapur.


...****************...


"Nanti fida pulang sama mamah aja" ujar mertuanya yang tengah menikmati makan siang.


"Gak ngerepotin mah" ujar vera yang duduk di sebrangnya.


"Enggak, sekalian mampir ke rumah besan"


"Yaudah kalo gitu, vera titip fida sama mamah"


"Sayang kamu mau kan?" Tanya mertua vera sambil mengelus rambut fida yang tengah duduk sambil memangku kucing di sampingnya.


"Mau" jawab fida semangat.


"Kalo gitu makananya habisin"


Vera yang masih menikmati makananya tiba tiba merasa mual, vera yang masih mengunyah makanan pun seketika terhenti.


Vera meneguk air minumnya.


"Mah" panggil vera.


"Kenapa sayang"


"Vera ke atas dulu" vera pun berjalan ke kamarnya setelah mendapat anggukan dari mertuanya.


Vera membekap mulutnya saat makanan itu rasanya ingin di keluarkan, dengan berlari ia ke arah kamar mandi.


Ibu zeval sedikit bingung dengan vera sudah lebih dari lima menit ia belum turun dari kamarnya, ia pun berinisiatif menghampiri menantunya.


Tok tok tok


"Sayang kamu gak papa, makanan kamu belum habis" ujar ibu zeval yang tengah berada di depan kamar vera.


"Vera sayang"


Setelah itu pintu kamar pun terbuka "loh sayang" khawatir mertuanya "kamu kok pucet kamu kenapa"


"Gak papa, perutnya lagi gak enak aja"


"Ke dokter ya"


"Gak usah nanti juga sembuh, kita lanjut makan aja" ujar vera di akhiri senyumanya.


...****************...


setelah menyelesaikan makananya mereka memilih duduk di ruang tamu, namun berbeda dengan fida ia memilih menuju kamar kakaknya untuk bermain bersama didi.


"mamah gak bisa liat kamu kayak gini, kerumah sakit aja ya" mohon mertuanya.


"vera gak papa, vera cuma mual"


"tapi mamah takut kamu kenapa napa"


"ini udah mendingan mah, mending sekarang kita hias kue aja gimana mah" kata vera mengganti topik pembicaraan.


"kamu beneran gak papa?"


"gak papa mah"


vera berdiri dari duduknya, namun tiba tiba vera merasakan kepalanya sedikit pusing.


"kamu kenapa sayang?" tanya mertuanya yang sedari tadi memperhatikan.


"cuma pusing sedikit"


fida yang tengah menuruni tangga samar samar mendengarkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


fida pun berjalan ke arah ruang tamu "kakak kenapa, kakak sakit?" tanya fida.


"cuma pusing dikit"


"kakak kamu pusing terus mual katanya, disuruh ke rumah sakit gak mau"


"mual?" lirih fida, entah apa yang di fikirkan fida sekarang, namun sebuah cuplikan sinetron yang ia tonton tiba tiba berputar di kepalanya.


'kalo di sinetron yang aku liaaaat, biasanya perempuan yang udah nikah itu hamil, jangan jangan kakak...'


"kakak hamil?" tanya fida.


vera hanya menatap adiknya dengan mata yang berkedip namun berbeda dengan mertuanya.


"sayang, apa jangan jangan kamu beneran hamil?" tanya mertuanya antusias.


vera seketika menoleh ke sang mertua "enggak mungkin" elak vera.


"sayang gak ada yang gak mungkin" terlihat wajah gembira di wajah sang mertua "mamah juga dulu pas hamil rasanya pusing sama mual juga"


"tapi mah vera it-


ting tong ting tong


vera tak melanjutkan ucapanya karna ada yang menekan bell.


"mamah aja yang buka pintu" ia pun melenggang untuk membuka pintu.


"kakak hamil?" ulang fida.


"siapa yang hamil, jangan ngada ngada"


"waaahh menantu saya hamil!" terdengar suara terkejut seseorang.


"vera kamu hamil?!" seorang pria yang diyakini adalah ayah mertuanya "tadi mamah bilang kamu hamil, itu benar?" ia berjalan menghampiri vera.


"vera gak hamil"


...****************...


seorang yang mengenakan jas memarkirkan mobilnya di kediamanya.


sudah beberapa hari ini ia di sibukan oleh pekerjaanya.


ia keluar dari dalam mobil dengan kaca mata hitam yang tertengger di hidungnya, dengan langkah tegapnya ia berjalan.


alisnya terangkat saat melihat ada satu mobil yang cukup asing kini terparkir, namun ia hiraukan ia memilih melanjutkan jalanya karena ia tengah merindukan seseorang.


"assalamualaikum" ujarnya sambil membuka pintu.


saat ia masuk kedalam ia di sambut oleh keributan yang berada di ruang tamu.


"vera gak hamil" ia terkejut saat mendengar penuturan itu.


"sudah tidak usah di tutup tutupi" ujar seorang lelaki yang di yakini adalah ayahnya.


"siapa yang hamil?"


semua atensi mengarah ke arah suara.


"zeval" pekik ibunya "sini" suruhnya.


zeval si pria berjas pun berjalan menuju arah mereka.


"sayang istri kamu hamil" tutur ibunya.


"apa!" kaget zeval, zeval meraih kacamata yang sedari tadi nyaman ia kenakan.


zeval menatap vera, vera yang di tatap hanya dapat menggelengkan kepalanya.


"selamat sayang, papa senang kamu punya keturunan, dan papa juga senang akhirnya papa punya cucu"


zeval terdiam masih tak percaya apa yang ia dengar, zeval membiarkan kedua orang tuanya yang terus berbicara karena terlalu senang.


"hamil anak siapa?" tanya zeval pada vera.


pertanyaan zeval membuat kedua orang tuanya terdiam.


"ya anak kamu lah" ujar ibunya.


"tapi mah, aku gak pernah berhubungan sama vera"


"apa" kaget ayahnya.


"mah aku kan udah bilang, aku gak hamil"


seketika semua terdiam, dan fida yang sedari tadi menjadi penonton hanya dapat menghela nafasnya.


'drama keluarga macam apa ini'

__ADS_1


🐄🐂🐄🐂🐂🐎🐽🐪🐷


__ADS_2