Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
es balok


__ADS_3

zeval berjalan di koridor sambil menenteng tasnya, ia kini tampil lebih rapi dari biasanya, karna hari ini jadwal ia menjadi pemimpin upacara.


"ganteng amat hari ini" puji arkan yang tengah berdiri di pintu kelasnya.


"tiap hari juga gue ganteng"


"gantengan juga gue"


"jangan halangin jalan" ujar prili yang tengah menenteng buku kas.


"selamat pagi prili" arkan tersenyum pada prili.


"awas" ujar prili tidak menjawab sapaan arkan.


"prili judes amat" ujar arkan.


"zeval selamat pagi" ujar prili pada zeval dengan senyum manisnya.


"hemm" gumam zeval.


"arkan minggir gue mau masuk" ujar prili.


"tunggu dulu, sebelum masuk lo harus jawab dulu pertanyaan dari gue" ujar arkan


"apaan?"


"gue sama zeval itu gantengan siapa?" tanya arkan.


"ya pasti zeval lah, dia itu baru bangun tidur aja udah ganteng, baju yang gak rapi aja ganteng apa lagi rapi kaya gini lebih ganteng, sedangkan lo gak ada tampang ganteng gantengnya" jawaban prili membuat zeval tersenyum mengejek arkan.


"ucapan kamu itu buat aku mundur alon alon yang" ujaar arkan sambil menyentuh dadanya.


"lebay banget lo" ujar prili yang melihat tingkah arkan.


"percuma ganteng tapi dingin cuek kaya es balok, gak bakalan dah dapet cewek" ejek arkan.


zeval hanya diam saja dengan ucapan arkan.


kata siapa gue gak laku, sedingin dinginya gue secuek cueknya gue buktinya gue udah laku di timbang lo, lo yang suka caper tapi masih aja jomblo kasiaaaaann


zeval mengejek arkan dalam hati.


"minggir" zeval mendorong bahu arkan.


"kata siap zeval gak bakal dapet cewek, gue aja mau sama zeval" ujar prili membela zeval kemudian prili berlalu meninggalkan arkan.


arkan berjalan menyusul zeval.


"zev, abi sama dilah belum dateng?" tanya arkan sambil duduk di sebelah zeval.


"kenapa tanya gue, gue baru dateng" jawab zeval sambil memainkan ponselnya.


"mabar yuk" ajak arkan sambil mengeluarkan ponselnya.


"gue lagi males"


"yaahh kok lo gitu ayo lahh"


"yuk sama gue aja" ujar abi yang baru datang dan langsung menyimpan tas di kursi nya.


"zev lo juga dong" ajak arkan.


"males gue, sama abi aja sana"


mereka berdua pun hanya menatap zeval, kemudian abi dan arkan saling berpandangan satu sama lain.


"yaudah gak jadi deh" ujar arkan.


"kenapa?" tanya zeval.


"males kalo sama abi doang" jawabnya sambil duduk di kursinya.


"gue juga males kalo sama arkan doang" ujar abi.


"assalamualaikum!" teriak dilah yang baru datang.

__ADS_1


"waalaikumusalam" jawab anak anak yang ada dalam kelas.


"gue punya kabar gembira nih, apa lagi buat yang jomblo pasti seneng" ujar dilah.


"apaan?" tanya arkan.


"ada siswa pindahan, dia masuk kelas dua IPA" ujar dilah menggebu gebu.


"wihh cantik gak" ujar abi antusias.


"bangeeet, gue tadi gak sengaja nabrak dia, gue kenalan juga dong" dilah kini meletakan tasnya di kursi sebelah zeval.


"nama siapa?" tanya arkan.


"reyna"


"wihh namanya aja cantik" ujar arkan.


"kita deketin gak nih?" tanya abi dengan senyumnya.


"pasti lah, kita buktiin siapa yang berhasil dapetin reyna" ujar dilah.


"lo ikut gak?" tanya arkan pada zeval yang sedari tadi hanya mendengarkan.


"gak" jawabnya singkat.


"percuma ajak es balok mah" ujar arkan.


"zeval gimana lo mau dapetin cewek, kalo lo nya aja setiap ada cewek yang deketin cueknyaaaaaa" abi menggelengkan kepalanya.


"udah lah bi, percuma lo ngomong kaya gitu ke zeval diamah udah balok ya balok aja" timpal dilah.


...****************...


kini semua murid dan para guru sudah berkumpul di lapangan upacara untuk melaksanakan apel pagi, namun zeval yang bertugas menjadi pemimpin belum keliatan sama sekali.


"zeval mana sih, jangan jangan dia kabur" ujar abi.


"mana mungkin zeval orang nya gak kaya gitu"


"mang teh manis" ujar zeval.


pemilik kantin pun menghampiri zeval dan memberikan teh manis pesanan zeval.


"nak zeval ini kan hari senin, gak pergi upacara" ujar mamang kantin.


"belum di mulai" jawabnya sambil asik memakan bakso.


"mendingan nak zeval makanya cepetan biar gak telat ikut upacara"


"mang saya yang jadi pemimpin, kalo mereka sabar pasti nungguin saya, kalo gak sabar yaa di ganti, itu malah bagus" jawabnya.


"yaudah lah terserah nak zeval, habisin baksonya" ujar mang kantin sambil melenggang pergi.


setelah selesai makan zeval sibuk memainkan ponselnya.


"zeval lo udah di tunggu kok malah di sini!" teriak prili yang sedari tadi mencari zeval.


prili juga pertugas menjadi pengibar bendera.


tanpa ragu prili langsung menarik zeval kelapangan upacara.


"gimana sih lo, kok malah makan" omel prili sambul menarik zeval di koridor yang sudah sepi.


prili terus menarik dan mempercepat jalanya, hingga zeval tak sengaja menabrak perempuan yang baru keluar kelas.


"aduh" ringin si perempuan, ia jatuh terduduk.


"yaampun maaf dek" ujar prili sambil membantu adik kelas itu berdiri.


"iya gak papa, maaf juga kak gak liat tadi"


"iya kakak juga minta maaf" jawab prili.


"maaf" ujar zeval yang menabrak perempuan tadi.

__ADS_1


"gak papa kok" jawabnya dengan senyum manis.


"cepetan" ujar prili pada zeval untuk melanjutkan langkahnya.


mereka melaksanakan apel pagi dengan hikmat, mereka yang bertugas melaksanakan tugasnya sebaik mungkin termasuk zeval, banyak murid kini memuji zeval karena ketegasanya menjadi pemimpin.


biasanya saat kelas mereka mendapat giliran bertugas apel pagi zeval selalu menghindar, ia tidak pernah mau bertugas, zeval itu tidak pernah aktif dalam kegiatan apapun kecuali basket, tetapi ia cinta di semua mata pelajaran.


"gila broo tadi gue bertanya tanya itu zeval bukan yah" ujar dilah sambil merangkul zeval.


kini mereka tengah berjalan menuju kelas mereka.


"gue juga gak percaya itu zeval" abi menimpalinya.


"berlebihan lo pada" ujar zeval sambil membuka kancing baju atasnya karena terasa gerah.


"karna hari ini zeval telah membanggakan kita, hari ini kita makan makan di kantin" ujar arkan semangat.


"serius lo" ujar mereka bertiga sambil menatap arkan.


"ia lah gue serius, kan zeval yang bayar" jawabnya.


"dikira lo" ujar dilah.


"gimana zev, kita makan makan yaahh di kantin" ujar abi.


"ya deh ya"


"yeeeeyy" mereka bertiga bersorak gembira.


tiba tiba zeval merasakan ada yang menarik lengan bajunya, ia pun menoleh ke belakang.


"ini" ujar seorang gadis yang menarik lengan baju zeval, sambil menyodorkan kotak sepatu pada zeval.


"apa?" tanya zeval.


"buat kakak" ujarnya dengan suara manisnya.


"gak kenal, maaf" ujar zeval cuek.


"kamu bukanya reyna, siswa baru kan?" tanya dilah.


"iya, kamu kakak dilah kan yang tadi pagi" ujar reyna.


"iya"


"gue abi, salam kenal" ujar abi sambil mengulurkan tanganya.


"reyna" jawab reyna sambil membalas uluran tangan abi.


"gue arkan" reyna tersenyum ke arah arkan.


"kenapa kasih itu ke zeval?" tanya abi.


"aku tuh gak punya saudara cowok tapi aku malah beli sepatu cowok, jadi karna gak di pake aku kasih aja ke kak zeval" jawabnya.


"sebelumnya udah kenal zeval?" tanya abi.


"belum sih cuma tadi pagi gak sengaja kita tabrakan"


"ooooooohh" ujar teman zeval sambil menatap zeval.


"nih kak, hadiahnya sebagai tanda kita temenan mulai sekarang, kakak kakak mau jadi teman reyna kan?" ujar reyna dengan senyum manisnya.


"iyalah pasti" jawab arkan menggebu gebu.


"aku juga tau nama kak zeval dari temen kelas" ujar reyna.


"kalo butuh kita, samperin aja di kelas kita" ujar abi.


"nanti kita kekantin bareng aja, zeval mau traktir kita makan" ujar dilah dengan senyum manisnya.


"yeeeyy aku ikut" jawab reyna "kak zeval ini buat kakak" lanjutnya.


"abi ambil, buat lo" jawab zeval dingin kemudian berlalu pergi.

__ADS_1


"dasar es balok" ujar arkan "maafin zeval, dia orangnya emang gitu" lanjutnya dan reyna pun memakluminya.


__ADS_2