
vera berjalan menyusuri koridor rumah sakit, ia berjalan tergesa gesa karena khawatir dengan ke adaan suaminya.
"vera!" panggilan itu membuat vera menoleh ke arah suara.
"kak jeje" vera berjalan menghampiri jeje yang memanggilnya "zeval mana?"
"ada di dalem masih di tanganin dokter"
"gue takut zevak kenapa napa"
"tenang aja zeval pasti gak papa"
cklek
ruang rawat terbuka menampakan seorang dokter pria keluar dari ruangan.
"keluarga pasien?"
"saya istrinya"
"bisa ikut saya?" vera mengangguk lalu ia berjalan mengikuti dokter itu.
sesampainya di ruangan...
"suami saya sakit apa ya?" tanya vera.
"begini, suami anda terkena usus buntu dan ini harus di oprasi"
"eemm di oprasinya kapan dok?"
"besok siang"
...****************...
"dokter bilang apa?" tanya jeje saat melihat vera datang menghampirinya.
vera menghela nafasnya "zeval kena usus buntu dan besok harus di oprasi"
"usus buntu?"
"iya kak"
" yaudah kita masuk yuk" ajak jeje pada vera untuk masuk kedalam ruang rawat zeval.
vera dan jeje memasuki ruang rawat zeval, vera menatap zeval sedih karena suaminya sakit.
"zeval belum siuman?" tanya jeje.
"kayaknya belum deh" vera menatap wajah zeval yang pucat.
"gue pergi dulu ya, gue ada kelas hari ini, nanti gue kesini sama temen temen"
__ADS_1
"yaudah, kakak hati hati di jalan"
seperginya jeje dari ruang rawat zeval vera memilih duduk di samping zeval ia mengelus tangan zeval pelan.
"sakitnya jangan lama lama, cepet sembuh suami tampanku" vera mencium bibir zeval sekilas.
"gue harus hubungin mama" lirih vera lalu ia mengambil ponsel di dalam tasnya untuk mencari kontak ibunya.
"halo"
"halo, mama apakabar?"
"baik, ada apa sayang kok telfon mama?"
"mah zeval masuk rumah sakit"
"masuk rumah sakit?"
"zeval kena usus buntu besok harus di oprasi"
"kamu udah hubungin orang tuanya zeval belum?"
"belum mah"
"mamah aja yang kasih tau, mama ke rumah sakit sekarang"
"iya, mama hati hati di jalan"
"iya sayang"
"eh" kaget vera saat melihat zeval tengah menatapnya.
"kamu udah bangun?" tanya vera ia langsung berdiri dari duduknya "ada yg sakit mananya yang sakit?"
"kok aku di sini" lirih zeval tanpa menjawab perkataan vera.
"kamu pingsan di depan pintu kamar"
"aku emang sakit apa?"
"kamu kena usus buntu besok kamu harus oprasi"
"usus buntu?"
"iya, aku panggil dokter dulu ya"
...****************...
"lagi aaaa"
sore ini vera tengah menyuapi zeval, butuh tenaga ekstra untuk vera agar zeval membuka mulutnya.
__ADS_1
"itu bubur bukan permen, di kunyah ya sayang" peringat vera untuk ke sekian kalinya.
"udah" kata zeval pelan.
"baru empat suapan, lagi ya"
"gak enak"
"ayo dong di makan" pinta vera "aaaaaa" vera menyodorkan sendok berisi bubur ke arah zeval dan dengan berat hati zeval membuka mulutnya.
cklek
"sayang ini udah mau malem kamu pulang aja ya" ujar ibu mertuanya pada vera saat masuk ke dalam ruang rawat zeval setelah keluar sebentar untuk menerima panggilan telefon
"ma aku mau di sini aja nemenin zeval"
"sayang kamu kan besok kuliahnya pagi" ujar zeval.
"gak papa, aku kan besok bisa pulang dulu sebelum ke kampus"
"ver mending lo pulang aja, biar zeval gue aja yang jagain" kata jeje yang sedari tadi duduk di sofa "gue kan kuliah siang"
"tuh dengerin jeje, kamu pulang bareng sama mama ya" pinta sang mertua.
"yaudah deh aku pulang" vera menoleh ke arah zeval "besok aku kesini lagi"
"iya"
"sini aku suapin dulu"
"gak usah aku bisa makan sendiri, kamu pulang aja"
"beneran loh ya di makan"
"iya sayang"
"kak jeje liatin zeval, pastikan dia makan buburnya" jeje menjawab dengam anggukan kepalanya.
"sayang besok kalo kesini bawain aku celana bobo ya, yang warna kuning aku gak nyaman pake celana ini"
"iya besok aku bawain"
"yaudah yuk sayang pulang, jeje jagain anak bontot mama, kalian berdua baik baik ya di sini mama pulang"
"iya mah siap" ujar jeje.
π€ππβΊππ
utk eps hari ini pendekan aja yaa, maap kalo ada typo
untuk nunggu up mampir dulu yuk ke
__ADS_1
ππ
aku sangat mencintai kamu