
setelah sebuah drama keluarga menyambut kedatangan zeval, kini pasangan muda itu tengah berjalan menuju kamar mereka.
vera berjalan di belakang zeval sambil membawakan tas milik suaminya itu.
"waah senangnya sudah sampai rumah" kata zeval sambil membuka pintu kamar, ia melirik tempat tidurnya seketika membuat ia ingin segera merebahkan dirinya di sana.
zeval menoleh kebelakang, ia menatap vera yang tengah meletakan tas miliknya.
"gak kangen?" tanya zeval, vera menoleh ke arah suaminya yang tengah merentangkan tangan.
"kangeeeeen" vera berlari kemudian langsung memeluk zeval dengan sangat erat dan di balas oleh zeval.
"loh, sayang kamu sakit?" tanya zeval saat merasakan tubuh vera yang sedikit panas.
"sedikit" lirih vera sambil mendongak menatap zeval "maaf soal kejadian tadi ya"
zeval terkekeh sambil memegang kedua pipi vera "kejadian mana?"
"yang tadi di ruang tamu" vera memanyunkan bibirnya.
"gak papa" zeval mencium kening vera untuk melepas rindunya "aku mandi dulu udah bau kringet"
"iya, sana mandi biar wangi, aku turun dulu mau nemenin mama sama papa"
"siapin baju ganti dulu dong"
"oowwh siap my suami"
"yaudah aku mandi dulu" zeval melenggang menuju kamar mandi.
vera pun bergegas mencari baju untuk zeval kenakan, vera asal mengambil baju santai milik zeval yang berwarna putih dan dengan clana pendek selutut yang biasa zeval kenakan.
setelah meletakan pakaian itu di atas ranjang vera pun bergegas turun ke bawah.
"sayang!" vera yang hendak membuka pintu pun ia urungkan saat samar samar mendengar suara zeval dari arah kamar mandi.
"sayang" panggilnya lagi, vera pun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu, ia berjalan mendekati kamar mandi.
tok tok tok
"kamu manggil aku?" tanya vera sambil mengetuk pintu kamar mandi yang dapat vera dengar keran air yang menyala.
"masuk" suruh zeval, vera pun mengernyitkan dahinya.
"ngapain, kamu kan lagi mandi"
__ADS_1
tiba tiba pintu kamar mandi terbuka dan melihatkan zeval sudah bertelanjang dada namun masih mengenakan clananya.
" bisa tolongin aku bentar" kata zeval.
"tolongin apa?" tanya vera.
"resleting macet, gak bisa di buka" tutur zeva dengan wajah polosnya, ia juga kini masih berusaha membukanya.
"kok bisa" kata vera sambil menghampiri zeval.
"bantuin" pinta zeval.
vera berjongkok lalu menyingkirkan tangan zeval, dan benar saja resleting itu susah untuk di buka.
"kok bisa, emang pas di pake gimana?" tanya vera namun masih fokus dengan pekerjaaanya.
"pas di pake gak ada masalah"
"ini gak bisa di buka, di gunting aja pinggiranya, dari pada clananya gak lepas" kata vera sambil berdiri.
"oke deh"
"aku ambil guntingnya kamu gunting sendiri" vera berjalan mengambil gunting, setelah memberikan gunting untuk zeval ia pun berjalan turun untuk menemui mertuanya.
...****************...
"sayang" kata ibu mertuanya saat melihat vera "mama sama papa kayaknya gak bisa lama lama di sini"
"loh kok gitu, makan dulu ya"
"mama belum laper"
"tapi papa belum makan di sini, vera udah buat makanan banyak"
"kita pergi setelah makan aja mah, kasian vera udah masak banyak"
"bener tuh apa kata papa"
"yaudah iya"
vera mengedarkan pandanganya "fida mana?"
"eh mama gak tau dia kemana"
"vera cari fida dulu" vera pun berjalan mencari fida.
__ADS_1
ternyata gadis kecil itu kini tengah tertidur pulas di ruang tv sambil memeluk didi yang juga tengah tertidur.
"di cariin ternyata lagi tidur" lirih vera, karna tak ingin mengganggu vera pun membiarkan adiknya itu.
vera kembali menuju ruang tamu, ternyata zeval sudah bergabung bersama mereka.
"sini" kata zeval menyuruh vera duduk di sebelahnya.
"fida udah ketemu?" tanya ibu mertuanya.
"fida ternyata tidur"
"ooh yaudah biarin aja"
"kamu laper, kita makan yuk" ajak vera pada zeval.
"aku juga udah laper banget"
mereka pun akhirnya menikmati masakan yang vera buat.
"tadi papa kaget, papa kira vera beneran hamil" ujar ayah mertua di sela mengunyahnya.
"mama kira juga gitu"
vera tersenyum ke arah mereka "maaf ya jadi salah paham"
"kenapa minta maaf, habis ini kamu minum obat atau ke dokter, kamu jangan sampai sakit"
"kok bisa sakit, makanya gak teratur?" tanya zeval.
"pas aku di minimarket kemarin sore kan hujan, terus aku gak bawa payung"
"kamu hujan hujanan?"
"hehehe iya, mau neduh kasihan didi sendirian di apartemen" zeval menghela nafas mendengar perkataan vera.
"lain kali jangan kaya gitu lagi" zeval mengelus surai vera.
"istri kamu masuk angin tuh kayaknya" ujar ayahnya.
"iya kayaknya masuk angin" ujar zeval.
"nanti juga sembuh sendiri" kata vera.
😍😍😘😍😣
__ADS_1
pendek banget gak sih??
pengin up cepet tapi pengin up lama juga