
mohon maaf kalo banyak typo dan maaf kalo cerita yang aku buat selama ini gak menarik menurut kalian.
selamat membaca...
Tiga bulan sudah zeval merasakan dunia perkuliahan, pengin banget zeval ngeluh tapi dia gak boleh ngeluh sama tugas yang dosen kasih karena itu udah jadi tugas dia.
Hari hari zeval di isi dengan kesibukan tugas kuliah maupun pekerjaan kantor.
Zeval kini keluar dari perpustakaan dengan membawa dua buku, ia berjalan menuju tempat parkiran.
Ia memasuki mobil lalu ia menjalankanya keluar area kampus, di lihatnya jam di tangan ternyata sudah jam empat sore.
Ddrrt ddrrt
Zeval meraih ponselnya saat ada yang menelfon.
"Halo"
"Kapan pulang?"
"Lagi di jalan"
"Cepetan"
" aku di suruh cepet pulang emang ada apa"
"Takut, aku sendirian"
"Kan ada didi"
"Aku kangen" setelah mengucapkan itu panggilan langsung di matikan.
Zeval terkekeh, ia kembali fokus pada jalanan.
Bagaimana kabar hubungan zeval dan vera?
Mereka menjalaninya seperti pasangan pada umumnya, pertengkaran kecil terkadang membumbui kisah mereka namun mereka bisa mengatasinya.
Setelah beberapa menit di perjalanan, zeval kini sudah memarkirkan mobilnya.
"Assalamualaikum, sayang aku pulang" ujar zeval.
"Waalaikumusalam" vera menghampiri zeval.
Zeval tersenyum saat melihat vera "mau langsung makan atau mandi" ujar vera.
__ADS_1
"Mandi dulu"
"Yaudah sana ke atas aku siapin baju kamu" zeval berjalan menuju kamarnya dan di ikuti vera.
"Ada tugas?" Tanya vera.
"Ada tapi di kumpulin minggu depan"
"Masalah kantor aman gak"
"Aman"
"Kalo kamu cape bilang ke aku, aku gak mau kamu kenapa napa"
Zeval membalikan badanya menghadap vera "kamu kenapa, tumben?"
"Aku takut kamu sakit, kamu akhir akhir ini sibuk banget"
"Aku gak papa tenang aja" zeval meraih pipi vera lalu mengelusnya pelan "aku mandi dulu"
Vera menatap ke pergian zeval, ia menarik nafas lalu menghembuskanya, ia berjalan menuju lemari pakaian untuk mengambil baju untuk zeval kenakan.
...****************...
Mereka berdua kini tengah menikmati makan malam di temani keheningan.
"Kenapa?"
"Kamu ngerasain apa yang aku rasain gak" kata zeval.
"Ngerasain apa?"
"Kita kan tinggal cuma berdua, aku ngerasa sepi aja"
"Terkadang aku mikir gitu sih, di tambah sebentar lagi aku lulus pasti aku cuma di temenin didi, kecuali aku kerja"
"Nooo" kata zeval "aku ngelarang kamu kerja, buat apa kamu kerja kalo ada aku"
"Yaudah lah gak usah di fikiran, selesain makan kamu"
"Cuma ada satu cara biar rumah ini gak sepi, dan biar kamu gak kesepian" ujar zeval sambil menatap vera serius.
"Apa"
"Kita butuh anak kecil di rumah ini" setelah mengatakan itu zeval kembali menyuapkan makananya.
__ADS_1
Vera membuka mulutnya tak percaya saat mendengar perkataan zeval.
Zeval melirik ke arah vera "kok ekspresi kamu kaya gitu?"
"Maksud kamu kita adopsi anak?"
Zeval meneguk air putih sebelum menjawab perkataan vera "buat apa adopsi anak kalo kita bisa buat sendiri" zeval menunjukan smirk nya pada vera.
Vera merasakan suasana yang berbeda dari sebelumnya "ka-kamu makanya udah, biar aku beresin"
Zeval tersenyum saat vera pergi meninggalkanya, zeval memilih duduk di sofa sambil menonton tv membiarkan vera menyelesaikan pekerjaanya.
Saat tengah fokus pada acara yang di siarkan di tv zeval merasakan seseorang duduk di sebelahnya.
Zeval menoleh, ternyata vera yang kini duduk di sebelahnya, vera bersender pada bahu zeval sambil ikut menonton acara yang di siarkan.
"Zeval" panggil vera.
"Hmm" jawab zeval dengan gumam nya, dan zeval sedari tadi tak melepaskan tatapanya pada zeval.
"Aku tambah kamu jadi apa?" Tanya vera mendongak menatap zeval.
Zeval menatap mata vera lekat "anak" jawab zeval.
"Ih bukan" vera memukul lengan zeval pelan "aku tambah kamu itu jad-
"Vera" vera tak melanjutkan perkataanya saat zeval memanggil namanya.
"Apa?" Tanya vera sambil duduk dengan posisi tegap dan bersila di atas sofa menatap zeval.
"Aku laper"
Vera mengeryit "laper? Bukanya tadi udah makan"
Zeval memegang kedua lengan vera "laper pengin makan kamu"
Vera terdiam, fikiran zeval kini sudah melayang entah kemana.
"Kita nikah udah lama, aku laki laki normal ver, kamu dulu udah pernah bilang kapan pun aku minta hak aku kamu udah siap kan, udah cukup selama ini aku nahan keinginan aku, sekarang aku mau kamu seutuhnya"
Vera tidak bisa berkata apa apa untuk saat ini "boleh gak malam ini aku..."
Vera mengangguk sebelum zeval melanjutkan perkataanya.
Dan detik berikutnya vera merasakan tubuhnya melayang, zeval mengangkat tubuhnya menaiki anak tangga, tak hanya itu zeval bahkan kini sudah mencium bibir vera, bukan ciuman biasa namun ciuman ini semakin menuntut.
__ADS_1
ada yg lgi nunggu aku up kah??