Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
pindah


__ADS_3

"Mama titip rumah ya sayang" ujar ibu mertua vera.


"Iya ma, mama jaga kesehatan ya di sana" jawab vera.


"Dan zeval gak usah anterin mama ke bandara, kamu bantu vera aja beresin baju kalian"


"Beneran gak mau di anterin?" Tanya zeval.


"Gak usah jeje aja yang anterin mama samaΒ  papa ke bandara"


"Yaudah yuk berangkat" ajak suaminya.


"Jeje jangan lupa bunga di siram, yang di kebun belakang juga" peringat ibunya.


"Iya mam"


...****************...


vera dan zeval kini tengah melempit baju yang baru mereka keluarkan dari koper, mereka menempati kamar zeval yang dulu, lebih tepatnya vera yang tengah membereskan baju sedangkan zeval hanya asik tiduran di atas paha vera.


"aku mau letakin ini didalem lemari dulu" zeval pun mau tak mau bangun dari rebahanya.


"kamu mau aku masakin apa?" tanya vera sambil berbalik menatap zeval yang tengah berguling guling di atas tempat tidurnya.


"kalau sore sore enaknya makan apa?" tanya zeval dengan suara yang tenggelam oleh bantal.


"eeemm sup?"


zeval mendongak menatap vera "ayam geprek"


"gak mau beli aja?" vera berjalan menghampiri zeval lalu duduk di tepi tempat tidur.


"gak mau, kamu aja yang bikin, yang pedes"


"oke, kamu tunggu di sini"


vera mengusak puncak kepala zeval sebelum ia berjalan meninggalkan zeval.


zeval terlentang di atas tempat tidur "gue kangen kamar ini" gumam zeval, seketia sebuah senyuman terukir saat sebuah memori masa lalu terlintas kembali di otaknya.


"abi gue ganteng gak?" tanya dilah yang kini tengah memakai kaca mata hitam milik zeval.


sedangkan yang di tanya hanya menoleh sekilas lalu fokus kembali dengan kegiatanya memakai masker hasil dari meminta pada ibu zeval.


"zev kaca mata lo buat gue ya"


bug


zeval melemparkan bantal pada wajah dilah "letakin gak, gue beli itu mahal" omel zeval.


brak


abi, zeval dan dilah bersamaan menatap pintu yang di buka dengan kasar siapa lagi pelakunya kalau bukan arkan.


"lo kenapa kan?" tanya abi.

__ADS_1


"gawat" wajah arkan seketika panik.


"kenapa?"


"zeval emak lo tau kita bolos" seketika kepanikan melanda para remaja yang berada di dalam kamar.


jam masih menunjukan jam sebelas siang, tetapi ke empat remaja itu memilih kabur dari sekolahan karena bosan, lebih tepatnya ketiga teman zeval yang awalnya ingin membolos, sedangkan zeval di paksa akhirnya ia pun ikut bolos bersama ketiga temanya,


memang temanya itu titisan setan batin zeval.


dan mereka memilih menghabiskan waktu di rumah zeval, dengan beralasan guru sedang rapat saat ibu zeval bertanya.


"ini salah kalian, seharusnya gue gak ikut"


"jangan salahin kita dong siapa suruh lo kegoda ma ajakan kita" saut dilah.


"anak anak ributin apa?"


seketika hawa dingin mengelilingi mereka, mereka menoleh ke arah pintu "tadi wali kelas kalian telfon, kalian bolos?"


semua menunduk.


"zeval jawab" zeval seketika mendongak menatap ibunya.


"eemm itu ki-kita" zeval membuang nafasnya ia sudah pasrah kalau di hukum ibunya "maaf mah" lirih zeval.


"mama lagi gak mau marah marah, lain kali jangan di ulangin lagi"


keempat remaja itu menatap ke arah ibu zeval.


"tapi tetep harus ada hukuman"


...****************...


sedangkan ibu zeval tersenyum puas, bagai mana tidak ia sekarang tengah berbelanja di sebuah minimarket di temani oleh empat gadis yang sangat cantik.


ibu zeval menghukum mereka dengan mendandani keempat remaja itu, tidak terlalu buruk mereka sangat cantik, ia memakaikan wig koleksinya pada mereka, dan tidak lupa daster yang melekat di tubuh mereka.


"hahahaha" tawa zeval pecah, ia tak menyangka kalau ia masih menyimpan foto itu, di saat dia dan ketiga temanya menjelma menjadi gadis.


ia mengelus foto itu "gak heran kenapa mamah dulu hukum kita kaya gini" lirih zeval.


"mama kan pengin punya anak perempuan tapi dapetnya malah kak jeje sama zeval"


cklek


zeval menoleh ke arah pintu yang di buka


"makan dulu yuk, kak jeje juga udah pulang tuh"


zeval berjalan lalu merangkul vera keluar dari kamar itu


...****************...


zeval tengah duduk dan asik membaca buku di atas tempat tidur di temani vera yang memeluk pinggak dan menyembunyikan wajahnya di cekuk leher zeval.

__ADS_1


"kalo ngantuk tidur" lirih zeval sambil mengelus punggung vera.


vera mendongak menarap zeval "kamunya juga"


"iya aku juga" zeval meletakan buku itu di nakas lalu merebahkan dirinya dan di ikuti vera, zeval menaikan slimutnya untuk menutupi vera dan dirinya.


vera menjadikan lengan zeval bantalanya, nawa kembali memeluk zeval "zeval tau gak?"


"apa?" zeval bertanya sambil merapikan surai istrinya.


"rio ternyata kemarin mau curhat" ujar vera sambil menggambar abstrak di dada zeval.


vera ingin menceritakan semua alasan mengapa rio ingin bertemu denganya.


"oh"


"katanya istrinya hamil lagi"


"terus?"


"anak kedua mereka, tapi istrinya minta cerai"


zeval menatap vera "kenapa cerai?"


"karna istri rio merasa bersalah, dia seakan akan memanfaatkan rio pas dia hilang ingatan"


zeval terdiam mendengarkan cerita istrinya.


"istri rio hamil di luar nikah, tapi gak tau bapaknya siapa dan singat cerita rio menikahi cewek itu"


"akhirnya mereka sekarang memutuskan cerai?" tanya zeval.


"itu keinginan istrinya tapi rio gak mau, aku sih saranin dia buat bujuk istrinya" vera mengeratkan pelukanya.


zeval tersenyum ke arah vera "makasih" lirih zeval.


"buat?"


"kamu mau cerita sama aku, sebenernya aku penasaran rio ngomong apa sama kamu"


"dia cuma butuh tempat curhat kok cuma itu"


"yaudah sekarang kamu tidur, aku mau ke kamar mandi sebentar"


vera menatap zeval yang berjalan menuju kamar mandi, sesuai perkataan zeval ia pun memejamkan matanya, namun sebelum matanya terpejam ponsel zeval yang berada di atas nakas menyala, vera yang penasaran pun meraih ponsel itu.


vera sedikit kaget saat melihat layar ponsel zeval, dan entah apa yang ada di fikiran vera sekarang.


zeval keluar dari kamar mandi, ia memegangi perutnya entah kenapa terasa nyeri.


vera yang mendenar suara pintu kamar mandi terbuka langsung meletakan ponselnya ke posisi semula.


"tidur sayang" ujar zeval ia kini bergabung kembali di atas tempat tidur bersama vera.


zeval mengeryit bingung saat vera memilih memunggunginya.

__ADS_1


πŸ™„πŸ˜‘πŸ˜šπŸ™„β˜ΊπŸ˜‹πŸ˜πŸ˜‹πŸ€—πŸ˜πŸ˜πŸ˜‘πŸ˜‡πŸ˜Άβ˜ΊπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜ΆπŸ’£πŸ’¨


hayooo veraa liat apaan tuh, ada yg bisa nebak?


__ADS_2