
zeval membuka matanya saat ia terusik oleh cahaya matahari yang menembus melewati jendela kamarnya.
zeval mengerjapkan mata untuk menyesuaikan penglihatanya, zeval menguap lebar lalu ia beranjak duduk di atas tempat tidurnya.
zeval meraih ponsel, seketika matanya melebar saat melihat jam sudah menunjukan jam tujuh pagi.
"ya Alloh gue ada meeting" zeval berlari menuju kamar mandi "vera kok gak bangunin sih"
zeval mandi lebih cepat dari biasanya, ia mengenakan baju lalu mengancingnya asal.
zeval menuruni tangga sambil mengedarkan pandanganya.
"duh kak jeje pasti dah berangkat nih, marah gak ya dia?"
zeval berjalan menuju meja makan, sudah ada roti bakar di atas meja, namun vera tidak ada di sana.
"sayang" panggil zeval.
"sayang"
tak ada sautan dari vera, lalu zeval berjalan menuju halaman rumah.
zeval melihat vera masih dengan baju tidurnya tengah menyiram bunga.
"sayang kok gak bangunin aku" ujar zeval sambil berjalan menghampiri vera.
vera menoleh ke sumber suara "lupa" setelah itu vera kembali sibuk dengan menyiram bunga.
"tumben kamu lupa?" tanya zeval sambil mengulurkan tanganya.
vera meraih uluran tangan zeval lalu menyalaminya, satu kecupan zeval daratkan di kening vera.
"aku berangkat, aku gak sempet kalau sarapan maaf ya" vera hanya menjawab dengan anggukan.
"assalamualaikum"
"waalaikumussalam"
zeval berjalan menuju mobilnya, ia merasa heran pada vera, biasanya vera mencium pipinya saat ia akan berangkat kerja.
dan satu lagi, tak ada senyuman diwajah vera pagi ini.
...****************...
Brak
zeval terlonjat saat baru memasuki ruangan kakaknya ia sudah di suguhi oleh kemarahan kakaknya.
jeje memukul meja di depanya dengan berkas yang sudah berserakan.
"kak-
"klien memutuskan hubungan kerja kita" ujar jeje memotong perkataan zeval.
"dan lo mau tau, salah satu pekerja kita membawa uang perusahaan 100 miliar?"
zeval membelalakan matanya ia benar benar terkejut dengan perkataan kakaknya.
"gue liat dari wajah lo, sepertinya lo baru tau?" tanya jeje "gimana bisa zeval!" bentak kakaknya.
"maaf kak, tapi beneran deh gue gak tau"
"dia bawa uang perusahaan dua hari yang lalu dan lo baru tau, kemana aja lo selama ini!"
"kak mending kita cari dia-
"pikiran lo lambat, gue udah suruh orang buat itu" jeje berjalan menuju adiknya.
"kalo kaya gini kita bisa bangkrut zeval"
"maaf kak"
"lo tau gue sibuk akhir akhir ini, gue percaya selama ini perusahaan sama lo tapi kenapa jadi gini, kenapa bisa klien memutuskan hubungan kerja?"
"gue gak tau kak"
__ADS_1
"lo kemana aja zeval!"
habis sudah hari ini ia kena amuk kakaknya.
...****************...
zeval memijat kepalanya pening, ia berjalan gontai memasuki rumahnya, kakaknya memilih lembur di kantor dan ia memilih pulang karna vera sendirian.
"assalamuakaikum"
zeval berjalan masuk ke dalam rumah, lampu masih di nyalakan itu artinya vera masih terjaga.
ia melirik jam menunjukan jam sembilan malam.
"sayang" panggil zeval sambil berjalan menuju kamarnya.
cklek
zeval membuka pintu kamarnya, vera sepertinya ketiduran di sofa kamar mereka.
cup
vera menyium kening vera lalu ia berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
vera membuka matanya saat zeval sudah masuk ke kamar mandi.
"hallo kak gimana?" tanya vera pada seseorang di telfon.
"aman"
vera menghela nafasnya "aku turun kebawah sekarang"
vera pun beranjak keluar dari dalam kamarnya.
...****************...
zeval keluar kamar mandi sudah dengan pakaian santainya, ia berjalan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
zeval meringis saat perutnya kembali terasa nyeri.
"aduh perut gue kenapa sih" gumam zeval.
cklek
"sayang habis dari mana?" tanya zeval.
"keluar" jawab vera tanpa menoleh ke arah zeval.
zeval memperhatikan langkah vera yang mendekat ke arahnya.
"aku udah tau" ujar vera sambil menatap zeval dingin.
"tau?, tau apa" bingung zeval.
vera memutar bola matanya malas "udah lah aku cape sama kamu" vera berkata dengan nada tingginya.
"coba kamu jelasin, biar aku tau aku ada salah apa sama kamu"
vera terkekeh "aku gak mau bahas ini" vera berjalan mengambil jaketnya yang tersampir di kursi meja belajar.
"kamu mau kemana, kita selesain dulu"
"aku mau pulang, kamu gak usah larang larang aku" vera berjalan mengambil koper miliknya.
tidak, zeval tidak akan membiarkan vera pergi tanpa tau apa kesalahanya.
"gak" cegak zeval sambil mencekal lengan vera.
"zev please" mohon vera agar zeval melepaskan cekalanya.
jujur zeval sudah sangat lelah dengan urusan kantornya, kali ini jangan masalah rumah tangganya.
"jelasin dulu"
"aku mau pulang!" vera menarik tanganya kasar hingga zeval melepas cekalanya.
__ADS_1
grep
"jangan pergi" mohon zeval memeluk vera erat.
"zev-
"oke!, iya aku salah" zeval menatap vera berkaca kaca tanpa melepas pelukanya "tapi jangan pergi, kamu jelasin dulu vera jangan kaya gini" zeval kembali memeluk ia menyembunyikan wajahnya di cekuk leher vera.
bisakah vera luluh sekarang?
"sayang aku lagi cape please jangan kaya gini, bilang dulu aku salah apa?" tanya zeval lembut.
vera memberontak dari pelukan zeval hingga pelukan itu terlepas.
"aku pergi"
brak
zeval merampas koper vera lalu melemparnya asal.
"please" mohon zeval "kita selesain masalah kita sekarang"
vera tak memperdulikan zeval, ia berjalan keluar kamar lalu membanting pintunya cukup keras.
zeval mengacak rambutnya frustasi.
zeval keluar kamar untuk mengejar vera, saat keluar keadaan rumahnya sudah gelap.
zeval terus berjalan "vera" panggil zeval.
"vera" tak ada sautan.
zeval berhenti di ruang tamu, ia memegang perutnya yang terasa nyeri.
"please sakitnya jangan sekarang" lirih zeval.
zeval hendak melangkah keluar rumah namun sebuah cahaya mengurungkan niatnya.
sebuah cahaya lilin mendekat ke arahnya.
"happy birthday zeval" lirih vera tak lupa ia memperlihatkan senyum termanisnya untuk zeval.
zeval menatap vera tak berkedip hingga sosok istrinya itu kini tepat berada di depanya.
"zeval tiup lilinya, jangan lupa make wish" suruh vera.
jadi dia tadi di kerjai istrinya? fikir zeval.
zeval menatap kue yang vera bawa, sedikit lega ternayata vera tak marah padanya, zeval menatap vera matanya kini molai berkaca kaca.
zeval menutup mata lalu meniup lilinya, zeval sudah berumur sembilan belas, sedikit lucu fikirnya ternayata di usianya yang masih muda ia sudah memiliki vera yang selalu ada untuknya.
zeval memeluk vera lalu menyembunyikan wajahnya di cekuk leher vera.
"sayang potong kue dulu" tak ada jawaban dari zeval.
"zeval" panggil vera, zeval mendongak menatap vera.
vera terkekeh saat melihat zeval dengan hidung memerah di sertai lelehan air mata yang membasahi pipinya.
"jangan nangis kamu udah sembilan belas tahun udah besar" vera mengusap air mata zeval dengan tangan kirinya.
"zeval hadap belakang deh" suruh vera dan zeval menurutinya.
lampu ruang tamu menyala "happy birthday zeval!" zeval menatap temanya dan teman kakaknya tengah berkumpul di pojokan sambil memegang balon.
"cie yang udah 19 tahun" kata nawa.
"selamat ulang tahun zeval kita gak bawa kado maap ya" kata dodo.
zeval menghiraukan yang lain ia memilih duduk lalu di ikuti vera dan yang lainya.
zeval merapatkan tubuhnya pada vera lalu memeluknya dari samping menyenderkan kepalanya pada pundak vera.
"gak usah nangis gak malu ma umur" kata kakaknya.
__ADS_1
selamat ulang tahun zeval.
maaf kalo ada typo