
"hati hati di jalan" kata vera setelah turun dari mobil nawa.
"lo masuk gih dah malem, gue pulang dulu maaf gak mampir" kata nawa, setelah itu nawa pun menjalankan mobilnya.
setelah kepergian nawa vera pun menenteng belanjaanya masuk ke dalam rumah.
"assalamulaikum" kata vera sambil memasuki rumahnya.
"waalaikumusalam" jawab mamanya "kamu kenapa baru pulang jam segini, zeval nanyain kamu terus loh" ujar mamanya sambil mengambil kantong belanjaan di tangan putrinya.
"zevalnya dimana ma?"
"kamar mungkin, sana ke kamar sekalian ajak turun buat makan malam"
"mama udah masak?"
"yaa belum, makanya kamu bantu mama"
"aku mau ke kamar dulu ya mah"
"sana, kamu turunya jangan ke lamaan, bantu mama masak" vera menganggukinya sebagai jawaban.
vera pun berjalan menuju kamarnya.
tok tok tok
"siapa?" tanya zeval dari dalam.
"vera" jawab vera.
"masuk aja"
vera pun membuka pintu dan terlihatlah suaminya yang tengah tidur tengkurap sambil membaca buku.
"rajinya suami ku" puji vera.
zeval menoleh ke arah vera "waahh baunya istriku"
"aku gak bau, meski gak mandi pun aku gak bau"
zeval kini duduk bersila di atas tempat tidur sambil menghadap ke arah vera "kamu tuh bau, kamu di situ aja baunya masih kecium sampe sini" ujar zeval sambil menutup hidungnya.
"si bapak satu ini, gaya banget ngatain bau, tiap hari aja peluk peluk, aku tuh jarang mandi tau"
"yaampun aku baru tau" kaget zeval.
"becanda, tiap hari tuh aku mandi, kalo pengin tapi" ujar vera di akhiri senyumnya.
"ih bolot banget, mandi sehari tuh tiga kali, biar wangi"
"buat aku tuh satu kali udah cukup, kalo kuliah libur gak mandi gak masalah kan gak kringetan"
"jorok" ujar zeval sambil menutup hidungnya "sana mandi kamu tuh bau tau"
"gak mau peluk dulu"
"gaak kamu bau"
"masa sih, coba sini" vera berjalan ke arah zeval sambil merentangkan tanganya.
"ih gak mau" tolak zeval sambil beranjak dari tempat tidurnya.
"harus mau, kamu kan suami aku masa seharian gak ketemu giliran mau di peluk gak mau"
"mandi dulu"
vera berlari menuju zeval dan memeluknya dengan sangat erat, meski awalnya sempat memberontak tetapi akhirnya zeval balas memeluk vera melepas kerindunya.
"kangen gak?" tanya vera.
"hmm" gumam zeval sebagai jawaban.
vera hendak melepas peluknya namun zeval masih memeluknya dengan erat.
"zeval aku mau mandi"
"bentar" jawab zeval.
"katanya aku bau, tadi aku deketin gak mau, tapi sekarang pelukanya gak mau di lepasin"
"kangen ngalahin baunya kamu"
"ih aku gak bau tau" ujar vera sambil memukul dada bidang suaminya.
__ADS_1
"sana mandi" kata zeval sambil melepas peluknya dan vera menganggukinya.
"zeval semangat belajarnya" kata vera menyemangati.
"iya"
zeval berusaha semaksimal mungkin untuk ujianya, untuk ujian tadi pagi masih cukup mudah untuk zeval kerjakan dan sekarang ia akan berusaha untuk ujianya besok.
zeval pun kembali ketempat semulanya dan melanjutkan belajarnya.
setelah beberapa menit vera mandi, vera pun kini sudah keluar kamar mandi dengan baju tidurnya.
vera terus memperhatikan suami kecilnya, vera tersenyum saat melihat zeval.
'zeval ganteng banget kalo lagi serius belajar, di tambah dia pake kaca mata sungguh tampan suami ku'
"zeval aku turun dulu ya mau bantu mama masak"
"iya" jawabnya tanpa mengalihkan pandanganya dari buku di hadapanya.
vera pun kini berjalan menuju mamanya berada.
"vera buatin papa kamu kopi hitam ya" suruh mamanya yang tengah memotong cabai.
"papa di mana ma?" tanya vera yang tengah menyeduh kopi.
"palingan lagi main sama kucingnya fida"
"mah aku minta kucing fida yah satu, sama fidanya udah di bolehin kok"
"mama sih terserah, tapi udah izin sama zeval belum"
"udah dong, sama zeval boleh kok"
"yauda kalo sama zeval boleh ya silahkan aja"
"aku anterin kopi ke papa dulu nanti kesini lagi bantu mama" mamanya pun mengangguki perkataan putrinya.
"momo jangan kesitu" teriak fida pada kucingnya.
"momo jangan gigit gigit sendal aku" kata fida sambil menggendong kucingnya.
"tuh kaya didi dong gak rewel" tujuknya pada kucing laki laki yang tengah di pangku ayahnya.
"pah ini kopinya" ujar vera setelah itu ia duduk di sebelah ayahnya.
"fida ini anaknya fifi" kata vera sambil mengelus didi.
"iyaa kak, itu didi dia cowok, yang ini momo dia perempuan" tunjuknya pada kucing yang berada di gendonganya.
"katanya ada tiga yang satu mana?"
"palingan tidur"
"namanya siapa?"
"sisi" jawab fida.
"fifi, didi, momo, sisi?" tanya vera.
"iya, imut kan namanya?"
"iya imut"
"itu kak nawa yang kasih nama tau"
"lah kok bisa?"
"kak nawa kan sering main kesini, kakak gak tau aja kalo kak nawa hampir tiap minggu kesini"
"kok gak ngomong ke gue?"
"mana saya tau" jawab adiknya lalu ia melenggang pergi menuju kamarnya.
"pah aku bantu mama masak dulu ya"
"iya, sana masak yang enak"
vera pun berjalan menghampiri mamanya "mama fokus banget masaknya" ujar vera.
"iyalah kan biar enak"
"mah kata fida nawa sering kesini, emang iya"
__ADS_1
"nawa tuh hampir tiap hari kesini, di rumah sepi katanya"
"kenapa gak main ke apart aku aja ya?"
"dia mana enak ganggu kamu sama suami kamu" balas mamanya.
"mah sayurnya aku cuci dulu ya ma" izin vera.
"iya, sekalian kamu masak ikannya"
"oke"
"nawa tuh suka banget muji makanan mama, katanya biar tiap kesini di masakin" kata mamanya di akhiri senyum di wajahnya.
"nawa mah kalo ada maunya gitu, dia juga bilang ke aku kalo mau tidur di sini boleh gak mah"
"seharusnya kamu iyain aja"
"aku suruh izin ke mamah"
"kalo ketemu sama nawa kamu bilang aja kalo dia boleh tidur di sini, kapanpun dia mau" vera mengangguk sebagai jawaban.
vera berjalan untuk mengambil ikan di kulkas.
"mama udah buat bumbu buat ikanya?" tanya vera.
"kamu yang buat"
"oke"
sekitar setengah jam, makanan yang merak buat pun sudah di hidangkan di meja makan, mereka tinggal menunggu para suami untuk turun makan malam bersama.
"mah aku panggilin zeval dulu"
"sana"
vera berlari lari kecil menuju kamarnya untuk memanggil zeval.
"kak jepal" panggil vera pelan sambil membuka pintu kamarnya.
"kak jepal makan dulu yuk" ajak vera.
"bentar" jawab zeval yang masih asik dengan bukunya.
"belajarnya nanti lagi" kata vera sambil menghampiri zeval yang masih tidur dengan tengkurap.
"hmm"
"masa cuma hmm doang"
"nanti bentar lagi"
"ayo turun dulu" kata vera sambil memukul pantat zeval pelan.
"iya ayo" zeval pun turun dari tempat tidurnya.
"kaca mata di lepas dulu"
zeval pun langsung melepas kaca matanya dan berjalan menuju keluar kamar.
'pantes aja reyna suka sama zeval, jalanya aja berwibawa gitu gak kalah sama wajahnya hahaha'
"ngapain di belakang, ketawa ketawa lagi" kata zeval sambil menatap vera aneh.
"emang gak boleh"
"enggak lah"
"kenapa?"
"kamu bukan Bodyguard aku, kamu istri aku, tempat kamu di sebalah aku"
vera tersenyum karna perkataan zeval.
"kenapa senyum?"
"gak boleh?"
"boleh boleh aja"
"yaudah ayo jalan, lagi di tunggu loh"
"kamu di sini" zeval menarik vera agar bersejajar denganya "yuk" zeval tersenyum ke arah vera lalu menggandeng tangan vera.
__ADS_1
vera tersenyum karna perlakuan zeval.
'Tuhan aku mohon, jangan pisahkan kita apapun itu ujianya nanti, jadikan lah kita pasangan dunia dan akhirat, aku vera latika sungguh bahagia bisa berdampingan dan di persatukan dengan zeval raihan, sekali lagi aku mohon jangan pisahkan kita'