Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
keras kepala


__ADS_3

kini vera berjalan menuju parkiran kampus hendak pulang ke apart.


"vera" panggil nawa.


"apa?"


"gue nebeng yah" ujarnya di akhiri senyuman.


"ayo"


mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran.


"eh ver itu rio bukan" ujar nawa sambil menunjuk parkiran.


"iya"


bodo amatlah, sekarang gue sama dia gak ada hubungan apa apa lagi.


ujar vera dalam hati.


"lo tunggu sini" ujar nawa.


"lo mau kemana?"


"udah liat aja" nawa pun berjalan menuju arah rio.


gue harus bikin memori rio balik lagi, gue pengin dia inget pas dulu bucin bucinan sama vera, enak aja vera berjuang lupain rio, sedangkan dia?


emang sih dia bakal sembuh tapikan gak tau kapan, setidaknya gue berusaha buat memorinya kembali.


"gue duluan gue udah di tunggu sama istri gue" ujar rio di parkiran pada temannya.


"yaudah sana, salam buat istri lo dari gue" jawab temanya.


"rio gue perlu bicara" ujar nawa.


"lo siapa?"


"brisik lo, gue tunggu di cafe depan"


"tapi gu-"


"sebentar doang istri lo bisa nunggu kan" ujar nawa kemudian berlalu menghampiri vera.


"bro gue ikut kalo lo mau kesana" ujar temanya.


"hemm" gumam rio sebagai jawaban.


itu bukanya cewe yang kemarin, kenapa gue kaya familiar sama wajah dia. gumam rio dalam hati saat melihat vera.


...****************...

__ADS_1


"lo mau ngapain sih kesini?" ujar vera.


mereka kini sudah ada di dalam cafe.


"gue mau rio ingetanya kembali lagi" jawab nawa.


"ngapain sih, biarin aja lah"


"gue gak mau tau rio ingetanya harus kembali lagi"


"kenapa sih lo ngotot banget, seharusnya dengan ingetan rio hilang itu bagus buat gue, biar gampang lupain dia!"


"gue kasian sama lo, berusaha lupain dia sedangkan dia gak peduli sama lo, gue pengin dia ngerasain lupain orang yang paling dia sayang itu gimana!


"ingetan dia nanti juga kembali sendiri, kok lo ribet sendiri sih!"


"lo-"


"permisi" ucapan nawa tak lagi di lanjutkan saat rio datang.


"duduk" ujar nawa.


nawa lo keras kepala banget sih


"ada apa" ujar rio.


"oke langsung aja, lo kenal gue gak" ujar nawa.


"emmm" rio sedikit berfikir.


"lo diem ini bukan urisan lo" jawab nawa "oke gue males nunggu lo mikir" ujar nawa kemudian ia mengeluarkan ponselnya.


"liat nih" ujar nawa sambil memperlihatkan foto mereka ber enam.


disitu ada rio, jeje,adit, dodo, vera dan nawa.


"i-itu-"


"itu lo sama temen temen lo, lo masih gak inget" nawa memperlihatkan video mereka pas bakar bakaran tengah malem di rumah rio.


'vera, gue suka sama lo'


melintas sebuah ingatan di kepala rio.


'kita akan tinggal di kanada'


'kita selamanya'


'adit, dodo, jeje tungguin gue'


rio memegang kepalanya karna terasa pusing, kemudian ia menatap vera.

__ADS_1


dia siapa gue?, ve-vera siapa gue


brakk


"rio!" teriak era nawa dan teman rio karena rio terjatuh pingsan.


"kalian apa apaan sih!" ujar teman rio.


"gue bantu" ujar vera sambil membantu memapah rio menuju mobilnya.


gue harap habis ini rio inget, ujar nawa dalam hati.


...****************...


"gue saranin buat kalian jangan paksa rio buat nginget" ujar teman rio setelah membawa rio kedalam mobil.


"maafin temen gue" ujar vera.


"gue tau pasti lo sedih dengan semua ini, tapi jangan paksa dia inget" ujar teman rio kemudian menepuk pundak vera dan ia langsung masuk kedalam mobil.


"jangan hawatir sama rio dia bakal baik baik aja" ujar nawa yang baru menghampiri vera.


"ini gila semua gara gara lo, kalau terjadi sesuatu sama rio gue gak bakal maafin lo" ujar vera.


"masih suka lo sama dia, inget kalian udah sama sama punya pendamping"


"gak ada hubunganya sama itu"


"masa, buktinya lo tadi hawatir banget kayaknya sama rio pas dia pingsan"


"gak ada habisnya ngomong sama orang yang keras kepala kaya lo" ujar vera kemudian ia melenggang meninggalkan nawa menuju mobilnya.


"lo mau kemana" nawa berjalan mengejar vera.


"ngapan lagi sih lo jangan ikuti gue, gue mau pulang"


"gue nebeng" jawab nawa.


nebeng, udah bikin gue naik darah, malah nebeng nawa nawa.


...****************...


"makasih vera, gak mampir lo" ujar nawa sambil tersenyum.


"gak makasih"


"inget yah nanti kita double date"


"lo gak tau apart gue"


"tau lah kan ada jeje nanti"

__ADS_1


"serah"


jangan lupa tersenyum


__ADS_2