
"gue pulaaaaang" ujar vera setelah membuka pintu apart.
"jep, jepal" panggil vera sambil melempar tasnya ke meja makan.
sepi
sunyi
sendiri
itu keadaan vera sekarang.
"tuh anak kemana biasanya jam segini dah pulang, apa tidur? masa jam segini tidur?" ujar vera.
lalu vera beranjak untuk mengambil minum.
sedangkan zeval kini tengan menuruni anak tangga sambil memijat pundaknya, ia juga baru pulang setelah ikut turnamen basket.
zeval mengucek matanya sambil menguap, dan dilihatnya vera di meja makan.
"tuh orang baru pulang" gumamnya.
zeval kini bersandar di tembok sambil menatap punggung vera.
"jepal mana sih" ujar vera.
ni apartemen sepi banget lagi, mana dah sore,
"tuh anak harusnya kalo mau pergi tuh ngomong dulu ke" ujar vera.
"coba kalo ada kecoa, setan, lebih nyeremin lagi bapak mertua aaaahh gak mau gue bayangin" ujar vera sedangkan zeval yang mendengarnya hanya bisa menahan tawa.
"mana si tuh anak"
"DORR"
"mamaaaa!!" teriak vera sambil memeluk zeval seperti koala.
"hahahaha" tawa zeval terbahak bahak.
"gue takut, lo ngapain ngagetin gue!" omel vera tapi masih mengeratkan pelukanya dan menyembunyikan wajahnya di cekuk leher zeval.
"ululululu bayi tua takut hahah"
"jantung gue hampir copot gegara lo!" vera kini menatap zeval yang masih asik menertawainya.
"kak kak, gitu aja takut hahaha"
"brisik lo, gue benci sama lo" ujarnya sambil mencubit lengan zeval.
"aduduh kak jangan cubit sakit"
"benci gue sama lo!"
"benci tapi mempel mulu" sindir zeval.
"gegara lo, kan lo ngagetin gue!"
"yaudah turun"
"gak mau!" tolak vera cepat.
"katanya benci, turun cepet"
"gak mau, gue gak mau ya gak mau!"
heh kaya nya beneran takut hahah lucu juga. gumam zeval dalam hati.
zeval kini mengeratkan pelukanya karna ia hendak melangkah menuju ruang tv.
"kak turun gue mau duduk" ujar zeval setelah sampai dan vera menurutinya.
"aduh badan gue cape" ujar zeval sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa.
__ADS_1
"aduh gue juga pusing cape" vera pun mengikutinya.
"kak ada masalah apa di kampus, gak biasanya ngeluh" ujar zeval.
"gak ada" jawabnya dan di angguki zeval.
"mau kemana loh" ujar vera saat zeval beranjak.
"gue mau ambil minum" jawabnya sambil merlalu.
"kesini lagi gue takut!" teriak vera.
vera kini menyalakan tv di lihatnya sinetron kesukaanya. saat ia tengah fokus....
"kaak!" teriak zeval dari dapur.
vera terlonjat kaget sambil berlari menuju zeval karna ia takut dan penasaran apa yang terjadi.
"adaa apa" ujar vera.
"kak kak, i-itu" zeval menunjuk kearah belakang vera.
"apaan jangan bikin gue takut"
"gak ada apa apa cuma mau bikin takut aja" ujar zeval dan langsung melenggang melewati vera yang membeku karna ucapan zeval.
hahahaha kasiaaaann
zeval berjalan menuju ruang tv.
"zevaaaalll!" teriak vera sambil merlari mengejar zeval.
grebb
" ngapain lo bikin gue takut!" vera berteriak sambil melompat ke punggung zeval dan menjambak rambut zeval.
"aaaaaa kak sakit, lo manusia bukan si!"
"benci banget gue sama lo!"
"gak bakal gue maafin lo, sebelum kepala lo botak sama tangan gue sendiri!"
"aaa kak" zeval menjatuh kan vera di sofa tv.
"zevall!!" teriak vera karna tubuhnya di tindih punggung zeval.
"zeval menggir lo berat. zeval minggi-" vera tak jadi melanjutkan kalimatnya saat zeval berbalik menghadap vera.
g-gue kenapa nih. detak jantung vera kini berdetak lebih cepat dari biasanya.
meeka kini sama sama saling memandang, bertatap mata satu sama lain, mereka sendiri bingung apa yang tengah mereka rasakan.
kak lo itu punya gue bukan, kita slalu bertengkar tapi itu membuat gue nyaman, gue pengin buka hati buat lo, pengin suka sama lo tapi apa lo bakal buka hati buat gue juga, gue bingung kita banyak perbedaan tapi kita malah di satukan, itu awal yang bahagia buat kita atau bukan, kalau akhirnya nanti kita malah hidup masing masing gue minta dan gue harap kita di pisahkan secepatnya sebelum rasa yang selama ini seharusnya gak ada dalam diri gue muncul. gue mohon.
zeval masih memandang vera.
zeval gue pengin waktu yang cukup lama buat berdua sama lo, gue selalu nyaman sama lo, setiap gue ketemu sama lo gue jadi lupa sama masalah gue
tok tok
mereka berhenti saling menatap karna ketukan pintu apart.
"gue yang buka" ujar zeval.
cklek
"hai adek ipar"
"loh kak jeje tumben kesini" tanya zeval ia tak menggubris ucapan gadis manis dengan dress pinknya.
"kita kan mau double date" ujar nawa
"hah?" kaget zeval.
__ADS_1
"gue masuk ya" ujar nawa kemudian melenggang meninggalkan kakak beradik itu.
"kak, dia..." zeval bertanya sambil menunjuk nawa.
"pacar gue" jawabnya datar sambil melenggang meninggalkan zeval.
"demi apa"
zeval berjalan menyusul kakaknya.
"vera" teriak nawa sambil duduk di sebelah vera.
"ngapain ke sini?" tanya vera males.
"kita kan mau double date jangan pura pura lupa lo, mending skarang lo ganti baju"
"baju paan males gue, lo aja sana sama jeje"
"gue juga males" ujar jeje.
"ih kok gitu sih" nawa memperlihatkan wajah sedihnya.
"kita mau double date?" tanya zeval.
"iya lo ikut yah" ujarnya memohon, "ganteng banget vera beruntung dapetin lo" lanjut nawa di akhiri cengiranya.
"dia yang beruntung dapetin gue" ujar vera.
"kalian mau dong gue udah pake dress sama dandan cantik gini masa gak jadi sih pliiiiiss" mohon nawa.
"yaudah ayok" ujar vera kemudian ia pergi untuk mengganti bajunya dan di ikuti zeval di belakangnya.
"gue males pake dress" ujar vera.
"ih kak hargain kak jeje dong yang baru punya pacar lagi setelah sekian lama menduda"
"duda duda pala lu ijo" omel vera sambil membuka lemari.
"hehe canda"
"nih" vera menyerahkan jas untuk zeval dan di teriam dengan senang hati. "kakak pake dres dong" ujar zeval.
"iya iya" ia pun berjalan untuk berganti pakaian.
zeval kini tengah berkaca merapikan rambutnya.
cklek
"waw kakak cantik" zeval memuji vera dengan dress biru mudan selututnya.
"gue emang slalu cantik" ujar vera sambil menyisir rambut di depan cermin dan memakai make up yang sederhana.
"kak ini apa?" tanya zeval.
"pelembab bibir" jawab vera.
"gue minta yah"
"jangan!" tolak vera sambil merampas pelembab di tangan zeval.
"kenapa kan gak berwarna"
"lo gak usah pake ginian"
"kak biar gak kering"
"gak usah, bibir lo bagusan kaya gitu"
zeval menyipitkan matanya "cieee diem diem ternyata suka sama bibir gue" zeval tersenyum jail ke arah vera.
"bukan gitu zeval"
"ah bilang aja lo terpesona sama bibir gue, emm mau gue cium cini cini" ujar zeval sambil memajukan bibirnya.
__ADS_1
"ogah cepetan keluar udah di tunggu!"