Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
zeval yang baik


__ADS_3

"Kak lagi buat apa?" Tanya zeval pada vera yang tengah berkutat di dapur.


"Kak?" ulang zeval karna Pertanyaanya tak di jawab, zeval dapat melihat vera sekarang tengah melamun.


"Kak" zeval sedikit meninggikan suaranya.


"Apa?" Tanya vera sambil menatap zeval.


"Lagi masak apa?"


"Mie rebus" ujarnya sambil membuka bungkus bumbu.


"Gue bantu" ujar zeval sambil membantu mengaduk mie.


"Kakak kenapa nglamun?" Zeval menatap vera,


"Kak?"


"Kakak!"


"Apaan sih kaget!" Bentak vera.


"Kenapa nglamun, ada masalah apa?" Tanya zeval.


"Siapa yang nglamun?"


"Lo lah siapa lagi"


"Tau ah, cepet tuang sini" ujar vera seval pun menurutinya "yuk makan" ujarnya sambil berlalu ke meja makan dan di ikuti zeval.


...****************...


"Kakak belajar masak gih" ujar zeval sambil mengunyah mie yang mereka masak.


"Napa emang?"


"Ya biar bisa, biar kita gak makan mie terus"


"Males gue, pesen makanan aja"


"Kak hemat dong, seharusnya kakak nabung buat masa depan, kita emang udah nikah tapi karna gue masih pelajar jadinya kita masih di biayain orang tua, gue belum bisa cari uang kak"


"Iya bawel gue mau belajar masak"


"Nah gitu dong"

__ADS_1


"Kapan mulai?" tanya vera.


"Apanya?"


"Belajar masaknya?" vera tampak menahan emosinya.


"Mau di ajarin gue?"


"Iyalah siapa lagi?"


"Eemm kalo ada waktu luang deh"


"Oke. Eh tapi kan lo bisa masak kenapa juga gue harus belajar, lo aja yang masakin buat gue" ujarnya sambil menaik turunkan alisnya.


"Boleh boleh aja"


"Beneran, yess gak jadi belajar masak dong" ujarnya sambil tersenyum.


"Tuker kelamin dulu, kakak jadi cowo aku cewe"


"Ah lo mah gak asik"


"Asik asik, paan" zeval meninggalkan vera yang tengah cemberut.


"Kak kaos kaki hitam aku mana yah?" tanya zeval pada vera yang tengah asik dengan laptopnya.


"Lo yang nyimpen kan?"


"Dimana yah, kakak liat gak?"


"Gak"


"Oke" zeval kembali kekamarnya sambil menggledah lemari.


"Nah ini" serunya setelah menemukan kaos kakinya.


"Celana jeans hitem gue mana?" Zeval berujar sambil kembali mengacak lemari.


Zeval kini menghampiri vera lagi yang masih menatap laptop.


"Kak celana jeans item gue pada kemana yah?"


"Gue gak tau lo yang nyimpen" ujar vera dengam mata yang masih fokus dengan laptop.


"Oke" zeval berjalan lagi menuju kamar "eh" zeval berbalik menuju vera lagi.

__ADS_1


"Kak kalau topi merah gue kemana yah?"


Vera berdiri lalu menatap zeval dengan kesal.


"Cari sendiri, lo yang nyimpen jangan tanya gue, gue lagi ngerjain tugas tau gak!"


"Oke" ujar zeval lalu melangkah pergi kekamar.


"Tuh anak bikin emosi aja" ujarnya sambil melanjutkan mengerjakan tugasnya.


Beberapa jam kemudian, vera sudah menyelesaikan tugasnya, ia bergegas menuju kamar karna ia sudah merasa mengantuk.


"Yaampun zeval!" Teriak vera.


dilihatnya kamar yang berantakan yang tak bertuan.


"Zeval beresin semua, zeval lo dimana sih!".


"Zeval lo gak muncul gue kunciin lo di kamar mandi!"


"Zevaaaaall"


"Apa sih kak nyariin gue" zeval malah berjalan santai melewati vera.


"Lo beresin, lagian nyari apaan sih lo!"


"Gue nyari kaos kaki, jeans, sama topi gue, ternyata celana gue belum di cuci semua, kaos kakinya ada di tumpukan baju lo, sama gue lupa topinya gue pinjemin ke temen gue"


"Ngapain sih lo nyariin itu malem malem!"


"Gue mau keluar apart tadi" zeval selalu menjawab dengan santai.


"Keluar tinggal keluar napa harus pake gituan, apa jangan jangan lo mau ketemu pacar lo yah?"


"Apaan pacar?, jangan fitnah, noh gue kasian sama lo gue beliin martabak manis chicken sama minuman gue kasian sama lo, sters ma tugas tiap hari, mau beli yang deket dah pada tutup jadi gue bela belain yang jauh" ujarnya sambil memunguti pakaianya yang berceceran.


"Oh gitu, tapi gue gak mau tau lo harus beresin ini semua"


"Iya"


Vera berjalan menuju meja makan, benar saja sudah ada makanan yang masih di bungkus plastik di atas meja.


"Baik juga tuh anak, jadi ngrasa bersalah gue ngomelin dia, tapi dianya salah juga, ngapain pakaian di berantakin"


masih berlanjut di part berikutnya

__ADS_1


__ADS_2