Resiko Menikah Dengan Bocah

Resiko Menikah Dengan Bocah
apartemen


__ADS_3

nasa, nura dan beberapa polisi yang tengah mencari reyna di rumah tua kini hanya kembali tanpa di temukanya reyna.


"kita harus cari kemana?" tanya nura yang tenggah berdiri di depan rumah tua itu sambil menatap pepohonan yang mengelilingi rumah tersebut.


"kita balik ke mobil aja dulu" saran nasa.


para polisi kini keluar dari rumah tua tersebut setelah menggledah semua sudut di rumah tersebut.


"kita udah cari keseluruh ruangan di rumah ini, dan gak ada siapa siapa" ujar salah satu polisi dengan tubuh tegapnya.


"terus gimana pak?" tanya nasa.


"kita tetap akan mencari dino, dan lebih baik kalian pulang"


"tapi"


"nasa" panggil nura sambil memegang pundak nasa "kita kerumah sakit dulu aja, biar pak polisi lanjutin pencarianya"


"yaudah"


nura dan nasa pun meninggalkan rumah tersebut dan berjalan menuju mobilnya.


"kita ke rumah sakit?" tanya nasa.


"iya" jawab nura yang tengah menatap rumah tua yang hampir tak terlihat karena banyaknya pepohonan di sana.


"yuk keburu malem" ujar nasa sambil membuka pintu mobil.


sementara itu, reyna yang tengah di cari kini dibawa oleh dino ke sebuah apartemen yang dino tinggali.


"karna lo telfon temen lo, rencana gue buat jemput zidan gagal" ujar dino berjongkok menghadap reyna yang ia ikat di kursi "jadi gue gak bisa bawain zidan buat lo, tapi tenang aja" dino tersenyum sambil mengambil ponsel di sakunya.


dino menunjukan layar ponselnya pada reyna "ini nomor yang tadi lo telfo, iya kan?" tanya dino sambil memperlihatkan nomor nawa.


flashback


dino yang keluar dari rumah tua itu kini hanya berdiri dan bersandar pada tembok sambil menyilangkan kedua tanganya.


"tolong, siapapun tolongin reyna!" suara teriakan reyna dari dalam.


dino tersenyum saat mendengar teriakan tersebut.


'mungkin gue butuh hiburan sedikit, gue bakal di sini dulu menikmati suara reyna sebelum gue jemput zidan'


dino yang memejamkan mata mendengar reyna yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang.


"di dalem gak ada siapa siapa, apa dia telfon seseorang?" lirih dino.


cukup lama dino mendengarkan suara samar samar reyna yang tengah berbicara di telfon hingga ia memutuskan untuk masuk kedalam rumah tua tersebut.


"sepertinya rencana gue untuk mempertemukan lo sama zidan sedikit tertunda" ujar dino pada reyna.


" nelfon siapa?" tanya dino lembut sambil menghampiri reyna yang hanya terdiam menatap dino takut.


dino berjongkok sambil mengambil ponsel reyna di lantai.


"kak nawa" ujar dino lirih melihat nama kontak yang baru saja reyna hubungi.


dino berdiri dari jongkoknya sambil mengotak atik ponsel milik reyna.


" tidak memerlukan ini lagi bukan?" tanya dino sambil mengangkat ponsel reyna, dino tersenyum saat melihat reyna yang diam saja.

__ADS_1


"oke" ujar dino.


dengan sekuat tenaga dino membanting ponsel tersebut dan menginjaknya.


reyna yang melihat itu terlonjat kaget, takutnya makin menjadi saat dino menghampirinya dan membuka tali yang mengikatnya.


"tempat ini sudah tidak aman, kita akan pergi" dino tersenyum ke arah reyna, setelah itu ia menggendong reyna keluar dari rumah tua tersebut.


flashback off


...****************...


setelah mendegar kabar dari nasa, tiga gadia yang berada di ruangan zidan kini menjadi panik, mereka bingung harus mencari kemana sekarang.


"kak ini gimana?" tanya fida panik.


"pasti dino pindahin reyna ketempat lain, kita sekarang gimana, gak mungkin kita di sini aja" kata vera.


nawa berjalan membuka sedikit korden jendela ruangan zidan.


'udah malem dan reyna belum ketemu, gue harus gimana? '


"kita pergi cari reyna sekarang, gue bakal ke markas dino" ujar zidan sambil mencabut alat infusnya.


"lo di sini aja, kita yang bakal kesana" ujar vera mencegah.


" kalian itu cewek, kalo nanti kalian yang kenapa napa gimana" ujar dino sambil berjalan dan menyambar jaket nya yang berada di atas sofa.


nawa yang melihat zidan keluar dari ruangan tersebut kini ikut keluar menyusul zidan


"zidan" panggil ibunya yang melihat zidan keluar dari ruang rawatnya "kamu mau kemana?" ibunya kini menghampirinya.


"mah, aku mau pergi cari temen aku, aku udah sembuh mama gak perlu khawatir"


"mah aku udah gak papa, temen aku butuh pertolongan zidan sekarang" zidan kini meraih kedua tangan ibunya.


"tapi kalo kamu nanti kenapa napa gimana?"


"percaya sama zidan, zidan gak akan kenapa napa"


ibunya kini menghembuskan nafasnya berat.


"zidan pergi ya mah"dengan berat hati ibunya pun menganggukinya.


"telfon mama kalo ada apa apa" zidan pun tersenyum saat ibunya mengizinkanya.


setelah itu ia pun langsung bergegas keluar rumah sakit.


"zidan" teriak nawa dan itu sontak menghentikan zidan yang tengah berjalan "kita pergi pake mobil gue aja" ujar nawa.


...****************...


dengan kecepatan tinggi nawa menjalankan mobilnya, zidan yang berada di sebelahnya kini tengah mengarahkan jalan menuju markas dino.


nawa yang tengah fokus dengan jalan dan arahan dino pun tak menghiraukan ponselnya yang terus bergetar.


'siapa yang nelfon sih, kalau pun itu jeje maaf sekarang nawa gak bisa angkat'


"pasti di sana banyak anak buahnya dino" kata zidan "gue nanti bakal pancing mereka keluar dari markas, setelah itu kalian masuk ke dalem cari reyna"


"kalo anak buah dino banyak gimana, lo sanggup tanganin sendiri?" tanya vera.

__ADS_1


"jangan khawatirin gue"


setelah beberapa menit mereka pun sampai di persimpangan menuju markas dino, nawa pun memelankan laju mobilnya.


"kita berhenti di sini" ucap zidan.


nawa pun meminggirkan mobilnya.


"ayo" ajak zidan, ia pun kini turun dari mobil dan di ikuti vera dan fida.


"siapa yang telfon gue sih" lirih nawa saat telfonya kembali bergetar, tanpa melihat siapa yang menelfon ia langsung mengangkatnya.


"hallo telfonya bis-"


"hallo kak nawa, lagi cari reyna kah" ujar si penelfon memotong ucapan nawa.


"ini siapa?" tanya nawa.


"gue dino"


seketika nawa membelalakan matanya.


"dimana reyna" ujar nawa.


"sama gue"


nawa kini turun dari mobilnya "lo bawa reyna kemana, kasih tau gue sekarang" bentak nawa.


"santai aja kali, dia aman kok sama gue"


"dino, kasih tau gue di mana reyna sekarang" nawa kini mengepalkan tanganya menahan emosinya.


zidan yang mendengar nama dino pun tanpa pikir panjang langsung merebut ponsel milik nawa.


"lo bawa reyna kemana, kasih tau sekarang" ujar zidan.


"eemm gue kaya kenal suara ini, tapi siapa ya"


"cepat kasih tau lo di mana" bentak zidan.


"ooww sabar bro, gue tau sekarang, lo zidan kan"


zidan tak berniat menjawab ucapan dino.


"oke oke, gue bakal kasih tau reyna di mana, reyna sama gue lagi di apartemen, lo boleh kesini asal jangan bawa polisi. Paham kawan ku"


setelah mendengarkan jawaban dino zidan langsung mematikan telfonya.


"kita keapartemen dino, reyna di sana" kata zidan sambil bergegas masuk ke dalam mobil.


"na biar gue yang bawa mobil" ujar dino dan nawa pun langsung memberikan kuncinya.


mereka semua kini masuk kedalam mobil.


"kak" panggil fida pada nawa yang duduk di sebelahnya "telfon kak nasa kalo kita udah ketemu kak reyna"


tanpa pikir panjang nawa pun langsung menelfon nasa.


"hallo"


"kita udah tau reyna di mana"

__ADS_1


"di mana kak?"


"di apartemen dino, nanti gue serlok ke lo" setelah itu nawa langsung mematikan telfonya.


__ADS_2